Connect with us

HEADLINE

Jelang Debat Tatap Muka, Adu Program 3 Paslon Pilkada Banjarbaru!

Diterbitkan

pada

Tigas paslon Pilkada Banjarbaru akan adu program di debat KPU Foto: ist/kpu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Keputusan KPU mempertemukan 3 pasangan calon (paslon) Pilkada 2020 di Kota Banjarbaru dalam debat tatap muka, menjadi momentum krusial di tahapan masa kampanye yang berlangsung hingga 5 Desember mendatang.

Penting bagi masing-masing paslon menyiapkan amunisi berupa program unggulan serta mengangkat isu-isu strategis, demi menarik perhatian publik Banjarbaru dalam gelaran debat nantinya.

Untuk itu, Kanalkalimantan.com lebih dulu akan mengulas “janji-janji politik” yang ditawarkan ketiga paslon, dalam menentukan nasib kota berjuluk Idaman selama 4 tahun ke depan.

 



ISKANDAR-IWANSYAH

Paslon nomor urut 1 yakni duet Gusti Iskandar Sukma Alamsyah – AR Iwansyah, memiliki setidaknya 10 program prioritas demi mewujudkan visi misi mereka.

Ditemui Sabtu (17/10/2020) sore di kediamannya, Calon Wali Kota Banjarbaru, Iskandar menyampaikan bahwa dalam berbagai program yang diusulkann, salah satu sektor utama menyangkut para ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.

“Kita ingin menjadikan ASN di Banjarbaru yang kuat dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Proses rekrutmen ASN itu, kita menggunakan yang namanya kompetensi dan merit sistem. Jadi di lingkungan ASN tidak yang namanya ada kelompok ini atau kelompok itu, tapi orang-orang berkompetensi. Di mata saya sebagai paslon, semua ASN adalah orang-orang yang unggul,” katanya.

Selain itu, Iskandar mengungkapkan program unggulan lainnya ialah di bidang infrastruktur. Ia mendorong pembangunan infratruktur dalam rangka memberikan lapangan kerja bagi masyarakat. Insfratruktur yang dimaksudnya dikombinasikan dengan padat karya dan teknologi.

“Infrastuktur yang kita bangun juga menjadi aksesbilitas semua wilayah untuk memberikan rangsangan pertumbuhan ekonomi baru di Banjarbaru. Jadi jangan di suatu daerah memproduk ekonomi, tapi tidak punya aksesbilitas yang akhirnya malah numpuk di satu titik,” lanjutnya.

Selain itu, paslon berjargon “Kawan Kita” ini juga membuat berbagai program di sektor kesehatan dan pendidikan. Contohnya, peningkatan ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan dan pemberian insentif bagi tenaga kesehatan. Lalu, penyediaan materi belajar secara luring dan daring. Serta memberikan beasiswa kepada santri beprestasi yang berasal dari keluarga tidak mampu.

ADITYA-WARTONO

Di nomor urut 2 yakni paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin – Wartono, memiliki 5 program yang disebut sebagai “Program Juara”.

Calon Wali Kota Banjarbaru, Aditya mengungkapkan di antara ke 5 program tersebut, salah satu yang paling digaungkannya ialah RT Mandiri. Program itu, kata Aditya menjadi komitmenya bersama Wartono dalam membangun kota Banjarbaru dari lingkup pemerintahan terkecil.

Teknis dari program RT Mandiri, jelas Aditya, seraya layaknya program dana desa dan dana kelurahan. Tatkala dirinya terpilih menjadi Wali Kota Banjarbaru, ia akan menyiapkan dan mengalokasikan anggaran yang khusus diperuntukan ke semua RT yang ada di Banjarbaru.

“Nah, dana yang kita alokasikan itu dapat digunakan RT untuk berbagai kegiatan. Contohnya seperti biaya operasional, pembangunan sarana dan prasarana, kegiatan sosial dan keagamaan,” paparnya.

Tak hanya soal peningkatan di lingkungan RT, Aditya mengklaim bahwa program ini juga sekaligu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Banjarbaru. Bersamaan pula, dengan mengurangi jumlah pengganguran.

“Dengan adanya program RT Mandiri ini, semakin banyak pelaku UMKM yang berkembang dan bertumbuh. Apalagi produk-produk hasil UMKM di Banjarbaru itu berpotensi besar masuk ke pasar nasional. Hal ini pula yang membuat semakin terbukanya lapangan pekerjaan di masyarakat,” jelas Aditya.

Selain program RT Mandiri, Aditya – Wartono juga menawarkan 4 program lainnya yang mencangkup berbagai sektor. Seperti, pemberian beasiswa pendidikan tinggi diperuntukan kepada jenjang S1, S2, S3 eksak, non eksak, dan agama untuk masyarakat yang membutuhkan.

Lalu, peningkatan kesejahteraan baik itu UMKM, Honorer, pegawai kontrak, serta para ASN di lingkungan Pemko Banjarbaru. Adapula peningkatan sarana pendidikan, mencangkup prasarana sekolah umum dan sekolah agama, serta kesejahteraan guru agama.

MARTINUS-JAYA

Di nomor urutan buncit atau nomor 3, yakni duet Haji Martinus – Darmawan Jaya Setiawan, yang memiliki sebanyak 11 program.

Seluruh programnya itu didominasi aspek peningkatan. Yakni peningkatan layanan disabilitas dan kebutuhan khusus, peningkatan pertanian perkotaan, peningkatan apresiasi seni budaya, hingga peningkatan sektor layanan masyarakat dengan Mall Pelayanan Publik.

Dalam topik ini, Ketua Tim Pemenangan Emi Lasari yang angkat bicara saat ditemui Kanalkalimantan beberapa waktu lalu. Dijelaskan Emi, seluruh program yang diusung tersebut merupakan komitmen Haji Martinus – Jaya dalam melanjutkan visi misi almarhum Nadjmi Adhani -Wali Kota Banjarbaru periode 2016-2020-.

“Kami sepakat melanjutkan pembenahan terhadap program-program yang sudah ada. Salah satunya progam almarhum Nadjmi Adhani yakni pendidikan berkarakter. Di program yang kami usulkan, adalah pemberian beasiswa bagi anak-anak beprestasi dan tidak mampu,” ujarnya.

Dijelaskan Emi, program tersebut menjadi unggulan, mengingat kondisi ekonomi saat ini terpuruk akibat dampak pandemi Covid-19. Hal itu tentunya sangat menyulitkan kondisi ekonomi banyak pelajar di Banjarbaru.

“Kita ingin kelanjutan pendidikan berkarakter untuk menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Tapi disituasi ini, kita sedang fokus dengan bantuan karena situasi wabah. Maka dari itu kita berbicara soal beasiswa. Kita tidak ingin anak-anak kita putus sekolah. Dan pemberian beasiswa ini adalah solusinya,” imbuhnya.

Tak hanya beasiswa, Haji Martinus – Jaya juga turut mengadopsi progran turunan dari almarhum Najdmi Adhani, berupa pembangunan rumah tahfiz dan pemberian apresiasi siswa tahfiz Al-Quran.

Hingga kini, KPU Banjarbaru belum mengumumkan kapan dilaksanakan debat tatap muka 3 paslon di Pilkada Banjarbaru. Namum berdasarkan informasi terkahir, debat akan diselenggaran pada November mendatang.

Agenda debat tiga paslon di Pilkada Banjarbaru akan digelar sebanyak 3 kali. Untuk debat pertama mempertemukan antar sesama Calon Wali Kota Banjarbaru. Debat kedua antar Calon Wakil Wali Kota Banjarbaru. Lalu, puncaknya di debat ketiga mempertemukan para Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebagai satu pasangan.

Dalam tahapan debat nantinya, KPU Banjarbaru telah menyiapkan 6 tema yang dibahas oleh para kandidat. Yakni;
peningkatan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, peningkatan layanan kepada masyarakat, penyelesaian persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah Kabupaten Kota dengan nasional, memperkokoh kesatuan negara republik indonesia.

“Selain 6 materi debat itu, kita juga menyiap materi khusus. Yaitu tentang kebijakan dan strategi penanganan pencegahan pengendalian Covid-19. Nah, ketiga paslon dapat beradu gagasan dan tindakan untuk bisa menangani Covid-19 dalam materi ini,” ujar Ketua KPU Banjarbaru, Hegar Wahyu Hidayat. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter: Rico
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

HEADLINE

Dua Paslon Pilkada Banjarbaru Aditya-Wartono dan Iskandar-Iwansyah Mendadak Bertemu, Ada Apa?

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pertemuan dua paslon Pilkada Banjarbaru Iskanda-Iwansyah dan Aditya-Wartono Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kamis (22/10/2020) malam, menjadi momentum istimewa bagi dua pasangan calon di Pilkada Banjarbaru. Di tengah perjalanan menuju puncak pesta demokrasi Pilkada 2020, paslon nomor urut 1 dan nomor urut 2 saling bertemu.

Hal itu terjadi tatkala paslon nomor urut 2, Aditya Mufti Ariffin – Wartono, bertandang ke kantor DPC Golkar Banjarbaru untuk menemui paslon nomor urut 1, Gusti Iskadar Sukma Alamsyah – AR Iwansyah.

Pembicaraan hangat menghiasi pertemuan kedua paslon. Beragam topik menjadi pembahasan Iskandar – Iwansyah bersama Aditya – Wartono, sembari menikmati kopi malam. Kadang tertawa, kadang berbisik.

Kepada Kanalkalimantan.com, Aditya mengakui bahwa kedatangannya bersama Wartono untuk menemui paslon nomor urut 1, bukanlah sesuatu yang telah direncanakan. Namun lewat pertemuan ini, dirinya berharap tensi politik di Banjarbaru ikut mencair.



“Pertemuan ini spontanitas, tidak direncanakan. Meskipun kami saling berkontestasi di Pilkada, tapi hubungan silahturahmi harus tetap terjaga. Kami ingin membuktikan bahwa politik di Banjarbaru itu cair,” katanya.

Aditya sendiri menceritakan pertemuannya dengan paslon nomor urut 1 membahas berbagai topik baik seputar Banjarbaru maupun Pilkada. Seperti halnya, membahas berbagai kendala yang dihadapi selama sosialiasi kampanye beberapa waktu terakhir.

“Selain bertanya kabar, kami juga saling tukar pikiran. Ya obrolan-obrolan ringan. Yang jelas kami satu visi untuk membangun Banjarbaru ke depannya. Menurut saya hal seperti inilah yang sepatutnya ditunjukan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu, Aditya juga menegaskan bahwa dirinya bersama duet Iskandar – Iwansyah telah berkomitmen untuk saling mendukung siapapun nantinya yang terpilih memimpin Banjarbar 4 tahun ke depan.

“Kami sepakat akan saling mendukung siapapun yang nantinya terpilih. Kami akan saling mengisi dan berkontribusi membangun Banjarbaru,” tegas Aditya.

Di sisi lain, calon Wali Kota Banjarbaru nomor urut 1, Gusti Iskandar menyambut hangat kedatangan duet Aditya-Wartono. Menurutnya, pertemuan ini sekaligus melepas rasa rindu sesama politikus yang telah lama malang-melintang di kancah perpolitikan.

“Semua tidak lepas dari rasa rindu. Kami semua sahabat dan kami selalu berkomunikasi. Malam ini kami berdikusi banyak hal. Kebetulan kami adalah paslon di Pilkada 2020, jadi sekaligus bertukar pikiran dalam rangka pendekatan kepada masyarakat Banjarbaru,” terangnya.

Bagi Iskandar, dalam gelaran pesta demokrasi tidaklah tabu jika muncul perbedaan. Namun dirinya menegaskan bahwa esensi sebenarnya dalam Pilkada ialah terjalinnya hubungan persahabatan yang semakin erat.

“Siapapun yang menang dan siapapun yang kalah, itu bukan jadi perbedaan dalam menekuni dunia politik. Malam ini kami menunjukan nilai silahturahmi dan sekaligus juga memberikan contoh kepada daerah lain bahwa tensi politik di Banjarbaru itu cair,” tuturnya.

Tak cukup sampai di situ, Iskandar juga mengimbau kepada seluruh kader partai politik maupun tim relawan masing-masing paslon untuk saling bersinergi. Hal itu demi menciptakan suasana Pilkada di Banjarbaru yang aman dan damai.

“Jangan sampai tercipta polarisasi. Masyarakat jangan sampai terkotak-kotak karena mendukung paslon. Di Pilkada ini yang membedakan cuma pilihan, tapi visi setiap paslon sama yakni membangun Banjarbaru,” lugasnya.

Terakhir, Iskandar juga memastikan bahwa pihaknya selalu membukakan pintu selebarnya-lebarnya kepada paslon nomor urut 3 yakni duet Haji Martinus – Darmawan Jaya Setiawan, jika ingin bertemu dan berdikusi dengannya.

Sebagaimana diketahui, baik duet Iskandar – Iwansyah maupun duet Aditya – Wartono kembali akan dipertemukan dalam babak krusial tahapan masa kampanye, yakni debat tatap muka yang diselenggarakan oleh KPU Banjarbaru, November mendatang.

Meskipun di atas podium kedua paslon akan saling beradu program dan strategi, tentu lewat pertemuan pada malam itu, publik Banjarbaru sadar bahwa kontestasi yang berlangsung nantinya tetap berjalan dengan nuansa keakraban. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter: Rico
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

EKSKLUSIF. Tim Pemburu Ghaib Borneo, Menguak Misteri Danau Galauh Cempaka

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Aksi tim pemburu ghaib Borneo mengungkap misteri danau Galauh Foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tim Pemburu Ghaib Borneo kembali beraksi, kali ini para tim menuju ke sebuah danau di kawasan Banjarbaru, yaitu Danau Galauh, Jln Purnawirawan, Kelurahan Palam, Cempaka, Kota Banjarbaru.

Kedatangan para Tim Pemburu Ghaib Borneo kali ini tentu saja ingin mengungkap misteri yang berada di kawasan Danau tersebut, pada Senin (19/10/2020) lalu.

Beredar certia dari masyarakat sekitar, danau tersebut sudah banyak memakan korban. Maka dari itu para Tim Pemburu Ghaib Borneo mau mengungkap misteri di danau tersebut.

Perjalanan di tempuh dari Martapura menuju ke lokasi memerlukan waktu sekitar 50 menit, melewati jalan yang gelap tanpa penerangan. Sebelum menyampai ke lokasi para tim harus melewati jembatan yang terbuat kayu dengan kondisi gelap gulita tanpa ada penerangan satu pun, sehingga membuat suasanya semakin mencekam.



Setelah sampai ke lokasi, para tim terlebih dahulu melakukan doa bersama, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diingikan.

Selesai doa bersama, Ketua Pembutu Ghaib Borneo Riza, melakukan pembukaan gerbang ghaib terlebih dahulu, lalu para tim langsung memasukan salah satu jin yang berada di kawasan tersebut ke dalam tubuh Alfin (sang mediator ).

Jin yang berada di dalam tubuh mediator, mengamuk dan marah. “Mau ngapain kalian di sini,” ungkap mediator yang tubuhnya dimasukin jin.

Para tim tidak langsung terpancing emosi, agar sang mediator bisa diajak komunikasi.

“Saya mau tanya, asal usul terbentuknya danau ini seperti apa,” tanya Riza kepada Mediator.
“Ini dulu bekas pendulangan intan,” sahut Mediator.

Jin yang masuk ke dalam tubuh mediator tersebut terNyata adalah jin penunggu danau tersebut, yang sering berkeliling menjaga danau.

Tiba-tiba saat Riza melakukan komunikasi dengan Alfi (mediator), dari arah belakang, salah satu tim, kemasukan sesosok jin ganas dan langsung menyerang para tim.

Jin tersebut marah. “Ngapain kalian disini, berani sekali kalian masuk sini,” ucap salah satu mediator yang tiba tiba dimasuki jin.

Jin tersebut bungkam berbicara, dan menantang para tim berkelahi. Para tim langsung meladeni tantang tersebut.

Tidak perlu waktu lama, Riza selaku Ketua Tim Pemburu Ghaib Borneo langsung, mengeluarkan jurus, alhasil satu jin terpental.
Satu jin lagi masih melakukan perlawanan dan akhirnya kalah juga, lantas para tim menyuruh jin tersebut untuk memanggil sang Ketua nya.

Mediator bersiap untuk dimasukan salah satu yang diduga ketua dari jin tersebut.

Setelah masuk kedalam tubuh mediator, jin tersebut mengamuk dan langsung menantang para tim berkelahi. “Kalau mau dapat informasi, kalahkan dulu aku,” ucap ketua jin tersebut.

Cuman memakan waktu 15 menit, Riza mampu melumpuhkan sang ketua jin tersebut. Dari ucapa ketua jin tersebut namanya ada Watan.

Karena sering adanya korban serta gangguan dari sosok jin yang ada di kawasan tersebut, sang ketua jin mengatakan, tempat ini kotor, karena banyak orang yang berbuat hal yang tidak sesosonoh. “Maka dari itu kami marah dan ganggui mereka,” ucap nya.

Sang jin tersebut menanyakan kepada Riza, “anak buah saya kamu apakan tadi. Tidak kami apa apakan anak buah kamu,” ucap Riza.

Perlu diketahui para Tim Pemburu Ghaib Borneo juga memilik Chaneel Youtube, yaitu Pemburu Ghaib Borneo. (kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter: Wahyu
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->