Connect with us

Kabupaten Kapuas

Jembatan di Desa Lamunti Baru Nyaris Ambruk, Warga Minta Perbaikan

Diterbitkan

pada

Kondisi jembatan di Desa Lamunti Baru yang rusak parah.Foto : ags Editor : bie
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS – Jembatan yang menghubungkan akses jalan Desa Lamunti Baru Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, Kalteng butuh perhatian pemerintah daerah.

Pasalnya, kondisi jembatan sudah rusak nyaris ambruk dan membuat warga yang melintasi khawatir tiba-tiba celak. Hal ini
disampaikan pemerintah desa Lamunti Baru, pada bahu jembatan yang terbuat dari papan mulai bolong dan sebagiannya lagi banyak patah.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang melintas di jembatan tersebut baik roda dua maupun roda empat atau pejalan kaki harus ekstra hati-hati. Bila tidak bisa membahayakan nyawa sebab sungai di bawah jembatan itu sangat dalam.



Kendati demikian, sampai saat ini belum terlihat dilakukan ada rencana perbaikan. Padahal jembatan tersebut merupakan akses penting kelancaran aktifitas mayarakat karena letaknya yang berada di jalan lintas desa Lamunti Baru.

Kepala Desa Lamunti Baru, Redethal mengatakan, jembatan tersebut sudah rusak, banyaknya lubang yang ada di badan jembatan membuat pengguna jalan harus hati-hati, sebab kalau jatuh langsung cidera.

Menurutnya, ini harus segera diperbaiki karena kalau dibiarkan maka dalam waktu dekat rusaknya akan semakin parah. “Karena jembatan yang digunakan adalah peninggalan eks PLG tahun 1997 hingga sekarang sudah tidak layak dilalui,” beber Kades Lamunti Baru. Jumat (20/11/2020).

Sementara, keluhan yang sama juga dirasakan oleh Tedi warga desa setempat sebagai pengguna jalan. Kepada kanalkalimantan, Tedi menjelaskan bahwa Pemkab Kapuas lambat dalam mengatasi persoalan ini. Padahal bila ini dibiarkan berlarut-larut maka aktifitas masyarakat terganggu terlebih nyawa bisa menjadi taruhan.

“Kami Pemerintah Desa Lamunti Baru mengajukan profosal permohonan perbaikan jembatan kepada pemerintah kapuas melewati dinas terkait agar bisa melihat dan paling tidak melakukan perbaikan agar tidak menggangu aktifitas msyarakat juga tidak mengancam para pengendara dan pejalan kaki yang melintas,” katanya. (kanalkalimantan.com/ags)

 

 

Reporter : Ags
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Kabupaten Kapuas

Raih Keuntungan Kala Pandemi, Warga Lamunti Baru Berhasil Beternak Puyuh

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Usaha ternak puyuh yang dikembangkan warga desa Lamunti Baru. Foto : ags
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS – Burung Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang dan memiliki ukuran tubuh relatif kecil. Saat ini banyak masyarakat yang mulai berternak burung puyuh karena merupakan usaha yang menjanjikan dan menguntungkan, sebab seluruh bagian dari puyuh bisa menambah penghasilan ekonomi.

Mulai dari telur dan dagingnya yang memiliki nilai jual tinggi dan mempunyai rasa juga gizi tinggi, bulu puyuh bisa juga diolah sebagai bahan kerajinan tangan, serta kotoran puyuh biasa dimanfaatkan sebagai pupuk kandang atau pupuk kompos.

Kaewadi, warga desa Lamunti Baru, salah seorang peternak puyuh mengatakan awalnya niat untuk beternak burung puyuh didapat saat dirinya mengunjungi peternakan puyuh milik seorang teman.



“Awalnya saya tertarik melihat usaha puyuh milik teman yang berhasil karena sudah menghasilkan telur, dan permintaan telur puyuh di pasaran juga terhitung tinggi. Jadi sebelum memulai saya mulai mempersiapkan segalanya, mulai dari dana yang harus dikeluarkan, modal, belajar bagaimana cara perawatannya, juga termasuk bagaimana dengan keuntungan, pemasaran, dan kerugian ke depannya,” jelas Kaewadi.

Dikatakannya, saat ini puyuh yang dimiliknya mencapai 1.000 ekor dan hampir mencapai usia produktif karena sebentar lagi akan bertelur.

“Tidak ada kesulitan saat merawat burung puyuh ini. Kendalanya hanya cuaca dingin, jadi kita menyiasatinya dengan memakai lampu yang selalu menyala. Saya hanya harus ekstra disiplin dalam pemberian pakan, membersihkan kandang, dan pemberian vitamin sebagai antibodi agar tidak terserang penyakit unggas,” tambah Kaewadi.

Sementara itu, kepala desa Lamunti Baru, Redethal mengatakan sangatlah mendukung usaha peternakan di desa yang dipimpinnya, karena ternak burung puyuh salah satu usaha yang cukup menjanjikan,” terang Redethal, Rabu (2/12/2020).

“Kami selaku pemerintah desa Lamunti Baru sangat mendukung usaha tersebut. Usaha peternakan burung puyuh milik warga kami, dapat dikembangkan melalui Bumdes Lamunti Baru,” harapnya.

Redethal menjelaskan untuk pemasarannya sendiri terhitung cukup mudah. “Soalnya telur puyuh ini merupakan makanan yang dikonsumsi rumah tangga, jadi banyak permintaan dari pasar akan selalu ada,” ujar Kades Lamunti Baru. (kanalkalimantan.com/ags)

 

Reporter : Ags
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Kapuas

Cabuli Keponakan yang Masih di Bawah Umur, RK Ditangkap Satreskrim Polres Kapuas

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

pelaku pencabulan gadis bawah umur diamankan polisi Foto: Dok
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN. COM, KUALA KAPUAS – Satuan Reskrim Polres Kapuas berhasil meringkus RK (30) asal Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, Kalteng. Ia diperiksa Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kapuas atas kasus pencabulan, Minggu (29/11/2020) pukul 23.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Kapuas AKP Kristanto Situmeang menyampaikan sebelumnya Unit PPA Satreskrim Polres Kapuas menerima laporan dari keluarga korban yang tidak terima atas perbuatan pelaku kepada putrinya yang baru berumur 11 tahun.

Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti melalui Kasatreskrim Polres Kapuas saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur.

“Benar, saat ini pelaku telah kita amankan dan dalam proses pemeriksaan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Kapuas,” ucap Kasat Reskrim, Senin (30/11/2020).



Berdasarkan informasi yang didapat, pada hari Selasa (24/11/2020) pukul 18.00 WIB, pelaku menyuruh teman korban untuk membawa korban masuk ke rumah pelaku. Saat korban masuk pelaku yang tidak lain masih paman korban langsung menutup pintu rumahnya dan menutup mulut korban dengan tangannya.

Lanjut Kasat, pelaku pun langsung melakukan aksi bejatnya dengan bujuk rayu dan memberikan uang agar bisa melakukan pencabulan terhadap korban dengan memegang kemaluan korbannya.

“Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Kapuas, dan untuk memperjawabkan perbuatannya pelaku kita jerat dengan Pasal 82 ayat 1 UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancama pidana maksimal 15 tahun penjara,” jelas Kasat Reskrim. (Kanalkalimantan.com/ags)

Reporter : Ags
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->