Connect with us

HEADLINE

Jalan Akses Bandara Syamsudin Noor Diusulkan Masuk APBN

Diterbitkan

pada

Jalan akses menuju Bandara Syamsudin Noor yang mulai dipersiapkan. Foto : rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Percepatan pembangunan akses jalan menuju Bandara Syamsudin Noor diusahakan untuk bisa masuk pembiayaan dalam APBN melalui Balai Jalan Nasional.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin, Timbul Manahan Pasaribu, menjelaskan program akses jalan Bandara Syamsudin  Noor masih masih dalam stok program.

Menurutnya pemerintah daerah di Kalsel diharapkan bisa mendorong dan memperjuangkan naiknya status jalan akses Bandara Syamsuddin Noor menjadi jalan nasional di tingkat pusat.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha BBPJN Wilayah XI, Mutaal Badrun menambahkan, terakhir pihaknya sudah menyampaikan ke DPR RI.

“Waktu Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR RI perwakilan dari Kalsel H Abdullatif Hanafiah sudah menyampaikan dalam forum tersebut,” kata Mutaal.

Karena itu, pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari pusat.

Sebelumnya ada pengecekan dari kementerian dan diketahui sebelum dilimpahkan ke nasional ada akses yang harus diperbaiki yakni terkait geometrik di beberapa titik tikungan.

Menanggapi soal perbaikan geometrik ini, Dinas PUPR Kalsel melalui Kabid Bina Marga, Yasin Toyib menjelaskan sudah dirancang untuk perbaikan.

“Untuk perbaikan geometrik itu, ada areal yang dibebaskan kurang lebih 2 kilometer, lebar 20 meter. Untuk dana menunggu apraisal,” kata Yasin Toyib.

Disisi lain Pemko Banjarbaru juga turut membangun jalan akses pendukung guna mengurai kepadatan. Atas dasar itu kemudian Pemko Banjarbaru sudah membangun akses Jalan penghubung antara jalan Panglima Batur dan jalan Karang Anyar.

BACA JUGA : Jalan Baru Tembus Panglima Batur-Karang Anyar Rampung November

Menurut, Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani juga mendukung program akses jalan tembus yang menghubungkan Jalan Panglima Batur dengan Jalan Karang Anyar (samping kantor PT. PLN) yang sedang dalam pengerjaan tahap kedua.

“Jalan sepanjang 600 meter ini akan mengurai kepadatan dan kemacetan yang selama ini kerap terjadi. Sehingga akan memperlancar dan memudahkan arus lalu lintas di daerah tersebut.

Kita ingin akses jalan di Kota Banjarbaru lebar, terbuka dan lancar. Apalagi Bandara Syamsudin Noor akan segera menjelma menjadi Bandara Internasional. Hal ini akan meningkatkan mobilitas warga, termasuk masyarakat dari luar kota,” kata Nadjmi Adhani. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

Covid-19 Kalsel Terus Melonjak, Kepala BNPB, Menkes, hingga Menko PMK Cek Langkah Provinsi!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua Harian Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Abdul Harris Makkie menyampaikan rencana kedatangan kepala BNPB, Menkes dan Menko PMK ke Kalsel. Foto: gugus tugas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tingginya kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) membuat Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Pusat, Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto, dan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, turun tangan. Mereka akan datang pada Minggu (7/6/2020), guna meninjau langsung penanganan Covid-19 di Kalsel.

Ketua Harian Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Abdul Harris Makkie mengatakan, hari ini ia telah menerima informasi langsung dari penghubung BNPB. Jika dipastikan datang, Kepala BNPB itu kemungkinan akan datang bersama dua menteri.

“Insyaallah hari Minggu beliau (Kepala BNPB) datang dan kemungkinan juga bersama dua menteri. Tapi kita belum dapat konfirmasi protokol, (karena) rencananya yang datang itu Menteri Kesehatan maupun Menko PMK yang akan datang ke Kalsel,” ungkap Harris Makkie di Banjarmasin, Jumat (5/6/2020) siang.

Kedatangan itu akan dikemas dengan beberapa kunjungan ke beberapa tempat lokasi, serta melihat lokasi-lokasi yang akan disepakati nantinya. Harris Makkie mengungkapkan, kedatangan Kepala BNPB dua menteri itu merupakan sebuah kepedulian pemerintah terhadap masyarakat Kalsel.

“Kita mengapresiasi kedatangan menteri ke Kalsel itu positif, dan kita memanfaatkan kedatangan itu. Kita mengapresiasi kalau pemerintah pusat memperhatikan Kalsel, sehingga saya berharap bagaimana kita bersama pemerintah pusat dan teman media menangani ini semua,” tukasnya.

Seperti diketahui, Kalsel merupakan satu dari tiga provinsi di Indonesia yang akan mendapat perhatian khusus dalam penanganan Covid-19. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo sudah memerintahkan Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Pusat untuk memberi perhatian khusus, mengingat penyebaran Covid-19 di tiga provinsi ini cukup masif.

Hingga Jumat (5/6/2020) sore, sudah tercatat sebanyak 1.213 kasus positif Covid-19 di Kalsel. Jumlah ini sendiri menjadikan Kalsel menduduki peringkat pertama dalam penyebaran Covid-19 di pulau Kalimantan.

Sebelumnya, Kamis (4/6/2020) lalu, Kalsel mencatat kenaikan tertinggi angka infeksi corona tingkat nasional. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, kenaikan kasus positif corona di Kalimantan Selatan karena adanya kontak erat yang terjadi di dua pasar pada sepekan lalu.

“Jumlah ini cukup banyak dan hari ini tidak ada yang dilaporkan sembuh (di Kalimantan Selatan),” kata Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (4/6), dilansir Katadata.co.id.

Data yang dihimpun Kanalkalimantan.com, jumlah orang yang terpapar Covid-19 di Kalsel hingga awal Juni 2020 ini belum menunjukkan grafik penurunan, bahkan cenderung terus meningkat. Data yang dikeluarkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalimantan Selatan pada Jumat (5/6/2020) menunjukkan adanya lonjakan kasus baru positif Covid-19, sehingga kini tercatat ada 1.213 kasus positif Covid-19 di Kalsel.

Terkait hal ini, Presiden Joko Widodo memerintahkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bersama TNI, dan Polri untuk fokus mengendalikan virus corona di tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Ini lantaran laju penyebaran Covid-19 di ketiga wilayah tersebut hingga saat ini masih tinggi.

“Tolong ini dijadikan perhatian khusus sehingga angka penyebarannya bisa kita tekan lebih turun lagi,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui konferensi video, Kamis (4/6). (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Pertama Kali Sejak Pandemi Covid-19, Masjid Jami Banjarmasin Dipadati Jemaah Sholat Jumat

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Suasana Sholat Jumat di Mesjid Jami Banjarmasin. Foto : Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pelaksanaan sholat Jumat di Masjid Jami, Banjarmasin, berjalan khusyuk meski dengan aturan baru. Yaitu menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah guna mencegah paparan Covid-19 di tempat ibadah.

Dalam pantauan di lokasi, jemaah memadati ruang utama hingga ke halaman dari masjid yang berlokasi di Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara tersebut untuk menjalankan ibadah sholat Jumat.

Menurut salah satu pengurus dari masjid tersebut, H Radiansyah mengatakan, diizinkannya pelaksanaan sholat Jumat lantaran sudah memenuhi persyaratan dari pemerintah. Di antaranya tidak memakai karpet sebagai sejadah bersama, menyediakan sabun untuk mencuci tangan dan melakulan screening di pintu masuk halaman masjid.

“Jemaah yang sholat juga diwajibkan untuk mengenakan masker, dan membawa sajadah sendiri untuk digunakan dalam pelaksanaan sholat berjamaah,” ucapnya, Jumat (5/6/2020) siang.

Ia mengaku sangat bersyukur atas izin yang diberikan pemerintah untuk menggelar salat Jumat berjamaah secara terbuka. Kendati shaf salatnya sendiri diberi jarak, hingga khutbah dan pelaksanaan sholat tak begitu lama. “Hanya memakai surah pendek saja. Ini dilakukan untuk meminimalisir terjadi penularan Covid-19 saat pelaksanaan ibadah di masjid,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu jemaah salat Jumat, Fahmi mengakui bahwa dirinya masih ada rasa takut dalam menjalankan ibadah dalam pelaksanaan salat berjamaah yang pertamakali digelar sejak ditemukannya kasus Covid-19 di Banjarmasin. “Ya tentu masih ada rasa takut. Karena kita khawatir terjadi penularan di tempat ibadah ini,” ujarnya.

Kendati demikian, ia ikut merasa senang dengan dibukanya kembali aktivitas masjid. Walaupun dengan beberapa catatan yang harus dipenuhi lebih dulu oleh jemaah. “Asalkan jemaahnya disiplin dan petugasnya selalu proaktif dalam melakukan pengawasan protokol kesehatan, Insyaallah risiko penularan bisa ditekan,” tandasnya. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Pemko Banjarmasin Sediakan Lahan Pemakaman Khusus Kematian Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Lokasi TPU di bawah pengelolaan Pemko Banjarmasin di Jalan A. Yani Km 22 Banjarbaru. Foto : Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Hingga Kamis (4/6/2020) sore, jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Kalimantan Selatan tercatat ada 93 kasus. Di mana, 78 kasus di antaranya tercatat berada di Kota Banjarmasin. Lalu, di manakah korban Covid-19 ini dimakamkan?

Menurut Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kota Banjarmasin Dr. Machli Riyadi, sebagian besar dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum milik Pemko Banjarmasin yang berlokasi di Jalan A. Yani Km. 22, Landasan Ulin Tengah, Kota Banjarbaru.

“Memang disediakan di sana oleh Pemko Banjarmasin. Saya kira masyarakat bisa paham, bahwa bisa dimakamkan di alkah keluarga dan di mana saja,” kata Machli, Kamis (4/6/2020) lalu.

Sehingga, masyarakat tidak boleh melarang adanya pemakaman korban Covid-19. Apalagi sampai harus ditolak untuk dimakamkan.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah pada Jumat (5/6/2020) siang, Kabid Pertamanan Sarana Dan Prasarana (PSP) Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Tarianto menambahkan, hingga kini pemakaman jenazah Covid-19 berjumlah 86 lahat dari 6 rumah sakit pengirim. Yaitu RSUD Ulin Banjarmasin, RSUD Sultan Suriansyah, RS Bhayangkara Banjarmasin, RS Suaka Insan Banjarmasin, RS Islam Banjarmasin dan RS Sari Mulia Banjarmasin.

“Lahan yang kita sediakan cukup sedang, yang bisa kita makamkan dan khusus warga yang mempunyai KTP Kota Banjarmasin,” kata Tarianto.

Ia menjamin, petugas pemakaman sudah menjalani rapid test dengan hasil yang non reaktif negatif. Bahkan, DLH Kota Banjarmasin juga dapat bantuan APD, vitamin, dan desinfektan dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dan BPBD Kota Banjarmasin khusus untuk petugas pemakaman.

“Pemko menyediakan tanah makamnya saja gratis. Sedangkan penyelenggaraan pemulasaraan jenazahnya khusus dari pihak rumah sakit atau Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kota Banjarmasin,” tandas Tarianto.

Diketahui, luas lahan pemakaman khusus untuk korban Covid-19 asal Kota Banjarmasin disediakan seluas 2 ha. Sementara itu, petugas makam baik untuk di Tpu Muslimin Masjid Jami Banjarmasin dan Tpu Muslimin Km 22 Banjarbaru sebanyak 8 orang dan 1 oranh khusus pemandian atau pemulasaran. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->