Connect with us

HEADLINE

Haul 15 Sekumpul, Dishub Banjarbaru Siapkan 13 Bus Angkutan Jemaah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kadishub: Kantong Parkir di Murjani, Toilet Portable Juga Disediakan


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Bus-bus Dishub Banjarbaru yang akan dipergunakan sebagai angkutan Jemaah Haul ke-15 Abah Guru Sekumpul. Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru siap menyukseskan Haul ke-15 Abah Guru Sekumpul tahun 2020. Pada haul ke-15 Al’alimul Allamah Al’arif Billah Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani nanti, Dishub Banjarbaru sediakan 13 unit armada angkutan jemaah mempermudah akses transportasi jemaah yang ingin menuju lokasi haul di Sekumpul.

Pelayanan ini sebenarnya telah dilakukan Dishub Banjarbaru pada tahun 2019 ini. Lantaran banyaknya masyarakat yang meminta kembali sarana tranportasi ke titik pelaksanaan haul, maka Dishub Banjarbaru memutuskan untuk kembali melanjutkan layanan bis jemaah haul sekumpul pada tahun 2020.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Banjarbaru A Yani Makkie mengatakan, adapun 13 armada angkutan jemaah haul ini terdiri dari 7 unit bus, 5 angkutan dari mobil kecil dan Hiace, serta 1 truk milik Satpol PP Banjarbaru.

“13 armada angkutan ini akan kita gunakan untuk memudahkan Jemaah, khususnya yang berasal dari luar daerah yang ingin mengikuti Haul ke-15 Abah Guru Sekumpul pada Sabtu dan Minggu 29  Februari dan 1 Maret 2020 mendatang,” katanya, Senin (30/12) siang.



Untuk lokasi layanan ini masih seperti pada tahun 2019, yakni di lapangan Murjani. Jemaah haul Sekumpul dapat memarkirkan kendaraan pribadi mereka di lokasi parkir lapangan Murjani dan sekitarnya. Namun, khusus untuk kendaraan roda dua milik jemaah, dapat diparkirkan di dalam kawasan kantor Balaikota Banjarbaru.

“Demi keamanan, sepeda motor kami sarankan parkir di Balaikota Banjarbaru. Kalau untuk mobil, bisa saja di lapangan Murjani,” lanjut Kadishub.

Kadishub Banjarbaru A Yani Makkie. Foto : rico

Bedanya pada tahun 2020 nanti, Dishub Banjarbaru akan menambah sejumlah fasilitas untuk memenuhi kebutuhan jamaah. Tentunya dalam hal ini, Dishub Banjarbaru akan menggandeng beberapa dinas terkait. Contohnya, menggandeng BPBD Banjarbaru untuk mendirikan tenda peristirahatan jemaah.

Selain itu juga akan didirikan posko kesehatan, yang diisi tenaga medis oleh Dinas Kesehatan Banjarbaru. Sejumlah relawan dari pasukan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dibawah naungan Dinas Sosial (Dinsos) Banjarbaru, juga turut akan dilibatkan untuk membantu Jamaah.

“Di tahun 2020 nanti, kita juga akan menyediakan toilet portable dengan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru. Insya Allah, kita juga akan menyediakan ruang shalat dan fasilitas air wudhu di lapangan Murjani,” kata Yani Makkie.

Ihwal akses jalan armada angkutan untuk menuju lokasi haul Abah Guru Sekumpul, Kadishub mengatakan, pihaknya masih akan bekoordinasi dengan Posko Induk Sekumpul di Kabupaten Banjar. Rencananya, belasan armada angkutan jamaah ini akan disiapkan H-2 jelang Haul ke-15 Abah Guru Sekumpul.

“Kemungkinan akses jalan armada angkutan dari lapangan Murjani ke lokasi Haul akan berubah, tidak sama dengan tahun 2019 ini. Tapi, kita liat nanti. Kamis ini kita akan mengadakan rapat,” pungkas Kadishub.

Sementara itu, Siti Noor Nabella (25) warga Kecamatan Landasan Ulin, mengatakan dirinya menjadi salah satu jemaah pengguna layanan ini. Menurutnya, layanan ini sangat memudahkannya untuk datang ke Haul Abah Guru Sekumpul.

“Apalagi, akses tranportasinya gratis. Kalau tahun 2019 ini cuma ada 5 bus dan itu sudah banyak jemaah yang menggunakan. Kalau ditahun depan akan ditambah lagi, bisa saya bayangkan jemaah yang standby di lapangan Murjani akan sangat banyak,” akunya. (Rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Vaksinasi Covid-19 Tahap Awal Diakui Pemerintah Ada Masalah

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Presiden Joko Widodo [Biro Pers Istana]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Vaksin Covid-19 yang akan diberikan pemerintah secara gratis kepada kurang lebih 181,5 juta masyarakat Indonesia telah dimulai sejak 13 Januari 2021.

Di dalam tahapan awal pelaksanaan yang memprioritaskan tenaga kesehatan untuk memperoleh vaksin tersebut, diakui masih terdapat sejumlah kendala.

Namun, Presiden Joko Widodo memastikan pemerintah telah menindaklanjuti hal tersebut dan tetap berupaya untuk memenuhi target semula.

“Ini kan memang baru awal. Vaksinasi ini dimulai dari tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat. Biasa di awal itu ada manajemen lapangan yang perlu diperbaiki sehingga hari ini memang kita baru mendapatkan kurang lebih 250 ribu yang sudah divaksin untuk nakes,” kata Presiden ketika diwawancarai oleh  Reisa Broto Asmoro selepas penyuntikan dosis kedua, hari ini.



“Tetapi sehari dua hari ini melonjaknya sudah cukup tajam, sehari bisa 50 ribu (tenaga kesehatan yang divaksin),” Jokowi menambahkan.

Guna mengejar target vaksinasi nasional ini selesai dalam satu tahun, Kepala Negara mengatakan pemerintah akan tetap berfokus pada target semula yang mengharapkan per harinya sebanyak 900 ribu hingga 1 juta masyarakat Indonesia nantinya dapat menerima vaksin Covid-19.

“Karena kita memiliki 30 ribu vaksinator yang ada di kurang lebih 10 ribu puskesmas dan 3 ribu rumah sakit kita. Tapi itu memang perlu waktu, perlu manajemen lapangan yang baik, dan ini yang selalu terus saya sampaikan kepada Menteri Kesehatan,” tuturnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Daeng Mohammad Faqih menyatakan vaksinasi awal bagi tenaga kesehatan diperlukan oleh tenaga kesehatan mengingat risiko yang dihadapi saat tiap harinya harus berhadapan dengan pasien.

Ia mengungkapkan bahwa efek samping dari vaksinasi tersebut sangat minimal dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Adapun bagi para tenaga kesehatan yang saat ini mungkin masih mengalami kendala untuk mendaftar dan mendapatkan vaksin Covid-19, Daeng memberikan solusi melalui Ikatan Dokter Indonesia agar mereka dapat segera terfasilitasi untuk mendapatkan vaksin tersebut.

“Bagi kawan-kawan yang kesulitan mengakses vaksin silakan hubungi IDI setempat untuk diberikan akses mendaftar vaksin supaya penyuntikan vaksin untuk kawan-kawan berjalan lancar,” kata dia.(Suara)

Editor : Suara 

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

‘Gunung-gunung’ Sampah PR Baru Pemko Banjarmasin Setelah Banjir

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Gunung sampah menjadi masalah baru di kota Banjarmasin pasca genangan air surut. Foto: tius
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Setelah ketinggian banjir beberapa kawasan di Kota Banjarmasin mulai menurun atau surut, kini Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan ini malah ‘dibanjiri’ tumpukan sampah.

Barang keperluan rumah tangga bekas terendam air dibuang warga, hingga kini belum tertanggulangi instansi terkait secara maksimal.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan HIdup Kota Banjarmasin, Marzuki mengatakan saat ini volume sampah di Kota Banjarmasin meningkat hingga 300 persen. Menurut Marzuki, gunungan sampah di beberapa titik dikarenakan daerah-daerah terdampak banjir tidak bisa membuang sampah barang-barang sudah tidak terpakai bekas banjir.

Pasalnya, sejak tanggal 22 Januari 2021 warga sudah mulai membuang sampah yang tertahan itu ke tempat pembuangan. Sehingga menjadikan beberapa Tempat Pembuangan Sementara (TPS) menjadi gunung sampah, tiap harinya hingga 300 persen.



“Menurut catatan, potensi sampahnya sehari berkisar 75 ton sehari dan dikalikan 12 hari 900 ton lebih yang menunggu,” ucapnya, Rabu (27/1/2021)

Oleh karena itu, Marzuki itu mengimbau kepada semua warga Kota Banjarmasin agar bisa mengelola sampah pasca banjir dengan bijak

“Sedikitnya ada lima cara untuk mengurangi volume sampah yang ada. Pertama sampah hendaklah dipisahkan antara sampah rumah tangga (dapur) sehari-hari dengan sampah akibat banjir seperti perabotan, sampah gotong royong dan lain-lain,” jelasnya.

Kemudian kedua, ia melanjutkan, sampah hendaklah dibungkus dengan rapi dan tertutup. Ketiga sampah yang dibuang ke TPS adalah sampah rumah tangga harian.

Lalu, terhadap sampah dampak banjir diharapkan untuk dikumpulkan di suatu tempat dan dikoordinatori oleh RT setempat untuk diangkut dengan mobil angkutan khusus.

“Dengan harapan ada swadaya masyarakat langsung diangkut ke TPS,” ujarnya.

Ia menegaskan, agar seluruh imbauan di atas dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin. Mengingat adanya keterbatasan petugas dan armada angkut DLH Kota Banjarmasin. Baik itu dari segi kapasitas, sarana dan petugas.

“Maka diperlukan kerjasama semua pihak untuk mengatasi sampah dalam upaya penanganan darurat banjir,” pungkasnya(kanalkalimantan.com/tius).

 

Reporter : Tius
Editor : Bie

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->