Connect with us

Teknologi

Ini Daftar Ponsel yang Tak Bisa Lagi Akses WhatsApp Mulai 1 Januari 2021, Punya Kamu Aman?

Diterbitkan

pada

Sejumlah ponsel tidak akan lagi bisa mengakses WA Foto: dok
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA– Aplikasi WhatsApp akan segera memperbarui persyaratan minimal yang harus dimiliki ponsel Android dan iPhone agar bisa menjalankan aplikasi tersebut. Sejumlah ponsel jenis tertentu, tidak akan bisa lagi mengakses WA.

Ponsel kamu aman?
Melansir Independent, Selasa (29/12/2020) mulai 1 Januari 2021, WhatsApp mensyaratkan ponsel Android harus berjalan, minimal di OS (Operating System) versi 4.0.3 atau Ice Cream Sandwich.

Sedangkan untuk iPhone, persyaratan minimal untuk bisa menjalankan WhatsApp adalah OS versi iOS 9.

Dengan demikian sejumah ponsel Andorid keluaran lama, seperi Samsung Galaxy S2, HTC Desire, dan LG Optimus Black tidak akan bisa lagi menjalankan WhatsApp mulai 1 Januari 2021. Kemudian, ponsel iPhone seri 4 ke bawah juga sudah tidak bisa lagi menjalankan WhatsApp, karena seri itu sudah tidak mendapat dukungan update OS ke iOS 9.



Sebagian besar dari 2 miliar pengguna WhatsApp di seluruh dunia kemungkinan besar tidak akan terpengaruh oleh perubahan tersebut. Namun, sebagian kecil pengguna, yang kemungkinan akan terdiri dari beberapa juta orang di seluruh dunia akan merasakan dampaknya.

Pemilik ponsel Android dapat melihat versi OS yang digunakan perangkat mereka dengan memeriksa bagian pengaturan. Untuk pengguna iPhone, cara mengetahui versi iOS dapat ditemukan di Pengaturan> Umum> Pembaruan perangkat lunak.

Berikut adalah daftar ponsel yang tidak bisa lagi memakai WhatsApp:
1) Apple iPhone 1-4
2) Samsung Galaxy S2
3) HTC Desire
4) LG Optimus Black
5) Motorola Droid Razr
6) Semua ponsel Android yang dirilis tahun 2010 ke bawah.
Melansir PHONEmore, berikut adalah beberapa tipe ponsel Android keluaran 2010 yang tidak akan bisa lagi menggunakan WhatsApp mulai 1 Januari 2021:
1) HTC Desire AD
2) Huawei IDEOS X5
3) LG Optimus S
4) LG Optimus One
5) Samsung Epic 4G
6) Samsung Google Nexus S
7) Motorola Droid Pro
8) HTC Evo 4G
9) Sony Ericsson Xperia X10a
10) Sony Ericsson Xperia
11) Samsung Galaxy 551
12) Samsung Galaxy S
13) HTC Google Nexus One

Masih bisa pakai WA tapi perlu update OS
Melansir Independent, Selasa (29/12/2020) berikut adalah ponsel Android dan iPhone yang masih bisa menggunakan WhatsApp, namun harus memperbarui versi OS mereka terlebih dahulu:
1) Apple iPhone 4S
2) iPhone 5
3) iPhone 5S
4) iPhone 6
5) iPhone 6S
6) Samsung Galaxy S3 ke atas
7) Samsung Galaxy Note
8) HTC Sensation
9) HTC Thunderbolt
10) LG Lucid
11) Motorola Droid 4
12) Sony Xperia Pro ke atas

Mengenai sistem operasi yang didukung Mengutip laman FAQ WhatsApp, aplikasi tersebut menyediakan dukungan dan menyarankan pengguna untuk menggunakan perangkat berikut ini:
1) Ponsel Android yang menjalankan OS 4.0.3 dan yang lebih baru
2) iPhone yang menjalankan iOS 9 dan yang lebih baru
3) Ponsel tertentu yang menjalankan KaiOS 2.5.1 yang lebih baru, termasuk JioPhone dan JioPhone 2

Setelah memiliki salah satu perangkat tersebut, pengguna dapat memasang WhatsApp dan mendaftarkan nomor telepon mereka. WhatsApp hanya dapat digunakan dengan satu nomor telepon pada satu perangkat pada satu waktu.

Selain itu, tidak tersedia opsi untuk mentransfer riwayat chat antarplatform, misalnya dari Android ke iOS, atau sebaliknya.

Akan tetapi, WhatsApp menyediakan opsi untuk mengekspor riwayat chat pengguna sebagai lampiran email.(kanalkalimantan.com/kompas)

Editor: cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Teknologi

Canggih, Peneliti Sebut Apple Watch Bisa Deteksi Gejala COVID-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Apple Watch 6 Series. [Apple]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Smartwatch, termasuk produk Apple yang dinamai Apple Watch ternyata tidak cuma seru digunakan untuk ekplorasi fungsi internet sampai e-mail. Atau menjadi pencatat saat berolah raga dengan fitur seperti pengukur detak jantung. Nah, fitur ini, ditambah beberapa hal seperti pengukur detak jantung, suhu tubuh, dan sebagainya juga mampu memberikan bantuan pengenalab gejala awal infeksi virus COVID-19.

Para peneliti di Mount Sinai, New York, menemukan bahwa Apple Watch dapat mendeteksi perubahan halus dalam detak jantung seseorang. Perangkat ini mampu menunjukkan kondisi itu sebelum pengguna merasa sakit atau terdeteksi melalui pengujian lab.

“Tujuan kami adalah menggunakan alat untuk mengidentifikasi infeksi pada saat mereka terinfeksi atau bahkan sebelum orang tahu bahwa mereka sakit,” kata Rob Hirten, Asisten Profesor Kedokteran di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York City, dikutip dari CBS News, Sabtu (19/1/2021).

Penelitian ini menganalisis metrik yang melihat variasi waktu pada setiap detak jantung. Selain itu, penelitian ini juga mengukur sistem kekebalan tubuh para pengguna smartwatch. Riset ini juga dilakukan mulai dari 29 April dan 29 September.



Apple Watch SE. (Apple)

Menurut Hirten, detak jantung seseorang akan berubah ketika mereka terinfeksi COVID-19. Selain detak jantung, orang-orang yang terinfeksi akan menunjukkan gejala peradangan dalam tubuhnya.

“Ini memungkinkan kami untuk memprediksi bahwa orang sudah terinfeksi sebelum mereka menyadarinya,” tambahnya.

Bagi para pengidap COVID-19, mereka akan merasakan detak jantung yang lebih rendah. Berbeda dengan orang-orang yang dinyatakan negatif dari COVID-19.

Variabilitas detak jantung yang tinggi ini justru tidak berarti detak jantung orang itu meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa sistem saraf orang yang diuji ternyata aktif, mudah beradaptasi, dan lebih tahan terhadap stres.

“Ini bisa menjadi cara pertama untuk mengendalikan penyakit menular dengan lebih baik,” jelas Hirten.(Suara)

Editor : Suara 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Teknologi

Apa itu Signal? Benarkah jadi Pesaing WhatsApp yang Lebih Aman?

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Elon Musk, pemilik Tesla sekaligus orang terkaya di dunia, mengajurkan warganet pindah dari Whatsapp ke Tesla. Foto: Google Play Store
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Aplikasi berbagi pesan, Signal sedang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Apa itu Signal? Benarkah aplikasi yang disebut sebagai pesaing WhatsApp ini lebih aman?

Perubahan kebijakan privasi yang baru saja diumumkan oleh WhatsApp pada 7 Januari 2021 kemarin, membuat sebagian orang yang konsen terhadap data pribadi mulai berniat untuk meninggalkan aplikasi tersebut. Salah satunya adalah orang terkaya di dunia, yaitu Elon Musk selaku pemilik perusahaan mobil listrik Tesla dan roket SpaceX.

Elon Musk, baru-baru ini menyarankan apalikasi Signal kepada para followers-nya di Twitter. Signal adalah sebuah aplikasi perpesanan pesaing WhatsApp.

Karena termasuk tokoh yang cukup berpengaruh dalam dunia teknologi, ajakan Elon Musk ternyata banyak mendapatkan sambutan dari followers-nya. Hal ini terbukti dari banyaknya pengguna baru yang mendaftarkan diri ke aplikasi Signal. Dalam cuitan di Twitter, akun resmi Signal menyebutkan bahwa pengiriman kode verifikasi mengalami delay karena banyaknya orang yang mau mendaftar.



Apa itu Signal?
Sebenarnya, apa itu Signal? Signal merupakan aplikasi perpesanan sebagaimana WhatsApp. Aplikasi ini dapat diunduh di platform Android maupun iOS dan tersedia pula untuk versi desktop.

Seperti WhatsApp, Signal juga dapat digunakan secara gratis dan terenkripsi. Antarmuka aplikasi ini hampir serupa dengan WhatsApp, termasuk juga fitur-fitur yang ada di dalamnya. Tidak heran, karena ternyata pembuatnya adalah orang yang sama.

Signal dikembangkan oleh Signal Foundation dan juga Signal Messenger LLC. Signal Foundation adalah lembaga non-profit yang didirikan oleh founder WhatsApp, yaitu Brian Acton pada tahun 2018 silam, setelah dirinya hengkang dari Facebook Inc.

Berbeda dengan WhatsApp, Signal dikembangkan dengan model swadaya, di mana pengguna bisa menjadi donatur untuk Signal Foundation yang menyebut ingin mengembangkan layanan komunikasi yang mengutamakan privasi. Aplikasi ini disebut-sebut tidak menyimpan data penggunanya sama sekali.

Hal ini juga diungkapkan oleh Forbes yang memaparkan perbandingan metadata dari berbagai aplikasi perpesanan, seperti WhatsApp, iMessage, Facebook Messenger, hingga Signal. Dari tabel yang ditampilkan, Signal tidak menghimpun data apapun dari penggunanya, selisih yang jauh berbeda dari metadata yang dihimpun dari WhatsApp dan Facebook Messenger.

Bagaimana Sistem Keamanan Signal?
Dalam laman kebijakan privasinya, Signal mengklaim bahwa mereka telah menggunakan enkripsi ujung ke ujung (end-to-end encryption) dan sistem keamanan yang lebih modern. Semua pesan dan panggilan yang dilakukan setiap pengguna akan dienkripsi sepenuhnya.

Tidak hanya pesan, namun informasi pengguna, termasuk nomor yang digunakan untuk registrasi, profil, serta foto profil juga akan dienkripsi. Bahkan pada 2018 lalu, Signal telah memperkenalkan Sealed Sender, yaitu fitur privasi mutakhir yang akan menyembunyikan siapa pengirim pesan dan siapa penerimanya. Tentu saja fitur ini akan semakin melindungi metadata pengguna di sistem back-end.

Dengan alasan keamanan, apakah kamu tertarik untuk mencoba dan beralih ke aplikasi Signal? Aplikasi Signal dapat diunduh secara gratis di Play Store (Android), atau di App Store (iOS).

Demikian penjelasan apa itu Signal, aplikasi yang disebut-sebut menjadi pesaing dari WhatsApp. (suara.com)

Editor : Kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->