Connect with us

Pemerintahan

IPM Balangan Naik 1 Digit Pertahun, Ini Apresiasi Wagub Rudy Resnawan

Diterbitkan

pada

Wakil Gubernur Kalsel H Rudy Resnawan Foto : rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PARINGIN, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan mengapresiasi kesuksesan Pemerintah Kabupaten Balangan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Wakil Gubernur Kalsel, IPM Balangan terus merangkak naik sejak tahun 2014 dengan kenaikan hampir 1 digit per tahun.

“IPM merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan manusia suatu daerah, sehingga bila angka indikator tersebut naik, maka pembangunan tumbuh dengan baik,” katanya.

Indikator IPM tersebut, meliputi angka harapan hidup, angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah tumbuh secara optimal.



IPM Balangan tahun 2014 sebesar 64,44, kemudian 2015 mencapai 65,34 dan 2016 meningkat lagi menjadi 66,25.

Wagub Kalsel berharap, keberhasilan yang telah diraih Kabupaten Balangan terus dipertahankan dan terus melakukan memacu pembangunan daerah.

“Kenaikan setiap tahun hampir satu digit ini, harus terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ucapnya.

Menurut Wagub, tantangan pembangunan daerah tidaklah mudah, membutuhkan sinergi, kebersamaan dan bekerja lebih maksimal lagi dalam mengembangkan dan memaksimalkan potensi daerah.

“Dalam membangun daerah, kita membutuhkan sinergi semua pihak, saya berpesan jangan bacakut papadaan,” tegasnya.

Pemerintah daerah, tambah dia, harus mampu mengembangkan inovasi dan kreativitas, agar mampu menggali potensi dan menjadikan keterbatasan sebagai kekuatan dalam mencapai tujuan.

Seentara itu, Bupati Balangan H Ansharuddin mengatakan, Pemkab Balangan konsisten menuju daerah yang maju dan sejahtera melalui pembangunan sumber daya manusia.

“Dari sisi kesehatan, Pemkab Balangan telah menjalin kerja sama BPJS untuk memberi jaminan kesehatan bagi seluruh warga Balangan,” katnaya.

Hingga Maret 2018 jumlah warga yang sudah didaftarkan sebanyak 78.014 orang. Itu artinya semua orang telah menjadi peserta program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

Selain kesehatan, sektor pendidikan, kesejahteraan masyarakat, infrastruktur juga menjadi perhatian utama. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pemerintahan

Pasar Rakyat Laura Mulai Beroperasi, 163 Lapak Disiapkan Untuk Para Pedagang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Walikota Banjarbaru hadiri acara syukuran Pasar Rakyat Laura Foto : Humas Pemkot Banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Pemerintah Kota menaruh perhatian serius terhadap perbaikan, penataan, dan pengelolaan pasar yang ada di Banjarbaru. Terutama, pasar rakyat yang lebih modern khusus dalam hal sarana dan prasarana yang dimiliki.

Hal tersebut dibuktikan, saat Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani meresmikan pasar rakyat Laura yang berlokasi di jalan Sukamara, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Landasan Ulin, Sabtu (23/11).

Walikota Banjarbaru dalam sambutannya mengaku sangat senang dengan selesainya pembangunan pasar rakyat ini, karena akan berdampak pada bergeliatnya ekonomi masyarakat Kota Banjarbaru dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

“Kita (Pemkot Banjarbaru) telah membangun dan merevitalisasi 9 pasar rakyat yang ada di beberapa kelurahan antara lain Kelurahan Landasan Ulin Utara, Landasan Ulin Selatan, Landasan Ulin Tengah, landasan Ulin Timur, Guntung Manggis, Palam, Bangkal, Cempaka, Loktabat Utara,” katanya.



Pasar rakyat Laura yang telah berdiri megah di atas tanah seluas 1,4 hektar dan memiliki 35 buah kios serta 163 lapak, diperkirakan mampu menampung jumlah pegadang di Pasar landasan Ulin Utara.

Kepala Dinas Perdagangan kota Banjarbaru, Drs Abdul Basit, M.M, mengatakan pasar rakyat Laura dibangun melalui dana anggaran tugas pembantuan tahun 2018, dan disempurnakan tahun ini dengan penambahan sarana dan prasarana.

Basit menjelaskan pembangunan pasar rakyat ini adalah bentuk nyata realisasi program Walikota Banjarbaru untuk membangun pasar rakyat, sesuai misi kota Banjarbaru untuk memperkuat kemandirian, peningkatan kerjasama investasi, penyediaan prasarana dan sarana perekonomian, peningkatan kelembagaan dan peluang kewirausahaan.


“Pasar Rakyat ini dibangun agar para pedagang memiliki tempat yang nyaman dan layak untuk berjualan, dan masyarakatpun dapat berbelanja dengan nyaman,” jelas Kadis Perdagangan.

Pada kesempatan ini, Walikota Banjarbaru juga mencanangkan program Ayo Beparak yang merupakan singkatan dari Ayo Berbelanja ke Pasar Rakyat. Ayo Beparak adalah program Dinas Perdagangan untuk mengajak masyarakat berbelanja ke pasar rakyat.

Untuk mensukseskan program ini, Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru menggandeng organisasi masyarakat seperti LPM, Forum RTRW juga TP PKKK Kota Banjarbaru untuk turut mensosialisasikan gerakan Ayo Baparak di tengah-tengah masyarakat.

Setelah syukuran dan pencanganan Ayo Baparak, kegiatan dilanjutkan dengan dialog antara Walikota Banjarbaru dengan para pedagang Pasar. Para pedagang memberikan masukan dan pertanyaan yang langsung dijawab oleh Walikota Banjarbaru.

Setelah acara selesai, Walikota Banjarbaru memotong untaian Bunga untuk menandai difungsikannya Pasar Rakyat Laura sekaligus melakukan penijauan pasar. (Rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pemerintahan

Pengelolaan Arsip yang Benar, Ada Kertas Arsip Jadi Bungkus Kacang Bisa Diusut Polisi!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Penyelanggaraan kearsipan bertujuan untuk menjamin terciptanya arsip yang autentik dan terpercaya, terwujudnya pengelolaan arsip yang andal, perlindungan kepentingan negara, kesalamatan dan keamanan arsip serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Untuk menjamin agar pencipta arsip baik di pusat maupun di daerah dapat menyelanggarakan kearsipan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, maka perlu dilaksanakan pengawasan kearsipan. Pasalnya, pengelolaan arsip dapat saja berujung pada pidana.

Maka dari itu, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar sosialisasi pengawasan kearsipan se-Kalimantan Selatan, Senin (11/1) di Hotel Roditha Banjarbaru.

Kepala Pusat Akreditasi Kearsipan ANRI Rudi Anton mengatakan, sosialisasi ini merupakan langkah awal dalam melaksanakan pengawasan kearsipan. Dirinya mengakui, masih banyak pemerintah kabupaten/kota yang masih belum layak dalam tata kelola pengarsipan



“Kalau boleh dibilang, dari 10 sampai 100 nilainya masih banyak yang di bawah 50,” katanya.

Jika meruncing ke Kalimantan Selatan, Rudy menuturkan bahwa pengelolaan kerasipan sudah cukup baik. Bahkan, ada satu kabupaten yang pengarsipannya telah masuk 10 besar terbaik nasional pada tahun ini.

“Kabupaten HSU sudah masuk 10 besar nasional. Itu pencapaian yang luar biasa. Intinya adalah pengawasan yang harus ditekankan, baik dari internal maupun eksternal,” kata dia.

Rudy juga menegaskan bahwa pengelolaan kearsipan tidak boleh dilakukan sembarangan. Sebab, sudah ada Undang-Undang Kearsipan yang mengatur lewat Undang Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.

“Kalau ada arsip yang digunakan tidak semestinya. Misal dijual ke pasar maka itu bisa dipidana. Jadi kalau misalnya lagi ada menemukan bungkus kacang menggunakan kertas arsip pemerintahan, maka berhak diusut polisi,” tandasnya.

Tentu saja, penataan arsip secara baik dan benar akan sangat penting karena tidak sedikit di antara arsip-arsip tersebut memiliki nilai tinggi bagi pemerintah. Bahkan ketidakmampuan mengelola kearsipan bisa berakibat sangat fatal, seperti potensi kehilangan aset atau bahkan kehilangan informasi-informasi bernilai sejarah.

Sementara itu, Kadispersip Kalsel Hj Nurliani Dardie melalui Sekretaris Dispersip Kalsel M Ramadhan mengatakan, dengan kegiatan ini diharapkan pengarsipan di Kalsel semakin membaik. “Kita harap semua makin sadar dengan pentingnya pengarsipan, sudah ada undang-undang yang mengatur jadi tidak boleh sembarangan,” kata dia. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->