Connect with us

KRIMINAL BANJAR

Jual Tuak, Ibu Rumah Tangga Ditangkap Polisi di Sungai Sipai

Diterbitkan

pada

Polsek Martapura Kota menangkap BA (42), seorang ibu rumah tangga karena menjaul tuak. Foto: polsek martapura kota
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Personel Polsek Martapura Kota mengamankan seorang perempuan yang kedapatan menjual minuman oplosan jenis tuak, Kamis (19/11/2020) pukul 09:00 Wita. Ibu rumah tangga adalah BA (42) diamankan polisi di kediamannya di jalan Damai RT 002 RW 001, Desa Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.

Kapolsek Martapura Kota AKP Suroto melalui Kanit Reskrim Polsek Martapura Kota Iptu B Munthe mengatakan, kalau pihaknya telah mengamankan seorang ibu rumah tangga yang kedapatan menjual minuman oplosan jenis tuak di sebuah rumah.

 

“Kami telah mengamankan satu orang ibu rumah tangga berusia 42 tahun di rumahnya, karena kedapatan menjual tuak,” ujar Munthe kepada Kanalkalimantan.com.



 

Dari dalam rumah pelaku itu, polisi menemukan barang bukti minuman oplosan tuak sebanyak 40 liter di dalam dua jerigen yang sudah terbungkus oleh plastik.

“Dari dalam rumah pelaku, kita berhasil mengamankan, sebanyak 40 liter tuak di dalam dua jerigen 20 liter yang sudah terbungkus plastik gula 1 kilogram,” tuturnya.

Tertangkapnya pelaku saat polisi melaksanakan giat Operasi Sikat Intan 2020, setelah mendapat laporan dari masyarakat kalau di daerah Sungai Sipai ada orang yang menjual minum-minuman oplosan tuak.

“Saat kita melaksanakan Operasi Sikat Intan, kita menenerima laporan dari masyarakat kalau ada orang yang menjua tuak. Mendapat laporan tersebut, kita langsung bergerak cepat menunju TKP,” ucap Munthe.

Saat ini pelaku sudah kita amankan di Mapolsek Martapura Kota guna mempertanggung jawabkan perbuatanya. Pelaku dijerat dengan pasal Tipiring Perda Kabupaten Banjar nomor 6 tahun 2017 tentang perubahan atas Perda nomor 15 tahun 2014 tentang pengaturan minuman beralkohol, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan zat adiktif lainnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

KRIMINAL BANJAR

Sipir Perempuan Dijambret saat Hendak Kerja, Pelaku Dipengaruhi Oplosan Obat Batuk Cair

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sepeda motor matik bongsor yang dipergunakan pelaku saat beraksi. Foto: polsek karang intan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Seorang perempuan sipir Lapas Narkotika Kelas II Karang Intan, Alyssa Royani menjadi korban penjambretan pada Senin (1/12/2020) kemarin.

Pelaku adalah EI, pemuda berumur 20 tahun, tercatat sebagai warga desa Pulau Kerasian Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru.

Korban kepada kanalkalimantan.com, Alyssa Royani menceritakan kronologis saat dirinya menjadi korban jambret. Ketika itu Alyssa Royani mau berangkat kerja sekitar pukul 08.00 Wita melintas di jalan Ir PM Noor, Desa Padang Panjang, Kecamatan Karang Intan, ada seorang pria yang mengenmdari Yamah Nmax warna hitam.

“Pria tersebut terus mengikuti dan mendempet di samping saya,” ucapnya kepada kanalkalimantan.com, saat ditemui di Lapas Karang Intan, Rabu (2/12/2020).



Pelaku jambret EI di tahanan Mapolsek Karang Intan, setelah aksinya gagal menjambret tas petugas Lapas Karang Intan. Foto: polsek karang intan

“Karena saya takut, saya terus menambah kecepatan sepeda motor saya, pria tersebut juga menambah kecepatanya. Ketika, saya liat di spion motor, pria tersebut tidak ada lagi, tak tahunya pria tersebut sudah berada di samping saya, dan mengambil tas milik saya,” tuturnya.

Tak menyerah begitu saja, sipir Lapas Karang Intan ini mempertahankan tas miliknya yang mau diambil pria tersebut, karena saling tarik-menarik membuat pria tersebut terjatuh.

“Saya pertahankan tas milik saya, tepat di tikungan Kosambi Desa Padang Panjang, saya bersama pria tersebut masuk ke dalam semak-semak, beruntung saat itu saya tidak terjatuh, hanya pria tersebut yang terjatuh,” ujarnya.

Tas tersebut digendong Alyssa Royani di bahu sebelah kanan, dan di dalam tas tersebut berisi handphone, dompet dan sejumlah surat surat penting lainnya.

“Kebetulan pada saat kejadian tersebut, pak Sugito (Kalapas Narkotika Kelas II Karang Intan, red) melewati jalan tersebut, sehingga pelaku tersebut langsung dibawa ke Mapolsek Karang Intan,” cerita Alyssa Royani.

Lucunya, pada saat diintrogasi polisi di Mapolsek Karang Inta, El malah mengaku kalau korban tersebut merupakan adik kandungnya, tentu hal ini langsung ditepis oleh Alyssa Royani.

“Saya tidak kenal sama orang itu, dan orang itu bukan kakak saya,” tegasnya.
Sementara itu, Kalapas Narkotika Kelas II Karang Intan Sugito mengimbau kepada seluruh anggota dan seluruh jajaran, lebih waspada dan berhati-hati dalam melakukan perjalanan, pergi maupun pulang dari kantor.

“Khusus untuk petugas wanita agar dalam perjalanan, khusunya di tempat yang rawan, kalau bisa jangan sendirian, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Peristwa kali ini, baru pertama kali terjadi yang menimpa salah satu petugas kami,” aku Kalapas.
Terkait kasus ini, pelaku sudah diserahkan kepada pihak Polsek Karang Intan untuk proses hukum.

Sekadar diketahui akses jalan menuju Lapas Narkotika Kelas II Karang Intan, jalannya rusak dan saat malam hari gelap gulita, sehingga jalan tersebut menjadi rawan tindak kejahatan.

“Harapan kami sebagaimana kita ketahui akses jalan menuju Lapas Narkotika ini, maupun menuju Karang Intan, kondisi jalan rusak, dan tidak ada penerangan jalan kalau malam hari, lampu jalanya tidak ada yang menyala sama sekali, gelap gulita,” bebernya.
Ia menambahkan, kondisi tempat yang sunyi, cukup rawan bagi petugas Lapas dalam melaksanakan tugasnya, maupun masyarakat sekitar yang melintas.

Sementara itu, ditemui Kanalkalimantan, Kanit Reskrim Polsek Karang Intan Aipda Yohanes Suparjo mengatakan, kondisi pelaku penjambret saat melakukan aksi itu dalam keadaan mabuk. “Dari keterangan pelaku, pelaku mabuk dengan meminun obat batuk Komix sebanyak 15 sachet,” kata Aipda Suparjo. Akibat kondisi pelaku di bawah sadar pengaruh oplosan obat batuk cair itu, siapa saja yang pelaku lihat dianggap itu adalah adiknya.

“Karena kondisi pelaku mabuk, petugas kita juga kemarin sempat dibilang sama pelaku, kamu adikku ya,” tuturnya.
Terbukti saat dimintai keterangan, pelaku menjawab tidak jelas, sehingga menunggu kondisi pelaku EL sadar.

“Masih kami mintai keterangan terhadap pelaku, kondisi pelaku saat ini sudah mulai sadar, tapi alibi pelaku masih berbelit-belit memberikan keterangan ke polisi. Alasan pelaku mau pergi ke Pelaihari, sedangkam jalur menuju Pelaihari bukan jalurnya,” katanya.
Ia menambahkan, pelaku mengaku, katanya mau mengingatkan terhadap korban agar hati hati membawa tas, tapi nyata pelaku malah mau merampas tas tersebut.

“Saya mengimbau kepada seluruh warga, hati hati dalam membawa barang berharga, dan jangan terlalu mencolok, baiknya disimpan di dalam jok motor dulu baru diambil, juga jangan ditinggal di dalam jok,” tandasnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

KRIMINAL BANJAR

Diduga Menjambret Pegawai Lapas Narkotika, EI Terjatuh saat Hendak Kabur

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

El terduga pelaku jambret yang diamankan warga. foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Seorang pria diamankan warga, diduga pria tersebut melakukan penjambretan di Kusambi, Desa Padang Panjang, Kecamatan Karang Intan, ke seorang korban yang bekerja di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Karang Intan, Selasa (1/12/2020).

Pelaku adalah EI (20) warga Pulau Kerasian, RT 01, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kotabaru.

Kapolsek Karang Intan Iptu Imam Sayuti, membenarkan, ada seorang pria yang diduga melakukan penjambretan dan berhasil diamankan warga.

“Iya benar, ditangkap masyarakat pas jatuh saat mau kabur,” ucap Iptu Imam Sayuti kepada Kanalkalimantan.com.



 

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Polsek Karang Intan, masih melakukan proses lidik tertahadp pelaku yang diduga melakukan penjambretan.

“Kita masih lakukan lidik sidik terhadap pelaku di Mapolsek Karang Intan,” tutupnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->