Connect with us

Kota Banjarbaru

Kelola Sampah Berbasis Masyarakat, Bank Sampah Benawa Raya Juara di Ajang WCD  

Diterbitkan

pada

Bank Sampah Benawa Raya, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, sukses juara pertama kompetisi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Prestasi gemilang ditorehkan masyarakat kota Banjarbaru dalam kompetisi memeriahkan World Cleanup Day (WCD) alias Hari Bersih Sedunia.

Dimana, Bank Sampah yang dikelola oleh warga perumahan Benawa Raya, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, sukses merengkuh juara pertama kompetisi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, mengaku turut berbangga atas prestasi yang diraih masyarakat Banjarbaru. Apalagi katanya, pengelolaan lingkungan yang baik merupakan salah satu visi dan misi yang diamanatkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.

“Lewat kompetisi seperti ini menjadi pemicu untuk membuat daerah kita lebih tertata, bersih, indah, dan berwawasan lingkungan. Saya harap, Bank Sampah Benawa Raya dapat menjadi contoh bagi bank sampah-bank sampah lainnya,” harap Jaya.



Atas prestasi ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel memberikan memberikan sejumlah hadiah kepada warga Benawa Raya, baik piagam penghargaan hingga hadiah satu unit tossa.

“Saya berpesan kepada seluruh warga Banjarbaru untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan  mengelola sampah dengan baik. Baik itu sampah organik maupun anorganik menjadi sesuatu yang bermanfaat bernilai ekonomis,” lugas Wakil Wali Kota Banjarbaru.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat berada di komplek Benawa Raya, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Selasa (15/9/2020). foto: rico

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menjelaskan ajang WCD ialah memperingati hari bersih dunia dilaksanakan lomba tentang kebersihan berbasis masyarakat, pengelolaan sampah berbasis masyarakat diikuti oleh beberapa kabupaten kota di Kalimantan Selatan.

“Kota Banjarbaru mendapatkan juara pertama menjadi yang terbaik. Mudah-mudahan dengan pencapaian ini Banjarbaru dapat menjadi percontohan untuk daerah lainnya,” kata Sahbirin Noor.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu juga mengajak semua masyarakat Kalimantan Selatan untuk memperhatikan tempat-tempat yang tadinya banyak sampah tidak terpelihara agar terus diperbaiki lingkungannya.

“Kita berharap nanti lingkungan di Kalimantan Selatan menjadi bersih. Agama juga mengajarkan kebersihan itu adalah sebagian daripada iman,” lugasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarbaru

Antisipasi Libur Panjang, Tempat Wisata Jadi Sasaran Utama Protokol Kesehatan Pemko Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pjs Wali Kota Banjarbaru, Bernhard E Rondonuwu Foto: Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru dalam mengantisipasi terjadinya penyebaran dan lonjakan kasus Covid-19, saat berlangsungnya libur panjang hingga beberapa hari ke depan.

Antispasi itu mencangkup seluruh tempat wisata, tempat hiburan, serta fasilitas publik yang ada di wilayah Banjarbaru. Tak hanya itu saja, bahkan, rekayasa arus lalu lintas juga telah dipersiapkan demi mengurai kepadatan di beberapa ruas jalan.

Pjs Wali Kota Banjarbaru, Bernhard E Rondonuwu, menuturkan bahwa antisipasi utama selama berlangsung libur panjang ialah tempat-tempat wisata yang ada di Banjarbaru. Ia menekankan bahwa penerapan protokol kesehatan Covid-19 menjadi harga mati di seluruh lokasi tersebut.

“Sasaran utama protokol kesehatan yakni di Danau Seran, Danau Cermin, Amanah Borneo Park, dan tempat wisata lainnya. Untuk tempat hiburan seperti cafe dan karaoke itu menjadi sasaran Satpol PP dan Dinas Pariwisata,” tegasnya.



Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru, Ahmad Yani Makkie, mengungkapkan bahwa untuk pihaknya sendiri bertugas memantau lokasi, khususnya area parkir di kawasan fasilitas publik yang biasanya dijadikan tempat berkumpulnya berbagai komunitas motor.

Lokasi yang menjadi sasaran yakni di bundaran Simpang Empat, Lapangan Murjani, kasawan Minggu Raya, hingga Jalan Pangeran Hidayatullah yang berada di Kecamatan Banjarbaru Utara.

“Atas perintah Pjs Wali Kota Banjarbaru, kami diminta membantu memantau lokasi keramaian khususnya agar menegur bagi komunitas-komunitas sepeda motor yang biasanya parkir di area-area tersebut. Hal ini bertujuan untuk memecah kerumunan,” terangnya, Rabu (28/10/2020).

Khusus untuk rekayasa arus lalu lintas, kata Yani, pihaknya belum ada rencana menerapkannya sementara waktu ini. Sebab, berdasarkan keputusan rapat beberapa waktu lalu, pihak Dishub dan Polres Banjarbaru lebih dulu melihat perkembangan situasi di lapangan.

“Untuk rekayasa lalu lintas, sementara ini belum ada rencana diterapkan. Itu tergantung situasi di lapangan. Saat ini kita fokus memberikan himbauan kepada komunitas yang parkir berkerumun di titik-titik tertentu agar menerapkan protokol kesehatan,” tambahnya.

Pemko Banjarbaru juga memfokuskan pemantauan di pusat perbelanjaan Q-Mall Banjarbaru. Rencananya, tim terpadu yang melibatkan sejumlah stakeholder di lingkungan pemerintah akan melakukan pemeriksaan protokol kesehatan secara rutin saat aktifivitas perberlanjaan tengah berlangsung. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Dua Pelanggaran Ini Jadi Target Satlantas Polres Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Satlantas Polres Banjarbaru mengedepankan upaya preventif dalam Operasi Zebra Intan 2020. Foto: Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Operasi Zebra Intan 2020 mulai digelar sejak Senin (26/10/2020). Khusus di kota Banjarbaru, ada dua jenis pelanggaran yang menjadi prioritas sasaran penindakan dalam operasi yang akan berlangsung hingga 8 November mendatang.

Kasat Lantas Polres Banjarbaru AKP Apriyansa Sinatra mengatakan dua pelanggaran prioritas itu adalah pengendara melawan arus dan pengendara tidak memakai helm.

“Ini adalah tindakan represif yang menjadi prioritas utama untuk selama berlangsungnya Operasi Zebra Intan 2020. Operasi kali ini polanya hunting system atau patroli keliling. Jadi tidak melakukan razia di satu tempat,” kata Kasat Lantas Polres Banjarbaru, Selesa (27/10/2020) siang.

Adapun lokasi yang menjadi sasaran utama yakni di U-turn ruas jalan yang dilintasi pengendara untuk memutar arah. Seperti di jalan A Yani, tepat di depan Pasar Bauntung Banjarbaru.



 

Meski demikian, AKP Aprianyansa menuturkan dalam operasi kali ini, pihaknya lebih mengedepankan tindakan preemtif dan preventif ketimbang melakukan tilang pelanggaran.

“40 persen preemtif atau sifatnya edukasi, sosialisasi, 40 persen preventif atau pencegahan yang dilaksanakan dengan turjawali, yaitu pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli, dan 20 persen penindakan dengan tilang dan sebagainya,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan dalam operasi kali ini, pihaknya juga melakukan razia yang mengedepankan pendisplinan protokol kesehatan Covid-19. Seperti halnya menyasar pengendara yang tak menggunakan masker.

“Saya pribadi menilai masyarakat Banjarbaru sebenarnya sudah mulai disiplin menggunakan masker. Tetapi banyak juga yang menganggap kalau sudah pakai masker, maka tidak masalah kalau tidak menggunakan helm. Itu stigma yang berkembang di masyarakat dan itu salah. Jelas padangan seperti itu salah,” tegas Kasatlantas.

Satuan Polres Banjarbaru sendiri fokus memberikan sosialisasi dan pendidikan soal lalu lintas kepada masyarakat. Dibuktikan dengan adanya papan-papan imbauan yang ditampilkan selama perlaksanaan operasi razia berlangsung. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->