Connect with us

HEADLINE

Kalsel Dijatah Menpan RB Lowongan 2.902 CPNS, Ini Daftarnya di Provinsi dan Kabupaten/Kota

Diterbitkan

pada

Kalsel mendapatkan jatah penerimaan CPNS tahun 2019 sebanyak 2.902 orang Foto : net
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Pemerintah kembali membuka lowongan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup pemerintah pusat dan daerah. Termasuk juga untuk Kalimantan Selatan. Dalam surat keputusan Menpan RB No: B/1069/M.SM.01.00/2019 tentang informasi penerimaan CPNS disebutkan Kalsel mendapatkan jatah sebanyak 2.902 CPNS. Baik untuk formasi di Pemprov Kalsel, maupun di Kabupaten/Kota.

Dari data yang didapatkan Kanalkalimantan.com, untuk Pemprov Kalsel mendapatkan jatah sebanyak 460 orang CPNS. Sedangkan untuk kabupaten, HST mendapatkan jatah terbanyak sebesar 292 orang dan Banjarmasin terkecil sebanyak 82 orang. (Lihat tabel, red).

Pengadaan CPNS di Kalsel Tahun 2019

DAERAH JUMLAH
Kalsel 460 orang
Banjar 273 orang
Tala 182 orang
Tapin 218 orang
HSS 261 orang
HST 292 orang
Batola 175 orang
Tabalong 251 orang
Kotabaru 144 orang
HSU 108 orang
Tanbu 145 orang
Balangan 123 orang
Banjarmasin 82 orang
Banjarbaru 188 orang

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel Sulkan mengatakan, berdasar formasi rekrutmen CPNS dari surat keputusan (SK) Kemenpan-RB, disebutkan jumlah lowongan CPNS untuk masing-masing daerah. “Untuk Kalsel mendapat formasi sebanyak 460 orang. Formasinya untuk CPNS tahun ini adalah tenaga pendidik, tenaga kesehatan dan tenaga teknis,” terangnya.

Sulkan mengatakan, untuk saat ini rincian formasi masih menunggu ketetapan dari pusat. Karena yang disampaikan saat ini baru terkait jumlah kebutuhan PNS yang disepakati oleh pemerintah pusat untuk Kalsel. “Untuk formasi mana saja dari tenaga pendidikan, tenaga kesehatan dan tenaga teknis yang dibutuhkan di SKPD yang ada di Pemprov Kalsel,” ungkapnya.

Sesuai prosedurnya, menurut dia, untuk rekrutmen dalam prosesi seleksi CPNS 2019 akan menunggu aturan yang dikeluarkan Kemenpan-RB terkait dengan petunjuk teknis (juknis). “Sedangkan, untuk petunjuk teknis seleksi penerimaan CPNS tahun 2019 diatur oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN),” katanya.

Sulkan mengatakan, erbitnya juknis dan juklak untuk pelaksanaan penerimaan CPNS 2019 seluruh Indonesia pada November 2019 nanti. “Dengan begitu, putra-putri terbaik Banua yang ingin mengabdikan diri sebagai ASN bisa mengetahuinya. Jadi mohon bersabar mengenai pengumuman dibukanya pendaftaran penerimaan CPNS di Pemprov Kalsel,” terangnya.

Di sisi lain, Sekda Banjar Mokhamad Hilman juga membenarkan pihaknya mendapat jatah penerimaan CPNS dari pemerintah pusat. Namun saat ini pihaknya belum dapat menjelaskan secara rinci tentang jumlah dan formasi CPNS untuk kebutuhan Pemkab Banjar. “Kita diberi tahu penerimaan CPNS untuk Pemkab Banjar akan digelar tahun ini. Rencananya, pada November 2019 ini, kami siap melaksanakan seleksi CPNS,” tegasnya.(fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

Sempat ke Lain Hati, Golkar ‘Sahkan’ Hubungan dengan Nadjmi-Jaya Lewat Rekomendasi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Darmawan Jaya mendapat SK Rekomendasi dari DPP Golkar Foto: istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Langkah incumbent Nadjmi Adhani-Darmawan Jaya Setiawan menatap dua periode pemerintahan lewat Pilkada Banjarbaru, semakin kencang. SK Rekomendasi DPP Partai Golkar, kini mereka genggam setelah diserahkan angsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta, Minggu (12/7/2020).

SK rekomendasi diterima pasangan Nadjmi-Jaya, bersama sejumlah calon yang diusung Partai Golkar lainnya dalam acara ‘Penyerahan Surat Keputusan Pasangan Calon Partai Golkar di Pilkada Serentak 2020’. SK rekomendasi tersebut, menjawab surat yang sebelumnya disampaikan DPD Golkar Kalsel melalui pengajuan rekomendasi No A-054/GOLKAR-KS/V1/2020 tentang Laporan Hasil Pelaksanaan Tahapan Seleksi Bakal Calon Kepala Daerah Partai Golkar di Pilkada 2020.

Sebelumnya, Golkar sempat mendukung pasangan Aditya Mufti Ariffin-AR Iwansyah. Tetapi seiring mundurnya Aditya dengan alasan kemanusiaan karena Pilkada dilaksanakan berbarengan saat Covid-19, akhirnya partai berlambng beringin itu banting setir ke pasangan incumbent.

Ketua Harian DPD Golkar Kalsel H Supian HK menegaskan bahwa DPD Golkal Kalsel akan kembali mengusulkan satu nama kandidat dan orang itu ialah Nadjmi Adhani sebagai pasangan petahana (incumbent).

Saat ini, incumbent meraih dukungan mayoritas parpol. Dalam surat pengajuan rekomendasi No A-054/GOLKAR-KS/V1/2020 tentang Laporan Hasil Pelaksanaan Tahapan Seleksi Bakal Calon Kepala Daerah Partai Golkar, disampaikan sejumlah partai yang mendukung di Pilkada. Koalisi besar pengusung Nadjmi-Jaya terdiri dari sejumlah parpol dengan perolehan sekitar 15 kursi. Terdiri dari NasDem 4 kursi, PKS 2 kursi, Golkar 5 kursi, PDIP 3 kursi dan Demokrat 1 kursi, yang mana lebih dari cukup sebagai syarat pencalonan di jalur Parpol.

Jumlah ini masih akan bertambah jika nanti akhirnya Gerindra yang memiliki 6 kursi dan PAN 2 kursi ikut bergabung.
Sebelumnya, gelombang dukungan parpol kepada incumbent, dimulai dengan pernyataan sikap Golkar dan PDI Perjuangan yang pada awalnya mendukung Aditya. Partai Demokrat juga menjatuhkan pilihan ke mereka. Hal ini dikemukakan Ketua DPC Partai Demokrat Banjarbaru, Sumedi, yang mengaku kepemimpinan Nadjmi-Jaya di kota Banjarbaru selama 5 tahun terakhir layak dilanjutkan.

“Kita mengarah dukungan ke Nadjmi-Jaya,” katanya.
Sumedi mengakui bahwa keputusan untuk mendukung Nadjmi-Jaya telah bulat, dalam pembahasan internal di DPC Partai Demokrat Banjarbaru. Meskipun begitu, tetap saja keputusan final hingga penerbitan SK merupakan ranah DPP Demokrat. (kanalkalimantan.com/tim)

 

Reporter : Tim
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Duet H Rusli-Guru Fadlan Jemput SK Rekomendasi DPP Golkar di Jakarta

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Pasangan H Rusli- KH Fadlan As’ary semakin mantab menuju pencalonan di Pilkada Banjar. SK Rekomendasi DPP Partai Golkar terkait pencalonannya di Pilkada kini sudah digenggaman. Surat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartato di Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Diterimanya SK tersebut setelah sebelumnya DPD Golkar Kalsel mengeluarkan surat pengajuan rekomendasi No A-054/GOLKAR-KS/V1/2020 tentang Laporan Hasil Pelaksanaan Tahapan Seleksi Bakal Calon Kepala Daerah Partai Golkar di Pilkada 2020.

Terkiat dukungan tersebut, Guru Fadlan mengatakan diterimanya SK dari DPP Golkar semakin memantabkan langkah duet H Rusli-Guru Fadlan di Pilkada Banjar. “Ya, alhamdulillah. Insyallah partai-partai lain juga akan menyusul,” katanya.

Saat ini, tarung Pilkada Banjar makin kompetitif pasca mundurnya incumbent Bupati H Khalilurrahman. Sejumlah kandidat semakin mantab menatap kursi Bupati dan Wakil Bupati Banjar, termasuk duet H Rusli- KH Muhammad Fadlan Asy’ari atau Guru Fadlan, yang disokong Golkar dan gabungan partai lain.

 

Bahkan, saat ini paket yang termasuk muncul belakangan ini diklaim memiliki sokongan lebih dari separuh kursi parlemen di DPRD Banjar. Besarnya dukungan ini terungkap dalam surat pengajuan rekomendasi DPD I Golkar Kalsel ke DPP Golkar, No A-054/GOLKAR-KS/V1/2020 tentang Laporan Hasil Pelaksanaan Tahapan Seleksi Bakal Calon Kepala Daerah Partai Golkar di Pilkada 2020.

Dimana dalam surat tersebut disampaikan, untuk Pilkada Banjar, Golkar Kalsel mencalonkan duet H Rusli-Guru Fadlan. Paket ini disokong 6 koalisi parpol terdiri dari Partai Golkar yang memiliki 8 kursi di parlemen, PKS 2 kursi, PPP 5 kursi, PDIP 2 kursi, PAN 3 kursi, dan Demokrat 4 kursi. Sehingga total ada 24 kursi yang menyokong pencalonan di Pilkada.

Jumlah tersebut lebih dari separuh kursi di DPRD Banjar sebanyak 45 kursi. Artinya, dukungan massif ini sudah jauh melampaui dari batas minimum syarat mengusung calon dari jalur partai di KPU Banjar. Guna dapat maju di Pilkada Kabupaten Banjar 2020 melalui jalur partai politik, syaratnya pasangan bakal calon minimal harus mendapat dukungan 20 persen atau 9 kursi di DPRD Banjar.

Pasangan H Rusli-Guru Fadlan memang bisa menjadi poros kekuatan baru di kabupaten berjuluk Serambi Makkah ini. Selain sokongan porpol, kedua tokoh tersebut juga memiliki basis massa yang kuat. H Rusli yang saat ini duduk sebagai Ketua DPD Golkar Banjar sekaligus anggota DPRD Kalsel, tercatat sebagai anggota dewan dengan raihan suara terbanyak pada pemilu 2029 lalu.

Sedangkan Guru Fadlan, selain tokoh Nadhlatul Ulama (NU) juga merupakan mantan Ketua MUI Kabupaten Banjar. Sebelumnya, pasangan in juga telah mendapat surat rekomendasi dari PPP, dan PKS. Bahkan, PPP telah lebih dulu secara terang-terangan menyatakan dukungannya!. “Syukur Alhamdulillah pasangan kami memang mendapat kepercayaan dan menerima SK dari PPP dan PKS. Semoga kepercayaan ini berlanjut dan mendapat kepercayaan masyarakat untuk menjadikan Kabupaten Banjar lebih baik,” kata H Rusli.

Di sisi lain, tampilnya tokoh lain juga tak bisa dianggap enteng. Seperti Wakil Bupati Saidi Mansyur, yang juga memastikan mendapatkan 1 tiket di Pilkada Banjar. Saidi mendapat dukungan dari tiga partai besar yakni, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan terbaru adalah Partai Demokrat.

Penyerahan SK tersebut dilakukan ketika Saidi Mansyur bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono didampingi Ketua DPD Demokrat Kalsel, Rusian. Selasa (30/6/2020).

“Kami kini sudah mengantongi surat dukungan dari tiga partai, dan dukungan dari Partai Demokrat baru tadi kami terima, dan diserahkan langsung oleh ketua umumnya Agus Harimurti Yudhoyono,” ujar Saidi Mansyur, Selasa (30/6/2020).

Menurut dia, AHY mendoakan Saidi terpilih sebagai bupati dan bisa mensejahterakan masyarakat Kabupaten Banjar. Dengan bergabungnya dua partai itu bersama Partai Nasdem, artinya Saidi mengantongi 16 kursi. Yakni, Partai Nasdem memiliki tujuh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjar, PKB lima kursi, dan Partai Demokrat sebanyak empat kursi.

Dengan total 16 kursi dari tiga partai tersebut, maka dipastikan Saidi Mansyur telah memenuhi syarat mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati Banjar. Syarat di KPU minimal sembilan kursi untuk dapat maju dipilkada nanti. (Kanalkalimantan.com/tim)

 

Reporter : Tim
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Covid-19 Kalsel di Angka 4.146, Kasus Baru 78 Orang, Sembuh 112 Orang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi Covid-19. foto: Pexels
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel ) masih terus menanjak, meski secara perlahan tapi pasti angka kesembuhan penderita juga meningkat.

Ada tambahan 78 kasus baru ini, secara kumulatif jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kalsel sudah di angka 4.146 per Minggu (12/7/2020). Kabar duka juga kembali disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, dimana dilaporkan ada lima kasus kematian pasien Covid-19 di Kalsel.

Yaitu dua orang asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang meninggal dunia pada 3 dan 9 Juli 2020 kemarin, dua orang asal Kota Banjarmasin yang meninggal dunia pada 11 dan 23 Juni 2020 serta satu orang asal Kota Banjarbaru yang meninggal dunia pada 12 Juli 2020.

Sehingga, total angka kematian pasien Covid-19 di Kalsel berjumlah 216 kasus atau 5,2 persen dari seluruh kasus Covid-19 di Kalsel.

 

Data Covid-19 Kalsel per Minggu 12 Juli 2020. grafis: yuda/kanalkalimantan

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Muhammad Muslim, ada tambahan 112 orang yang sembuh kali ini, persentase kesembuhan pasien Covid-19 di Kalsel kembali meningkat menjadi 33,6 persen.

“Persentase ini meningkat cukup tajam jika dibandingkan persentase kesembuhan pada awal bulan Juni 2020 lalu yang masih berada di angka 11 persen,” ujarnya.

Mereka merupakan para pasien yang dirawat di beberapa Rumah Sakit (RS), fasilitas karantina di Kalsel maupun yang menjalani isolasi mandiri.

Diantaranya 49 orang di karantina balai Diklat Ambulung Banjarbaru, 22 orang di fasilitas karantina Bapelkes Banjarbaru, 22 orang di fasilitas karantina Kabupaten Balangan, 6 orang di fasilitas karantina di Kabupaten Banjar dan dua orang di fasilitas karantina Kabupaten Batola.

Satu orang di fasilitas karantina di Kabupaten Hulu Sungau Tengah, tujuh orang di fasilitas karantina Kabupaten Tanahlaut, empat orang di RS Bhayangkara, lima orang di RSUD dr H Moch Ansari Saleh dan dua orang di RSUD Ulin Banjarmasin.

Sedangkan tambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang terkonfirmasi kali ini sebanyak 78 orang yang berasal dari sembilan kabupaten/kota.

Paling banyak di Kota Banjarmasin sebanyak 33 kasus, lalu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan 18 kasus, Kabupaten Tanah Laut 10 kasus, Kabupaten Tanah Bumbu 6 kasus, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Balangan masing-masing 4 kasus.

Lalu di Kabupaten Batola, Kabupaten Tapin dan Kota Banjarbaru masing-masing satu kasus. Kali ini, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 398 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 733 orang. (kanalkalimantan.com/bie)

Reporter : bie
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->