Connect with us

RELIGI

Hasil Donasi Orangtua Santri dan Guru, TK/TPA Halaby Salurkan Santunan ke Anak Yatim

Diterbitkan

pada

Momentum hari ke-10 bulan Muharram, paguyuban bersama dewan guru TK/TPA Halaby Banjarbaru menggelar pemberian santunan kepada puluhan anak yatim, Sabtu (29/8/2020) siang. foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Momentum hari ke-10 bulan Muharram, paguyuban bersama dewan guru TK/TPA Halaby Banjarbaru menggelar pemberian santunan kepada puluhan anak yatim, Sabtu (29/8/2020) siang.

Kegiatan sosial ini mengundang sekitar 50 anak yatim dari Kelurahan Loktabat Utara dan Kelurahan Loktabat Selatan. Meskipun mengumpulkan orang banyak, selama kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Santunan yang diberikan berhasil dihimpun dari sumbangan para orangtua santri dan dewan guru TK/TPA Halaby Banjarbaru. Termasuk, donasi dari masyarakat di lingkungan sekitar berupa uang tunai dan paket makanan untuk anak-anak.

Kepala TK/TPA Halaby Banjarbaru Ustadz Muhammad Maulana mengakui, kegiatan ini telah direncanakan lama. Dengan harapan, anak-anak yatim selalu semangat dalam berkativitas sehari-hari meskipun tengah dihadapkan dengan kondisi sulit saat ini.



“Dengan mencintai dan menyantuni anak-anak yatim, kita berharap situasi pandemi Covid-19 bisa cepat berakhir,” katanya.

Rasa haru bercampur bahagia, membuat senyum terpancarkan di wajah puluhan anak-anak panti tersebut. Sejenak mereka seolah lupa dengan situasi pandemi yang tengah melanda bangsa ini.

Kepala TK/TPA Halaby Banjarbaru Ustadz Muhammad Maulana. foto: rico

Diakui Ustad Maulana, merebaknya pandemi berdampak pada tertundanya beberapa kegiatan keagamaan yang telah direncanakan.

Salah satunya, yakni kegiatan ziarah ke makam para wali. Pun, dirinya tetap bersyukur dengan antusias masyarakat dan orangtua santri yang terlibat dalam kegiatan sosial hari ini.

“Alhamdulillah, antusiasnya luar biasa. Orangtua santri bahkan ada yang memberikan barang, makanan, sembako dan dana lainnya. Padahal kegiatan ini baru pertama kali ini kita laksanakan dan ternyata antusiasnya luar biasa mendukungnya,” akunya.

Sekadar diketahui, TK/TPA Halaby Banjarbaru berdiri sejak 2017 silam dan pada tahun ini memiliki sebanyak 150 santri. Dalam kegiatan sosial ini, selain memberikan santunan, TK/TPA Halaby Banjarbaru juga turut menggelar masak bersama dan tausiah bersama anak yatim. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

RELIGI

Trio Qoriah HSU Golongan Anak Terbaik 1 MTQ Suara Emas IV 2020  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Juara terbaik 1 lomba tilawah golongan anak atas nama Zaskia Nafiza, Rabiatul Asphia, dan Nisa Nor'Aini. foto: dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – MTQ Suara Emas ke-IV tahun 2020 di Kabupaten Balangan baru saja berakhir, kafilah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berbangga atas hasil yang diraih oleh trio Qoriah dengan meraih juara terbaik 1.

Pada MTQ Suara Emas ke-IV yang diselenggarakan Ikatan persaudaraan Qari-Qariah Hafiz-Hafizah (Ipqah) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Kabupaten Balangan, 11-13 September 2020.

Trio Qori’ah Kabupaten HSU yang berhasil meraih juara terbaik 1, lomba tilawah golongan anak atas nama Zaskia Nafiza, Rabiatul Asphia, dan Nisa Nor’Aini.

“Alhamdulillah, hati siapa yang tidak terenyuh mendengar lantunan kalam Ilahi semerdu ini,” ujar Hj Anisah Rasyidah Wahid saat mendampingi penampilan mereka.



Ketua TP PKK HSU mengaku bersyukur mendapatkan kabar tersebut sembari mengucapkan kekagumannya mendengar lantunan ayat-ayat Al Qur’an yang dibawakan trio qoriah HSU itu.

Ketua TP PKK HSU Hj Anisah Wahid (tengah) bersama qoriah HSU. foto: dew

Sementara itu, Ustazd Abdul Majid, guru pendamping kafilah mengatakan, pengumuman hasil MTQ tersebut sudah dilaksakan 13 September 2020 kemarin. Sebelum penutupan yang dihadiri secara virtual oleh peserta, jajaran pemerintah dan Ipqah Kabupaten HSU.

“Dari trio qoriah tersebut, salah satunya merupakan siswi kita, yaitu Rabiatul Asphia yang duduk di kelas 4B. Wa Barakallah, selamat kepada ananda atas prestasinya,” ujar Abdul Majid kepada Kanalkalimantan.com, Senin (14/9/2020).

Salah satu guru di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ihsanul Ihsanul Amal Amuntai ini menambahkan, terkait persiapan yang dilakukan pihaknya yaitu melakukan koordinasi antara sekolah dengan Ipqah Kabupaten HSU.

“Dengan melakukan pembinaan secara khusus atau melakukan Training Center (TC) terhadap peserta MTQ yang dilakukan Ipqah Kabupaten HSU,” katanya.

Ia berharap, dengan adanya ajang MTQ ini dapat meningkatkan prestasi hingga ke tingkat nasional bahkan internasional, serta bisa membumikan Al Qur’an lebih luas. “Agar kita semua dapat lebih cinta dengan Al Qur’an dan mengamalkannya,” harapnya.

Selama mengikuti lomba MTQ secara virtual, kafilah Kabupaten HSU berjumlah 20 orang yang difasilitasi langsung Pemkab HSU melalui Media Center Diskominfo HSU

Pada MTQ itu dilombakan beberapa kategori, diantaranya golongan tilawah anak-anak trio putra-putri, kemudian golongan remaja trio putra-putri, dan golongan dewasa trio, serta ada yang berpasangan untuk sari tilawah terjemah Al Qur’an putra-putri. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : dew
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

RELIGI

Dua Bulan di Ponpes Tahfizh RMA, Dina Sudah Hapal 1 Juz

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Santriwati Ponpes Tahfiz RMA yang sudah hapal 1 juz. Foto : Wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIAMANTAN.COM, BANJARBARU – Pesantren Tahfidz Raudhotul Muta’allimin Annahdiyah (RMA) Banjarbaru, jalan Guntung Manggis RT 18 RW 03 Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, memiliki 50 santri belajar menghapal Al Qur’an.

Salah satunya, Ahmad Rafii (16), dari Banjarmasin, lulusan Pondok Pesantren Darussalam di Kalimantan Timur selama kurang lebih tiga tahun, kemudian melajuntkan ke Pesantren Raudhotul Muta’allimin Annadiyah (RMA). Dirinya ingin membahagiakan kedua orangtuanya dengan cara bisa menghapal Al Qur’an.

“Saya ingin membahagiankan kedua orangtua saya, dengan bisa mengapal Al Qur’an,” ungkapnya.



Dengan dibangunnya asrama buat para santri, dirinya merasa sangat senang dan tambah semangat lagi buat belajar.

“Sangat senang, bisa bikin semangat lagi kalau akan dibangun asrama dan sekolah,” paparnya.

Selama belajar di Pesantren RMA Rafii tinggal di rumah saudra yang tidak jauh dari tempat belajar.

“Tinggal di rumah saudara saya, dekat saja sama pesantren,” ucapnya.

Nur Dina Hanifah (11) warga Danau Seran, kalau setiap pagi sekolah di Madrasah Ibtidaiyah, kelas 6, kalau siang sampai sore hari dirinya belajar di Pesantren RMA sudah 2 bulan. Kini dirinya ingin mengasah kemampuan menghapal Al Qur’an 30 juz. Dan sekarang sudah bisa menghapal 1 juz Al Qur’an.

“Ingin tambah pintar dan bisa menghapal 30 juz Al-qur’an, saat ini baru 1 juz yang sudah hapal,” ungkapnya.

“Sangat senang kalau ada fasilitas baru seperti asrama dan ruang sekolah,” pungkasnya.

Donasi untuk pengembangan dan pembangunan lokal kelas santri Rekening Bank Kalsel Syariah nomor rekening 904.0311.01150.8 an. Pantia Pembebasan Lahan dan Pembangunan RMA. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->