Connect with us

Kabupaten Banjar

Kasus Kekerasan terhadap Anak Paling Rentan Terjadi di Dalam Rumah

Diterbitkan

pada

Kasus kekerasan masih mengancam perkembangan anak Foto: net
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARTAPURA, Kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi ancaman di tengah peringatan Hari Anak Nasional 2018. Fakatanya, meskipun kecenderungan kasus per tahun mengalami penurunan, tetapi terjadinya kasus tersebut masih terus terjadi. Mirisnya, justru paling banyak terjadi di dalam rumah.

Hal ini sebagaimana disampaikan Sekda Banjar Nasrunsyah, saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional 2018 di Aula barakat Martapura, Sabtu (25/8). Tahun ini, peringatan hari anak mengambil tema “Anak Indonesia, Anak GENIUS (Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat).”

“Sesuai amanat Menteri Yohana Yambise di Hari Anak Nasional 2018 itu, kita akan memulai menekan angka kekerasan terhadap anak dengan pembinaan dan memperhatikan anak itu sendiri.  Di mulai dari rumah, dan mudah-mudahan angka itu akan berkurang secara perlahan,” harapnya.

Acara yang dihadiri anak-anak berprestasi yang diwakili oleh 20 kecamatan tersebut, menurut Bidang Perlindungan Anak DP2KBP3A Kabupaten Banjar Hj Siti Hamidah M Si, sebagai upaya melindungi anak-anak dari berbagai ancaman. Baik fisik, psikis, maupun lingkungan.



Kasus kekerasan pada anak jika dilihat dari tahu 2017 lalu, paling banyak tercatat 31  kasus terjadi di rumah. “Banyak faktor yang menjadikan kekerasan dalam rumah tangga, dan ini harus dihindari agar tidak terjadi lagi. Adapun beberapa faktor tersebut seperti berbicara keras dan menyakitkan, tidak sabar, sifat ego, ekonomi, kurang terbuka dalam keluarga, dan lain sebagainya,” ungkap Hamidah.

Dijelaskannya dari data korban, menurut banyaknya kekerasan yang dialami jika dirangking tiga besar meliputi, kasus korban seksual ada tercatat sebanyak 17 kasus, disusul kekerasan fisik 14 kasus, dan penelantaran 8 kasus. Jika dikatagorikan berdasarkan umur korban, paling rentan berada di umur 6-12 tahun yang terdiri dari 16 kasus disusul umur 13-17 tahun ada 10 kasus dan 25-44 tahun ada 9 kasus.

“Jika dilihat korban berdasarkan pendidikan, korban berpendidikan SD tercatat sebagai korban terbanyak yaitu sebanyak 12 kasus, disusul korban Pendidikan SLTA 11 kasus, SLTP 8 kasus,  tidak bersekolah 7 kasus dan NA 6 kasus,” terang Hamidah.

Kekerasan terhadap anak adalah segala tindakan baik yang disengaja maupun tidak disengaja yang dapat merusak anak . Baik berupa serangan fisik, mental sosial, ekonomi maupun seksual yang melanggar hak asasi manusia, bertentangan dengan nilai-nilai dan norma-norma dalam masyarakat.

Hamidah memang tidak menapikan bahwa telah terjadi peningkatan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Banjar dari tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami kenaikan sebanyak 100%.

“Angka laporan kasus kekerasan pada perempuan dan anak cenderung meningkat setiap tahun di Kabupaten Banjar. Meski begitu, hal tersebut dianggap sebagai salah satu bentuk positif dari kesadaran masyarakat terhadap kekerasan perempuan dan anak di masyarakat,sudah ada kesadaran terhadap masyarakat untuk melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib atau pihak terkait juga semakin baik,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya juga sudah mempunyai lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, (P2TP2A) yang merupakan sebuah lembaga pemerintah berbasis masyarakat yang bersentuhan langsung dengan perempuan korban kekerasan, yang memiliki kewajiban moral untuk turut serta memerangi dan menanggulangi faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan.

Sebelumnya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengatakan pentingnya membuat komitmen pada peringatan Hari Anak Nasional.  Di hadapan Forum Anak Nasional 2018 di Surabaya, Yohana Yembise minta mereka berperan memutus mata rantai kekerasan terhadap anak-anak.

Menurut Menteri Yohana, di negara-negara maju sudah tidak ada lagi anak-anak yang dipukul atau mengalami kekerasan. “Saya minta kalian berjanji, kalau berkeluarga nanti jangan melakukan kekerasan kepada anak-anak kalian,” kata Yohana saat menutup Forum Anak Nasional 2018 di Surabaya, Minggu, (22/7) lalu.

Yohana mengatakan, negara-negara maju yang sudah tidak ada lagi kasus kekerasan terhadap anak karena kesadaran masyarakatnya sudah tinggi. Sebab, kekerasan terhadap anak juga akan dihukum berat. “Dendanya ribuan dolar. Di Indonesia sudah ada Undang-Undang Perlindungan Anak, karena itu jangan ada lagi kekerasan terhadap anak”. (rendy)

Reporter: Rendy
Editor: Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kabupaten Banjar

Kementan Bantu Korban Banjir di Kabupaten Banjar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Penyerahan bantuan untuk korban banjir dari Kementerian Pertanian RI, Sabtu (23/1/2021). Foto: Wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA –  Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar HM Hilman secara simbolis menerimakan bantuan untuk korban banjir dari Kementerian Pertanian RI melalui Pemprov Kalimantan Selatan, di posko Induk Pemkab Banjar, Sabtu ( 23/1/2021).

Kepedulian Kementan RI terhadap korban banjir di Kabupaten Banjar begitu tinggi. Seluruh jajaran yang dibawah Kementan ikut menyumbang dan memberikan bantuan untuk masyarakat yang terdampak.

Bencana banjir yang disertai tanah longsor di beberapa wilayah Kabupaten Banjar yang hampir 64 persen melanda wilayah tersebut beberapa hari yang lalu menyisakan kesedihan yang mendalam bagi saudara-saudara yang berada di sana.

Bantuan dari Kementrian Pertanian RI kali ini bukan hanya untuk bahan makanan saja tetapi juga ada bahan pakaian, selimut, pakaian khusus wanita, dan lainnya.



 

HM Hilman mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Banjar dan seluruh masyarakat Kabupaten Banjar yang tertimpa musibah banjir dan longsor mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Menteri Pertanian RI atas bantuan yang telah di salurkan.

”Insya Allah ini bermanfaat bagi masyarakat karena memang sangat di butuhkan dalam kondisi seperti ini,” ujarnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter: Wahyu
Editor: Dhani


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Banjar

VIDEO. Detik-detik Matnoor Muncul dari Bendungan Karang Intan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Matnoor saat dievakuasi warga sesaat setelah muncul ke permukaan air, setelah dua jam menghilang di air Bendungan Karang Intan, Sabtu (23/1/2021) sore. Foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Kuasa Tuhan, hilang hampir dua jam di air deras, pria tercebur di Bendungan Karang Intan, akhirnya selamat tiba-tiba muncul sendiri dari air.

Saat muncul ke permukaan kondisi Matnoor (28) bertelanjang dada tanpa baju menggenakan celana pendek warna hitam. Korban selamat bernama Matnoor ini berasal dari Desa Abirau, RT 02, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Warga sekitar dan keluarga yang ada di lokasi langsung histeris begitu Matnoor muncul di atas permukaan air dengan selamat. Terlihat dari wajah korban yang begitu tegang, matanya merah.

Begitu pula orangtua korban, kakak kandung korban, istri korban, langsung menangis terisak-isak begitu melihat korban kemunculan Matnoor di atas permukaan air dengan kondisi masih hidup.



Matnoor langsung dilarikan warga ke Puskesmas Sungaialang menggunakan ambulans, untuk diperiksa kondisinya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Bie

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->