Connect with us

Kota Banjarmasin

Hari Pertama, PPDB Online di Banjarmasin Alami Gangguan Jaringan

Diterbitkan

pada

Pemantauan pelaksanaan PPDB Online di beberapa SMP Negeri di Banjarmasin. Foto : Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2020/2021 tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) secara online di Kota Banjarmasin mulai dibuka, Senin (22/6/2020). Namun pelaksanaannya sempat mengalami kendala internet.

Ini terlihat saat peninjauan yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin pada beberapa aktivitas PPDB online di beberapa sekolah seperti SMPN 6 dan SMPN 7 kota Banjarmasin.

Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, dalam pemantauan yang dilakukannya pihaknya menemukan adanya gangguan jaringan internet saat PPDB mulai dibuka. “Tapi Alhamdulillah gangguan tersebut bisa teratasi dengan baik, saat ini sudah mulai berjalan dengan lancar,” ucap Totok.

Menurutnya, perbedaan PPBD tahun ini jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni para orang tua calon siswatidak lagi datang ke sekolah untuk mendaftarkan anaknya agar bisa menjadi peserta didik di sekolah negeri. PPDB sendiri betul-betul dilaksanakan dengan online atau daring.

“Wali murid cukup mengakses situs resmi PPDB online di https://banjarmasin.siap-ppdb.com dan tidak perlu lagi melakukan pendaftaran ke sekolah,” ungkapnya.

Totok membeberkan, bahwa PPDB pada TA 2020/2021 yang dilaksanakan selama pendemi ini tetap menjalankan dengan berbasis pada zonasi. Dia menambahkan, bahwa PPDB di Banjarmasin dibagi menjadi dua sesi pendaftaran.

Untuk jalur prestasi dan afirmasi dibuka sejak tanggal 22 hingga 24 Juni 2020. Sedangkan untuk jalur zonasi dan perpindahan orangtua pendaftarannya dimulai dari taggal 29 Juni sampai dengan 4 Juli 2020. “Kalau untuk jalur zonasi akan dimulai pada tanggal 7 sampai 13 Juli 2020, berbarengan dengan jalur daftar ulang,” lugas Totok.

Menurutnya, pembagian sesi pendaftaran itu sudah sesuai dengan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2020 tentang PPDB dan Surat Edaran Permendikbud Nomor 1 Tahun 2020 serat Surat Edaran Permendikbud Nomor 4 Tahun 2020 berkaitan pelaksanaan dalam masa pandemi Covid-19.

Selain itu, Totok mengungkapkan ada beberapa kuota yang di gunakan untuk perihal PPDB, jalur zonasi harus memenuhi 50 persen dari total keseluruhan jumlah peserta didik yang diterima. Kemudian, kuota afirmasi yang dimaksimal 15 persen bagi warga yang memegang kartu Indonesia Pintar atau KIP yang tidak dibatasi dengan pendaftaran zonasi. “Kuota afirmasi adalah warga yang tidak ditentukan yang penting jarak wilayah sekolah dan rumah tinggal,” ungkapnya.

Lanjutnya, jalur prestasi di Banjarmasin juga harus memenuhi sebanyak 30 persen. Tetapi ini tidak diwajibkan untuk diambil semua sekolah. “Apabila alokasi jalur prestasi tidak dipenuhi maka akan digeser ke alokasi zonasi,” sambung Totok.

Lalu untuk jalur perpindahan orang tua atau wali adalah jalur pendaftaran bagi orang tua atau walinya yang pindah tugas ke Banjarmasin, lulusan luar kota Banjarmasin dan berdomisili sementara di kota Banjarmasin. Untuk jalur ini hanya disediakan kuota sebanyak 5 persen dari total kuota yang sudah ada.

“Orang tua calon peserta didik tidak perlu melakukan pendaftaran ke sekolah langsung, hanya melakukan pendaftaran lewat HP, Android, laptop PC dan Notebook atau sejenisnya secara online dengan mengakses situs PPDB nantinya,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement
Komentar

Kota Banjarmasin

Jannah Tak Sempat Selamatkan Barang Berharga, 12 Rumah di Alalak Utara Hangus Terbakar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Puing bekas kebakaran yang menghanguskan 12 rumah warga di Alalak Utara pada Rabu (8/7/2020). foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Musibah kebakaran terjadi di kota Banjarmasin. Kali ini, api membara di jalan Alalak Utara RT 11 dan RT 12, Kelurahan Alalak Utara, Banjarmasin pada Rabu (8/7/2020) sekitar pukul 00.30 Wita dini hari.

Dari pantauan di lokasi kejadian, korban musibah kebakaran hanya bisa pasrah meratapi rumah mereka yang telah menjadi arang, pasca kebakaran hebat malam tadi. Salah satunya adalah Ibu Jannah, warga RT 11 Kelurahan Alalak Utara.

“Saat tidur dan api membesar, tetangga langsung membangunkan kami. Saat itu kami tidak tahu apa-apa,” kata Jannah saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (8/7/2020) pagi.

Lantaran panik, Jannah bersama suami dan dua anaknya langsung menyelamatkan diri ke luar rumah. Barang-barang berharga pun tidak sempat diselamatkan.

“Asal apinya itu di tengah-tengah permukiman padat penduduk ini. Di tengah-tengah situ,” ucap Jannah.

Warga berkerumun melihat bekas kebakaran di Alalak Utara yang terjadi pada Rabu (8/7/2020) dinihari. foto: fikri

Sementara itu, Ketua RT 11 Alalak Utara Matnor menduga, penyebab musibah kebakaran yang menghanguskan 9 buah rumah di lingkungan RT-nya disebabkan karena arus pendek listrik. “(Dugaan sementara) karena arus pendek,” kata Matnor.

Matnor menambahkan, ada 8 kepala keluarga atau 19 jiwa yang terdampak musibah kebakaran. Akibatnya, warga yang kehilangan tempat bernaung itu pun terpaksa harus mengungsi.

“(Mereka) mengungsi ke rumah keluarganya maupun sanak saudaranya,” tandas Matnor.

Puing kebakaran di Alalak Utara yang menghabiskan 12 rumah pada Rabu (8/7/2020). foto: fikri

Berdasarkan data dari BPBD Kota Banjarmasin, sedikitnya ada 12 rumah secara keseluruhan yang terdampak kebakaran di Kelurahan Alalak Utara ini. Akibatnya, 12 kepala keluarga dan 30 jiwa kehilangan tempat bernaung.

Kendati begitu, tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini. “Kerugian ditaksir mencapai Rp2,5 miloar,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin HM Hilmi. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

DBD Ancaman Lain Warga Banjarmasin di Tengah Pandemi Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustradi demam tinggi. foto: Pexels
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kewaspadaan masyarakat kota Banjarmasin menghadapi pandemi Covid-19, rupanya kasus demam berdarah dengue (DBD) ikut mengincar kesehatan warga.

Terjadi peningkatan kasus DBD dengan didominasi anak usia 6 hingga 14 tahun. Sehingga saat ini, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin sudah mencatat ada 38 kasus DBD yang terjadi di Banjarmasin sejak Januari 2020.

“Sekarang masyarakat tidak hanya fokus menghadapi virus corona namun juga terhadapi wabah lain demam berdarah yang terus mengalami peningkatan,” ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Dr Machli Riyadi, Selasa (7/7/2020).

Ia menjelaskan, dari data DBD sebelum 29 April 2020 lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin mencatat ada 35 kasus DBD dengan satu orang meninggal dunia. Namun demikian, angka kematian akibat DBD ini bertambah, sampai saat ini menjadi dua orang.

“Itu didominasi anak-anak,” singkat Machli.

Menurutnya, kali ini kasus DBD terjadi di lima kecamatan yang ada di kota Banjarmasin berasal dari wilayah Kecamatan Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Selatan.

“Maka dari itu kita mengimbau masyarakat agar benar-benar memperhatikan prinsip 3M Plus sebagai upaya pencegahan DBD,” katanya

Selain itu, mantan Wadir Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum ini juga menyarankan untuk memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk di tempat penampungan air dan menanam tanaman pengusir nyamuk.

Di samping itu juga mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

“Yang terpenting agar masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungan, agar perkembang biakkan nyamuk pembawa penyakit ini bisa ditanggulangi. Karena DBD juga berbahaya jika kita tidak melakukan pencegahan dengan baik,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Kebakaran di Sungai Bilu Hanguskan 3 Bangunan, Kerugian Capai Rp475 Juta

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pasca kebakaran di Jalan Keramat Raya Gang Keramat IV Kelurahan Sungai Bilu, yang berdampak pada 3 buah bangunan rumah mengalami kerusakan pada Minggu (5/7/2020) sore. Foto : BPBD Kota Banjarmasin
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Keramat Raya Gang Keramat IV RT 12, Kelurahan Sungai Bilu Banjarmasin pada Minggu (5/7/2020) pukul 17:45 Wita, mengakibatkan sedikitnya tiga bangunan rumah (sebelumnya diberitakan dua bangunan rumah).

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin HM Hilmi, kebakaran yang menghanguskan tiga bangunan rumah, yang terdampak pada 3 kepala keluarga (KK) dan 9 jiwa.

“Akibat yang ditimbulkan kebakaran, yaitu menghanguskan 3 buah rumah dengan data terdampak 3 KK 9 jiwa,” kata Hilmi, Minggu (5/7/2020) petang.

Korban terdampak kebakaran di Gang Keramat IV RT 12, yaitu Yusuf (1 KK 3 jiwa) yang rumahnya mengalami kerusakan total 100 persen dan Irus (1 KK 3 jiwa) yang juga mengalami kerusakan total 100 persen. Sedangkan rumah milik H. Muhlisin (1 KK 3 jiwa) hanya mengalami kerusakan ringan sebesar 20 persen. “Bangunan rumah terbuat dari kayu dan berhimpitan, membuat api cepat menjalar,” aku Hilmi.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini. Namun kerugian sendiri ditaksir mencapai Rp475 juta. “Penyebab kebakaran sendiri masih dalam pemeriksaan pihak terkait,” tandas Hilmi.

Saat ini, baik BPBD Kota Banjarmasin maupun instansi terkait tengah melakukan pendataan dampak musibah kebakaran dan berkoordinasi untuk penanganan pasca kebakaran. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->