Connect with us

Kanal

Kades Ini Laporan Pertanggungjawaban Dihadapan Warga dan Aparat Desa

Diterbitkan

pada

Kades Simpang Empat Joni Effendi mengundang warganya menyimak laporan pertanggung jawaban secara terbuka. foto: dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

AMUNTAI, Inovasi Kepala Desa (Kades) Simpang Empat Joni Effendi patut dijadikan contoh bagi para kades lainnya. Di akhir masa jabatannya sebagai Kades Simpang Empat Joni Effendi mengundang warganya menyimak laporan pertanggung jawaban secara terbuka.

Joni Effendi menyampaikan laporan pertanggung jawaban selama ia menjabat sebagai Kades selama periode 2013 -2019, bertempat di halaman Kantor Desa Simpang Empat, Kecamatan Amuntai Selatan, Selasa (17/9).

Laporan pertanggungjawaban tersebut disampaikan secara langsung di hadapan para warga setempat, aparat desa, unsur BPD, para Kepala Desa dan Camat Amuntai Selatan. Ia juga mengundang secara khusus Dinas Kominfo HSU agar dapat mempublikasikan hasil pertanggungjawabannya tersebut secara langsung.

Warga desa Simpang Empat mendengarkan laporan pertanggungjawaban kades mereka. foto: dew

Joni Effendi dalam penyampaian laporannya tersebut mengatakan selama kepemimpinannya sejak tahun 2013 sampai 2019, sudah banyak kemajuan dan keberhasilan yang telah dicapai oleh desa ini. Seperti beberapa pembangunan fisik yang jelas terlihat berkat kerjasama seluruh masyarakat bersama aparat desa, di samping pembangunan jalan usaha tani yang tersebar di desa Simpang Empat.



“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah bersama-sama membangun desa ini,”

“Mohon maaf sekiranya dalam kepemimpinan saya ada kesalahan, kekhilafan dan kekurangan yang membuat warga merasa kecewa atau tidak puas,” ungkap Joni.

Sementara itu, Camat Amuntai Selatan Khairussalim mengapresiasi Kades Simpang Empat yang telah menyampaikan laporan pertanggungjawabannya secara terbuka, karena menurutnya ini mungkin yang pertama di Kabupaten HSU.

“Namun demikian,laporan pertanggungjawaban ini hanya bersifat pengumuman, jadi tidak ada kewajiban menerima dan menolak laporan ini,” ujar Camat Amuntai Selatan.

Dikatakanya, sesuai dengan Undang-Undang No 6 tahun 2014 tentang Desa pasal 27 poin 7,menyatakan bahwa seorang Kepala Desa berkewajiban menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Bupati atau Walikota. Selain itu, Khairussalim berharap seluruh lapisan masyarakat agar selalu bersatu dalam membangun desa,terlepas dari siapapun yang nantinya akan menjadi kepala desa yang baru. (dew)

Reporter : dew
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kanal

Bupati Batola Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,MARABAHAN – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020 memberi makna tersendiri bagi Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS. Pasalnya di puncak peringatan yang digelar secara virtual, Sabtu (28/11/2020), ia mendapatkan anugerah Dwija Praja Nugraha.

Penghargaan diberikan kepada kepala daerah wanita satu-satunya di Kalsel ini karena dinilai memiliki perhatian dan komitmen sangat tinggi terhadap pembangunan pendidikan, profesionalitas dan kesejahteraan guru serta PGRI.

Anugerah diberikan berdasarkan hasil penilaian dan verifikasi yang dilakukan Pengurus Besar PGRI dan berdasarkan usulan dari Pengurus PGRI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) serta Kabupaten Barito Kuala.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan terutama bagi PGRI Batola dan Provinsi yang telah mengusulkan sehingga tahun 2020 ini kita juga mendapatkan kesempatan,” ucapnya usai mengikuti upacara secara virtual di ruang Monitoring Center Setara Network, Diskominfo Batola.
Noormiliyani mengharapkan, anugerah yang diraih di samping semakin membawa kebaikan terhadap dunia pendidikan serta lebih memotivasi para pengajar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.



“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi tapi juga buat guru-guru pengajar terutama yang berada di daerah terpencil,” paparnya sembari mengharapkan kesadaran para pengajar bahwa guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Batola, Sumarji menyatakan, terlepas adanya usulan PGRI Batola dan Provinsi Kalsel, penghargaan yang diberikan kepada Bupati Hj Noormiliyani AS sangat layak karena memiliki kepedulian terhadap kompentensi dan kesejahteraan guru.
Karena itu, sebutnya, selaku masyarakat Barito Kuala sudah sepatutnya bersyukur dan berterima kasih atas anugerah Dwija Praja Nugraha yang satu-satunya diterima kepala daerah di Kalsel.

Ketua PGRI Batola Rusmin menerangkan, anugerah Dwipa Praja Nugraha diberikan kepada kepala daerah tidak terlepas dari berbagai ketentuan indikator seperti tingginya komitmen dan perhatian yang diberikan terhadap kemajuan dunia pendidikan.
Bentuk perhatian tersebut seperti memberikan semacam layanan, bantuan, serta kebutuhan anggaran yang cukup banyak. Di samping juga peduli terhadap kesejahteraan guru terutama yang non PNS, termasuk fasilitas yang diperlukan.

“Terkait fasilitas ini di Batola kita ada mendapatkan hibah gedung, tanah PGRI, rencana diberikannya mobil operasional PGRI, dan lain-lain,” katanya.
Menyangkut anugerah yang diberikan kepala Bupati Batola, Ketua PGRI Batola itu menerangkan, awalnya PB PGRI Provinsi menawarkan ke setiap daerah setelah itu dilakukan seleksi dan penyaringan untuk diambil yang paling memenuhi standar ketentuan sehingga terpilihlah Kabupaten Batola.

Mengingat, lanjut, setiap provinsi hanya diperbolehnya menyampaikan usulan ke PB PGRI Pusat hanya 1 daerah perwakilan. Sedangkan bagi Provinsi Kalsel diwakili Batola.(kanalkalimantan.com/rdy)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kanal

Bocah Penderita Jantung Bocor Asal Tabunganen Akan di Operasi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,MARABAHAN– Fitria Afizza (5), bocah dari Kecamayan Tabunganen Barito Kuala, akhirnya memiliki kesempatan menjalani operasi jantung bocor.
Puteri kedua dari pasangan Muhammad Nanda (41) dan Martini (36) ini mengalami jantung bocor bawaan. Namun baru diketahui setelah bocah kelahiran 16 Juli 2015 itu berusia 2 tahun.

“Ketahuan terdapat kelainan pasca berperiksa di RS Sari Mulia, dilanjutkan ke RSUD Ulin. Tidak dilakukan perawatan intensif, karena semua dokter menganjurkan operasi,” papar Muhammad, Jumat (27/11/2020).
Setelah dianjurkan menjalani operasi, Fitria tak pernah lagi dibawa ke rumah sakit. Kendala biaya menjadi faktor utama, kendati Muhammad sekeluarga sudah terdaftar sebagai peserta mandiri BPJS Kesehatan.

“Kami sedih melihat Fitria yang kadang-kadang kesulitan bernapas. Kemudian badan dan kuku-kuku membiru, terutama kalau kedinginan,” lirih Muhammad.
Sekarang dalam usia 5 tahun, kondisi Fitria sedikit lebih baik. Setidaknya selama setengah tahun terakhir, sudah bisa bermain-main di rumah dan bahkan bersekolah di TK/Paud.

“Tapi kalau sedang drop, Fitria seperti mau pingsan. Sementara pembengkakan kuku-kuku jari bertambah besar dan membiru,” jelas Muhammad.
Penderitaan Fitria sudah direspon Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani AS, melalui Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola.
Beberapa bantuan pun sudah diberikan, di antaranya pelunasan tunggakan BPJS selama 7 bulan. Selanjutnya status mereka dalam proses migrasi dari peserta mandiri menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI).



“Kami memang menunggak 7 bulan, karena tak lagi mampu membayar iuran BPJS. Penghasilan sebagai petani dan kios kecil-kecilan belum mencukupi,” beber Muhammad.
“Alhamdulillah Bupati berkenan melunasi tunggakan tersebut. Sebelumnya akibat tunggakan iuran, kami tidak bisa lagi membawa Fitria ke rumah sakit,” sambungnya.

Setelah tunggakan dilunasi, Fitria akhirnya kembali diperiksa di RS Ulin. Dijadwalkan dalam beberapa hari kedepan, bocah berambut sebahu ini menjalani echocardiography.
“Seandainya hasil echocardiography mengharuskan Fitria menjalani operasi di Jakarta, kami siap membantu hingga sembuh,” sahut Hery Sasmita, Sekretaris Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola.

Selain dari Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola, kondisi Fitria juga mengundang simpati warga Tabunganen. Atas inisiatif salah seorang warga, mereka mulai menggalang donasi.
Setiap bantuan diarahkan ke nomor rekening BRI 453201014395537 milik Muhammad. Nomor rekening itu lantas disebarkan ke sejumlah WhatsApp Group dan media sosial lain.

Sama seperti kasus Aliqa Azzahra yang mengalami jantung bocor bawaan, Fitria berkemungkinan dirujuk ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta.(kanalkalimantan.com/rdy)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->