Connect with us

INTERNASIONAL

Kapal Induk AL AS Terbakar di San Diego, 21 Cedera

Diterbitkan

pada

Asap membubung dari kapal AL AS, USS Bonhomme Richard, di Pangkalan AL San Diego, California, 12 Juli 2020. Foto: AP via VOA
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, SAN DIEGO – Dua puluh satu orang mengalami cedera ringan dalam ledakan dan kebakaran hari Minggu di sebuah kapal di pangkalan Angkatan Laut San Diego, jelas para pejabat militer.

Kebakaran dilaporkan terjadi beberapa waktu sebelum pukul 9 pagi di USS Bonhomme Richard, kata Mike Raney, juru bicara Naval Surface Force, Armada Pasifik AS.

Tujuh belas anggota Angkatan Laut dan empat orang sipil diopname karena “cedera yang tidak mengancam jiwa mereka,” kata Raney dalam sebuah pernyataan singkat, tanpa menyertakan rincian tambahan. Sebelumnya, para pejabat menyatakan sedikitnya satu orang dirawat karena menghirup asap.

Sekitar 160 orang berada di atas kapal itu ketika kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 8:30 pagi waktu setempat, kata Naval Surface Forces.



Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Belum segera diketahui ledakan dan kebakaran tersebut terjadi di bagian mana di kapal penyerang amfibi sepanjang 255 meter itu. Kebakaran menyebabkan gumpalan asap hitam tebal yang terlihat di sekitar San Diego.

Laksamana Muda Philip Sobeck, komandan Expeditionary Strike Group 3, memberitahu San Diego Union-Tribune bahwa Angkatan Laut menduga kebakaran terjadi di ruang kargo yang menyimpan kendaraan dan peralatan kelautan.

Kebakaran tidak dipicu oleh bahan bakar minyak, bahan-bahan berbahaya atau gangguan listrik, kata Sobeck kepada harian itu. Kebakaran dipicu oleh kertas, kain atau bahan lain. Ia menyatakan tidak khawatir mengenai kualitas udara atau toksisitas akibat kebakaran itu. (vm/ft), (uh/abb)

 

Editor : VOA


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

INTERNASIONAL

Indonesia Tunggu Saudi soal Kepastian Umrah, Ongkos Diperkirakan Naik

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sebagian jemaah haji melakukan Tawaf (mengelilingi Ka'bah) di Mekkah, Arab Saudi (foto: dok). Dalam ibadah haji 28 Juli-2 Agustus kemarin, pemerintah Saudi hanya menerima 1.000 jemaah.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MEKKAH – Konsul Haji RI di Jeddah, Dr. Endang Jumali, mengatakan mulai berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi terkait pelaksanaan umrah. Dia meminta berbagai peraturan dan penyesuaian terkait COVID-19 segera diberikan kepada pemerintah Indonesia.

“Paling tidak ada informasi awal. Semalam juga saya sudah kontak-kontak ke bagian teknis di Kementerian Haji (Arab Saudi) untuk bisa kita rapat bersama dalam kaitan umrah ke depan seperti apa,” ungkapnya dalam sebuah diskusi, Senin (3/8) sore.

Endang mengatakan, ibadah umrah akan berpatokan pada ibadah haji yang baru saja digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Konsul Haji RI di Jeddah, Dr. Endang Jumali, mengatakan ibadah umrah akan berpatokan pada ibadah haji lalu dengan menerapkan protokol kesehatan. (Tangkapan layar)

Ibadah umrah pada prinsipnya mirip dengan ibadah haji, namun dapat dilaksanakan sepanjang tahun. Sementara haji dilaksanakan pada bulan ke-12 dalam kalender Islam atau bulan Zulhijah.



 

Dalam ibadah haji yang jatuh pada 28 Juli-2 Agustus kemarin, pemerintah Arab Saudi hanya menerima 1.000 jemaah. Itu pun orang-orang yang sudah berada di wilayah negara tersebut. Padahal biasanya ibadah haji dapat diikuti 2 juta orang dari seluruh dunia.

Terkait ibadah umrah, Endang menyatakan optimis akan segera dibuka. Apalagi, kata dia, jumlah kasus COVID-19 di Arab Saudi terus turun. “Per tanggal 25 itu tercatat kasus 2.200 terus menurun sampai kemarin di tanggal 2 Agustus itu 1.357. Jika hal ini terus menunjukkan angka yang positif kan memungkinkan, ketika nanti penerbangan internasional dibuka, umroh juga dibuka,” tambahnya.

Meski begitu, ujarnya, umrah tetap dapat dipengaruhi oleh keadaan COVID-19 di negara asal jemaah. Apalagi kata dia, kasus di Indonesia terus naik.

“Kan tidak menutup kemungkinan pemerintah Arab Saudi juga menysaratkan bagi (negara) pengirim jemaah umroh, syarat-syarat yang sangat ketat,” tandasnya.

Asosiasi Perkirakan Harga Naik

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (AMPHURI), Joko Asmoro, menyatakan ada 4 skenario umrah di tengah pandemi. Skenario ini adalah; pertama, umrah terbuka namun dengan protokol kesehatan; kedua, umrah dengan kuota terbatas; ketiga, umrah dengan kuota terbatas per negara; atau keempat, umrah ditunda setahun. “Empat kemungkinan option ini kita harus siap. Umrohnya sendiri belum tahu kapan,” terangnya dalam kesempatan yang sama.

Joko Asmoro, Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia, memperkirakan ongkos ibadah umrah naik. (Tangkapan layar)

Yang pasti, kata Joko, ongkos umrah diperkirakan naik. Hal ini utamanya terkait kapasitas maskapai penerbangan dan akomodasi yang harus mengikuti protokol kesehatan. “Kalau maskapai hanya mampu mengangkut 60-70 persen saja, tentunya harga tiket juga akan naik. Mengkondisikan menjadi protokol itu ada penambahan biaya. Yang tadinya kamar berempat bisa bertiga, bagaimana nanti? Saat ini saja haji 1 kamar 1 orang, apakah umrah diperbolehkan berdua?” ungkap Joko.

Sementara itu, ambah Joko, resesi di sejumlah negara juga akan berdampak pada nilai tukar Rupiah. Sehingga ia meminta anggotanya menjual paket umrah yang fleksibel. “Nggak ada salahnya teman-teman menjual paket umrah tapi dengan kondisi tidak bergantung dengan tanggal. Atau ada ketentuan bahwa nanti ada perubahan dan lain sebagainya,” imbuhnya.

AMPHURI mencatat, Indonesia memiliki 61.519 jemaah umrah yang seharusnya berangkat pada 27 Februari 2020, namun batal karena COVID-19. Para jemaah ini juga perlu mendapatkan jadwal pengganti.

Maskapai Tunggu Otoritas Berwenang

Andri Bermawi dari Saudi Arabian Airlines mengatakan berencana kembali membuka penerbangan ke Indonesia dengan jadwal terbatas. Pihaknya merencanakan ada 13 jadwal penerbangan selama bulan September. Namun ia masih menunggu keputusan pihak berwenang sebelum membuka kembali jadwal tersebut.

“Jadwal bulan Oktober masih agak lebih banyak. Tapi kami juga masih belum tahu apakah jadwal ini masih tetap dan akan dioperasionalkan,”jelasnya, seraya mengatakan jadwal yang dipersiapkan untuk bulan Agustus tidak jadi dilaksanakan.

Saudi Arabian Airlines akan membuka kembali penerbangan ke Indonesia secara terbatas (foto: ilustrasi).

Sementara itu, pihaknya mulai mengembalikan uang tiket penerbangan (refund) kepada jemaah asal Indonesia, berdasarkan perintah kantor pusat.

“Alhamdulillah kami bisa menyalurkan refund dari bapak ibu sekalian, meski pun sedikit ada pending atau ada waktu proses, karena maklum banyak sekali,” papar Andri.

Berdasarkan catatan AMPHURI, baru Saudi Airlines yang melakukan pengembalikan atau refund tiket. (rt/em)

Reporter : Rio
Editor : Eva/VOA

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

INTERNASIONAL

Pria Pakistan yang Mengaku Nabi Dibunuh di Pengadilan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Polisi berkumpul di pintu masuk pengadilan distrik di Peshawar, Pakistan, menyusul tewasnya Tahir Shamim Ahmad, yang ditembak oleh pengunjung saat berada di dalam ruang sidang atas tuduhan menghina Islam, Rabu, 29 Juli 2020. Foto: AP via VOA
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PESHAWAR – Sebuah peristiwa tragis terjadi di sebuah pengadilan di Peshawar, Pakistan Barat Laut, Rabu (29/7/2020). Polisi mengatakan, seorang pria yang sedang diadili karena dianggap menghina Islam ditembak mati seorang  lainnya.

Tidak jelas bagaimana Khalid Khan, penyerang itu, berhasil masuk ke ruang sidang yang dijaga ketat. Namun yang pasti, pihak berwenang merebut senjata pria itu dan menangkapnya.

Pria yang sedang diadili, Tahir Shamim Ahmad, mengklaim dirinya sebagai nabi dan ditangkap dua tahun lalu atas tuduhan menghina Islam. Ahmad meninggal sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit.

Penghinaan agama merupakan isu yang sangat kontroversial di Pakistan. Pelakunya bisa dikenai hukuman penjara seumur hidup atau dihukum mati. Banyak warga Pakistan sering mengabaikan hukum terkait masalah itu dan melakukan tindakan main hakim sendiri.



Pihak berwenang Pakistan sejauh ini belum pernah menghukum mati mereka yang dituding menghina Islam. Namun, tuduhan penghinaan agama yang belum bisa dipastikan kebenarannya saja bisa memicu kerusuhan besar di negara itu.

Organisasi-organisasi HAM dalam negeri dan internasional mengatakan tuduhan penghinaan agama sering digunakan untuk mengintimidasi kelompok-kelompok minoritas agama dan menyelesaikan persoalan pribadi.

Seorang gubernur Punjab dibunuh pengawalnya sendiri pada 2011 setelah secara terbuka membela seorang perempuan Kristen, Asia Bibi, yang didakwa menghina Islam.

Bibi sendiri akhirnya dibebaskan setelah selama delapan tahun menunggu pelaksanaan hukuman mati terhadap dirinya. Menghadapi ancaman pembunuhan dari para ekstremis Islam setelah pembebasannya, Bibi pindah ke Kanada tahun lalu untuk tinggal bersama putri-putrinya. (ab/uh)

Reporter: VOA
Editor: Andy


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->