Connect with us

selebriti

Kasus Penganiayaan, Chintami Atmanegara Diperiksa Polisi Hari Ini?

Diterbitkan

pada

Chintami Atmanegara saat menemani Minati membuta laporan di Mabes Polri, Senin (21/9/2015).
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Artis senior Chintami Atmanegara dikabarkan akan diperiksa Polres Metro Jakarta Selatan terkait kasus dugaan penganiayaan dengan terlapor putranya, Dio Alif Utama pada hari ini, Rabu (16/0/2020).

Beredar kabar pemeriksaan Chintami Atmanegara dijadwalan pada pukul 10.00 WIB. Namun hingga pukul 10.55 WIB belum tampak kehadiran pelantun lagu Duri Dalam Dada itu di Polres Jakarta Selatan.

Suara.com juga belum mendapatkan konfirmasi dari pihak kuasa hukum Chintami Atmanegara, Yasmin Surachman. Ketika dihubungi, Yasmin mereject panggilan dari kami.

Jadwal pemeriksaan Chintami Atmanegara sebelumnya diungkap oleh Kanit Krimum Polres Jakarta Selatan, AKP Ricky Pranata pada pekan lalu.



(Dari kiri ke kanan) Oddie Agam dan istri bersama Chintami Atmanegara dan Dio Alif. [Instagram]

Ricky mengatakan Chintami dan saksi lainnya, termasuk petugas kemananan komplek akan diperiksa penyidik pada pekan ini.

“Ya tentu (Chintami dipanggil) karena juga ada di TKP,” kata Ricky Pranata saat ditemui di Polres Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2020).

Sebelumnya pihak penyidik sudah melakukan pemeriksaan kepada pelapor, Deanni Ivanda.

Kabar Dio menganiaya Deanni pertama kali mencuat lewat sebuah video yang diunggah akun gosip di Instagram.

Dalam unggahan tersebut pengacara Deanni, Fadel Hasibuan membeberkan kronologi penganiayaan yang terjadi di kediaman artis tersebut.

“Kejadian ini bertempat di kediaman Chintami Atmanegara, korban ini kan sebenarnya tinggal di kediaman Chintami, kemudian korban diusir karena ya mungkin ada ketidaknyamanan di antara mereka,” kata Fadel dalam video yang diunggah akun gosip di Instagram, Selasa (8/9/2020).

Dalam video itu, Fadel juga menjelaskan kejadian tersebut terjadi pada 31 Juli 2020 lalu.

Putra Oddie Agam dan Chintami Atmanegara, Dio Alif Utama. [Instagram]

“Itu kejadian pada 31 Juli 2020, sekitar jam 16.00 WIB. Nah pas tanggal 31 Juli 2020, korban ini dianiaya oleh Dio Alif Utama, anaknya Chintami Atmanegara,” ujarnya.

Polisi kemudian membenarkan ada laporan yang masuk atas nama Deanni tentang tindak penganiayaan pada 8 Agustus 2020. (Suara)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

selebriti

Curhat Ayu Ting Ting Kerap Dibikin Nangis saat Temani Bilqis Belajar Online

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ekspresi Pedangdut Ayu Ting Ting berpose saat menjawab pertanyaan awak media di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (18/8). [Suara.com/Alfian Winanto]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Ayu Ting Ting tak melupakan waktu untuk putrinya Bilqis Khumairah Razak meski punya kesibukan padat sebagai pedangdut ternama. Hal ini ia sampaikan dalam Youtube channel DAD Entertainment beberapa waktu lalu.

Saat menemani putrinya belajar online, Ayu Ting Ting pun sempat curhat jika dirinya sering dibikin nangis. Hal ini cukup membuatnya kewalahan dan bahkan meneteskan air mata.

“Kita dibikin nangis, bayangin aja belum lama ini kita dibikin nangis sama ini anak. Kesal aja gitu, saking kesalnya karena dibilangin nggak ngerti-ngerti. Sekolah ada seminggu, tiga hari nangis, duanya nggak. Terus empat hari nangis, satu hari nggak. Gimana kepala nggak mau pecah coba,” curhat Ayu Ting Ting.

Bilqis Khumairah Razak sendiri sekarang duduk di bangku Sekolah Dasar kelas satu. Diakui Ayu Ting Ting, belajar online membuat Bilqis Khumairah Razak harus fokus dan selalu minta ditemani.



“Ini anak setiap hari nangis aja terus, sementara temen lainnya pada ceria. Ntar ada aja nih, misalnya udah tiga jam belajar, dia ngerasa bosen kali ya langsung tanya ‘Bunda, ini gimana?’ Ada aja yang diiniin, ‘Mau minum’, atau ‘Bunda sini’, gitu,” ungkap Ayu Ting Ting.

Ayu Ting Ting sampai menangis karena kadang kesal dengan sang putri. Ayu Ting Ting juga berpikir jika sang anak mencari perhatian karena waktunya lebih banyak dipakai untuk kerja.

“Kita benar-benar nangis, bukan nangis yang setetes dua tetes, nangisnya bener-bener nangis, di depan dia nangis. Dia diam saja kan, ya sudah, kita nikmati saja. Mungkin dia cari perhatian, karena aku kan kerja setiap hari,” ujar Ayu Ting Ting.

Wah, ternyata Bilqis Khumairah Razak juga ingin selalu ditemani Ayu Ting Ting saat belajar online. Bagaimana menurutmu curhatan Ayu Ting Ting di atas, ada yang punya pengalaman sama? (Suara)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

selebriti

Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19, Bintang Emon Gatel Mau Komentar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Bintang Emon [Instagram]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Komika Bintang Emon kembali menyoroti soal politik Indonesia. Kali ini ia menyinggung pilkada yang rencananya tetap digelar di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Lelaki bernama Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra ini awalnya menyapa warganet dan bertanya hal apa yang kini tengah diperbincangkan.

“Halo, udah lama kita nggak ngobrol. Lagi rame apa ini? Cerita coba, cerita,” kata Bintang Emon di Insta Story, Jumat (25/9/2020).

Tidak berselang lama, Bintang Emon kembali mengunggah video yang membicarakan soal Pilkada atau pemilihan kepala daerah.



“Pilkada nggak ditunda ya?” kata Bintang Emon mengomentari pro kontra soal penyelenggaraannya di saat wabah Covid-19.

Komedian yang pernah berlakon di film Milly & Mamet ini menuturkan ia enggan membahas masalah itu. Namun jika boleh jujur, ada perasaan mengganjal di hati.

“Gue tuh sebenernya nggak mau bahas kebijakan, politik dan lain-lain. Bro, akun gue itu bukan akun politik, jangan berharap lebih. Cuma gue gatel sih,” ujarnya.

Bintang Emon berusaha menahan komentar selanjutnya. Ia pun memberikan panggung itu kepada orang-orang yang ingin menyuarakan aspirasi.

“Gantian aja lah yang laen aja. Bro, negara punya bareng-bareng. Ayo gantian,” kata sang komika.

Lelaki berlogat Betawi ini pun lantas mengibaratkan posisinya sekarang ini adalah orang yang selalu mewakili yang lain melakukan sesuatu.

“Misalnya, di kelas pas SMA ada pergantian jam pelajaran. Papan tulisnya kotor sama guru sebelumnya, gue tuh ngerasa (dalam hati) ayo dong apus,” ujar Bintang Emon.

“Terus liat nggak ada yang ngapus dan elo jalan ke depan hah anj***, emang anak kelasnya. Sambil tangan lo ngapus,” ucap Bintang melanjutkan perkataannya.

Sementara itu, Bintang Emon juga ingin orang-orang yang berharap padanya menyampaikan pendapat agar aktif bersuara.

Lagi-lagi, lelaki 24 tahun ini membuat perumpaan. Seolah negara adalah tempat kos, dan masyarakat sebagai penghuninya.

“Negara itu kayak kos-kosan, kita tinggal di dalemnya. Terus kita pilih nih siapa yang cocok jadi kepala kos-kosan, dan dia yang akan ngebentuk peraturan,” kata Bintang memulai perumpaannya.

Ia melanjutkan, “Nah elo tuh kalo ada peraturan yang mengganggu, ya elo ngomong.”

Bintang Emon mengatakan, setiap orang punya hak suara yang sama untuk bicara dan menyampaikan pendapat.

“Lo kalo nggak memperhatikan prosesnya, ntar tiba-tiba biaya kos lo naek, kamar lo dikecilin, dengan dalih-dalih peraturan. Akhirnya merugikan lo sebagai penghuni,” katanya.

Ia pun meminta masyarakat untuk tak lagi diam. “Jangan pasif, hak elo diambil. Kecuali elo terlahir sebagai anak orang kaya, yang punya pengaruh. Aman hidup lo.” (Suara)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->