Connect with us

HEADLINE

Kadar Oksigen dan PH Rendah, Ribuan Ton Ikan Karamba Mati di Sungai Riam Kanan

Diterbitkan

pada

Ikan di karamba apung milik petani di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, mati akibat kekurangan oksigen dan PH rendah. Foto : rendy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARTAPURA, Ribuan ton ikan nila dan bawal petani keramba jalan apung di sejumlah desa wilayah Kecamatan Karang intan, Kabupaten Banjar mati. Matinya ribuan ton ikan ini diketahui karena akibat penyakit yang menyebar dan kadar oksigen dan PH air sangat rendah di sungai Riam Kanan.

Begitu disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar Riza Dauly, kepada sejumlah wartawan ketika menghadiri rapat Komisi II di DPRD Kabupaten Banjar, Rabu (16/10) siang.

“Alhamdulillah pada Selasa (15/10) kemarin untuk air sudah dialirkan, tapi virus bakteri hingga penyakit ikannya menjangkiti kepada ikan yang sehat, kedepan ini akan menjadi PR kita, sehingga pencegahan dini kematian ikan ini lebih diketahui hingga lapisan bawah,” akunya.

Ditambahkan Riza, kendati imbauan sebelumnya sudah diberikan Dinas Perikanan Banjar kepada para petambak bahkan sudah tiga kali, yaitu di bulan Agustus, September hingga awal Oktober. Hal itu dilakukan untuk menjaga bio masa saat menyebar, hingga memanen ikan yang sudah masuk usia konsumsi.

“Sebenarnya kalau ikan sudah memasuki masa konsumsi, itu sudah bisa di panen terlebih kita sekarang ini memasuki musim kemarau yang panjang di tahun ini, sudah kita lakukan imbau, secepatnya akan kita cari masalah ini,” katanya.

Kadis Perikanan Riza Dauly.
Foto : rendy

Dirinya meminta kepada pembudidaya untuk segera mengangkat ikan ikan yang sudah mati, sehingga tidak menyebar ke tambak budidaya lainnya.

Ditanya berapa pembudidaya keramba jalan apung yang terdampak atas matinya ribuan ikan jenis nila dan ikan bawal ini, Riza tidak dapat menyebutkan secara pasti. Mengingat masih melakukan penggalian informasi secara maraton dari sungai yang berada di desa Sungai Asam, Sungai Alang, hingga desa Awang Bangkal.

“Untuk jumlah pembudidaya yang berdampak ini, kami masih belum sempat menghitung, namun rata-rata yang berada di tiga desa itu kena, dan itu mayoritas karena debit airnya juga sangat turun sekali,” kata Riza.

Puncak terjadinya kematian ikan terbanyak diprediksi terjadi pada Rabu malam kemarin, namun untungnya ada beberapa pembudidaya yang sempat menjual ikan yang sudah mati tersebut walaupun dengan harga yang sangat miring.

“Menurut informasi tadi syukurnya ada 8 mobil yang mengantre untuk membeli ikan setengah mati tersebut, sehingga dapat pemasukan untuk pembudidaya itu sendiri, ” Akunya.

Ditanya Kanalkalimantan, langkah apa yang diambil Dinas Perikanan Banjar sehingga hal ini tidak terjadi kembali, Riza menambahkan akan lebih aktif lagi untuk memberikan imbauan kepada pembudidaya, khususnya yang berada di kawasan Kecamatan Karang Intan.

“Langkah antisipasi akan kita lakukan lebih aktif kembali, baik secara rutin hingga tepat sasaran kepada pembudidaya sehingga kalau ada yang menebar ikan itu tepat pada waktunya,” ujarnya.

Disinggung bantuan dari pemerintah daerah terhadap pembudidaya yang merugi akibat matinya ribuan ikan ini, Riza mengatakan pada intinya Pemkab Banjar sendiri siap membantu namun sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Seperti halnya bantuan hanya diberikan kepada kelompok, koperasi milik desa yang berbentuk hukum.

“Tentunya kami siap untuk membantu para pembudidaya tersebut,  namun  tentunya harus sesuai dengan syarat ketentuan itu tadi, diperkirakan ada 10 pembudidaya yang ada di 3 desa tersebut,” pungkasnya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

BBTKL-PP Banjarbaru Cuma Bisa Lakukan Swab Test 68 Sampel Perhari

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Balai: Tidak Hanya Sampel di Kalsel, Juga Kiriman Sampel dari Kalteng


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pemaparan Kepala BBTKL-PP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto dihadapan tiga menteri yang berkunjung ke Kalsel, Minggu (7/6/2020). Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kemampuan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP) Banjarbaru sangat terbatas dalam melakukan Swab test alias pemeriksaan medis untuk mengetahui adanya virus corona di dalam tubuh.

Uji ini dilakukan dengan mengambil sampel lendir di saluran pernapasan, misal hidung dan tenggorokan dari sampel dari swab test kemudian diperiksa dengan teknologi PCR di laboratorium.

Kepala BBTKL-PP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto mengakui kurangnya fasilitas dan tenaga SDM ditempatnya. Mengingat pihaknya tidak hanya memeriksa sampel tidak hanya dari masyarakat Kalsel saja, namun juga kiriman sampel dari Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Saat ini perhari laboratorium BBTKL-PP Banjarbaru hanya mampu memeriksa 68 sampel. Itupun, tenaga yang berkerja hanya dalam tempo waktu 14 jam. Setidaknya dengan adanya bantuan 2 alat PCR dari pemerintah pusat, target pemeriksaan bisa mencapai 200-400 sampel perhari.

Baca juga: Uji Sampel Swab Sangat Terbatas, Pusat Bantu 2 Alat PCR ke Kalsel

Sekadar diketahui saja, PCR adalah teknologi Polymerase Chain Reaction yang digunakan dalam metode pemeriksaan swab test. Teknologi ini mampu menganalisa DNA atau RNA virus meski jumlah sampel terbatas.

Metode PCR inilah yang menyebabkan swab test bisa membantu menegakkan diagnosis Covid-19 pada pasien. Selain Covid-19, penegakan diagnosis penyakit lain juga bisa menggunakan PCR misal infeksi HIV.

“Sebenarnya kami sudah beli secara mandiri satu unit alat PCR dan sudah datang malam tadi. Tapi tetap saja ini belum cukup. Saran pimpinan tadi, kita akan kerja sama dengan mahasiswa dari ULM dan Poltekes. Juga dengan adanya bantuan alat PCR, Insya Allah pemeriksaan sampel dari 68 naik ke 400,” akunya.

Selain menerima 2 unit alat PCR, Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Kalsel juga menerima sejumlah bantuan baik Alat Pelindung Diri (APD), vitamin, hingga ventilator. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Uji Sampel Swab Sangat Terbatas, Pusat Bantu 2 Alat PCR ke Kalsel

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Mentri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy saat berkunjung ke BBTKL-PP Banjarbaru, Minggu (7/6/2020) pagi. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tingginya angka sebaran kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi perhatian pemerintah pusat. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo memerintahkan 3 pejabat negara secara langsung melakukan monitoring penanganan Covid-19 di Kalsel.

Pada Minggu (7/6/2020) pagi, Menteri Kesehatan (Menkes) Letjen TNI Dr Terawan Agus Putranto, Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo tiba di Kalsel.

Kunjungan tiga pejabat negara ini dimulai dengan meninjau segala fasilitas pemeriksaan spesimen (sampel), serta rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel dan Gugus Tugas daerah untuk penanganan Covid-19 kedepan.

“Kita ingin mengecek segala macam fasilitas dan menginvetarisir kekurangan. Harus ada penanganan khusus. Untuk itu kita ingin memberikan bantuan baik peralatan dan dukungan personil,” kata Menko PKM Muhadjir Effendy.

Secara khusus, ketiga pejabat negara tersebut meninjau laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP) Banjarbaru yang selama ini menjadi tempat pemeriksaan Swab dari sampel masyarakat di berbagai daerah.

Dalam hal ini, ada beberapa hal yang menjadi catatan. Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, mengatakan pihaknya menyoroti kurangnya kemampuan pemeriksaan swab di laboratorium BBTKL-PP. Oleh karena itu pihaknya telah menyiapkan 2 unit alat PCR sebagai fasilitas metode pemeriksaan swab.

“Kita telah menyiapkan 2 unit alat PCR. Bantuan ini kita serahkan kepada Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Kalsel untuk selanjutnya difungsikan,” katanya.

Tidak hanya fasilitas, kata Doni, pihaknya juga mengusulkan penambahan SDM di laboratorium BBTKL. Dalam hal ini, Doni mengusulkan untuk melibatkan tenaga sukarelawan dan kalangan mahasiswa. Sehingga, nantinya pemeriksaan spesimen juga dapat berjalan lebih maksimal.

“Beberapa daerah bisa berkerja lebih 18 jam dengan melibatkan tenaga sukarelawan, termasuk kalangan mahasiswa. Ini cara yang efektif. Bahkan jika dirata-ratakan, dalam satu hari bisa memeriksa lebih dari 1.500 sampel,” lanjutnya.

Jika kemampuan pemeriksaan spesimen telah maksimal, diharapkan tim Gugus Tugas daerah dapat berkeja lebih militan. Dengan begitu, maka lebih banyak penderita Covid-19 di Kalsel yang terjaring khususnya Orang Tanpa Gejala (OTG).

Kepala BNPB menyebut 79 persen kasus Covid-19 di Indonesia adalah masyarakat yang tidak menunjukan gejala atau yang biasa disebut OTG. Mereka yang disebut OTG inilah yang mendekati resiko penularan yang paling tinggi.

“Kelompok rentan tertular adalah mereka yang berusia lanjut. Apalagi penderita diabetes,” jelasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Selain di Tanbu, Densus 88 Juga Disebut Amankan Terduga Teroris di Banjarbaru dan Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Densus 88 juga mengamankan terduga teroris di Banjarbaru dan Banjarmasin/Ilustrasi Foto: indonesiaexpat
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Operasi senyap yang digelar tim Densus 88 Anti Teror pada Jumat (5/6/2020), pasca penyerangan Mapolsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan (HSS). Sejumlah jaringan atau sel terduga teroris di Kalimantan Selatan diringkus. Selain mengamankan AS, warga Desa Batuah, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), pada waktu yang sama Densus juga menangkap terduga teroris lain di Banjarbaru dan Banjarmasin.

Sementara di Kalimatan Barat, Densus 88 juga menangkap terduga teroris berinsial AR (21), warga Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah pukul 8.30 WIB.

Informasi yang didapat Kanalkalimantan.com, Densus menangkap juga pada Jumat itu, seorang terduga teroris di Banjarbaru. Dan satu orang lain di Banjarmasin. Namun demikian, belum dirinci siapa terduga teroris yang ditangkap di dua kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) ini.

Sebelumnya disampaikan, saat penangkapan AS, terduga teroris di Tanbu yang terkait aksi penyerangan Mapolsek Daha Selatan yang dilakukan ABR. Dimana ABR tewas setelah ditembak polisi dalam penyerangan yang menyebabkan gugurnya satu polisi atas nama Bripka Leonardo.

AS ditangkap pada Jumat (5/6/2020) siang. “Informasi penangkapan di Kabupaten Tanah Bumbu itu benar. Yang bersangkutan diduga terafiliasi jaringan terorisme,” katanya, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i, Sabtu (6/6/2020) sore.

Kala itu petugas yang melakukan penggeledahan di rumah AS dan menemukan busur dan panah, buku panduan jihad, tas ransel serta buku nikah. AS merupakan kepala rumah tangga, selain berjulan roti juga seorang guru mengaji. Pasangan suami Istri ini memiliki murid hingga mencapai puluhan orang.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Rifa’i mengatakan, AS dan sejumlah tersangka lain saat masih dalam proses penyelidikan. Selain itu, ia juga tidak membantah jika masih adanya penangkapan jaringan-jaringan terorisme di Provinsi Kalsel. “Semuanya masih berproses. Nanti kita rilis hasil tangkapan kita. Intinya, tidak hanya di satu daerah saja, tapi di seluruh Provinsi Kalsel. Bisa jadi pelakunya bertambah,” tukasnya.

Semantara Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar, mengatakan bahwa saat ini pihaknya dan Polda Kalsel sedang melakukan penyelidikan aksi teror tersebut. Dirinya juga menyebut telah mengamankan sejumlah orang yang diduga membantu aksi pelaku aksi teror.

“Memang untuk aksi teror ini tersangkanya cuma 1 orang. Tapi, dalam pra peristiwa melibatkan ada beberapa orang yang memberikan kepada pelaku arahan dan bantuan,” katanya.

Adapun jumlah orang yang sudah diamankan, kata Kepala BNPT, jumlahnya antara 4 hingga 5 orang. Meski begitu dirinya juga meminta waktu hingga proses penyelidikan dinyatakan selesai. “Pemeriksaan kepada rekan-rekan tersangka masih kita lakukan. Termasuk kita juga mendalami waktu dan hari terjadinya aksi teror itu, yang mana bertepatan dengan hari lahir Pancasila,” tuturnya.

Terkait profil pelaku aksi teror yang mengklaim dirinya terafiliasi jaringan ISIS, Kepala BNPT  belum banyak berkomentar. Namun, yang jelas dirinya membenarkan bahwa pelaku A memang terafiliasi jaringan terorisme. (kanalkalimantan.com/tim)

Reporter : tim
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->