Connect with us

Kabupaten Banjar

Indonesia Wajib PAUD 2020, Pemkab Banjar Sudah Realisasi Sejak 2018 Lalu

Diterbitkan

pada

Pemkab Banjar terlebih dulu merealisasi wajib PAUD sebelum masuk pendidikan SD Foto : rendy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARTAPURA, Pemerintah pusat mewajibkan pendidikan anak usia dini (PAUD) sebelum memasuki sekolah dasar (SD), pada 2020 nanti. Namun di Kabupaten Banjar, wajib PAUD tersebut telah direalisasi sejak 2018.

“Kabupaten Banjar satu satunya yang sudah menandatangani program wajib satu tahun untuk PAUD pada 2018 lalu,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Banjar Mandi Armansyah kepada Kanalkalimantan.com, Selasa (23/4).

PAUD bakal dijadikan pendidikan wajib untuk seluruh daerah pada tahun 2020. Hal tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 2 tahun 2018. Menurut Mandi, program tersebut sudah diinformasikan ke seluruh PAUD yang ada di Banjar. Semenjak berjalannya program itu berimbas dengan penambahan PAUD negeri.

“Dampak baiknya kita berhasil menegerikan PAUD yang sebelumnya swasta. Sekarang sudah ada 14 PAUD negeri yang tersebar di kabupaten Banjar ini,  targetnya setiap kecamatan kita harus ada PAUD negeri,” katanya.

Walaupun tidak menyebutkan secara pasti berapa jumlah PAUD di Banjar, Mandi optimis dalam perkembangannya akan terus  meningkat. Baik secara kualitas maupun kwantitasnya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Banjar menggandeng 20 camat untuk mendukung program wajib 1 tahun PAUD sebelum memasuki sekolah dasar sejak Senin (11/12/2018) lalu.  Bupati Banjar KH Khalilurrahman mengatakan, apabila jenjang PAUD diberikan ke seluruh anak di daerahnya, mereka akan lebih siap karena memiliki pondasi dasar untuk memasuki SD.

“Camat perlu mendukung serta mensosialisasikan program wajib 1 tahun masuk PAUD ini kepada masyarakat di wilayah kecamatan masing-masing, agar kedepannya taraf pendidikan masyarakat,” katanya.

Sementara Sekda H Nasrunsyah mengatakan, program wajib 1 tahun masuk PAUD ini harus mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat agar terealisasi dengan baik. “Program ini dapat membawa nilai positif yang mampu mengharumkan nama daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banjar,” ujarnya. (Rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

Kabupaten Banjar

Masjid Al Karomah Dibuka Kembali Sesuai Protokol Pencegahan Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Teks: sekda Banjar, HM Hilman Foto: media center kabupaten banjar Editor: KK
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Banjar dilanjutkan dengan pelaksanaan New Normal.

“Kita tidak melaksanakan lagi PSBB. Kita melangkah ke tahap berikutnya yang kita sebut New Normal dengan artian tatanan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19,” ujar Sekda Banjar, HM Hilman, saat Video Conference (Vidcon) bersama sejumlah jurnalis Banjar di Command Center Barokah, Martapura, Rabu (3/06/2020).

Dia mengatakan, dengan new normal bukan berarti bebas seperti sebelum Covid-19, tapi masyarakat diberi kesempatan melakukan pembatasan dan kelonggaran yang disesuaikan dengan kearifan lokal daerah.

“Intinya kepatuhan dan ketertiban masyarakat sesuai protokol penanganan Covid-19, yang nanti dibantu TNI dan Polri, kemungkinan akan diberlakukan adanya sanksi, dan kami sudah meminta kepada DPRD Banjar agar dipersiapkan perdanya,” katanya.

Sekda juga menambahkan dalam waktu dekat akan melonggarkan dan membuka kembali sektor yang sebelumnya diberlakukan pembatasan.

Dia mengatakan, akan dimulai dari sektor ibadah. Dimulai dari Masjid Al Karomah Martapura yang akan dibuka kembali sesuai protokol pencegahan Covid-19.

Maje|is-majelis taklim namun teknisnya akan segera dibahas. Dan Pasar dalam rangka menunjang produktivitas masyarakat, ritel-ritel modern, tidak berlaku Iagi pembatasan waktu seperti masa PSBB, tetapi ada protokol yang harus tetap diikuti. (kanalkalimantan.com/McBanjarkab/dhani)

 

Reporter : Dhani/Mcbanjarkab
Editor : KK

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Banjar

Keracunan Massal di Aluh-aluh, Sampel Makanan Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Puskesmas Aluh-aluh mengirim sampel makanan ke laboratorium. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Peristiwa keracunan massal di desa Pulantan RT 03, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar pada Minggu (31/5/2020) kemarin, mengakibatkan 49 warga desa itu mengalami mual dan muntah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang.

Diduga 49 warga desa itu mengalami keracunan usai menyantap beberapa makanan pada suatu pesta ulang tahun. Seperti masakan masak habang dengan telur serta kue.

Namun demikian, saat dikonfirmasi pada Senin (1/6/2020) siang, Kepala Puskesmas Aluh-aluh drg Surati Widiyanti belum bisa memastikan makanan mana yang mengakibatkan 49 warga Desa Pulantan ini mengalami keracunan. Menurutnya, saat ini sampel makanan telah dibawa ke laboratorium di Martapura untuk diuji.

“(Kita belum pastikan) sampai hasil uji laboratoriumnya keluar. Sudah kami kirim ke Martapura untuk diproses,” kata Wiwid, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, peristiwa keracunan massal pernah terjadi di kecamatan yang sama. Yaitu di Desa Terapu pada Februari 2020 silam.

Lalu mengapa ini bisa terjadi sebanyak dua kali? Ia mengaku belum bisa memastikan lebih lanjut.

“Kejadian (keracunan massal) ini yang kedua kali. Hanya saja mengapa ini bisa terjadi? Karena sebenarnya kalau dipikir-pikir, dalam sehari-hari kita mengkonsumsi makanan yang ada kemungkinan bisa bikin kejadian jika tidak hati-hati (dalam mengolahnya), mas,” jelasnya

Kendati demikian, 49 orang yang mengalami keracunan sudah dinyatakan pulih usai ditangani di Puskesmas Aluh-aluh. Sehingga diperbolehkan untuk pulang pada malam harinya.

“Sebenarnya kalau dia mendapat cairan yang cukup, ada obat anti muntah dan makanan yang menyebabkan keracunan sudah dimuntahkan, sudah tidak ada lagi yang merusak badan yang bikin keracunan,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Banjar

38 Warga Pulantan Mual dan Muntah, Diduga Keracunan Usai Santap Makanan Perayaan Ulang Tahun

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Penanganan medis warga yang mengalami keracunan di Puskesmas Aluh-aluh. Foto: Zaini (Relawan Emergency) for kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Perayaan ulang tahun seorang warga di Desa Pulantan, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar, Minggu (31/5/2020) siang berubah menjadi kepanikan.

Pasalnya, sekitar 30 lebih warga desa itu mengalami keracunan usai menyantap makanan perayaan ulang tahun anak dari salah seorang warga desa yakni, Diauddin.

Relawan Emergency, Muhammad Zaini, mengungkapkan bahwa puluhan warga tersebut dievakuasi ke puskesmas setempat. Mereka diyakini keracunan setelah memakan nasi kotak perayaan ulang tahun yang dibagikan pihak keluarga yang berulang tahun.

“Saat ini, para korban dalam tahap pemulihan. Data terakhir korban yang keracunan ada sebanyak 38 orang,” katanya.

Saat mendatangi lokasi kejadian, kata Zaini, petugas BPBD ataupun relawan harus menempuh perjalanan melewati sungai.

Menurut Zaini, hingga Minggu malam itu para korban sudah dalam tahap pemulihan.

Kronologi keracunan massal ini bermula saat pihak keluarga mengadakan syukuran ulang tahun anaknya pada pukul 13.00 Wita. Acara tersebut mengundang anak-anak tetangga sekitar di lingkungan rumah.

Selesai acara, semua undangan yang hadir diberi suguhan makanan berupa nasi kotak yang di dalamnya berisi nasi kuning dengan lauk telur bebek masak habang (bumbu merah).

Selang waktu, sekitar pukul 15.00 Wita warga yang menyantap makanan itu mulai mengalami tanda-tanda keracunan seperti mual dan muntah.

Selanjutnya mereka dibawa ke Puskesmas Aluh-aluh pada pukul 16.00 Wita guna mendapatkan penanganan medis.(kanalkalimantan.com/rico)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->