Connect with us

Kota Banjarmasin

Ibnu Sina Lantik Direktur RSUD Sultan Suriansyah dan Tiga Kepala Dinas

Diterbitkan

pada

Walikota Ibnu Sina melantik Dirut RSUD dan tiga Kepala Dinas Foto: mario
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Empat pejabat lingkup Pemko Banjarmasin mulai Senin (13/5), resmi menduduki jabatan baru. Mereka dilantik langsung oleh Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina. Keempat pejabat tersebut terdiri dari tiga kepala dinas dan satu Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah Banjarmasin.

Mereka adalah Dr SukotjoHartono, Sp. THT-KL, yang sebelumnya menduduki jabatan sebagai dokter madya pada Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Kini ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin.

Kemudian Dr Machli Riyadi, AMK, S.H., M.H, sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Direktur Administrasi dan Hukum, Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, Provinsi Kalimantan Selatan. Saat ini jabatan barunya adalah Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Muhammad Taufik Rivani, SH, M.Si, jabatan lama sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Kotabaru, sedangkan jabatan barunya sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Banjarmasin.

Serta Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin Iwan Ristianto, AP, M.AP, yang kini dipercaya memangku jabatan sebagai Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin. “Hari ini yang dilantik Kadispora, Kadis Sosial, Kadis Kesehatan dan untuk pertama kalinya Direktur Rumah Sakit Sultan Suriansyah Banjarmasin, dan ini untuk mempercepat proses pengoperasian rumah sakit yang insyaallah akan kita jalankan 24 September 2019,” ujar H Ibnu Sina.

Selain telah mempersiapkan gedung dan melantik Direktur rumah sakit, katanya, langkah selanjutnya yang akan dilakukan Pemko Banjarmasinn terkait percepatan pengoperasian RSUD Sultan Suriansyah adalah menyiapkan tenaga medis dan non medis serta melengkapi peralatan medis.

“Untuk Direktur RSUD Sultan Suriansyah yang baru dilantik, saya minta agar pasien yang tidak mampu atau miskin harus tetap dilayani, walaupun tidak memiliki kartu BPJS. Siapa saja yang masuk IGD harus cepat dilayani dan ditangani dengan baik,” ucapnya.

Dijelaskannya, pelantikan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan organisasi dalam rangka percepatan pembangunan dan kinerja birokrasi, serta merupakan bagian dari peningkatan kapasitas kelembagaan sebagai bagian dari upaya penyegaran, dan peningkatan kinerja ASN di lingkungan Pemko Banjarmasin.

“Pengisian jabatan ini harus dilakukan untuk mengisi kekosongan, serta memberikan perubahan dan tantangan, terutama bagi para pimpinan SKPD dan Direktur RSUD Sultan Suriansyah, untuk mencapai target yang telah direncanakan di tahun 2019 ini,” katanya.

Ia juga berpesan agar para pejabat yang baru dilantik senantiasa menjaga dan memperhatikan integritas, loyalitas, disiplin dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab.

Kemudian menanamkan budaya kerja sebagai aparatur dengan maksud menjamin terselenggaranya tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih cepat, tepat dan baik. Bersifat sensitif dan responsif terhadap tantangan dan permasalahan baru, yang timbul baik di dalam maupun diluar organisasi.

Serta mempunyai jiwa semangat untuk mewujudkan Good Governance dan menghindari terjadinya tindakan, yang tidak terpuji dan melanggar hukum dalam melaksanakan program kerja dan kegiatan.

Ditambahkannya lagi agar para pejabat yang dilantik ini mempunyai wawasan jauh ke depan dan mampu melakukan terobosan yang positif melalui pemikiran kreatif, inovatif dan sistemik, untuk kepentingan organisasi. Serta mempunyai kemampuan mengkombinasikan berbagai sumber dan memanfaatkan sumber daya secara optimal, sehingga dapat menghasilkan produktivitas kerja secara maksimal.

“Memasuki empat tahun masa kepemimpinan kami berdua, kembali kami berharap kepada seluruh kepala SKPD dan Direktur RSUD Sultan Suriansyah untuk terus mendukung dan mengawal visi Kota Banjarmasin, yakni Banjarmasin Baiman,” pungkasnya.(mario)

Reporter:Mario
Editor:Cell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kota Banjarmasin

BREAKING NEWS, Covid-19 di Kalsel Tembus 1.033 Kasus, Berikut Data Lengkapnya

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tabel update Covid-19 di Kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kabar mengejutkan datang dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalimantan Selatan.

Berdasar data terbaru yang dirilis pada Rabu (3/6/2020) sore menunjukkan, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di banua mencapai 1.033 kasus.

“Penambahan kasus positif Covid-19 hari ini sebanyak 64 kasus,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim, Rabu (3/6/2020) sore.

Dari 64 kasus baru positif Covid-19, didominasi dari Kota Banjarmasin sebanyak 33 kasus. Disusul dari Kabupaten Tanahlaut sebanyak 18 kasus, Kabupaten Baritokuala sebanyak delapan kasus, masing-masing dua kasus dari Kabupaten Tabalong dan Kota Banjarbaru, serta satu kasus dari Kabupaten Tapin.

Lebih lanjut dia mengatakan, kasus kematian akibat Covid-19 juga mengalami penambahan.

Penderita yang meninggal tercatat sudah ada 90 orang. Yaitu dua orang PDP (pasien dalam pengawasan) yang meninggal dunia masing-masing pada 30 Mei 2020 dan pada 2 Juni 2020, terkonfirmasi positif Covid-19 masing-masing pada Selasa (2/6/2020) dan Rabu (3/6/2020)

Meski demikian, jumlah kasus sembuh dari Covid-19 juga bertambah. Sehingga ada 101 kasus positif Covid-19 yang dilaporkan sembuh.

“Dua kasus positif Covid-19 yang sembuh berasal dari Kabupaten Tanahlaut dan Kota Banjarmasin,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 777 orang. Sedangkan PDP tercatat sebanyak 207 pasien. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Ini Kata Ibnu Sina Tentang Penerapan New Normal di Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

kegiatan Satpol PP Banjarmasin saat PSBB di Kota Banjarmasin. Foto: Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Berakhirnya masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan oleh Kota Banjarmasin pada 31 Mei 2020, tidak menjadi jaminan bahwa kota seribu sungai ini langsung menerapkan new normal atau kenormalan baru.

Ini karena salah satu indikator pelaksanaan kenormalan baru adalah kondisi kurva dari kasus terkonfirmasi positif minimal harus dalam keadaan landai. Namun hal itu belum terlihat di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan itu.

“Masih ada ancaman peningkatan grafik kasus positif Covid-19, belum ada indikasi melandai. Jadi Banjarmasin belum memenuhi syarat dari Pemerintah Pusat dalam menerapkan kenormalan baru” ucap Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina, Minggu (31/5/2020) sore.

Meski demikian, dia menyebut jika kondisi tanggap darurat pencegahan Covid-19 akan tetap diberlakukan setelah PSBB tahap III itu berakhir dengan tetap mewajibkan penerapan protokol kesehatan di aktivitas keseharian warga yang tinggal di Banjarmasin.

Aktivitas di salah satu pasar saat PSBB di Kota Banjarmasin. Foto: Fikri

Guna mendisiplinkan warga dalam menjalankan protokol tersebut, ia mengaku, dalam waktu dekat akan membuat Surat Keputusan (SK) Wali Kota yang ditujukan kepada Dandim 1007 Banjarmasin dan Kapolresta Banjarmasin sebagai koordinator dalam menjalankan tugas pendisiplinan warga.

“Sesuai arahan Presiden RI, dalam masa ini TNI-Polri akan bertindak sebagai garda terdepan dalam penegakan disiplin protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19,” ujar Ibnu.

Selain itu, ia menerangkan pihaknya akan mengikuti pedoman pelaksanaan aktivitas masyarakat sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 328. Sehingga, pemberlakuan jam malam dan pos jaga di perbatasan kota akan ditiadakan.

Namun kebijakan Perwali Nomor 37 tahun 2020 itu akan dialihkan ke dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK) di tingkat kelurahan, kampung maupun komplek perumahan.

“Walaupun itu tidak ada di dalam Undang Undang RI, tapi bisa mengamankan lingkungan tempat tinggal warga, sehingga tetap mempersempit ruang penularan,” pungkas dia. (kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Dhani

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Tergerus Air Pasang dan Lapuk, Pohon Kasturi Tumbang Timpa Rumah di Alalak Selatan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pohon tumbang mengenai rumah warga, Tim BPBD Kota Banjarmasin tengah membersihkan pohon yang tumbang. foto: BPBD Kota Banjarmasin for kanal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sebuah pohon tumbang dan menimpa rumah di Jalan Alalak Selatan Gg Keluarga Kelurahan Alalak Selatan Banjarmasin pada Jumat (29/5/2020) sore pukul 15:30 Wita.

Pohon jenis kasturi ini menimpa rumah milik Arafik, warga Jalan Alalak Selatan Gg. Keluarga RT.15 RW.02, Kelurahan Alalak Selatan. Akibatnya, sebagian rumah dengan konstruksi kayu ini mengalami kerusakan.

“Pohon yang tumbang sendiri menimpa bagian kamar rumah warga dan mengalami rusak ringan 30 persen,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin HM Hilmi, Jumat (29/5/2020) petang.

Diduga air yang tengah pasang dan kondisi pohon yang sudah lapuk menjadi penyebab tumbang. Namun kejadian ini tak menyebabkan penghuni rumah terluka karena tak ada satupun orang yang berada di dalam kamar.

“Kami langsung melakukan pemotongan dan pembersihan pohon dari rumah,” pungkas Hilmi.

Sementara itu, staf pelaksana BPBD Kota Banjarmasin Hanafi menambahkan, butuh waktu cukup lama untuk membersihkan pohon yang tersisa, kendati telah mendapatkan bantuan dari warga sekitar. Apalagi, diameter pohon cukup besar.

“Sampai selesai waktu sholat Maghrib baru selesai dibersihkan,” tukas Hanafi. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->