Connect with us

HEADLINE

Hoax Klaster Q Mall, Manajemen : “Hanya 1 Pegawai Matahari dan Sudah Lama Dirumahkan”

Diterbitkan

pada

Manajemen Q Mall Banjarbaru membantah adanya puluhan pegawainya yang terpapar Covid-19. Foto: rico

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Beredarnya kabar terkait belasan hingga puluhan pegawai Q Mall Banjarbaru terpapar Covid-19 membuat heboh masyarakat. Bahkan, telah banyak pula yang menyebutkan temuan kasus ini sebagai klaster Q Mall Banjarbaru.

Informasi ini beredar sangat cepat di aplikasi WhatsApp, tertera dalam foto yang berisi percakapan tentang adanya kasus Covid-19 di Q Mall Banjarbaru. Bahkan, informasi yang berkembang menyebutkan bahwa jumlah  pegawai Q Mall Banjarbaru yang terpapar mencapai lebih dari 40 orang.

Wajar saja informasi ini pun membuat geger masyarakat khususnya di wilayah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Apalagi, kedua daerah  sedang melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Atas kabar meresahkan ini, pihak Q Mall Banjarbaru akhirnya memberikan klarifikasi, pada Kamis (21/5/2020) sore. Dalam hal ini, General Manager Q Mall Banjarbaru, Indra, membenarkan bahwa ada pegawai yang dinyatakan terpapar Covid-19. Namun jumlahnya hanya 1 orang saja.

“Benar bahwa ada pegawai kita yang terpapar Covid-19. Tapi saya tegaskan hanya 1 orang saja dan yang bersangkutan adalah pegawai di Matahari Departemen Store. Jadi tidak benar infomasi yang menyebutkan jumlah pegawai kami yang terpapar mencapai belasan hingga puluhan orang,” katanya.

Manager Matahari Departemen Store, Setiawan, menjelaskan awal mula kronologi temuan kasus ini. Pada tanggal 10 Mei 2020, pihak Matahari menggelar wawancara terhadap seluruh pegawai. Saat itu, salah satu pegawai berinsial S memberikan keluhan sakit kepada pihak manajemen.

“Pegawai kita berinsial S mengeluh sedang demam. Kemudian, selanjutnya S kita lakukan pemeriksaan Rapid Test dan hasilnya dinyatakan reaktif,” kata Setiawan.

Usai dinyatakan reaktif, kata Setiawan, S kemudian dinon-aktifkan -dirumahkan- sejak tanggal 10 Mei untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan tes swab. Lalu pada 19 Mei 2020, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar menyatakan bahwa hasil swab menunjukan bahwa S positif terpapar Covid-19.

Atas klarifikasi ini, pihak Q Mall Banjarbaru menyesalkan informasi yang menyebut 40 lebih pegawainya terpapar Covid-19. Terlebih lagi, ada pihak-pihak membuat julukan khusus ini sebagai Klaster Q Mall Banjarbaru.

“Saya menyatakan, informasi yang beredar di sosial media itu hoax. Kita telah menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat. Satu pegawai telah kita rumahkan selama 9 hari sebelum akhirnya dinyatakan terpapar,” tegas General Manager Q Mall Banjarbaru, Indra. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell

 

Advertisement
Komentar

HEADLINE

BREAKING NEWS. Sehari Tembus 73 Kasus, Kalsel Catat 703 Kasus Covid-19

Satu Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia di Kabupaten HSU

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pengambilan swab di kota Banjarmasin beberapa waktu lalu. foto: fikri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kabar mengejutkan datang dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Selatan. Data terbaru yang dirilis pada Rabu (27/5/2020) sore menunjukkan, terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 yang sangat signifikan.

“Penambahan kasus baru positif Covid-19 hari ini sebanyak 73 orang,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim, Rabu (27/5/2020) sore.

Dari 73 kasus positif Covid-19 yang ditemukan hari ini, didominasi oleh hasil tracking alias hasil pelacakan, dan sebagian lagi merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Yaitu sebanyak 42 kasus di Kabupaten Banjar (hasil tracking), 23 kasus di Kota Banjarmasin (15 kasus berasal dari PDP dan 8 kasus dari hasil tracking), masing-masing dua kasus dari Kabupaten HSU dan Tanahlaut (hasil tracking), dan masing-masing satu kasus dari Kabupaten Kotabaru (hasil tracking), Kabupaten Tapin dan Kabupaten HSS.

Data Covid-19 di Kalsel per Rabu 27 Mei 2020. foto: gugus tugas covid-19 kalsel

Sementara itu, satu kasus terkonfirmasi positif Covid-19 juga dilaporkan meninggal dunia. Sehingga tercatat sebanyak 71 kasus kematian akibat Covid-19.

“Satu pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia hari ini berasal dari Kabupaten HSU,” ungkap Muslim.

Namun demikian, angka kesembuhan dari Covid-19 juga bertambah. Kini, sebanyak 81 kasus sembuh dari Covid-19 tercatat di Kalsel.

“Satu pasien positif Covid-19 yang sembuh hari ini berasal dari Kabupaten Banjar,” pungkas Muslim.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kalsel tercatat sebanyak 898 orang. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) berkurang drastis menjadi 155 pasien. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

HEADLINE

Meninggal Dunia Tertinggi di Kalteng, Rapid Test Massal Digelar di Pasar Kapuas

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

rapid test massal di kawasan pasar Kapuas, depan pelabuhan Danau Mare, Kuala Kapuas, Rabu (27/5/2020) pagi. foto: ags

KANALKALIMANTAN. COM, KUALA KAPUAS – Ratusan warga mengikuti rapid test massal di kawasan pasar Kapuas, depan pelabuhan Danau Mare, Kuala Kapuas, Rabu (27/5/2020) pagi.

Cek cepat ini dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng bersama Polda Kalteng, dan Korem 102 Panju Panjung dibantu petugas dari Pemkab Kapuas untuk mengetahui penyebaran Covid-19.

Dari pantauan Kanalkalimantan.com di lokasi rapid test, ratusan warga antusias mengikuti jalannya tes cepat ini, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak diperiksa oleh tim medis yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

rapid test massal di kawasan pasar Kapuas, depan pelabuhan Danau Mare, Kuala Kapuas, Rabu (27/5/2020) pagi. foto: ags

Bagian kursi tunggu pemeriksaan rapid test diatur sedemikian rupa, agar tidak terjadi kerumunan, dan petugas gabungan berjaga agar pelaksanaan berjalan tertib dan lancar.

“Kegiatan rapid test ini kami lakukan untuk mendeteksi Covid-19, bahwa Kapuas ini merupakan salah satu daerah yang sangat tinggi di Kalteng, meninggal dunia positif Covid-19 adalah 11 orang, dari total 17 orang yang meninggal di Kalteng ini,” ucap Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, di lokasi rapid.

“Kami tidak ingin kejadian ini terus meningkat,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada masyarakat Kabupaten Kapuas agar menerapkan anjuran pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19, sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran.

“Kami berharap masyarakat harus sadar dengan, imbauan pemerintah dilaksanakan,” harapnya.

Saat meninjau pelaksanaan rapid test ini, Sekda Kalteng didampingi Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo, Danrem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto. Disambut, Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat MM MT didampingi istri, dan unsur Foropimda Kabupaten Kapuas. (kanalkalimantan.com/ags)

Reporter : ags
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

HEADLINE

PDP Kabur dari RS Idaman Masih Dikejar, Pencarian Dibantu Drone

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pencarian PDP kabur dengan menggunakan drone dilakukan BPBD Banjarbaru. foto: courtesy video BPBD Banjarbaru

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Masih belum ditemukan, kaburnya seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, menjadi perhatian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarbaru.

Tidak tanggung-tanggung, Tim Gugus Tugas bahkan sampai melakukan pencarian lewat udara. Kanalkalimantan.com secara khusus menerima rekaman video pencarian menggunakan alat drone yang dikirimkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie.

Dikatakan Zaini, drone ini merupakan sarana bantuan yang diberikan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel. Namun begitu, diakuinya bahwa pencarian oleh tim gabungan masih belum membuahkan hasil.

“Sampai pada hari ini, PDP yang kabur itu masih belum ditemukan. Tapi kita sangat terbantu dengan alat drone ini karena memudahkan petugas untuk memonitor di area-area kawasan hutan yang sulit ditelusuri,” katanya, Rabu (27/5/2020) pagi.

Sekilas dari rekaman video, pencarian menggunakan alat drone difokuskan ke kawasan hutan maupun semak-semak. Meski begitu, area ini sendiri masih berada di sekitar wilayah Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, tidak jauh dari tempat tinggal dari pasien yang kabur tersebut.

Baca juga: Satu PDP Kabur dari RS Idaman Banjarbaru Lewat Tangga Darurat

Kepala BPBD Banjarbaru mengungkapkan, apabila pasien tersebut masih belum ditemukan, maka pencarian selanjutnya akan turut melibatkan pihak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

“Memang pencarian terhadap pasien ini sudah selayaknya seperti kasus orang hilang. Hari ini masih kita koordinasikan dengan pihak Basarnas,” pungkas Zaini.

Baca Juga: PDP Covid-19 RS Idaman Banjarbaru Kabur Dibantu Anaknya, Sempat Ancam Petugas Pakai Batu!

Seperti yang sudah diberitakan, pasien yang merupakan warga Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, itu kabur dari ruang isolasi Rumah Sakit Idaman, pada 23 Mei 2020. Kala itu, pasien dengan sengaja melepaskan jarum infus di tangan dan kabur melalui tangga darurat.

Pengejaran pasien terbilang tak mudah mengingat, sang anak pasien juga membantu aksi melarikan diri ini hingga ke tempat tinggal mereka. Alih-alih niat untuk kembali, petugas kepolisian yang mendatangi rumah pasien tersebut, justru diancam akan dilempar batu. Petugas yang saat itu menjaga jarak, kembali dibuat tercengang, lantaran aksi nekat pasien yang kabur lagi ke semak-semak kawasan hutan. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->