Connect with us

Kanal

Karhutla Masih Terjadi, SDN 2 Jejangkit Nyaris Terbakar

Diterbitkan

pada

Kebakaran lahan nyaris menghanguskan bangunan SDN 2 Jejangkit, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Batola. Foto : rendy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARABAHAN, Meskipun sempat dilanda hujan deras dalam satu pekan terakhir, namun kebakaran hutan dan lahan masih masif terjadi di Kawasan Kabupaten Barito Kuala, kali ini Karhutla terjadi di Kecamatan Jejangkit, dan hampir membakar bangunan SDN 2 Jejangkit.

“Api hampir saja membakar sekolahan SDN 2 Jejangkit, bahkan api sudah masuk kolong sekolah, beruntung Satgas Karhutla dibantu masyarakat bergegas datang, sehingga api bisa dikendalikan,” aku Fajar Anggota Damkar T4.

Ditambahkan Fajar, adapun asal api tersebut berasal dari lahan kosong yang berada persis di belakang sekolah berupa semak belukar yang mengering, sehingga api dengan cepat menjalar ke arah sekolah.

“Karhutla ini terjadi sekitar pukul 13.00 Wita tadi, awalnya masyarakat datang berusaha memadamkan api dengan dua pompa air, ini sangat membantu sekali sebelum Satgas Karhutla serta BPBD Batola datang, sehingga api dapat dipadamkan hingga pukul 14.00 Wita tadi,” pungkasnya.

Karhutla di Batola khususnya di Kecamatan jejangkit terpantau setiap hari terjadi, terakhir kemarin siang, belasan hektare lahan di Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala hangus terbakar, sulitnya akses masuk menuju titik lokasi masih menjadi kendala tim satgas untuk memadamkan api.

Kondisi itu disampaikan Ahmad Ridhani anggota RJW tim Satgas Jarhutla, banyak titik api yang muncul di kawasan Kecamatan Jejangkit, namun tidak semua wilayah dapat dijangkau. Saking sulitnya tak jarang satgas harus berenang menyeberangi sungai untuk menuju titik lokasi.

“Banyak sekali titik api yang muncul pada hari ini, hanya yang di pinggir jalan raya saja yang dapat kami datangi, sebab untuk api yang ada di tengah lahan itu kita perlu masuk beberapa kilometer berjalan kaki, itu sangat tidak memungkinkan,” katanya, Rabu (30/10).

Ditambahkan Ridhani, dalam upaya pemadaman yang berlangsung hingga pukul 14.00 Wita hingga 19.00 Wita ini, api hampir saja mengenai salah satu pesantren yang berada di kawasan Ray 7 di Kecamatan Jejangkit. Beruntung tim satgas yang datang dapat mengendalikan api hingga padam.

“Kita tadi juga sempat panik, karena karhutla ini hampir membakar bangunan salah satu pesantren, namun karena banyak dari rekan satgas yang lain turut membantu, dan sumber air tidak susah dicari, akhirnya semua sudah clear hingga pukul, 18.00 Wita tadi,” pungkasnya.

Karhutla yang terjadi di Kabupaten Batola hingga Selasa (29/10), sudah menghanguskan seluas 309,4 kehtare lahan, dengan rincian sebanyak 78 kali kejadian. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

Kanal

Polisi Kirim Sampel Kebakaran Plaza Beringin Buntok ke Puslabfor

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Puing kebakaran 24 kios yang terbakar di Plaza Beringin Buntok pada Minggu (12/7/2020) dini hari. foto: digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BUNTOK – Pasca kebakaran yang menghanguskan 24 kios di Plaza Beringin Buntok pada Minggu (12/7/2020) dini hari, Polsek Dusun Sulatan (Dusel) mengirim sampel dugaan asal titik api ke Puslabfor Polri di Jakarta.

Kapolres AKBP Devy Firmansyah SIK melalui Kapolsek Dusel Iptu Suranto mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari warga, pihaknya langsung menghubungi SOPD terkait dalam hal ini Damkar Barsel sehingga bisa segera memadamkan api.

“Sekitar pukul 03:15 api sudah besar dan pada pukul 04:00 WIB api sudah berhasil dipadamkan oleh Damkar Barsel dibantu Damkar Plaza dan warga setempat,” kata Suranto kepada Kanalkalimantan.com, Minggu (12/7/2020).

Lebih lanjut olehnya usai api berhasil dipadamkan pihaknya langsung mengamankan TKP dengan memberi police line di area TKP, sehingga bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Kapolsek Dusel Iptu Suranto (kanan). foto: digdo

“Kita sudah berikan police line mengamankan TKP untuk bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kebakaran,” jelas Suranto.

Ia mengungkapkan terkait penyebab kebakaran pihaknya juga telah mengambil sampel yang diduga asal titik pusat api, sampel ini langsung dikirim ke Puslabfor Polri.

Baca juga: Lelap Dini Hari Warga Buyar, Api Lumat 24 Kios di Plaza Beringin Buntok

“Jadi terkait penyebab kebakaran sementara masih dilakukan penyelidikan sambil menunggu hasil kiriman sampel ke Jakarta, mudah-mudahan secepatnya kita mendapatkan hasilnya,” beber Suranto.

Sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendataan untuk 24 pemilik kios yang menjalani pemeriksaan, sekaligus pendataan apa saja kerugian mereka akibat kebakaran ini.

“Terkait kerugian kita masih melakukan pendataan, namun untuk sementara pasca kebakaran ini untuk korban jiwa tidak ada hanya kerugian materi saja,” pungkas Suranto. (kanalkalimantan.com/digdo)

Reporter : digdo
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kanal

Pendidikan di Tengah Pandemi, Disdik HSU Siapkan Metode Guru Kunjungi Murid

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sekretaris Disdik HSU: Metode Daring Banyak Kelemahan, Contoh Jaringan Internet di Kota dan Desa Berbeda

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Metode tatap muka di kelas tidak akan dipergunakan dalam pembelajaran pada tahun ajaran baru di Kabupaten HSU
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memastikan proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2020-2021 menggunakan metode pengajaran guru mendatangi siswa, dimulai dilaksanakan pada Senin 13 Juli 2020 besok.

Hal tersebut dikemukakan Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten HSU H Amberani saat mengisi dialog interaktif secara live streaming melalui televisi lokal KominfoTV, Sabtu (11/7/2020) malam

Amberani menuturkan, dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini, kesehatan dan keselamatan bagi anak merupakan hal utama dengan tidak mengenyampingkan hak anak untuk memperoleh pengajaran. Karenanya Disdik HSU berupaya mencari solusi yang tepat untuk proses belajar mengajar dimasa Pandemi.

Salah satunya dengan menggunakan mitode daring atau guru yang mengunjungi murid (siswa) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

 

“Keadaan (proses belajar mengajar) kita balik, yang mana dulunya anak (siswa) datang ke sekolah, sekarang guru yang akan ke rumah  yang akan membagikan buku-buku paket selama semester pendidikan ditempuh,” jelas Amberani

Menurut Amberani, kebijakan ini diambil setelah sebelumnya mengambil berbagai pertimbangan yang ada, sesuai dengan kondisi yang sedang dialami daerah sekarang ini.

“Proses belajar mengajar akan dilakukan dengan metode seorang guru akan mengunjungi peserta didiknya (Siswa) dirumah sekaligus guru memberikan penjelasan tentang pola pelajaran di semester ini,” sambung Amberani.

Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten HSU H Amberani. foto: dew

Amberani menuturkan, meski sistem pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 sepertinya menjadi prioritas yang tepat, namun ia berpendapat sistem pembelajaran daring tersebut banyak memiliki kelemahan. Diantaranya kesiapan sarana prasarana yang sepenuhnya tidak semua peserta didik bisa memenuhinya, ditambah lagi persoalan lain seperti pengadaan kuota internet, jaringan internet yang tidak merata di kota dan desa.

“Karena pendidikan itu harus merata, baik orang yang berpunya maupun orang yang tidak berpunya, orang kaya atau miskin, di kota maupun di desa harus sama mendapatkan layanan, karenanya semester yang akan datang kita traspormasikan antara sistem pengajaran daring dan luring,” bebernya

Meski kedepan berencana memadukan antara mitode pengajaran daring dan luring, namun Amberani menekankan metode pengajaran luring tidak serta merta tatap muka saja. “Akan tetapi para guru diharapkan lebih menitikberatkan pada membangunkan karakter dan skill anak di masa Covid-19, sehingga ada kedekatan emosional antara guru dan murid,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : dew
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kanal

BPBD Tala: 1.349 Rumah Terendam dan 5.112 Jiwa Terdampak Banjir di Pelaihari

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Banjir yang terjadi Pelaihari menyebabkan ribuan warga terdampak. Foto: BPBD
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PELAIHARI – Musibah banjir yang terjadi di wilayah Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala) , Sabtu (11/7/2020) siang cukup parah. Data Pusdalpos BPBD Tala menyebutkan sebanyak 1.349 rumah terendam dan 5.112 jiwa terdampak, akibat luapan sungai setelah diguyur hujan seharian.

Banjir terparah terjadi di kawasan Parit, Jalan A Yani dan permukiman di Pintu Air. Di lokasi Jl A Yani, jumlah rumah yang terendam tercatat 500, dengan 1.500 jiwa terdampak. Sedangkan di kawasan Pintu sebanyak 200 rumah terendam dan 1.200 jiwa terdampak.

Informasi yang dihimpun Kanalkalimantan.com, banjir terparah di lokasi tersebut hingga mencapai 1 meter-1,5 meter. Banjir juga memutus akses jalan penghubung di sejumlah wilayah hingga merendam gedung sekolah.

 

Di kawasan Parit Kota Pelaihari, yang menjadi jalan utama dari Kota Pelaihari menuju Wilayah Batulicin, akses jalan sempat terputus. Petugas dari tim gabungan Polres, TNI, dan BPBD pun datang untuk melakukan evakuasi.

 

Sedangkan di Angsau, satu sekolah di Jalan Manunggal ikut terendam. Begitu juga jalan utama dari Simpang tiga Angsau menuju Kodim 1009 Pelaihari, dan di samping Mapolres juga terendam.

Bupati Tala Sukamta yang turun ke lapangan memantau kondisi banjir di kawasan Matah mengatakan, pemerintah bersama unsur terkait baik dari Polri, TNI, dan BPBD telah bekerjasama untuk mengevakuasi masayarakat. “Kita semua saling berkoordinasi untuk melakukan upaya evakuasi korban yang terdampak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala M Kusri mengatakan banjir disebabkan intensitas hujan yang cukup tinggi. “Banjir terjadi di sejumlah kawasan di Pelaihari dan sekitarnya,” katanya.(Kanalkalimantan.com/cel)

 

Reporter : Cel
Editor : KK


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->