Connect with us

PULPIS

Kabut Asap makin Pekat, Dewan Imbau Disdik Atur Jam Belajar Siswa

Diterbitkan

pada

Anggota DPRD Pulang Pisau, Amilson. Foto: sjy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PULANG PISAU, Beberapa hari ini masyarakat Kabupaten Pulang Pisau (pulpis) dibuat kerepotan oleh kabut asap akibat dari kebakaran lahan yang terjadi di banyak wilayah. Bahkan pada jelang pagi dan sore, kabut terasa kian pekat hingga terasa perih mata dan mengganggu pernafasan.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Pulang Pisau Amilson mengaku ikut prihatin. “Ikut prihatin ya terutama dampaknya bagi aktifitas masyarakat yang bekerja di lapangan. Selain itu juga sangat mengkhatirkan bagi anak-anak yang sekolah,” ungkap Amilson usai kegiatan dewan.

Politisi Partai Nasdem ini juga mengimbau agar orang tua dan pihak sekolah memperhatikan kondisi kesehatan anak sekolah, misalnya dengan memberikan masker dan mengurangi aktivitas diluar ruangan. Selain itu asupan gizi dan makanan juga menurutnya perlu diperhatikan agar kondisi anak-anak tetap tahan di musim kabut yang dapat membuat gangguan ISPA (infeksi  saluran pernapasan akut).

“Kita juga menghimbau pada pihak sekolah dan dinas Pendidikan agar memperhatikan kondisi kabut yang terjadi. Jika memang tidak memungkinkan untuk beraktivitas, rasanya perlu di ambil kebijakan terkait jam masuk dan jam belajar. Karena sepertinya kabut asap ini hampir merata di semua wilayah Pulang Pisau, ini jadi perhatian bersama agar jangan sampai ada yang malah jatuh sakit nantinya,” tukasnya. ( Sjy)

Reporter : Sjy
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

PULPIS

Masih Asri, Hutan Desa Tangkahen Mulai Dilirik Turis Asing

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sebagai pelengkap fasilitas wisata hutan Desa Tangkahen di lengkapi dengan keberadaan rumah Pohon
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PULANG PISAU, Belakangan ini, nama Desa Tangkahen di Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau banyak diperbincangkan. Pasalnya daerah paling hulu Pulpis yang berbatasan dengan Kabupaten Gunung mas ini disebut-sebut memiliki potensi wisata alam yang masih asri.

Tidak hanya menarik perhatian wisatawan lokal, beberapa turis seperti dari Amerika hingga Jerman bahkan terpantau pernah mengunjungi tempat ini. Hal tersebut di Katakan Bilem, pengurus Hutan Desa Tangkahen belum lama tadi.

Menurut pria yang juga warga Desa Tangkahen ini , Hutan Desa Tangkahen memang di Usulkan menjadi Ekowisata alam. Beberapa fasilitas yang sudah dibangun seperti rumah pohon, rumah panggung serta perpustakaan hayati yang menawarkan pemandangan alam secara langsung.

Nampak Turis asing saat mengunjungi Hutan Desa Tangkahen.

“Kita telah membuat jalur tracking hutan untuk pengunjung agar bisa melihat langsung keadaan alam, tumbuhan dan binatang yang masih alami di dalam hutan. Semua masih alami, bahkan banyak pohon-pohon besar yang umurnya sudah sangat tua masih bisa di temukan. Kita optimis kedepan trend wisata alami sangat diminati, terbukti pengunjung yang datang kemarin ada yang dari Amerika, Kanada, Jerman, Philipina, Australia dan lainnya,” ujar Bilem.

Hutan desa Tangkahen sendiri dijelaskan Bilem sudah lama digagas oleh masyarakat setempat. Namun baru secara resmi mendapat SK dari Menteri kehutanan sekitar tahun 2016. Pengelolaannya kini di pegang oleh lembaga pengelola hutan desa ( LPHD) serta didukung desa melalui Bumdes. Selain wisata alam dikatakan Bilem, pihaknya juga menawarkan sebagai tempat Wisata pendidikan, riset, dan perkemahan.

Sekelompok pengunjung yang mencoba sensasi rumah pohon. Foto: Sjy

Terpisah Kepala Desa Tangkahen, Jonjonbilo  sangat optimis Hutan Desa Tangkahen mampu membangkitkan ekonomi warga sekitar. Dikatakannya Sejauh ini minat kunjungan dari turis luar cukup tinggi. Untuk mendukung upaya tersebut, pihak desa juga ambil bagian melalui dana desa guna menyulap kawasan tersebut agar fasilitasnya semakin lengkap.

“Luas keseluruhan Hutan Desa tersebut sekitar 162 hektar, yang terpakai saat ini baru sekitar 4 hektar saja. Melalui desa kita dukung membuat rumah pohon, rumah betang, nanti menyusul mobiler serta fasilitas lainnya untuk memudahkan pengunjung. Bagi yang hendak menginap jangan khawatir, di desa Kami juga sudah ada mess milik masyarakat yang disewakan bagi pengunjung yang mau menginap. Kalau untuk jalan menuju Hutan Desa, rencana akan masuk tahun ini dari pemerintah daerah,” ujarnya. ( Sjy).

Reporter : Sjy
Editor : Chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

PULPIS

DPRD Pulang Pisau Minta Jalan Berlubang Segera Diperbaiki

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Anggota DPRD Pulang Pisau (Pulpis) Tandean Indra Bela Foto: sjy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PULANG PISAU, Kondisi infrastruktur di sepanjang Jalan Trans Kalimantan ada beberapa titik yang rawan menyebabkan kecelakaan. Terutama jalan yang rusak atau berlubang.  Anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Tandean Indra Bela meminta pihak terkait memperhatikan masalah kondisi jalan tersebut. Sebab akan cukup berisiko bagi masyarakat yang melintas.

“Kita tahu Pulang Pisau ini merupakan daerah jalur lintas utama yang menghubungkan Kota Palangkaraya dan Banjarmasin. Sehingga tingkat pengguna jalan darat sangat tinggi. Apalagi untuk hari libur atau hari-hari besar, pastinya ada yang melewati jalur darat,” kata Tandean belum lama tadi.

Politikus Golkar ini menambahkan, jangan sampai kerusakan jalan ini menghambat arus lalulintas masyarakat. Atau hal-hal yang sangat tidak diharapkan terjadi saat masyarakat bepergian.  “Resiko-resiko yang mungkin rawan terjadi akibat jalan rusak ini saya harap jadi perhatian pemerintah. Karena kita berkaca dari kasus kecelakaan yang terjadi belakangan. Salah satunya dikarenakan jalan rusak atau berlobang,” ujar dia.

Tandean mengharapkan, jalan-jalan yang rusak, terutama yang berlobang itu agar segera ditambal. pemerintah harus bisa memberikan kenyamanan untuk masyarakat. Kalau jalannya nyaman, tentu menurutnya kecelakaan bisa diminimalkan.

“Kita juga meminta Dishub proaktif. Misalnya pengecekan sejumlah rambu-rambu siapa tahu ada yang sudah rusak dan sebagainya. Rambu-rambu cukup penting untuk pengendara. Terutama pada malam hari,” tandasnya. ( Sjy)

Reporter:Sjy
Editor:Cell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

PULPIS

Event Motoprix Bhayangkara Pukau Ribuan Masyarakat Pulpis

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kapolres Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada saat berfoto bersama Pembalap wanita sebelum tampil di lintasan. Foto: IST
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PULANG PISAU, Event Road Race bertajuk Motoprix Bhayangkara Handep Hapakat 2019 yang digelar sirkuit non Permanen, halaman Studion H.M Sanusi Pulang Pisau, Sabtu- Minggu (29-30) Juni, memukau ribuan masyarakat. Sejak pagi, mereka telah memadati sekitar jalan Panunjung Tarung, bahkan para petugas parkir kewalahan menata kendaran pengunjung.

“Saya dari Sebangau, rencana bermalam dua hari tempat saudara saya di Pulpis. Karena saya dapat info Polres Pulpis mengadakan event balapan motor. Sebagai penggemar aksi balap tentu saya harus datang menyaksikan. Ungkapan bangga dan terima kasih kami berikan untuk jajaran kepolisian atas event yang memasyarakat ini,” ungkap Satryono, pria yang mengaku warga desa Sebangau Jaya ini.

Ditemui terpisah, Engges pria yang kesehariannya sebagai penyadap karet di kelurahan Kalawa ini mengaku juga rela datang meski harus naik perahu motor. Menurut Engges, acara road race, baru pertama kali digelar di Pulang Pisau. Dirinya ingin membuktikan apakah aksi yang dilakukan para pebalap sama dengan yang ia tonton di Televisi.

“Memang betul-betul menakjubkan, saya dari jarak dekat menyaksikan sendiri para pebalap saling beradu cepat dilintasan bahkan sampai ada yang jatuh. Acara seperti ini memang tidak biasa, kami berharap bisa rutin di adakan setiap tahun sehingga jadi hiburan bagi seluruh masyarakat, asalkan gratis seperti ini juga,” komentar pria 45 tahun ini.

Sementara Kapolres Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada saat membuka acara menjelaskan, ide menggelar road race muncul saat melihat banyaknya aksi balapan liar di sekitar jalanan kota Pulang Pisau. “Sudah dilakukan sosialisasi akan bahaya balapan liar, bahkan upaya penindakan oleh petugas juga dilakukan. Namun aksi balap liar selalu muncul. Kita akhirnya berpikir, bahwa  aksi itu sepertinya sudah menjadi Hobby. Maka solusinya menurut kita adalah menyalurkan hobby tersebut di tempat yang tidak berbahaya,” tutur Kapolres.

Selanjutnya setiap Minggu dan Rabu malam event balapan dialihkan di halaman Studion  Sanusi dengan pengawasan langsung pihak kepolisian. Bahkan dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-73 dan HUT ke-17 Kabupaten Pulang Pisau. Pihaknya menggelar road race untuk pertama kalinya di Pulpis. Event tersebut oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalteng, disebut event road race dengan jumlah peserta terbanyak Se- Kalimantan yakni 372 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan. (Sjy)

Reporter:Sjy
Editor:Cell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->