Connect with us

Hukum

Kejari Banjarbaru Musnahkan Barbuk Tindak Kejahatan di 2018-2019

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

403 Perkara Tahun 2018 dan 289 Perkara Januari-Agustus 2019


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Kejari Banjarbaru memusnahkan barang bukti perkara tindak kejahatan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap (incraht) selama tahun 2018 hingga 2019. Foto : rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarbaru memusnahkan barang bukti perkara tindak kejahatan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap (incraht) selama tahun 2018 hingga 2019.

Jumlah barang bukti yang dimusnahkan bahkan mencapai ribuan, seperti halnya tindak pidana Narkotika jenis sabu-sabu kurang lebih 32,46 gram, carnophen zenith sebanyak 2.020 butir, ineks kurang lebih 37 butir, tembakau gorila 0,16 gram, dan ganja 11,99 gram.

Barang bukti jenis obat-obatan terlarang juga ada yang dimusnahkan terdiri dari obat senedryl sebanyak 1.186 butir, obat merk dermovate 25 g cream sebanyak 22 pieces, 26 butir obat ampucilin trihydrate 500 mg , obat amoxillin 500 mg sebanyak 66 butir, obat mefenamic acid 500 mg sebanyak 44 butir dan obat fimestan forte sebanyak 47 butir.

Selain itu, ada barang bukti lainnya seperti miras 920 botol, tuak 2.227 liter, senjata tajam sebanyak 15 bilah, handphone sebanyak 158 unit, dan kosmetik ilegal sebanyak 108 pieces.

Pemusnahan barang bukti kejahatan ini dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kejaksaan Negeri Banjarbaru Silvia Desty Rosalina, didampingi Sekda Kota Banjarbaru H Said Abdullah, Ketua DPRD Banjarbaru H AR Iwansyah, Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya, BNN serta BPOM.

 

Cara pemusnahan barang bukti kali juga dilakukan dengan cara berbeda-beda. Misalnya, Narkoba yang diblender, Sajam dibelah menggunakan mesin pemotong, handphone dihancurkan dengan palu,  kosmetik dibakar. Sampai dengan ribuan botol berbagai merk yang dihancurkan dengan alat berat.

Kepala Kejari Banjarbaru menjelaskan, pelaksanaan putusan yang dilakukan oleh pihaknya bukan sebatas pelaksanaan hukuman badan, denda, dan biaya perkara. Tetapi juga barang bukti yang di dalam putusan hakim dirampas untuk dimusnahkan.

“Pemusnahan barang bukti ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kami terhadap penyelesaian perkara hukum kepada publik. Total jumlah perkara incraht yang akan dimusnahkan barang buktinya pada hari ini adalah sebanyak 212 perkara,” kata Silvia.

Dirinya juga mengaku, dengan banyaknya barang bukti dari ratusan perkara ini, membuktikan bahwa kejahatan di Banjarbaru semakin beragam. Oleh sebab itu sinergi dari semua pihak penegak hukum, diharapkan bisa terus terjalin.

“Dapat kita lihat bahwa kota Banjarbaru menjadi sasaran empuk tindak kejahatan. Ini menjadi tugas kita para penegak hukum untuk menekan tingginya angka tindak kejahatan,” lanjutnya.

Dalam laporannya, Silvia memaparkan penanganan perkara oleh Kejaksaan Negeri Banjarbaru pada tahun 2018 sampai dengan 2019 semuanya telah terbukti 100 persen. Dengan rincian 403 perkara pada tahun 2018 dan 289 perkara pada bulan Januari-Agustus 2019.

Sementara itu, Sekda Kota Banjarbaru, Said Abdullah  menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya terhadap jajaran aparat penegak hukum antara lain Pengadilan Negeri Banjarbaru, Polres Banjarbaru, BNN, Satpol PP, BPOM, dan Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Banjarmasin yang telah bersinergi dengan baik terhadap Penuntut Umum sehingga mewujudkan tegaknya kepastian hukum di wilayah Kota Banjarbaru.

“Pencapaian tersebut mengindikasikan adanya pemahaman yang sama di antara aparat penegak hukum bahwa kejahatan adalah musuh bersama yang harus diberantas dan di lawan bersama-sama,” pungkasnya. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Hukum

Pernah Tes Urine Narkoba di Basarnas Banjarmasin, Kepala Kantor Basarnas: Waktu Itu Tidak Ditemukan Ada Pegawai Positif

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Penangkapan IS (36) seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Basarnas Banjarmasin atas dugaan pemakaian narkoba, mengejutkan seluruh unsur jajaran di Lembaga pemerintah non kementrian tersebut.

Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin Sunarto mengaku tak menyangka bahwa ASN di Basarnas Banjarmasin tersebut tersandung penyalahgunaan narkotika. Mengingat, IS dalam kesehariannya berkerja selayaknya petugas yang taat aturan.

“Kesehariannya bekerja dan aktifitasnya di sini berjalan baik. Siaga piket juga selalu masuk. Memang kita tidak memonitoring secara langsung kegiatannya di luar, tapi saya tidak menduga kejadian ini,” akunya, Selasa (2/6/2020) siang.

Baca juga: BREAKING NEWS. Oknum ASN di Basarnas Banjarmasin Ditangkap, Diduga Tersandung Kasus Narkoba

Sebenarnya antisipasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja, kata Sunarto, selalu dilakukan dengan melakukan tes urine. Dalam hal ini, Basarnas Banjarmasin menggandeng pihak BNN.

“Dua bulan lalu, bersama BNN kita mengadakan tes urine. Tapi saat itu hasilnya petugas kita tidak ada yang dinyatakan mengkonsumsi narkoba. Makanya, saya kaget dengan kejadian ini,” lanjut Sunarto.

Seperti yang diberitakan, IS ditangkap Satres Narkoba Polres Banjarbaru, pada Senin (1/6/2020) kemarin. Informasi yang dihimpun, IS menjabat di bidang humas Kantor Basarnas Banjarmasin, ditangkap di pinggir jalan, usai membeli serbuk kristal dari seorang pengedar. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Hukum

Sejumlah Perusahaan Tambang Tak Bayar Pajak Puluhan Triliun ke Negara

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Di Kalimantan Ada Penambangan Dilakukan di Belakang Kantor KPU.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Mantan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Foto: Tangkapan layar live streaming Youtube Penutupan Sidang Rakyat
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Eks pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengungkapkan sejumlah perusahaan tambang mineral dan batu bara menunggak pembayaran royalti, penerimaan negara bukan pajak/PNBP kepada negara. Tunggakan pajak perusahaan-perusahaan tambang itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang.

Hal tersebut dibeberkan Laode dalam Sidang Paripurna Pembacaan Putusan dan Penutupan Sidang Rakyat dengan topik Membatalkan Undang-undang Minerba yang baru melalui live streaming, Senin (1/6/2020).

“Waktu saya di KPK masih ada puluhan triliun pajak/PNBP yang belum mereka bayar sampai sekarang,” kata Laode.

Dia mengkritisi UU Minerba yang baru hasil produk pemerintah dan DPR tersebut. Sebab Uu tersebut merugikan rakyat dan bernuansa melanggengkan perusakan lingkungan oleh perusahaan tambang minerba di tanah air.

Banyak permasalahan yang dilahirkan dari eksploitasi pertambangan selama ini. Mulai dari masalah kerusakan lingkungan, konflik lahan antara perusahaan dengan masyarakat dan sebagainya.

“UU Minerba yang baru itu juga tidak menjawab masalah keadilan antara pusat dan daerah,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, Uu yang baru tersebut lebih menguntungkan investor pertambangan. Banyak perusahaan tambang di berbagai daerah yang izin AMDAL-nya bermasalah.

“Bahkan di Kalimantan, ada penambangan dilakukan di belakang kantor KPU. Lalu di Sulawesi lokasi tambangnya di lingkungan sekolah,” katannya.

Dia menambahkan, pada tahun lalu saat masih menjabat Wakil Ketua KPK, pihaknya menerima laporan 10 perusahaan tambang bonafit izin kontrak karyanya berakhir pada akhir 2019 dan 2020. Sementara itu Uu Minerba yang baru justru memfasilitasi dan memudahkan para perusahaan tambang tersebut untuk bebas untuk mengeksploitasi alam berikutnya.

“Jadi presiden dan DPR tidak memihak lingkungan dan kepentingan rakyat,” katanya. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Hukum

Bawa Sabu, Eka Diamankan Satresnarkoba Polres Kapuas

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Eka, terduga pelaku tindak pidana narkotika yang diamankan Satresnarkoba Polres Kapuas. Foto: polres kapuas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, KUALAKAPUAS – Satresnarkoba Polres Kapuas mengamankan terduga pelaku tindak pidana narkotika, Minggu (31/5/2020) pukul 14.00 WIB di pelabuhan speedboat.

Kasat Resnarkoba Polres Kapuas, Iptu Suherman menyampaikan, tersangka Eka (27) warga Jalan Safillah RT01 Kelurahan Bahaur Hulu, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulangpisau, Kalteng.

“Eka ditangkap di pelabuhan speedboat jurusan Kapuas-Pangkoh bersama beberapa barang bukti berupa sabu,” kata Kasat Resnarkoba.

Saat di geledah, polisi menemukan satu paket plastik klip kecil berisi kristal bening diduga sabu dengan berat bruto 0,21 (nol koma dua satu) gram, di dalam satu buah tas warna merah muda.

Ia menambahkan, setelah ditemukan benda haram itu Eka langsung dibawa ke Mapolres Kapuas guna penyelidikan dan mengembangkan asal narkoba yang dimiliki.

“Masih dikembangkan, dan dia (Eka) sudah ditahan sel tahanan Mapolres Kapuas dan kenakan pasal 114 (1) jo pasal 112 (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” pungkas dia. (kanalkalimantan.com/agus)

Reporter : Agus
Editor : Dhani

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->