KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN – Seorang balita di Desa Mantawakan Mulia, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh ibunya sendiri.
Balita yang masih berusia 3 tahun, dinyatakan telah meninggal dunia di rumah sakit saat tengah menjalani perawatan.
Saat ini, ibu muda berinisial SAN (18) harus berurusan dengan pihak berwajib usai dilaporkan oleh mantan suaminya atau ayah kandung dari korban.
Kapolres Tanah Bumbu AKBP Tri Hambodo melalui Kasi Humas AKP Saryanto, membenarkan kejadian tersebut kepada media, Rabu (7/12/2022).
Baca juga : Muskomwil V APEKSI Regional Kalimantan di Banjarbaru, Persiapkan Kalimantan Sambut IKN Nusantara
Dari keterangan diungkapkan kronologi kejadian penganiayaan, tersebut berawal pada Senin (31/10/2022) pukul 15.30 Wita. Pelapor mendapat kabar dari mantan isterinya bahwa anaknya masuk rumah sakit dan mengirimkan video terkait kondisi anaknya.
Dari video tersebut, terlihat perut sang anak yang telah memar. Pelapor kemudian menanyakan kepada mantan isterinya terkait penyebab anak menjadi seperti itu, lalu dijawab bahwa anaknya terjatuh di got.
Keesokan paginya saat pelapor sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, anak pelapor telah dinyatakan meninggal dunia.
Di rumah sakit, seorang tetangga menceritakan kepada pelapor bahwa dialah yang membawa anak pelapor tersebut ke rumah sakit dan luka memar yang didapat oleh anak pelapor bukan dikarenakan terjatuh ke got.
Baca juga : Aksi Kejar-kejaran Tangkap Kurir Narkoba, BNNK Banjarbaru Tembakan Timah Panas!
Menaruh curiga dari yang telah dikatakan mantan istrinya kemarin, pelapor kemudian mencoba menghubungi mantan istri namun tidak kunjung mendapat jawaban.
“Atas kejadian tersebut, pelapor melaporkan kejadian ke Polres Tanah Bumbu, guna proses lebih lanjut,” kata Kasi Humas.
Setelah mendapatkan laporan melakukan penyelidikan, Unit Resmob Satreskrim Polres Tanah Bumbu bersama Unit Kamneg Sat Intelkam Polres Tanah Bumbu mengamankan SAN (18) di Jalan Batu Benawa Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat pada Minggu (4/12/2022) malam.
Saat diinterogasi petugas, tersangka mengaku melakukan pemukulan terhadap korban menggunakan kayu.
Baca juga : Wali Kota Ibnu Sina Launching Mobil Unit Layanan Kanker Leher Rahim
Tersangka beralasan emosi akibat korban yang terus ingin bermain keluar rumah dan tidak kunjung berhenti menangis.
“Perbuatan tersangka dijerat dengan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur dan atau kekerasan dalam rumah tangga, yang menyebabkan korban meninggal sebagaimana yang dimaksud dalam UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pasal 80 UU 35/2014,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/ftr)
Reporter : ftr
Editor : kk
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Proses penyidikan kasus kematian wartawati media daring di Banjarbaru, Juwita, yang dibunuh… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan partisipasi pemilih… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan resmi melantik ribuan anggota Badan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Sehubungan dengan libur hari besar pada akhir Maret dan awal April 2025… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kapuas di Jalan Jenderal Sudirman, menjadi pusat… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Momen 1 Syawal 1446 H kali ini bertepatan Senin (31/3/2025) digelar Halalbihalal… Read More
This website uses cookies.