Connect with us

Kota Banjarbaru

Kalsel Siaga Bencana, BPBD Banjarbaru Asah Skil Penanganan Bencana

Diterbitkan

pada

BPBD Kota Banjarbaru saat menggelar simulasi dan peningkatan keterampilan di wisata Danau Caramin, Kelurahan Guntung Manggis. Foto : rico

BANJARBARU, Sepanjang tahun 2018, di Indonesia berbagai bencana alam dengan selang waktu yang saling berdekatan terjadi. Tidak sedikit korban yang meninggal dunia dan bahkan hilang akibat bencana tersebut. Alhasil, pemerintah menetapkan sejumlah wilayah di Indonesia dalam siaga darurat bencana.

Persiapan dari berbagai pihak dilakukan menanggapi situasi kedaruratan itu, seperti halnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru saat menggelar simulasi dan peningkatan keterampilan di wisata Danau Caramin, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Sabtu (5/1).

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Drs H Said Abdullah MSi mengatakan, simulasi dan peningkatan keterampilan anggota BPBD harus dilakukan tidak cuma sekali. Keterampilan seperti penggunaan alat serta kekompakan anggota menjadi hal penting saat dalam situasi bencana.

“Kegiatan ini tentu sangat penting dalam keterampilan dan kemampuan para anggota, agar lebih ditingkatkan dan bisa profesional dalam membantu bencana,” ujarnya.

 

Sekda Banjarbaru menyebutkan bencana yang ada di Kota Banjarbaru ada 3 yakni bencana banjir, bencana puting beliung dan bencana kabakaran.
BPBD Kalsel menetapkan Kalimantan Selatan siaga bencana banjir, longsor, puting beliung dan gelombang pasang, akibat tingginya intensitas hujan dan perubahan cuaca yang ekstrem.

Menurut Kepala BPBD Kalsel Wahyuddin, penetapan siaga darurat bencana karena sudah 3 dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan yang sudah menyatakan siaga yakni Kabupaten Tapin, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Banjar.

“Penetapan siaga darurat ini sudah melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Selatan, berlaku mulai 1 Januari 2019 hingga 30 April 2019,” bebernya. (rico)

Kota Banjarbaru

Empat Penderita Asal Banjarmasin Meninggal, Positif Covid-19 di Kalsel Bertambah 27 Orang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel, Muhamad Muslim Foto: Fikri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sempat melandai, temuan kasus baru positif Covid-19 di Kalimantan Selatan kembali melonjak. Hingga Selasa (26/5/2020) sore tercatat ada 630 kasus positif Covid-19 atau naik sebanyak 27 kasus dibanding sehari sebelumnya yang tercatat 603 kasus.

“Penambahan kasus positif Covid-19 hari ini sebanyak 27 orang,” ungkap Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalimantan Selatan Muhamad Muslim, Selasa (25/5/2020) sore.

Dari 27 kasus baru ini, mayoritas tercatat dari Kabupaten Tanahbumbu sebanyak 10 kasus. Disusul Kota Banjarmasin sebanyak delapan kasus, Kabupaten Tanahlaut sebanyak lima kasus, Kabupaten Banjar sebanyak dua kasus, serta masing-masing satu kasus dari Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tapin.

Saat ini, lanjut dia, dari 630 kasus positif Covid-19 yang tercatat, 483 kasus di antaranya menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun menjalani karantina khusus.

Di samping itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini menyebut ada penambahan kasus meninggal dunia akibat Covid-19. Sehingga kini tercatat sebanyak 67 kasus kematian akibat Covid-19 di Kalsel, atau sebesar 10 persen.

“Pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia pada hari ini sebanyak empat orang, yang semuanya berasal dari Kota Banjarmasin,” ujar Muslim.

Namun demikian, tidak ada laporan kasus sembuh dari Covid-19 tercatat pada hari ini, yang saat ini tercatat sebanyak 77 kasus.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kalsel tercatat sebanyak 910 orang. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) melonjak menjadi 162 pasien.(kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : dhani

 

Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Satu di Antaranya Kasus Korupsi, 631 Warga Binaan Lapas Banjarbaru Terima Remisi Idul Fitri

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kegiatan di Lapas Klas II B Banjarbaru. Foto: Petugas Lapas

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia memberikan remisi khusus kepada warga binaan atau narapidana (napi) beragama Islam yang berada di Lapas Kelas II B Banjarbaru, Minggu (24/5/2020) pagi.

Adapun penerima remisi Idul Fitri 1441 Hijriah kali ini sebanyak 631 warga binaan.

Jumlah tersebut merupakan warga binaan yang mendapatkan Remisi Khusus (RK) I atau pengurangan masa hukuman. Dalam hal ini, mereka mendapatkan pengurangan masa hukuman 15 hari, satu bulan, bahkan ada juga yang sampai dua bulan.

Mereka yang menerima pengurangan masa hukuman ini telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Salah satunya, telah menjalani setengah dari masa hukumannya di Lapas Banjarbaru.

Lebih rinci lagi, 631 napi yang mendapatkan pengurangan masa hukuman ini tergolong dari berbagai tindak pidana kejahatan. Yakni, 473 napi dari tindak pidana umum (pidum), 157 napi dari kasus Narkotika, dan satu napi kasus korupsi.

Kepala Lapas Banjarbaru, Herliyadi, mengatakan bahwa sebenarnya ada beberapa warga binaan yang juga menerima RK II atau bisa langsung bebas. Hanya, mereka yang menerima RK II tersebut masih harus menjalani hukuman subsider (hukuman kurungan sebagai pengganti hukuman denda).

“Ada tiga napi yang mendapatkan remisi khusus untuk langsung bebas. Tapi ketiganya masih menjalani hukuman subsider. Seorang napi menjalani subsider selama enam bulan dan dua napi lainnya menjalani subsider selama tiga bulan. Intinya, pada hari ini tidak ada napi yang dibebaskan,” katanya, saat dijumpai kanalkalimantan.com.

Sesuai arahan dari Dirjen Kemasyarakatan, kata Herliyadi, pemberian remisi bukan hanya implementasi pemberian hak yang diberikan negara. Tetapi lebih jauh merupakan apresiasi yang diberikan negara terhadap warga binaan yang telah berhasil menunjukkan perubahan perilaku dan meningkatkan kualitas di selama berada di Lapas/Rutan.

“Yang patut digarisbawahi bahwa para napi yang berada di dalam Lapas ini bukanlah untuk menjadi orang jahat. Mereka di sini karena kehendak yang Maha Kuasa. Mereka kami bina agar nantinya saat kembali ke lingkungan masyarakat, mereka bisa diterima kembali,” pungkas Kepala Lapas Banjarbaru.

Tercatat hingga hari ini, jumlah napi yang menghuni di Lapas Banjarbaru ada sebanyak 1.709 orang. Namun, ada 100 napi yang masih tertahan di sel tahanan Polres Banjarbaru dan belum bisa dipindahkan akibat kondisi yang disebabkan pandemi Covid-19. (kanalkalimantan.com/rico)

Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Makin Menjamur, Pemko Banjarbaru Akhirnya Tindak “Manusia Gerobak”

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Penertiban "Manusia Gerobak" di Kota Banjarbaru Foto: Rico

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Fenomena maraknya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang memadati Kota Banjarbaru akhirnya ditindak serius.

Mereka yang kerap disebut “manusia gerobak” memang telah menjamur di Kota Banjarbaru sejak memasuki Ramadan 1441 H tadi.

Dalam hal ini, Satpol PP Banjarbaru bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (Disdalduk KB PMP dan PA) Kota Banjarbaru, melakukan penertiban pada Sabtu (23/5/2020) siang.

Pihak Disdalduk KB PMP dan PA juga turut dilibatkan karena banyak PMKS seperti l yang melibatkan perempuan lansia maupun anak di bawah umur. Tim gabungan ini mendapati beberapa temuan, baik dari pemulung wanita yang berusia renta maupun ada yang melibatkan anak yang masih sangat belia.

Mereka yang didapati tim langsung didata hingga diantar ke kediamannya. Petugas menginginkan mereka untuk tidak beroperasi selama PSBB dan juga menjelang lebaran.

Kasat Pol PP Banjarbaru, Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal, Yanto Hidayat menegaskan bahwa selama PSBB sebetulnya mereka dilarang beraktivitas. Namun, fakta di lapangan katanya mereka selalu saja kembali usai ditegur petugas.

“Alasannya memang selalu karena masalah ekonomi. Jadi tadi bersama Disdalduk KB PMP dan PA selain mendata dan meminta mereka istirahat, kami turut serahkan bantuan paket sembako dari Pemko untuk mereka, harapannya agar tidak harus turun ke jalan lagi,” ujar Yanto.

Memang, lanjut Yanto, beberapa yang kedapatan sudah pernah ditertibkan sebelumnya. Hal itu karena mereka kerap berpindah-pindah tempat.

“Makanya kami harus terus patroli. Apalagi banyak anak kecil,” ujar Yanto.

Sementara itu, Kepala Disdalduk KB PMP dan PA Kota Banjarbaru, Mahrina Noor memastikan bahwa mereka yang terdata akan dikoordinasikan dengan Dinas Sosial serta instansi terkat lainnya. Mengingat terangnya permasalahan ini lintas sektoral.

“Kami fokus pada perempuan dan anak kecil. Tadi masih banyak kami temukan, tapi memang mereka seperti itu karena tidak ada pilihan lain. Jadi tadi kami lakukan pendataan, nantinya kami laporkan ke dinas sosial apakah bisa dimasukkan dalam program bansos,” katanya.

Selain Dinsos, dinas seperti Disdukcapil hingga ke level Kelurahan kata Mahrina juga harus berkoordinasi. Mengingat pihaknya menemukan ada beberapa orang yang tak punya KTP Banjarbaru.

“Ada yang sudah enam tahun tinggal di sini tapi KTP nya masih luar daerah. Nah ini kan kendala kami juga untuk mengusulkan dapat program bantuan. Jadi nanti kami akan koordinasi dengan pihak lainnya,” pungkas dia. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Dhani

 

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->
Share via
Copy link
Powered by Social Snap