Connect with us

Kalimantan Selatan

Jelang Swab Massal 10 Ribu Penduduk di Kalsel, Pegawai di Lokasi Karantina Juga Jalani Swab

Diterbitkan

pada

Swab yang dilakukan di lokasi karantina menjelang pelaksanaan swab massal Foto: Banjarbaru dalam lensa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Berbagai persiapan jelang tes swab massal 10.000 penduduk di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai dilakukan. Salah satunya memastikan kondisi kesehatan seluruh tenaga kerja di tempat khusus karantina terbebas dari Covid-19.

Minggu (2/8/2020) kemarin, para petugas keamanan maupun tenaga kesehatan yang bertugas di tempat karantina khusus di gedung Balai Diklat, Jl Ambulung, telah menjalani tes swab.

“Kita ingin memastikan kondisi SDM kita semuanya sehat. Sehingga, persiapan pelaksanaan tes swab massal nantinya tidak ditemukan kendala,” kata Kepala Karantina Khusus Ambulung, Dr Hera.

Meskipun hasil swab para SDM belum diketahui, Hera memastikan bahwa pihaknya tetap siap memberikan pelayanan maksimal terhadap peserta tes swab massal nantinya.



“Kita akan selalu memberikan pelayanan yang terbaik. Karena itu, kemarin tenaga keamanan juga menjalani tes swab mengingat mereka juga kontak erat dengan para pasien yang saat ini menjalani karantina. Kita tunggu saja hasilnya swabnya seperti apa” aku Hera.

Tak hanya di gedung Balai Diklat Ambulung, kabarnya Selasa (4/8/2020) siang tadi, tes swab juga dilaksanakan di halaman kantor Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Jalan Panglima Batur, Banjarbaru.

Dalam hal ini, pelaksanaan swab dilakukan terhadap jajaran pegawai Apratur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalsel.

Sebagaimana diketahui, Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) akan melaksanakan tes swab massal kepada 10.000 sample penduduk atau spesimen.

Dalam rencana ini, Pemprov Kalsel menggelar persiapan bersama jajaran BNPB, TNI dan Polri. Pelaksanan tes swab massal ini akan dilakukan dalam beberapa pekan ke depan.”Rencananya, tes swab massal ini akan dilaksanakan pada 14 Agustus mendatang,” ujar Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Kalsel, Roy Rizali Anwar.

Swab massal ini bertujuan menemukan sebanyak-banyaknya kasus Covid-19, agar ke depannya angka sebaran kasus Covid-19 di Kalsel bisa dikendalikan. Maka wajar, jika nantinya angka Covid-19 melonjak tajam usai tes swab massal. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kalimantan Selatan

Hari Ini Tambah 52 Kasus Positif, Pasien Sembuh dari Covid-19 di Kalsel Tembus 8.781 Orang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kasus Covid-19 di Kalsel saat ini mencapai 10.289 kasus Foto: grafis yuda
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kasus positif Covid-19 di Kalsel bertambah, kendati tak begitu signifikan. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel pada Selasa (29/9/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Kalsel secara kumulatif telah mencapai 10.289 kasus.

Hingga kini, tercatat ada 1.088 kasus atau 10,6 persen kasus positif Covid-19 di Kalsel yang masih menjalani perawatan. Baik di rumah sakit, maupun di pusat karantina ataupun isolasi mandiri.

“Penambahan positif Covid-19 hari ini sebanyak 52 orang. Berasal dari Kotabaru 24 orang, Banjar 10 orang, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah masing-masing 1 orang, Tanah Bumbu 7 orang, Kota Banjarmasin 2 orang dan Kota Banjarbaru 7 orang” kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel, M. Muslim.

Ditambahkannya, kasus positif Covid-19 yang sembuh juga dilaporkan bertambah. Saat ini sudah ada 8.781 kasus atau 85,3 persen kasus positif Covid-19 yang sembuh.



“Pasien Covid-19 dilaporkan sembuh hari ini sebanyak 56 orang. Yang berasal dari KarantinaKotabaru 1 orang, Karantina Banjar 8 orang, Karantina Hulu Sungai Selatan 2 orang, Karantna Hulu Sungai Tengah 17 orang, Karantina Hulu Sungai Utara 5 orang, Karantina Tabalong 11 orang dan Karantina Kota Banjarbaru 12 orang,” beber Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.

Sedangkan kasus kematian akibat Covid-19 juga kembali bertambah. Total saat ini ada 420 kasus yang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19, dengan case fatality rate (CFR) sebesar 4,08 persen.

“Pasien Covid-19 dilaporkan meninggal 2 orang, masing-masing 1 orang berasal dari Kotabaru dan Tapin,” pungkas Muslim. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

Sektor Perikanan Sempat Terpuruk, DKP Kalsel Kembangan Budidaya Ikan Air Payau

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

DKP akan mengembangkan budidaya ikan air payau menyikapi lesunya sektor perikanan Foto: DKP
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Budidaya perikanan jenis ikan di air payau, seperti bawal bintang, kerapu bebek, kerapu macan dan kakap, kini begitu dilirik oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalsel.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, M Fadhli, Selasa (29/9/2020).

Langkah tersebut menurut dia, juga sekaligus bagian strategi pemulihan ekonomi khususnya di kalangan masyarakat yang bergerak di bidang perikanan. “Ini juga menjadi arahan Gubenur Kalsel dan juga menjadi strategi pemulihan ekonomi masyarakat,” katanya.

Guna menyiapkan hal tersebut, pihaknya terlebih dulu akan membuat demplot -suatu metode penyuluhan- budidaya ikan air payau di tambak. Sebab, selama ini budidaya ikan air payau seperti halnya bawal bintang, hanya dilakukan melalui jaring apung yang dilaksanakan oleh DKP melalui UPTD Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut yang berada di Teluk Tamiyang Kotabaru.



“Rencana kita adalah mengembangkan budidaya ikan jenis air payau melalui tambak milik masyarakat. Nanti kita akan sediakan benih ikan air payau untuk masyarakat agar dibudidayakan di tambak mereka. Penyediaan benih dilakukan di daerah pesisir seperti Tala, Tanah Bumbu, Kotabaru hingga Batola,” tambahnya.

Memang diakui Fadhli bahwa budidaya ikan melalui pengelolaan UPTD telah sukses memanen 1 ton lebih ikan bawal bintang. Kendati demikian, pemasarannya ikan tersebut mengalami kendala pasca merebaknya pandemi Covid-19.

“Dan sesuai arahan pimpinan, hasil panen bawal bintang itu dibagikan secara gratis untuk meningkatkan imun tubuh selama pandemi,” akunya.

Sepinya pemasaran ikan ini juga turut menjadi sorotan DKP Provinsi Kalsel. Tak adanya pembeli lokal di masa pandemi, sempat mengakibatkan hasil panen ikan mengalami penumpukan.

Berdasarkan data, saat awal terjadinya pandemi Covid-19 di Kalsel antara Maret – Juni, terjadi penumpukan ikan hasil tangkapan sebanyak 300 ton yang tersebar di pelabuhan perikanan Batulicin, Kotabaru dan Banjaraya Banjarmasin.

“Tapi kita liat saat ini kondisi perdagangan perikanan di Kalsel mulai lancar. Untungnya ada pembeli luar daerah yang mau membeli setelah itu dan pihak Dinas juga membuat surat agar distribusi perikanan tak terhambat selama masa PSBB,“ terangnya.

Di sisi lain, Fadhli juga mengimbau kepada masyarakat yang bergerak di bidang perikanan baik penangkap, budidaya maupun pengolahan agar tetap semangat bekerja dalam meningkatkan produksi. “Saat pandemi seperti sekarang, Masyarakat justru sangat membutuhkan protein hewani dari ikan untuk menjaga imun tubuhnya,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->