Connect with us

HEADLINE

Jalan Terjal Denny Indrayana Isi ‘Kotak Kosong’ Penantang Sahbirin di Pilgub Kalsel

Diterbitkan

pada

Denny Indrayana bertekad maju di Pilgub Kalsel Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Pilgub Kalsel 2020 mendatang masih miskin figur. Nyaris belum ada kandidat tampil unjuk gigi sebagai penantang Gubernur Sahbirin Noor. Masa penjaringan kandidat oleh parpol pun hanya berkutat soal negosiasi calon pengisi kursi wakil gubernur. Di tengah kondisi ini, langkah Deny Indrayana mendaftar ke Partai Nasdem Kalsel sebagai calon lawan tanding incumbent menjadi angin segar!

Sebagai bentuk keseriusan, Selasa (8/10), Deny Indrayana mengambil formulir pendaftaran di DPW Partai Nasdem Kalsel di Jl A Yani Km 8, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, yang diwakili oleh adikya Tedy Indrajaya. “Bismillah, hari ini saya diwakili adinda Tedy Indrajaya mengambil formulir dan syarat-syarat menjadi bakal calon gubernur di Partai Nasdem Kalsel,” ujarnya.

Ia mengatakan secapatnya akan melengkapi persyaratan pendaftaran. Setelah itu, Deny menegaskan akan datang langsung untuk menyerahkan berkas. “Tedy dulu yang tadi ambil formulir. Insya Allah nanti sewaktu mengembalikan berkas saya sendiri. Harapannya Pilgub nanti berjalan aman, lancar, jujur, dan damai. Tanpa politik uang,” kata mantan Wakil Kemenkum HAM era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Menyikapi langkah Deny Indrayana, Ketua Nasdem Kalsel Guntur Perwira mengatakan partainya terbuka bagi siapa saja yang ingin mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. “Partai Nasdem terbuka untuk seluruh masyarakat dan tanpa dipungut biaya. Tanpa mahar. Nantinya terhadap pelamar akan dilakukan survei dan hasilnya ditentukan DPP,” kata Guntur.

Jika nanti Denny mengembalikan formulir, berarti akan ada dua kandidat yang mendaftar Gubernur di Partai Nasdem. Sebelumnya, Sahbirin Noor yang menjadi lawan tanding Denny telah lebih dulu menyerahkan lamaran sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) ke Partai Nasdem, pada Rabu (25/9) lalu.

Sahbirin yang juga Ketua DPD Golkar Kalsel ketika itu ditemani ketua Harian H Supian HK serta tokoh sepuh beringin lainnya. Kata Guntur, lamaran Sahbirin yang mendaftar paling pertama tersebut dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat.

Pada kesempatan itu, Sahbirin mengatakan melamar ke Nasdem karena beberapa alasan. Selain platform partai dan kesamaan visi misi dalam memajukan Kalsel, juga lantaran dia ngefans dengan figur Surya Paloh, pendiri partai Nasdem. “Sejak dulu beliau (Surya Paloh) itu adalah idola saya, dari zaman saya belum di partai,” kata Sahbirin.

(Baca: Sahbirin ‘Turun Gunung’ Serahkan Lamaran Bacagub Kalsel ke Nasdem)

Lalu, bagaimana menakar peluang Deny memenangkan pertarungan di Nasdem maupun Pilgub mendatang jika berhasil mendapatkan kendaraan politik?

Hitungan nyata, kerja keras masih perlu dilakukan Denny Indrayana untuk bisa benar-benar menjadi penantang incumbent. Pertama, ia harus mendapatkan dulu kendaraan politik agar dapat diusung sebagai calon ke KPU.

Selain Nasdem, ia masih perlu melakukan gerilya ke sejumlah partai lainnya. Ini tak mudah, sebab beberapa parpol besar seperti PDIP dan Golkar dipastikan sudah merapat ke incumbent. Begitu juga beberapa parpol lain yang sudah condong seperti PAN, PKB, PPP dan Demokrat. Meskipun semua parpol ini masih berebut ‘posisi tawar’ kursi Wagub.

Dari hasil pemilu lalu, Nasdem masih jauh untuk bisa mengusung calon sendiri di Pilkada. Sebab pada pemilu 2019 lalu, partai besutan Surya Paloh ini hanya mampu meraup 99.837 suara (4 kursi di DPRD Kalsel).

Artinya, untuk bisa maju ke tahap pencalonan, Denny harus juga merangkul partai lain. Beberapa parpol yang belum bersikap hari ini memang bisa didekati. Misalnya saja Partai Gerindra yang meraih 288.899 suara (8 kursi), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 203.223 suara (5 kursi) dan Demokrat 68.725 suara (3 kursi) dan Hanura 16.328 (1 kursi). Tapi perlu diingat, biaya politik untuk bisa diusung parpol tersebut tentunya tidak murah! Sehingga parkar humum Tata Negara ini harus memiliki dana cukup untuk lolos.

Jika tidak, Denny bisa saja menjajal lewat jalur independen atau perorangan. Tapi, ini juga tidak gampang. Data DPT pada Pemilu lalu, jumlahnya sebanyak 2.869.266 pemilih. Sesuai ketentuan, , calon perseorangan dapat mendaftarkan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur jika memenuhi syarat dukungan 8,5 persen. Itu artinya, bagi calon perseorangan yang ingin maju harus memiliki sebanyak 243.888 dukungan.

Komisioner KPU Kalsel, Edy Ariansyah mengatakan dukungan harus dibuat dalam bentuk surat dukungan yang disertai dengan kartu tanda penduduk elektronik atau surat ketetangan yang diterbitkan oleh Disdukcapil yang menerangkan bahwa penduduk tersebut berdomisili di wilayah administratif yg sedang menyelenggarakan pemilihan paling singkat 1 tahun dan tercantum dalam DPT Pemilu sebelumnya di provinsi dimaksud.

Dukungan yang diberikan kepada pasangan bakal calon perseorangan sebutnya, harus tersebar dilebih dari 50 persen jumlah kabupaten/kota di provinsi. Hal ini mengacu ketentuan pasal 41 ayat 1 huruf e uu no 10 tahun 2016 perubahan kedua atas uu no 1 tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang.

“Kalsel memiliki 13 kabupaten/kota. Itu artinya sebaaran dukungan minimal di 7 daerah,” paparnya.

Syarat itu pun harus disampaikan 9 Desember 2019 hingga 3 Maret 2020 mendatang. Nah, apakah cukup waktu bagi Deny Indrayana? (rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

BBTKL-PP Banjarbaru Cuma Bisa Lakukan Swab Test 68 Sampel Perhari

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Balai: Tidak Hanya Sampel di Kalsel, Juga Kiriman Sampel dari Kalteng


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pemaparan Kepala BBTKL-PP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto dihadapan tiga menteri yang berkunjung ke Kalsel, Minggu (7/6/2020). Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kemampuan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP) Banjarbaru sangat terbatas dalam melakukan Swab test alias pemeriksaan medis untuk mengetahui adanya virus corona di dalam tubuh.

Uji ini dilakukan dengan mengambil sampel lendir di saluran pernapasan, misal hidung dan tenggorokan dari sampel dari swab test kemudian diperiksa dengan teknologi PCR di laboratorium.

Kepala BBTKL-PP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto mengakui kurangnya fasilitas dan tenaga SDM ditempatnya. Mengingat pihaknya tidak hanya memeriksa sampel tidak hanya dari masyarakat Kalsel saja, namun juga kiriman sampel dari Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Saat ini perhari laboratorium BBTKL-PP Banjarbaru hanya mampu memeriksa 68 sampel. Itupun, tenaga yang berkerja hanya dalam tempo waktu 14 jam. Setidaknya dengan adanya bantuan 2 alat PCR dari pemerintah pusat, target pemeriksaan bisa mencapai 200-400 sampel perhari.

Baca juga: Uji Sampel Swab Sangat Terbatas, Pusat Bantu 2 Alat PCR ke Kalsel

Sekadar diketahui saja, PCR adalah teknologi Polymerase Chain Reaction yang digunakan dalam metode pemeriksaan swab test. Teknologi ini mampu menganalisa DNA atau RNA virus meski jumlah sampel terbatas.

Metode PCR inilah yang menyebabkan swab test bisa membantu menegakkan diagnosis Covid-19 pada pasien. Selain Covid-19, penegakan diagnosis penyakit lain juga bisa menggunakan PCR misal infeksi HIV.

“Sebenarnya kami sudah beli secara mandiri satu unit alat PCR dan sudah datang malam tadi. Tapi tetap saja ini belum cukup. Saran pimpinan tadi, kita akan kerja sama dengan mahasiswa dari ULM dan Poltekes. Juga dengan adanya bantuan alat PCR, Insya Allah pemeriksaan sampel dari 68 naik ke 400,” akunya.

Selain menerima 2 unit alat PCR, Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Kalsel juga menerima sejumlah bantuan baik Alat Pelindung Diri (APD), vitamin, hingga ventilator. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Uji Sampel Swab Sangat Terbatas, Pusat Bantu 2 Alat PCR ke Kalsel

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Mentri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy saat berkunjung ke BBTKL-PP Banjarbaru, Minggu (7/6/2020) pagi. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tingginya angka sebaran kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi perhatian pemerintah pusat. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo memerintahkan 3 pejabat negara secara langsung melakukan monitoring penanganan Covid-19 di Kalsel.

Pada Minggu (7/6/2020) pagi, Menteri Kesehatan (Menkes) Letjen TNI Dr Terawan Agus Putranto, Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo tiba di Kalsel.

Kunjungan tiga pejabat negara ini dimulai dengan meninjau segala fasilitas pemeriksaan spesimen (sampel), serta rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel dan Gugus Tugas daerah untuk penanganan Covid-19 kedepan.

“Kita ingin mengecek segala macam fasilitas dan menginvetarisir kekurangan. Harus ada penanganan khusus. Untuk itu kita ingin memberikan bantuan baik peralatan dan dukungan personil,” kata Menko PKM Muhadjir Effendy.

Secara khusus, ketiga pejabat negara tersebut meninjau laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP) Banjarbaru yang selama ini menjadi tempat pemeriksaan Swab dari sampel masyarakat di berbagai daerah.

Dalam hal ini, ada beberapa hal yang menjadi catatan. Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, mengatakan pihaknya menyoroti kurangnya kemampuan pemeriksaan swab di laboratorium BBTKL-PP. Oleh karena itu pihaknya telah menyiapkan 2 unit alat PCR sebagai fasilitas metode pemeriksaan swab.

“Kita telah menyiapkan 2 unit alat PCR. Bantuan ini kita serahkan kepada Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Kalsel untuk selanjutnya difungsikan,” katanya.

Tidak hanya fasilitas, kata Doni, pihaknya juga mengusulkan penambahan SDM di laboratorium BBTKL. Dalam hal ini, Doni mengusulkan untuk melibatkan tenaga sukarelawan dan kalangan mahasiswa. Sehingga, nantinya pemeriksaan spesimen juga dapat berjalan lebih maksimal.

“Beberapa daerah bisa berkerja lebih 18 jam dengan melibatkan tenaga sukarelawan, termasuk kalangan mahasiswa. Ini cara yang efektif. Bahkan jika dirata-ratakan, dalam satu hari bisa memeriksa lebih dari 1.500 sampel,” lanjutnya.

Jika kemampuan pemeriksaan spesimen telah maksimal, diharapkan tim Gugus Tugas daerah dapat berkeja lebih militan. Dengan begitu, maka lebih banyak penderita Covid-19 di Kalsel yang terjaring khususnya Orang Tanpa Gejala (OTG).

Kepala BNPB menyebut 79 persen kasus Covid-19 di Indonesia adalah masyarakat yang tidak menunjukan gejala atau yang biasa disebut OTG. Mereka yang disebut OTG inilah yang mendekati resiko penularan yang paling tinggi.

“Kelompok rentan tertular adalah mereka yang berusia lanjut. Apalagi penderita diabetes,” jelasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Selain di Tanbu, Densus 88 Juga Disebut Amankan Terduga Teroris di Banjarbaru dan Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Densus 88 juga mengamankan terduga teroris di Banjarbaru dan Banjarmasin/Ilustrasi Foto: indonesiaexpat
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Operasi senyap yang digelar tim Densus 88 Anti Teror pada Jumat (5/6/2020), pasca penyerangan Mapolsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan (HSS). Sejumlah jaringan atau sel terduga teroris di Kalimantan Selatan diringkus. Selain mengamankan AS, warga Desa Batuah, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), pada waktu yang sama Densus juga menangkap terduga teroris lain di Banjarbaru dan Banjarmasin.

Sementara di Kalimatan Barat, Densus 88 juga menangkap terduga teroris berinsial AR (21), warga Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah pukul 8.30 WIB.

Informasi yang didapat Kanalkalimantan.com, Densus menangkap juga pada Jumat itu, seorang terduga teroris di Banjarbaru. Dan satu orang lain di Banjarmasin. Namun demikian, belum dirinci siapa terduga teroris yang ditangkap di dua kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) ini.

Sebelumnya disampaikan, saat penangkapan AS, terduga teroris di Tanbu yang terkait aksi penyerangan Mapolsek Daha Selatan yang dilakukan ABR. Dimana ABR tewas setelah ditembak polisi dalam penyerangan yang menyebabkan gugurnya satu polisi atas nama Bripka Leonardo.

AS ditangkap pada Jumat (5/6/2020) siang. “Informasi penangkapan di Kabupaten Tanah Bumbu itu benar. Yang bersangkutan diduga terafiliasi jaringan terorisme,” katanya, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i, Sabtu (6/6/2020) sore.

Kala itu petugas yang melakukan penggeledahan di rumah AS dan menemukan busur dan panah, buku panduan jihad, tas ransel serta buku nikah. AS merupakan kepala rumah tangga, selain berjulan roti juga seorang guru mengaji. Pasangan suami Istri ini memiliki murid hingga mencapai puluhan orang.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Rifa’i mengatakan, AS dan sejumlah tersangka lain saat masih dalam proses penyelidikan. Selain itu, ia juga tidak membantah jika masih adanya penangkapan jaringan-jaringan terorisme di Provinsi Kalsel. “Semuanya masih berproses. Nanti kita rilis hasil tangkapan kita. Intinya, tidak hanya di satu daerah saja, tapi di seluruh Provinsi Kalsel. Bisa jadi pelakunya bertambah,” tukasnya.

Semantara Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar, mengatakan bahwa saat ini pihaknya dan Polda Kalsel sedang melakukan penyelidikan aksi teror tersebut. Dirinya juga menyebut telah mengamankan sejumlah orang yang diduga membantu aksi pelaku aksi teror.

“Memang untuk aksi teror ini tersangkanya cuma 1 orang. Tapi, dalam pra peristiwa melibatkan ada beberapa orang yang memberikan kepada pelaku arahan dan bantuan,” katanya.

Adapun jumlah orang yang sudah diamankan, kata Kepala BNPT, jumlahnya antara 4 hingga 5 orang. Meski begitu dirinya juga meminta waktu hingga proses penyelidikan dinyatakan selesai. “Pemeriksaan kepada rekan-rekan tersangka masih kita lakukan. Termasuk kita juga mendalami waktu dan hari terjadinya aksi teror itu, yang mana bertepatan dengan hari lahir Pancasila,” tuturnya.

Terkait profil pelaku aksi teror yang mengklaim dirinya terafiliasi jaringan ISIS, Kepala BNPT  belum banyak berkomentar. Namun, yang jelas dirinya membenarkan bahwa pelaku A memang terafiliasi jaringan terorisme. (kanalkalimantan.com/tim)

Reporter : tim
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->