Connect with us

Kabupaten Barito Kuala

Hari Jadi ke-61 Batola, Noormiliyani: 2021 Tahun Pelayanan Publik

Diterbitkan

pada

Bupati Batola Noormiliyani saat jumpa pers Hari Jadi ke-61 Kabupaten Barito Kuala. foto: rdy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,MARABAHAN – Dihadiri puluhan perwakilan awak media, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Kuala (Batola) menggelar jumpa pers dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Batola, Rabu (2/12/2020).

Hari Jadi ke-61 Kabupaten Batola bertema “2021 Tahun Pelayanan Publik, Batola Berkomitmen Memberikan Pelayanan yang Lebih Baik”.

Jumpa pers digelar dengan waktu singkat lantaran berlangsung di tengah pendami Covid-19, Bupati Kabupaten Barito Kuala Noormiliyani AS memaparkan keberhasilan kinerja selama tiga tahun di masa kepemimpinannya.

Seperti indikator yang ditargetkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), diantaranya program prioritas membangun desa dan menata kota, Jejangkit Ecopark hingga laporan percepatan penanganan Covid-19.



 

Sementara untuk tahun 2021 sesuai dengan tema Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Pemerintah Kabupaten Batola berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan publik dengan meningkatkan kualitas pelayanan menuju kesejahteraan.

Guna memastikan pelayanan benar-benar dilaksanakan dan dirasakan oleh masyarakat, Pemekab Batola membentuk satgas pelayanan publik yang diketahui Wakil Bupati Rahmadian Noor.

“Salah satu inovasi yang rencananya akan dilaksanakan pada 2021 ini, seperti pengintegrasian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan mall pelayanan publik, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,” ujar Noormiliyani. (kanalkalimantan.com/rdy).

 

 

Reporter : Rdy
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kabupaten Barito Kuala

Harapan Panen Padi Musnah, Warga Desa Tabing Rimbah Hidup Prihatin di Pengungsian

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

suasana pengungsian di Desa Tabing Rimbah, Batola Foto: tius
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARABAHAN – Musibah banjir dihadapi masyarakat Desa Tabing Rimbah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola) dengan cara gotong-royong. Di lokasi pengungsian yang berada di pinggir jalan trans Marabahan-Banjarmasin, masih banyak warga desa setempat tinggal di lokasi tersebut.

Walaupun debit air pada Minggu (24/1/2021) sudah mulai menurun, namun mereka masih belum memungkinkan kembali ke rumahnya. Hal ini karena ketinggian air masih di atas lutut orang dewasa. Diperkirakan masih ada sekitar 200 jiwa yang bertahan.

Budisetiono (52), salah satu warga desa Tabing Rimbah kepada Kanalkalimantan.com mengatakan, sudah mengungsi selama 12 hari . Sebelum bantuan dari relawan datang, warga bertahan hidup secara mandiri dan bergotong royong.

“Sebelumnya ya kita memanfaatkan apa yang ada di sekitar. Seperti memetik pepaya dan memotong sawit untuk makan warga yang mengungsi. Ya termasuk posko dan tempat pengungsian ini pun juga hasil inisiatif dan gotong-royong warga setempat,” ujar pria bekerja sebagai petani tersebut.



Ia mengatakan, musibah banjir ini sangat berdampak bagi warga Desa Tabing Rimbah. Sebab mayoritas bekerja sebagai petani. Kerugian yang dialami bisa terbilang cukup banyak, pasalnya Februari nanti sudah musim panen.

Tapi akibat terendam banjir, padi pun mati semua, ditambah lagi selama banjir ini para petani tidak bekerja, jadi pemasukan pun tidak ada.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Paimin (63). Untungnya, bantuan relawan bisa meringankan kebutuhan hidup warga.

“Ya, walaupun kami masih ada stok padi dari hasil panen tahun kemarin, cuma tempat penggilingannya juga tutup karena banjir, jadi ya belum bisa dimakan juga. Selain itu, air bersih juga menjadi kendala kami di sini,” ujarnya.

Hal sama disampaikan Heri Hardianto (27). Ia mengatakan, terbatasnya luas lokasi pengungsian menyebabkan sebagian warga harus tidur di bak mobil pick up. Jika harinya hujan, terpaksa tidak bisa tidur karena keadaan tempat yang basah tergenang air.

“Di sini juga sebenarnya kita membutuhkan WC umum, karena kasihan untuk pengungsi yang wanita kalau ingin buang air, bingung harus ke mana. Tapi yang pastinya kami semua berharap banjir ini bisa cepat surut, jadi semuanya bisa cepat kembali normal, karena capek juga kalau seperti ini terus,” ujar pria yang biasa disapa Tukil ini. (Kanalkalimantan/Tius)

 

Reporter : Tius
Editor : Cell

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Barito Kuala

Warga Krisis Air Bersih, Gelora Suplai Air Bersih ke Semangat Dalam

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Bantuan air bersih ke warga yang tinggal di Semangat Dalam, Kabupaten Batola. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARABAHAN – Donasi korban terdampak banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mengalir. Musibah banjir yang melanda 11 kabupaten kota di Kalsel, berdampak besar, salah satunya ketersedian air bersih.

Didasari rasa kepedulian solidaritas kemanusiaan, Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Kalsel menyalurkan bantuan untuk warga Handil Bakti Kelurahan Semangat Dalam, Kabupaten Barito Kuala, Sabtu (23/1/2021) pagi.

“Kita mencoba mencapai 250 lebih titik rumah warga terdampak banjir. Ini merupakan bentuk kepedulian partai Gelora Indonesia, sebelumnya kami sudah menyalurkan donasi sejak hari Kamis pekan lalu ke kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Tanah Laut yang terdampak cukup parah,” kata ketua DPW Partai Gelora Kalsel H Riswandi.

Eks legislator DPRD Provinsi Kalsel ini menuturkan, bantuan yang disalurkan bersumber dari donasi para simpatisan dan kader partai Gelora se-Indonesia membantu warga Kalsel terdampak musibah banjir.



“Bantuan ini dari kader partai Gelora se-Indonesia. Bantuan yang kami salurkan untuk warga Handil Bakti hari ini antara lain beras 4 kg sebanyak 50 pcs. Kita juga salurkan bantuan air bersih 10 liter sebanyak 200 dirijen,” sebutnya.

Selain mengganggu mata pencaharian, banjir juga berdampak pada sulitnya warga mendapat air bersih. Akibatnya, banyak dari warga yang mengeluh karena suplai air dari PDAM tidak mereka terima.

“Sudah sekitar 12 hari air macet, tidak mengalir di tempat kami,” kata Mursidi, warga RT 3 Komplek Persada Permai Baru II, Kelurahan Semangat Dalam, Barito Kuala.

Guna memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci pakaian, Mursidi terpaksa memanfaatkan air banjir yang menggenangi rumahnya.

“Untuk sementara Alhamdulillah belum ada keluhan sakit perut dan sebagainya. Tapi untuk mandi dan mencuci, air banjir ini yang kami pakai,” keluhnya.

Menanggapi aspirasi warga tersebut, H Riswandi selaku ketua DPW Partai Gelora Kalsel mengaku akan melakukan koordinasi dengan pihak PDAM setempat.

“Nanti akan kita teruskan ke PDAM Batola, kita akan minta bantuan DPD Partai Gelora Batola untuk memberikan masukan terkait keluhan warga,” tuturnya usai memberikan bantuan sembako dan air bersih untuk warga Handil Bakti kelurahan Semangat Dalam Barito Kuala,

Aksi solidaritas DPW Partai Gelora ini rencananya akan terus berlanjut hingga musibah banjir berakhir. Warga yang antusias mengucapkan terimakasih atas bantuan dan dukungan dari DPW Partai Gelora Kalsel. (kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Bie

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->