Connect with us

DISHUT PROV KALSEL

Jaga Kelestarian Hutan, Tim KPH Kusan dan KSDA Lepasliarkan Bangkui

Diterbitkan

pada

Petugas dari KPH Kusan melepasliarkan hewan bangkui dihutan Foto : dishut
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BATULICIN, Sesuai instruksi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Hanif Faisol Nurofiq agar semua binatang liar dilindungi, yang dipelihara oleh masyarakat secara ilegal agar ditertibkan, ditindaklanjuti jajaran KPH Kusan, Selasa (25/6).

Tim dari KPH Kusan dan KSDA telah melakukan pelepasliaran satwa liar berupa Beruk atau Bangkui (Macaca Nemestrina), yang dipelihara Rita Siregar di Desa Barokah Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu.

“Beruk tersebut telah dipelihara Ibu Rita dari bulan September 2018, yang ia temukan di jalan lingkar 30 Batulicin,” ungkap Kasi Perlindungan Hutan KPH Kusan, Dawan, didampingi Kasi Pemanfaatan Hutan, Mustamin dan Kepala Resor Pengelolaan Hutan (RPH), Ruth Widyawati.

Pelepasliaran hewan itu bersama dengan Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Batulicin, Agus Eko Supramanto dan jajaran. Rita mengatakan atas inisiatif dan kesadaran sendiri ia mengembalikan satwa yang ia pelihara tersebut ke habitatnya di alam bebas. “Saya juga menyampaikan kepada pihak berwenang agar bisa membantu melepaskan,” ujarnya.



Dawan menjelaskan, Berdasarkan hasil koordinasi dengan Seksi KSDA Batulicin, lokasi pelepasliaran Bangkui direkomendasikan di perbatasan Desa Selaselilau-Desa Bulurejo-Desa Sukadamai, Kecamatan Mantewe.

“Bangkui tersebut langsung keluar dari kandang dan beradaptasi dengan lingkungan barunya. Kegiatan ini bukan hanya sekali ini saja. Ke depannya akan selalu kami upayakan untuk mencari binatang-binatang yang dilindungi, yang mungkin saat ini banyak dipelihara oleh masyarakat secara ilegal,” tegasnya.

Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang mengurung atau memelihara hewan liar, apalagi dilindungi, agar kooperatif untuk melaporkan. “Kami akan bantu melepasliarkan,” ucapnya. (eri/kphkusan)

Reporter : Eri/kphkusan
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

DISHUT PROV KALSEL

KPH Tabalong Serahkan Satwa Dilindungi Jenis Kukang ke BKSDA

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

KPH Tabalong menyerahkan kukang ke BKSDA Banjarbaru Foto : antara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Tim Perlindungan Hutan Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Tabalong menyerahkan salah satu jenis primata dilindungi jenis Kukang (nycticebus menagensis) ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banjarbaru untuk direhabilitasi.

Satwa langka ini diperoleh dari warga Kelurahan Belimbing Raya Kecamatan Murung Pudak dan secara sukarela diserahkan ke KPH setempat. “Kita sudah koordinasi dengan BKSDA dan satwa ini akan direhabilitasi serta dilepasliarkan ke habitatnya,” jelas Kepala Seksi Perlindungan Hutan Zainal Abidin di Tanjung, Sabtu (14/3/2020).

Karena semua jenis Kukang telah terancam kepunahan ungkap Zainal satwa berpenampilan lucu ini dilindungi oleh hukum Indonesia sehingga memperdagangkannya tergolong melanggar hukum (ilegal) dan kriminal.

Sebagai informasi dari delapan spesies Kukang yang masih ada, enam diantaranya dapat ditemukan di Sumatra, Jawa dan Kalimantan.(antara)



Reporter : Antara
Editor : Antara


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

DISHUT PROV KALSEL

Dishut Targetkan Ribuan Hektare Perhutanan Sosial Tahun Ini

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kasi Perhutanan Sosial Dishut Kalsel Kinta Ambarwati beserta jajaran mengunjungi KPH Hulu Sungai. Foto : Dishut
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Kepala Seksi Perhutanan Sosial Dishut Kalsel Kinta Ambarwati beserta jajaran mengunjungi KPH Hulu Sungai. Mereka menghelat sosialisasi perhutanan sosial untuk kelompok tani pelaksana kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan kerjasama dengan IPPKH pada pemeliharaan tahun kedua.

“Target luasan perhutanan sosial di KPH Hulu Sungai untuk tahun 2020 ini sebesar 1300 hektare dan terbagi dalam dua RPH,” ucap Kinta membuka pertemuan terbatas tersebut.

Kinta menambahkan saat ini program RHL BPDAS APBN 2019 di KPH Hulu Sungai tercatat seluas 2075 hektare. Sementara  luasan program Rehabdas IPPKH PT. AGM tahap pemeliharaan tahun kedua seluas 190 hektar, serta PT. KPP yang sudah melewati tahap pemeliharaan seluas 86 hektare.

“Dari total luasan program RHL BPDAS HL dan Rehabdas sudah melebihi target. Tinggal para penyuluh turun ke lapangan dan memfasilitasi usulan perhutanan sosial. Kita bantu petani memiliki akses kelola lahan garapannya,” ujar Kinta.



Ia berpesan agar terus berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di tiap kabupaten masing – masing. Termasuk Bumdes dan pihak desa untuk operasionalisasi perhutanan sosial.

Sejalan dengan Kinta, Kepala Seksi Pemanfaatan Hutan KPH Hulu Sungai, Priyadi mengatakan penyuluh sekarang harus lebih gesit karena penyuluh benar – benar diperlukan di garis depan. “Ini menjadi angin segar bagi para kelompok yang mengajukan perhutanan sosial. Maret ini kemungkinan besar terbit lagi SK perhutanan sosial yang baru,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/dishut)

Reporter : Dishut
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->