Connect with us

Kota Banjarmasin

Jalan Rusak di Pelabuhan Trisakti, Pemko dan Pelindo Masih Saling Lempar!

Diterbitkan

pada

Jalan rusak di sekitar Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Foto : Mario
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Kerusakan jalan di kawasan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin semakin parah. Kecelakaan bahkan sering terjadi di kawasan Jl Barito Hilir dan Komplek Lumba-lumba yang berada di sekitar pelabuhan. Jumat (4/1) lalu, sebuah truk bermuatan puluhan kilo tepung terigu terbalik di jalan Barito Hilir, Kecamatan Banjarmasin Barat. Tapi sayangnya, instansi masih saling lempar tanggungjawab soal kondisi ini.

Kedua area jalan tersebut memang dilalui oleh mobil-mobil bermuatan besar seperti truk yang membawa barang dari dan ke pelabuhan. Tidak dipungkiri kalau hal itu yang menyebabkan pondasi jalanan tersebut cepat rusak dan berlubang.

Selain mengganggu kegiatan pengemudi truk dan warga, lubang di jalan-jalan tersebut juga membuat genangan air yang sangat besar sehingga siapa saja yang melewati jalan haruslah lebih berhati-hati.

Hingga saat ini PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III dan Dinas PUPR Kota Banjarmasin masih saling lempar perihal perbaikan jalan di area tersebut. Menurut Pelindo, jalanan yang rusak itu milik pemko dan harus diperbaiki oleh pemerintah setempat.

Ditemui siang hari di kantor Dinas PUPR Jl Brigjend Hasan Basri, Joko Pitoyo selaku Sekretaris Dinas PUPR Kota Banjarmasin membenarkan bahwa jalan Barito Hilir memang milik pemko. Tapi karena jalan tersebut lebih banyak dilalui oleh supir-supir truk yang berasal dari pelabuhan, maka ia mengharapkan Pelindo yang bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan.

“Untuk tahun 2019 setelah lelang pada Januari atau Februari nanti, komplek Lumba-lumba akan kembali diperbaiki oleh PUPR, tapi tidak dengan jalan Barito Hilir. Untuk jalan Barito Hilir kita harap Pelindo mau turun tangan, karena banyak truk mereka yang pakai,” ungkap Joko.

Ditanya kenapa jalan komplek Lumba-lumba yang terhitung berada di kawasan pinggir Banjarmasin ini baru dikerjakan pada tahun 2019 adalah karena Dinas PUPR mengaku kurang dana. Sebab itu pihaknya memfokuskan perbaikan jalan-jalan di tengah kota.

Di sisi lain, Hamka Hasar, Wakil Dua Organisasi angkutan Darat (Organda) Banjarmasin yang sudah ada sejak tahun 60-an ini bersama anggotanya sudah turun tangan untuk memberi bantuan berupa bahan dan tenaga untuk memperbaiki jalan Barito Hilir. Hal ini Organda lakukan karena tidak adanya gerakan yang dilakukan baik dari Pelindo maupun Dinas PUPR Banjarmasin.

Pun PT  Wijaya Tri Utama Plywood yang berada di dekat pelabuhan Trisakti juga sudah hampir enam bulan ini menyumbang cor-coran sisa bangunan untuk menambal beberapa lubang yang ada di sekitar kawasan jalan tersebut. “Kami sudah sering melapor ke pemerintah, tapi tidak pernah ada respon” ungkap Hamka Hasar.

Hingga saat ini pihak Organda berharap besar bagi pihak manapun agar segera bisa memperbaiki jalan tersebut. Hal ini dikarenakan selain jalan tersebut menjadi bagian vital di mana pengangkutan terjadi setiap harinya, juga akan menjadi jalan yang aman bagi para pengendara. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa jalan tersebut juga menjadi jalan sehari-hari yang dilintasi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.(mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell

Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarmasin

Lonjakan Kasus Tertinggi Covid-19 di Kalsel, Didominasi Hasil Tracing di Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jubir Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim Foto: gugus tugas
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN  – Tren lonjakan kasus per hari terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Selatan kembali terjadi. Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalsel mencatat, jumlah kasus pada Kamis (28/5/2020) sore sebanyak 819 kasus.

“Ada penambahan konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 116 kasus,” beber Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim di Banjarbaru, Kamis (28/5/2020) petang.

Dari jumlah kasus baru tersebut, 14 kasus diantaranya berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP). Dengan rincian 4 kasus dari RSUD Ulin Banjarmasin, satu kasus dari RSUD Moch Ansari Saleh Banjarmasin, 4 kasus dari RS Bhayangkara Banjarmasin dan satu kasus dari RS Ciputra Banjarmasin. Semuanya berasal dari Kota Banjarmasin.

Sedangkan 4 kasus lainnya berasal dari Kota Banjarbaru dan dirawat di RSD Idaman Banjarbaru. Selebihnya, sebanyak 102 kasus lainnya berasal dari hasil tracing di Kota Banjarmasin, yang seluruhnya merupakan tracing di pasar-pasar tradisional.

“Ini merupakan hasil swab yang dikirim ke laboratorium BBTKLPP Banjarbaru, yang mana juga merupakan hasil tracing di beberapa tempat di pasar tradisional yang ada di wilayah Kota Banjarmasin,” kata Muslim.

Dari 819 kasus, 666 kasus diantaranya menjalani perawatan di rumah sakit maupun dalam karantina khusus. Di mana, 133 kasus menjalanu perawatan di rumah sakit, sedangkan 533 kasus lainnya menjalani karantina khusus. (Kanalkalimantan.com/fikri/andy)

 

 

Reporter : Fikri/Andy
Editor : Cell

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Empat Petugas Pasar Disdagin Banjarmasin Dinyatakan Reaktif, Satu Dirawat di RSUD Ulin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pelaksanaan rapid test di empat pasar tradisional di Banjarmasin Foto: fikri
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Rapid test massal yang digelar Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin di enam pasar besar beberapa waktu lalu, menghasilkan 129 orang reaktif. Kabid Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar mengakui, dari jumlah tersebut, empat orang di antaranya petugas pasar. Kendati ia tidak merincikan di pasar mana saja yang dimaksud.

“Ada dari petugas-petugas kami yang dari hasil rapid test kemarin empat orang petugas pasar yang dinyatakan reaktif,” katanya, Rabu (27/5/2020) siang.

Tezar -sapaan akrabnya- menambahkan, ada satu orang petugas pasar yang menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin. Menurutnya, petugas yang dirawat ini bertugas sebagai penagih pasar yang menggunakan mobil keliling. “Belum, hasil swab-nya belum (keluar). Kondisinya saat ini sedang diisolasi, kita doakan untuk kesembuhan beliau,” harapnya.

Lalu, apakah diperlukan penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas pasar? Tezar mengatakan, APD sangat diperlukan untuk petugas pasar. Seperti masker, sarung tangan.

Karena, selain memberikan imbauan kepada warga pasar yaitu pedagang dan pembeli, petugas pasar juga menarik retribusi pasar. Tentunya, petugas pasar pun “bersentuhan” dengan uang retribusi yang didapat dari pedagang. “Sementara ini kita mandiri, kita beli masker sendiri. Terus juga ada kawan-kawan yang menyisihkan pendapatannya untuk membeli sarung tangan,” ucapnya.

Diakui Tezar, banyak kendala yang dihadapi Disdagin Kota Banjarmasin terutama saat pandemi Covid-19 dan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di mana, didapati masih banyak pedagang dan pembeli di pasar yang tidak menggunakan masker.

Ichrom Muftezar Kabid Pasar Disdagin Kota Banjarmasin. Foto : fikri

Sehingga ia berharap, baik pedagang maupun pembeli di pasar untuk tertib melaksanakan protokol kesehatan. Guna memutus mata rantai penularan Covid-19.

Di samping itu, Tezar mengklaim jajarannya telah mengupayakan penyemprotan disinfektan di pasar-pasar di Kota Banjarmasin. Penyemprotan sendiri mulai dilakukan semenjak Kota Banjarmasin menetapkan status tanggap darurat Covid-19. “Kalau tidak salah kita pinjam alatnya. Punya kita sendiri ada satu buah dikasih pedagang, yang lainnya kita pinjam dari kecamatan,” pungkas Tezar. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : cell

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Bandara Syamsudin Noor Dibuka, Wali Kota Ibnu Khawatir Penyebaran Baru Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Bandara Internasional Syamsudin Noor beroperasi di tengah pandemi. foto: dok kanalkalimantan
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina mengaku khawatir akan terjadi penularan baru terkait penyebaran Covid-19  di kota Banjarmasin. Utamanya, ketika Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru kembali beroperasi secara normal sebagai pintu gerbang keluar masuk melalui jalur udara.

Ia mengatakan, aktivitas bandara tersebut bisa membuat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sedang diterapkan beberapa wilayah di Kalsel itu berjalan kurang efektif.

“Itu dikarenakan adanya warga yang baru masuk ke dalam wilayah yang melaksanakan PSBB,” ucapnya pada awak media, Selasa (26/5/2020) siang.

Menurutnya, dengan kondisi seperti itu akan membuat terjadinya penularan baru di daerah yang melaksanakan PSBB tersebut.  “Itu yang kita takutkan,” imbuh dia.

Sehingga, Ibnu menjelaskan, untuk mengantisipasi keadaan seperti itu, Pemko telah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK). Dengan melibatkan langsung keikutsertaan masyarakat dalam pelaksanaan PSBB tahap ketiga di Banjarmasin.

“Ini yang kita harapkan. Dengan adanya PSBK di setiap tingkat RT/RW hingga tingkat kelurahan itu diharapkan mampu mempersempit ruang bagi penularan baru tersebut,” jelas Ibnu.

Ia berharap, program PSBK yang dijalankan untuk menyukseskan kebijakan pembatasan aktivitas warga yang sudah sampai pada tahap ketiga itu agar bisa tertangani dengan baik. Ia mengklaim, Pemko Banjarmasin tidak lepas tangan dengan dilaksanakannya PSBK.

“Kita tetap mendampingi mereka untuk menjalankan pembatasan aktivitas itu lewat Babinsa dan Bhabinkamtibmas di setiap kelurahan agar bisa berjalan dengan maksimal,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->