Connect with us

NASIONAL

Kadishut Kalsel Hanif Faisol Nurrofiq Isi Jabatan di Kementrian LHK  

Diterbitkan

pada

Hanif Faisol Nurrofiq dilantik sebagai pejabat pimpinan tinggi pratama Setditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan di Kementerian LHK RI, Senin (3/8/2020). foto: dishut kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar resmi melantik Hanif Faisol Nurrofiq sebagai Sekretaris Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan di Kementerian LHK RI.

Acara pelantikan dipimpin langsung Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar di gedung Manggala Wanabakti Kementerian LHK, Jakarta, Senin (3/8/2020), dengan menerapkan aturan protokol kesehatan.

Hanif Faisol Nurrofiq lulus seleksi uji kompetensi mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diumumkan pada 30 Juli 2020.

Sebelum dilantik mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama di Kemen LHK, Hanif menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan periode Oktober 2016 hingga Juli 2020. Beliau juga sempat dipercaya sebagai Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel dan Plt Kepala BPBD Kalsel.



Hanif Faisol Nurrofiq (kiri0 dilantik sebagai pejabat pimpinan tinggi pratama Setditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan di Kementerian LHK RI, Senin (3/8/2020). foto: dishut kalsel

Beberapa prestasi Hanif diantaranya ialah sebagai penggagas; gerakan revolusi hijau, taman hutan hujan tropis indonesia, pusat pemasaran hasil hutan serta pengendalian kebakaran gambut melalui metode penenggelaman.

Pada saat Presiden Joko Widodo memimpin rapat penanggulangan Karhutla di Istana Negara 2019 lalu, Presiden mengatakan program penghijauan di Kalsel layak untuk dijadikan contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

Menteri LHK dalam setiap kunjungan kerjanya ke Kalsel selalu mengapresiasi Gerakan Revolusi Hijau yang sudah dilaksanakan. Terbukti, dengan adanya gerakan revolusi hijau terjadi peningkatan penanaman pada lahan kritis, dari yang sebelumnya hanya berkisar di angka 2.000 an Ha per tahun,kini luasan penanamannya sudah hampir menjadi 30.000 an Ha per tahun. Saat ini Revolusi Hijau Kalsel juga menjadi model rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) Nasional.

Tidak hanya itu, Hanif juga berjasa dalam pembangunan daerah. Lewat kebijakannya, Hanif berhasil menyulap wajah Tahura Sultan Adam menjadi sangat mempesona dan menjadikannya sebagai ekowisata unggulan Kalsel. Melalui Tahura Sultan Adam, penerimaan retribusi daerah meningkat dari yang hanya kurang 200 juta menjadi 1 milyar per tahun.

Hanif Faisol Nurrofiq (kanan) dilantik sebagai pejabat pimpinan tinggi pratama Setditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan di Kementerian LHK RI, Senin (3/8/2020). foto: dishut kalsel

Hanif berharap kepindahannya ke Kemen LHK ini dapat menjadi tambahan semangat untuk berbuat yang lebih baik demi bangsa dan negara, terlebih untuk pembangunan kehutanan di Indonesia, karena di Kemen LHK, cakupan wilayah kerjanya menjadi lebih luas, seluruh Indonesia.

“Tentunya ini sebuah amanah yang harus kita laksanakan, bahwa sebagai abdi negara kita harus siap mengabdi, kapanpun dan dimanapun, termasuk di sini (Kemen LHK, Jakarta),” pungkas Hanif.

Sebelum ditarik ke Kementrian LHK, Hanif dulunya sempat diisukan menjadi salah satu satu pejabat yang berpotensial memimpin birokrat di Pemprov Kalsel dengan jabatan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Kalsel. Apalagi, sejumlah prestasi telah berhasil ditorehnya, hingga mendapatkan kenaikan menerima anugerah kenaikan pangkat luar biasa dari Presiden RI Joko Widodo 2019 lalu.

Kursi kosong jabatan yang ditinggalkan Hanif, kini diisi oleh Fatimatuzahra sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dishut Provinsi Kalsel. Fatimatuzahra sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Dishut Kalsel. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter: rico
Editor: bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

NASIONAL

Jelang Munas X MUI, Nama Kandidat Ketum dari Rais Aam PBNU hingga Imam Besar Istiqlal

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sejumlah nama muncul sebagai calon Ketum MUI periode 2020-2025 Foto: detik
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Sejumlah nama mencuat mengisi posisi Ketua Umum MUI periode 2020-2025. Sebagaimana diketahui, saat ini ketua umum MUI kosong pasca ditinggal oleh Ma’ruf Amin yang kini menjadi Wakil Presiden RI.

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi di Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Masduki Baidlowi menyebut sejumlah nama yang menjadi kandidat. Nama-nama tersebut di antaranya, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni, Wakil Ketua Umum MUI Muhyiddin Junaidi hingga Sekjen MUI Anwar Abbas.

MUI sendiri akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) X pada 25-28 November 2020 di Jakarta. Pemilihan ketua umum dan pergantian kepengurusan pusat MUI jadi agenda utama Munas.

Masduki menyatakan kriteria ketua umum MUI sendiri harus seorang ulama yang memiliki wawasan dan pemahaman luas ilmu agama Islam. Tak hanya itu, ketua umum MUI juga harus memiliki wawasan keagamaan dan kebangsaan.



“Dia ulama. Siapa ulama itu? Ulama secara definisi bahasa itu alim. Orang yang alim. Orang pintar dalam ilmu agama,” kata Masduki dilansir CNNIndonesia.

Di sisi lain, Masduki menyatakan tak ada aturan tertulis pengganti Ma’ruf Amin harus berasal dari kalangan ormas Islam tertentu seperti NU atau Muhammadiyah. Ma’ruf sendiri berasal dari Nahdlatul Ulama (NU).

Meski demikian, ia tak membantah jika pemilihan ketum MUI nantinya harus berdasarkan kesepakatan dari NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas Islam lain yang tergabung dalam MUI. “Karena MUI mengutamakan musyawarah mufakat,” ujarnya.

Ma’ruf Amin sendiri terpilih sebagai ketua umum MUI periode 2015-2020 melalui Musyawarah Nasional IX di Surabaya, Agustus 2015 lalu. Ia kemudian nonaktif setelah terpilih sebagai wakil presiden 2019-2024. (kanalkalimantan.com/CNNIndonesia)

Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

NASIONAL

Melihat Grafik Covid-19 di Sembilan Provinsi Usai 2 Pekan Ditangani Luhut

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Luhut ditunjuk Presiden Jokowi untuk menurunkan angka Covid-19 di sembilan Provinsi, termasuk Kalsel. Foto: suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Hampir dua pekan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo bersama-sama mencoba menurunkan kasus Covid-19 di 9 provinsi. Bagaimana hasilnya?

Pada 15 September lalu keduanya mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo kepada Luhut dan Doni untuk menurunkan kasus Covid-19, angka kematian, dan meningkatkan kesembuhan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara, dan Papua.

Berdasarkan laman https://covid19.go.id/, grafik tambahan kasus covid-19 secara nasional dalam rentang waktu 15-28 September, cenderung meningkat.

Pada 15 September, tambahan kasus positif sebanyak 3.507, kemudian meningkat 3.963 pada keesokannya (16/9/2020). Lalu setelahnya menurun ke 3.635 (17/9/2020), namun meningkat kembali 3.891 (18/9/2020).



 

Setelahnya, tambahan kasus terus meningkat hingga capaian 4.168 kasus pada (19/9/2020), atau kali pertama menembus angka 4.000 kasus harian.

Bukannya menurun, tambahan kasus positif terus meningkat di angka 4.000 kasus. Bahkan tercatat tiga kali rekor berturut-turut pada 23-25 September.

Tambahan kasus pada 23 September sebanyak 4.465, 24 September 4.634, 25 September 4.823.

Dua hari selanjutnya pada 26-27 September, tambahan kasus Covid-19 mengalami penurunan, meski masih berada di angka 4.000 kasus dalam sehari. Tepatnya 4.494 (26/9/2020), dan 3.874 pada (27/9/2020).

Sementara Senin (28/9/2020) ada tambahan kasus sebanyak 3.509 kasus positif covid-19.

Secara akumulatif kasus positif selama September mencapai 103.926 kasus. Jauh lebih tinggi dari akumulatif kasus pada Agustus 66.420 kasus. Sementara periode 15-28 September ada penambahan 57.199 kasus baru.

Di 9 provinsi prioritas, akumulasi kasus positif selama dua minggu berturut-turut mengalami penurunan, meski ada beberapa provinsi masih menunjukkan peningkatan kasus.

Pada 15-21 September, di mana minggu pertama Luhut dan Doni menangani pandemi di 9 provinsi prioritas, akumulasi kasus Covid-19 di sana terhitung 27.329 kasus.

Kemudian minggu kedua menggunakan perhitungan 22-28 September sebanyak 19.836 kasus positif. Angka ini lebih rendah dibanding pekan sebelumnya.

Secara rinci, di 9 Provinsi prioritas seperti DKI Jakarta mencatat 8.219 kasus pada minggu pertama, kemudian turun pada minggu kedua 8.022 kasus.

Di Jawa Barat terjadi peningkatan, minggu pertama 2.911 kasus dan minggu kedua 3.941 kasus. Jawa Tengah 1.841 kasus minggu pertama dan 2.176 kasus minggu kedua.

Jawa Timur 2.645 kasus di minggu pertama, menurun di minggu ke dua menjadi 2.098 kasus. Kalsel 394 kasus, dan 420 kasus di minggu ke dua.

Sulawesi Selatan 927 kasus minggu pertama dan 951 kasus di minggu kedua.

Lalu di Bali 576 kasus di minggu pertama dan 751 kasus pada minggu kedua, Sumatera Utara 909 kasus minggu pertama dan 655 kasus di minggu kedua.

Terakhir, Provinsi Papua 604 kasus dan meningkat 823 kasus di minggu kedua.

Kemudian pada kasus kematian secara nasional dilihat dari grafik milik Satgas Covid-19 masih fluktuatif, namun cenderung menurun setelah tembus rekor 160 kematian dalam sehari.

Pada minggu pertama Luhut dan Doni menurunkan angka kematian di 9 provinsi, telah terakumulasi angka kematian berjumlah 608. Kemudian menurun di minggu kedua 569.

Namun ada kenaikan angka kematian di Jawa Barat, pada minggu pertama tercatat 20 kasus kematian, meningkat di minggu kedua 71 kasus.

Lalu kasus sembuh, dilihat berdasarkan grafik sembuh nasional masih fluktuatif.

Beberapa kali kasus sembuh menunjukkan kenaikan yakni pada 18 September (4.022 kasus), dan 25 September (4.343 kasus). Kasus sembuh di 9 provinsi meningkat pada minggu kedua sebanyak 19.609 kasus, dari minggu sebelumnya 15.701 kasus.

Hingga 28 September 2020, jumlah kasus positif di 9 provinsi tersebut adalah:
1. Bali: Positif 8.639 positif, 7.126 sembuh, 263 meninggal
2. DKI Jakarta: 71.339 positif, 57.657 sembuh, 1.695 meninggal
3. Jawa barat: 21.443 positif, 13.181 sembuh, 390 meninggal
4. Jawa Tengah: 21.930 positif, 15.574 sembuh, 1.397 meninggal
5. Jawa Timur: 43.174 positif, 36.323 sembuh, 3.138 meninggal
6. Kalimantan Selatan: 10.237 positif, 8.682 sembuh, 417 meninggal
7. Sulawesi Selatan: 15.354 positif, 11.503 sembuh, 413 meninggal
8. Sumatera Utara: 10.123 positif, 6.636 sembuh, 423 meninggal
9. Papua: 5.999 positif, 3.743 sembuh, 80 meninggal
(Kanalkalimantan.com/cnnindonesia)

Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->