Connect with us

Hukum

Kabur dari Lapas Sejak Januari, Harliansyah Diringkus Sedang Tidur Nyenyak

Diterbitkan

pada

Tersangka Harliansyah yang ditangkap polisi usai kabur dari Lapas Foto: istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

TANJUNG, Upaya tak kenal lelah Tim Lapas Kelas III Tanjung akhirnya membuahkan hasil dengan meringkus kembali Narapidana yang melarikan diri  pada 31 Januari 2019. Ialah Harliansyah yang memanfaatkan tugasnya saat membersihkan halaman Lapas beserta Warga Binaan lainnya dan nekat melakukan aksi melarikan diri dan langsung kabur dari Lapas.

Melalui pencarian yang cukup panjang, Petugas Tim Pencarian Lapas Kelas III Tanjung dan anggota personil Polsek Daha Selatan di rumah tersangka pada Minggu (12/5) di daerah Daha Selatan, Nagara, Hulu Sungai Selatan.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv PAS) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Selatan Alfi Zahrin , dalam Laporan yang berhasil dihimpun berdasarkan data Laporan Pelarian dari Lapas Kelas III Tanjung menceritakan kronologis kaburnya tersangka, saat kejadian pelaku bersama tujuh Warga Binaan lainnya diberikan tugas membersihkan halaman depan Lapas dan pengecatan pintu gerbang P2U.

“Namun pada saat kembali ke dalam blok tahanan didapati jumlah Warga Binaan kurang satu orang, maka langsung dilakukan Apel penghuni darurat dan benar jumlah Warga Binaan kekurangan satu orang dari total 244 orang,” ujarnya.

Tim dari Kasubsi Kamtib dan petugas Lapas Kelas III Tanjung yang ada segera melakukan pencarian namun pelaku sudah tidak ada. Selanjutnya, pada Sabtu 11 Mei 2019 salah satu petugas Lapas yang kebetulan berdomisili sama dengan pelaku mendapatkan informasi bahwa Harliansyah berada di kediamannya.

Menerika informasi tersebut, petugas yang mendapatkan laporan berkoordinasi dengan Kasubsi Kamtib yang melaporkan langsung kepada Kalapas Kelas III Tanjung dan membentuk Tim Khusus Pencarian.

Tim Pencarian langsung menuju alamat domisili pelaku dan berkoordinasi dengan Polsek Daha Selatan untuk meminta bantuan personilnya dalam penyergapan di kediamannya. Sesampainya di lokasi tim langsung mengatur strategi bersama personil Polsek Daha Selatan untuk segera melakukan penangkapan dikediaman pelaku, dimana saat mendatangi rumah Harliansyah sedang kedapatan tertidur di rumahnya.

“Dengan sigap Tim Pencarian lapas Kelas III Tanjung beserta Tim dari Polsek Daha Selatan langsung melakukan penyergapan dan berhasil memborgol tersangka,” pungkas Kadivpas Kemenkumham Kalsel.

Harliansyah langsung di bawa ke Polsek Daha Selatan untuk melaporkan tertangkapnya tersangka setelah melakukan aksi melarikan diri, setelah dilaporkan si buronan ini kembali dibawa ke Lapas Kelas III Tanjung.(rico)

Reporter:Rico
Editor:Cell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Hukum

Pernah Tes Urine Narkoba di Basarnas Banjarmasin, Kepala Kantor Basarnas: Waktu Itu Tidak Ditemukan Ada Pegawai Positif

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Penangkapan IS (36) seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Basarnas Banjarmasin atas dugaan pemakaian narkoba, mengejutkan seluruh unsur jajaran di Lembaga pemerintah non kementrian tersebut.

Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin Sunarto mengaku tak menyangka bahwa ASN di Basarnas Banjarmasin tersebut tersandung penyalahgunaan narkotika. Mengingat, IS dalam kesehariannya berkerja selayaknya petugas yang taat aturan.

“Kesehariannya bekerja dan aktifitasnya di sini berjalan baik. Siaga piket juga selalu masuk. Memang kita tidak memonitoring secara langsung kegiatannya di luar, tapi saya tidak menduga kejadian ini,” akunya, Selasa (2/6/2020) siang.

Baca juga: BREAKING NEWS. Oknum ASN di Basarnas Banjarmasin Ditangkap, Diduga Tersandung Kasus Narkoba

Sebenarnya antisipasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja, kata Sunarto, selalu dilakukan dengan melakukan tes urine. Dalam hal ini, Basarnas Banjarmasin menggandeng pihak BNN.

“Dua bulan lalu, bersama BNN kita mengadakan tes urine. Tapi saat itu hasilnya petugas kita tidak ada yang dinyatakan mengkonsumsi narkoba. Makanya, saya kaget dengan kejadian ini,” lanjut Sunarto.

Seperti yang diberitakan, IS ditangkap Satres Narkoba Polres Banjarbaru, pada Senin (1/6/2020) kemarin. Informasi yang dihimpun, IS menjabat di bidang humas Kantor Basarnas Banjarmasin, ditangkap di pinggir jalan, usai membeli serbuk kristal dari seorang pengedar. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Hukum

Sejumlah Perusahaan Tambang Tak Bayar Pajak Puluhan Triliun ke Negara

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Di Kalimantan Ada Penambangan Dilakukan di Belakang Kantor KPU.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Mantan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Foto: Tangkapan layar live streaming Youtube Penutupan Sidang Rakyat
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Eks pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengungkapkan sejumlah perusahaan tambang mineral dan batu bara menunggak pembayaran royalti, penerimaan negara bukan pajak/PNBP kepada negara. Tunggakan pajak perusahaan-perusahaan tambang itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang.

Hal tersebut dibeberkan Laode dalam Sidang Paripurna Pembacaan Putusan dan Penutupan Sidang Rakyat dengan topik Membatalkan Undang-undang Minerba yang baru melalui live streaming, Senin (1/6/2020).

“Waktu saya di KPK masih ada puluhan triliun pajak/PNBP yang belum mereka bayar sampai sekarang,” kata Laode.

Dia mengkritisi UU Minerba yang baru hasil produk pemerintah dan DPR tersebut. Sebab Uu tersebut merugikan rakyat dan bernuansa melanggengkan perusakan lingkungan oleh perusahaan tambang minerba di tanah air.

Banyak permasalahan yang dilahirkan dari eksploitasi pertambangan selama ini. Mulai dari masalah kerusakan lingkungan, konflik lahan antara perusahaan dengan masyarakat dan sebagainya.

“UU Minerba yang baru itu juga tidak menjawab masalah keadilan antara pusat dan daerah,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, Uu yang baru tersebut lebih menguntungkan investor pertambangan. Banyak perusahaan tambang di berbagai daerah yang izin AMDAL-nya bermasalah.

“Bahkan di Kalimantan, ada penambangan dilakukan di belakang kantor KPU. Lalu di Sulawesi lokasi tambangnya di lingkungan sekolah,” katannya.

Dia menambahkan, pada tahun lalu saat masih menjabat Wakil Ketua KPK, pihaknya menerima laporan 10 perusahaan tambang bonafit izin kontrak karyanya berakhir pada akhir 2019 dan 2020. Sementara itu Uu Minerba yang baru justru memfasilitasi dan memudahkan para perusahaan tambang tersebut untuk bebas untuk mengeksploitasi alam berikutnya.

“Jadi presiden dan DPR tidak memihak lingkungan dan kepentingan rakyat,” katanya. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Hukum

Bawa Sabu, Eka Diamankan Satresnarkoba Polres Kapuas

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Eka, terduga pelaku tindak pidana narkotika yang diamankan Satresnarkoba Polres Kapuas. Foto: polres kapuas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, KUALAKAPUAS – Satresnarkoba Polres Kapuas mengamankan terduga pelaku tindak pidana narkotika, Minggu (31/5/2020) pukul 14.00 WIB di pelabuhan speedboat.

Kasat Resnarkoba Polres Kapuas, Iptu Suherman menyampaikan, tersangka Eka (27) warga Jalan Safillah RT01 Kelurahan Bahaur Hulu, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulangpisau, Kalteng.

“Eka ditangkap di pelabuhan speedboat jurusan Kapuas-Pangkoh bersama beberapa barang bukti berupa sabu,” kata Kasat Resnarkoba.

Saat di geledah, polisi menemukan satu paket plastik klip kecil berisi kristal bening diduga sabu dengan berat bruto 0,21 (nol koma dua satu) gram, di dalam satu buah tas warna merah muda.

Ia menambahkan, setelah ditemukan benda haram itu Eka langsung dibawa ke Mapolres Kapuas guna penyelidikan dan mengembangkan asal narkoba yang dimiliki.

“Masih dikembangkan, dan dia (Eka) sudah ditahan sel tahanan Mapolres Kapuas dan kenakan pasal 114 (1) jo pasal 112 (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” pungkas dia. (kanalkalimantan.com/agus)

Reporter : Agus
Editor : Dhani

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->