Connect with us

HEADLINE

Intan Trisakti yang Hanya Tersisa Tugu

Diterbitkan

pada

Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

CEMPAKA – Lokasi Pendulangan Intan Pumpung yang ada di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru menjadi satu-satunya ikon pendulangan intan tradisonal. Tak hanya di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, tapi juga Kalsel.

Ditemukannya intan dengan berat ratusan karat di tahun 1965, menjadi salah satu pengukuhnya. Intan yang oleh Presiden Soekarno dinamai Trisakti itu diserahkan kepada negara saking bernilainya. Sebagai pengenang, dan untuk pada pendulangnya, pemerintah menjanjikan beberapa hal. Satu diantaranya, negera menanggung hidup semua pendulang penemu Intan Trisakti hingga tujuh turunan.

Sayangnya, janji menanggung hidup keluarga para penemu Intan Trisakti itu tak pernah terealisasi hingga kini. Sebaliknya, nasib mereka tetap saja sama.

H Hamsyi, salah seorang pendulang yang ikut dalam kelompok pendulang penemu Intan Trisakti masih harus bersusah payah mencari uang dengan melakoni pekerjaan sebagai makelar penjualan intan.

Ngempet, begitu sebutan bagi para pembelantikan intan ini.
Seperti siang di pekan terakhir April lalu, usai menunaikan shalat dzuhur di Masjid Agung Al Karomah, Martapura, pria sepuh yang sudah berusia kepala tujuh ini bergegas kembali menuju Pasar Intan, berjarak sekitar seratus meter dari Pasar Batuah Martapura.

Sesampainya di sana, tak ada aktifitas yang dilakukan. Ia hanya duduk-duduk bersandar di sebuah tiang sambil menunggu ada seseorang yang datang ingin membeli intan atau berlian.

Di Pasar Intan Martapura, di bawah tangga penginapan ‘Mutiara’, atau di emper belakang toko itulah, H Hamsyi menghabiskan waktunya saban hari. Bekerja sebagai makelar intan sejak tahun 1970-an silam. Saban hari, sekitar pukul 10.00 Wita ia berangkat dari rumahnya di Kampung Keramat, Martapura Timur, Kabupaten Banjar menggunakan sepeda ontel.

Ia baru kembali ke rumah setelah pukul 15.00 Wita. Ngempet tak selalu menghasilkan rupiah saban harinya. Sering ia pulang tanpa membawa uang sepeser pun.


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Laman: 1 2 3 4 5

HEADLINE

121 Reaktif dari Hasil Rapid Test 1.224 Pegawai dan Tenaga Medis di HSU

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pemkab HSU gelar rapid test sebanyak 1.224 orang dengan hasil yang menunjukkan reaktif sebanyak 121 orang. foto: dew
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Dalam sepekan terakhir, sebanyak 1.224 pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) telah menjalani rapid test. Tes cepat tersebut dilakukan sebagai upaya Pemkab HSU melakukan pencegahan dan pengendalian wabah virus corona di Kabupaten HSU.

Bupati HSU H Abdul Wahid HK, Jum’at (29/5/2020) pagi, di Mess Negara Dhipa, menjelaskan bahwa sampai hari ini total karyawan dan karyawati di lingkungan Pemkab HSU yang sudah rapid test sebanyak 1.224 orang dengan hasil yang menunjukkan reaktif sebanyak 121 orang.

ASN di kantor Setda HSU sebanyak 258 orang (reaktif 11 orang), Dinas Kesehatan 80 orang (reaktif 2 orang), karyawan RSUD Pambalah Batung sebanyak 540 orang (reaktif 74 orang), karyawan Puskesmas Sungai Pandan sebanyak 136 (reaktif 18 orang).

Untuk Puskesmas Danau Panggang 85 orang (reaktif 1 orang), Puskesmas Babirik 89 orang (reaktif 13 orang) dan Puskesmas Sapala 36 orang (reaktif 3 orang).

Pemkab HSU gelara rapid test sebanyak 1.224 orang dengan hasil yang menunjukkan reaktif sebanyak 121 orang. foto: dew

Menurut Wahid, rapid test ini dilakukan untuk memastikan kesehatan ASN di lingkungan Pemkab HSU, khususnya tenaga kesehatan dari terjangkitnya virus corona.

“Dengan adanya rapid tess ini juga untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat tidak ragu lagi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan agar para tenaga medis bisa memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Wahid menyebut hasil dari rapid test ini nantinya akan ditindaklanjuti, bagi yang reaktif akan dilanjutkan tes swab. Pegawai non reaktif dihimbau agar menjaga kesehatan dengan meindahkan protokol kesehatan cegah virus corona.

“Apa yang kita lakukan (rapid test) merupakan dukungan Pemkab HSU dalam mewujudkan kesehatan sekaligus mencegah dan menghindari Covid-19,” ujar Bupati HSU didampingi Kadis Kominfo Adi Lesmana, Kabag Humas dan Protokol Moch Arifil dan Direktur RSUD Pembalah Batung Amuntai dr Yandi

Wahid berharap agar ASN dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan, dan berharap kepada masyarakat agar jangan terlalu resah dan khawatir.

“Yang penting kita harus selalu menjaga kesehatan diri dengan memakai masker setiap kali beraktivitas di luar rumah dan rajin cuci tangan dengan sabun sehingga kita akan terhindar dari Covid-19,” pugkasnya. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : dew
Editor : bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Pemkab HSU Beri Izin, Mesjid At Taqwa Amuntai Gelar Sholat Jumat

Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jemaah Dikasih Masker, Bupati HSU Minta Warga Tetap Pakai Protokol Kesehatan


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Masjid At Taqwa Amuntai menggelar sholat Jumat di tengah pandemi covid-19 sejak Jum’at (29/5/2020). Foto: dew
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Setelah beberapa rumah ibadah (mesjid dan musholla) dihimbau untuk tidak melaksanakan kegiatan ibadah selama pandemi Covid-19, khususnya sholat jumat. Hari ini Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) memastikan pemberian izin kembali pembukaan fungsi mesjid untuk menggelar sholat jumat.

Hal tersebut diungkapkan Bupati HSU H Abdul Wahid HK dalam keterangan pers, Jumat (29/5/2020) pagi, di Mess Negara Dhipa Amuntai, didampingi Kadis Kominfo Adi Lesmana, Kabag Humas dan Protokol Moch Arifil dan Direktur RSUD Pembalah Batung Amuntai dr Yandi.

Dikatakan Bupati Wahid, izin pembukaan fungsi rumah ibadah ini mengacu dengan diizinkannya pembukaan fungsi rumah ibadah oleh Menteri Agama, sekaligus menjelang penerapan new normal atau tatanan kehidupan baru di tengah wabah virus corona.

Masjid At Taqwa Amuntai menggelar sholat Jumat di tengah pandemi covid-19 sejak Jum’at (29/5/2020). Foto: dew

Kendati memberikan izin, Bupati Wahid tetap mengimbau kepada masyarakat agar memperhatikan dan mengindahkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Seperti mencuci tangan dengan sabun yang sudah disediakan, harus memakai masker dan membawa sajadah masing-masing,” ingatnya.

Seiring dengan itu, kebijakan yang dikeluarkan Bupati HSU juga langsung dibarengi dengan pembagian masker bagi jemaah/warga yang sholat jumat pada hari ini.

Jemaah yang akan masuk Mesjid At Taqwa Amuntai diberi masker. foto: dew

Bupati Wahid menginstruksikan kepada satuan gugus tugas Satpol PP, Damkar dibantu PMI untuk membagikan masker kepada jemaah.

“Alhamdulillah hari ini kita kembali membagikan ratusan masker bagi jemaah,” kata Wahid.

Dirinya terus berharap agar masyarakat selalu menjaga kesehatan diri dengan memakai masker setiap kali beraktivitas di luar rumah dan rajin cuci tangan dengan sabun. “Tetap ikuti anjuran cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, sehingga kita akan terhindar dari Covid-19,” pungkasnya (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : dew
Editor : bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

RESMI. Menkes Setujui PSBB di Kapuas, Ini Dasar Pertimbangannya

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Rapid test di kawasan pasar Kapuas beberapa waktu yang lalu. foto: ags
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN. COM, KUALA KAPUAS – Permohonan usulan pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas, Kalimantan Tengah disetujui Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan Nomor HK 01.07/Menkes/339/2020 tentang PSBB di wilayah Kabupaten Kapuas dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 yang ditandatangani Menkes 28 Mei 2020.

Ketua Harian Gugus Tugas P2 Covid-19 Kabupaten Kapuas Panahatan Sinaga membenarkan persetujuan PSBB dari Menkes tersebut.

“PSBB Kapuas telah disetujui kata Sinaga, kita akan rapatkan ini untuk tindak lanjutnya,” ujar Panahatan Sinaga, Kamis (28/5/2020) malam.

Adapun dalam surat keputusan Menkes perihal disetujuinya PSBB di Kabupaten Kapuas atas dasar beberapa pertimbangan. Dalam poin A disebut bahwa data yang ada menunjukkan telah terjadi peningkatan dan penyebaran kasus Covid-19 yang signiflkan dan cepat serta diiringi dengan kejadian transmisi lokal di Kapuas.

Ketua Harian Gugus Tugas P2 Covid-19 Kabupaten Kapuas Panahatan Sinaga. foto: ags

Kemudian pada poin B dikatakan, berdasarkan hasil kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek sosial, ekonomi, serta aspek lainnya, perlu dilaksanakan PSBB di Kapuas guna menekan penyebaran Covid-19 semakin meluas.

Selanjutnya, berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf A dan B, perlu menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang penetapan PSBB di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Update data terbaru, per Kamis (28/5/2020) pukul 17.00 WIB, sudah 72 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kapuas. Di antaranya 52 orang dalam perawatan, 9 orang dinyatakan sembuh dan 11 orang meninggal dunia.

Data, 28 Mei 2020 dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, Kabupaten Kapuas terbanyak jumlah meninggal dunia yaitu 11 dari 17 kasus kematian.

Kasus positif Covid-19 Kapuas 72 orang, urutan kedua terbanyak di bawah kota Palangka Raya 99 orang. (kanalkalimantan.com/ags)

Reporter : ags
Editor : bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->