Connect with us

INTERNASIONAL

Jasad Perempuan WNI Tewas Dalam Koper di Mekah, Diduga Dibunuh  

Diterbitkan

pada

Ilustrasi kasus pembunuhan. Foto: Pexels/Kat Wilcox
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Penemuan mayat perempuan dalam koper menggegerkan sebagian warga Kota Suci Mekah, Arab Saudi. Mayat dalam koper itu ditemukan tepatnya di jalan lingkar keempat daerah itu.

Melansir laman Gulf News, Minggu (29/11/2020) seorang warga yang sedang berjalan-jalan di sekitar tempat kejadian menemukan sebuah koper besar tertinggal di pinggir jalan.

Warga tersebut kemudian menaruh curiga dan membuka isi tas koper tersebut. Ia terkejut ketika menemukan jenazah tersimpan di koper tersebut.

Warga yang menemukan jenazah tersebut langsung melaporkan temuannya kepada polisi di sekitar tempat kejadian.



 

Menurut investigasi awal pihak berwenang mengungkapkan bahwa jasad tersebut adalah warga negara Indonesia, berusia 24 tahun.

Menurut pihak sponsor yang mengetahui identitas mayat itu, si perempuan sempat tidak masuk kerja selama beberapa hari.

Jaksa Penuntut Umum Mekah menerima dokumen kasus untuk menyelesaikan investigasi guna mengungkap penyebab kematian.

Kasus penemuan mayat di jalan raya juga pernah terjadi di tahun 2018 yang cukup menghebohkan dunia, di mana langsung terjadi tiga kasus dalam sebulan.

Seperti diwartakan Khaleej Times, temuan mayat pertama terjadi di Provinsi Asir pada bulan Oktober 2018. Jenazah ditemukan terikat di ranjang yang terletak di tengah jalan.

Jenazah kedua, diketahui sebagai warga Ethiopia, ditemukan di Provinsi Dayer Bani Malik pada 12 Oktober. Sementara mayat terakhir ditemukan di jalanan di kaki gunung Azza. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

INTERNASIONAL

WHO Nobatkan Madinah Sebagai Kota Tersehat di Dunia, Ini Alasannya

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

WHO menetapkan Madinah sebagai kota paling sehat di dunia Foto: tempo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menobatkan Madinah sebagai kota tersehat di dunia. Akreditasi dari WHO diraih setelah tim dari organisasi kesehatan dunia ini mengunjungi Madinah dan menyatakan kota tersebut memenuhi standar sebagai kota sehat.

Dikutip dari Arabnews, Sabtu (23/1/2021), Madinah diyakini sebagai kota pertama dengan populasi lebih dari dua juta yang mendapat pengakuan tersebut. Upaya pemerintah kota Madinah untuk mendapatkan pengesahan sebagai kota tersehat di dunia mendapat dukungan dari warganya.

Sebanyak 22 badan pemerintah, komunitas, lembaga amal, dan relawan ikut membantu mempersiapkan kota tersebut untuk mendapatkan akreditasi dari WHO.

Pemerintah kota Madinah secara khusus membentuk sebuah Komite yang diketuai oleh Presiden Universitas Taibah, Dr. Abdul Aziz Assarani, yang mengawasi 100 anggota yang mewakili 22 badan tersebut.



 

Sejumlah kriteria telah disiapkan sebelumnya, termasuk dengan tujuan memenuhi target yang ditetapkan oleh Proyek Strategi Wilayah Madinah dan peluncuran program “Kota Manusiawi”.

“Kota yang sehat adalah kota yang terus-menerus menciptakan dan meningkatkan lingkungan fisik dan sosialnya, serta memperluas sumber daya komunitas, yang memungkinkan penduduknya saling mendukung satu sama lain dalam menjalankan semua fungsi kehidupan dan berkembang secara maksimal,” kata WHO dilansir di Arab News. (Kanalkalimantan.com/kompas)

Reporter : Kanalkalimantan.com/kompas
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

INTERNASIONAL

Militer AS akan Sidangkan Tersangka Bom Bali di Guantanamo

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Militer AS akan Sidangkan Tersangka Bom Bali di Guantanamo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Setelah penundaan yang tidak ada penjelasan, Pentagon pada Kamis (21/1) mengumumkan rencana untuk melanjutkan pengadilan militer bagi tiga orang yang diduga terlibat pengeboman mematikan di Indonesia, pada 2002 dan 2003. Ketiganya ditahan di pangkalan AS di Teluk Guantanamo, Kuba.

Seorang pejabat senior hukum militer menyetujui sejumlah tuntutan yang tidak diancam hukuman mati, yaitu konspirasi, pembunuhan, dan terorisme terhadap ketiga tersangka tersebut. Ketiganya telah ditahan oleh pemerintah AS selama 17 tahun atas dugaan peran mereka dalam pengeboman klub malam di Bali pada 2002 dan setahun kemudian pengeboman Hotel JW Marriott di Jakarta.

Hambali sekitar 6 bulan yang lalu. (Foto: ICRC)

Hambali sekitar 6 bulan yang lalu. (Foto: ICRC)

Melansir berita dari Associated Press, waktu pengajuan dakwaan, yang telah diajukan di bawah Presiden Donald Trump tetapi belum diselesaikan, mengejutkan kuasa hukum untuk ketiga tersangka itu. Dakwaan itu juga tampaknya bertentangan dengan niat Presiden Joe Biden untuk menutup pusat penahanan.

Jenderal Lloyd Austin, calon Biden untuk menjadi menteri pertahanan, pekan ini menegaskan kembali niatnya untuk menutup Guantanamo kepada komite Senat yang membahas pencalonannya.



“Waktunya di sini sudah jelas, satu hari setelah pelantikan,” kata Mayor Korps Marinir James Valentine, pengacara militer yang ditunjuk untuk ketiganya. “Ini dilakukan dalam keadaan panik sebelum pemerintahan baru bisa diselesaikan.”

Seorang juru bicara komisi militer tidak segera memberi komentar. Komisi militer itu selama bertahun-tahun dililit gugatan hukum yang sebagian besar berkisar pada perlakuan brutal terhadap para tersangka selama dalam tahanan sebelumnya di fasilitas penahanan milik Badan Intelijen Pusat (Central Intelligent Agency/CIA), tidak segera berkomentar.

Jaksa militer mengajukan tuntutan terhadap Encep Nurjaman atau yang dikenal dengan nama Hambali, dan dua orang lainnya pada Juni 2017. Kasus tersebut ditolak oleh pejabat hukum Pentagon yang dikenal sebagai otoritas sidang karena alasan yang tidak diungkap kepada publik.

“Kasus mereka gagal. Saya tidak bisa memberi tahu Anda alasannya karena itu dirahasiakan,” kata Valentine, bagian dari tim hukum yang membela Hambali.

Pengacara Hambali, James Valentine dan Anggota Tim Pengacara Muslim Achmad Michdan saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Sabtu (16/3/2019). (Foto: VOA/Sasmito)

Pengacara Hambali, James Valentine dan Anggota Tim Pengacara Muslim Achmad Michdan saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Sabtu (16/3/2019). (Foto: VOA/Sasmito)

Karena sekarang otoritas persidangan telah menyetujui dakwaan, AS harus mengajukan tuntutan kepada para tahanan di hadapan komisi militer di pangkalan di Kuba. Persidangan di Guantanamo telah dihentikan oleh pandemi dan tidak jelas kapan akan dilanjutkan.

Hambali diduga sebagai pemimpin Jemaah Islamiyah, afiliasi Al-Qaeda di Asia Tenggara. Pentagon mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat tentang kasus itu bahwa dia bersama Mohammed Nazir Bin Lep dan Mohammed Farik Bin Amin, dituduh merencanakan dan membantu serangan tersebut. Nazir dan Farik berasal dari Malaysia,.

Ketiganya ditangkap di Thailand pada 2003 dan ditahan di tahanan CIA sebelum mereka dibawa ke Guantanamo tiga tahun kemudian.

Pengeboman di Bali pada Oktober 2002 menewaskan 202 orang, kebanyakan turis asing, termasuk 88 warga Australia. Pengeboman Hotel J.W. Marriott di Jakarta pada Agustus 2003 menewaskan 12 orang dan melukai sekitar 150 lainnya. [na/ft]

Editor :  VOA 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->