Connect with us

Kota Banjarmasin

Keluarga Mahasiswa HSU Gelar Maulid Nabi, Obati Rasa Rindu dengan Kampung Halaman

Diterbitkan

pada

Mahasiswa HSU di Banjarmasin menggelar maulid Nabi Muhammad SAW di Banjarmasin. foto: Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Lantunan ayat suci Al-Quran mewarnai silaturahmi Kerukunan Mahasiswa Hulu Sungai Utara (KM HSU) Banjarmasin. Silaturahmi yang digelar di Perpustakaan ULM Banjarmasin, Sabtu (16/11) ini, juga dibarengi dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tentunya, silaturahmi ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa asal Kabupaten HSU, yang tengah menempuh studi di beberapa perguruan tinggi di Kota Banjarmasin. Menurut Ketua KM HSU Ahmad Marjuni, silaturahmi ini selain mempererat antar sesama mahasiswa, juga dengan Pemerintah Kabupaten HSU, di mana, Bupati HSU Abdul Wahid HK yang diwakili oleh Kepala Dinas PMPTSP HSU Syarief Fajrian Noor.

“Saat kami aktif kuliah, kami ingin mengadakan silaturahmi dengan pemda dan moment-nya tepat, yaitu saat Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Marjuni, Sabtu (16/11) siang.

Selain melantunkan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW, kegiatan juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh H. Zainal Ilmi, yang pernah menjadi Ketua KM HSU Banjarmasin. Menurut Marjuni, ada kata yang digambarkan pada peringatan Maulid ini, yaitu kerinduan. Mengapa? “Kami merindukan kampung halaman kami, setiap peringatan Maulid hampir seluruh kampung mengadakan kegiatan Maulid Nabi,” ucapnya.

Sehingga, untuk mengobati rasa para mahasiswa asal HSU yang menempuh studi di Kota Banjarmasin, KM HSU menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang persis digelar di kampung halamannya di HSU. Tak hanya itu, ada juga tradisi bahari yang berlanjut hingga saat ini, seperti baayun maulid. “Sekaligus nostalgia kenangan-kenangan saat lalu, karena kami saat ini domisili sudah di Banjarmasin, bukan lagi di HSU,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas PMPTSP HSU Syarief Fajrian Noor menyampaikan permohonan maaf dari Bupati HSU yang berharap bisa berhadir namun ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan. “Bupati HSU berharap datang untuk bertemu dgn mahasiswa, namun karena ada kegiatan lain yang mengharuskan beliau tidak bisa meninggalkan daerah, jadi tidak bisa menghadiri dan menitipkan salam kepada mahasiswa tanpa mengurangi makna silaturahmi,” kata Syarief.

Menurutnya, peringatan maulid sangat ramai di Amuntai, sangat meriah dan perlu dilestarikan. Selain itu, peringatan Maulid juga merupakan salah satu syiar agama Islam. Makanya, untuk mempertahankan syiar agama salah satunya seperti peringatan-peringatan hari besar Islam seperti Maulid maupun Isra Mi’raj yang tujuannya untuk menanamkan nilai-nilai rasul di dalam hati.

“Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan harus juga diimbangi dengan ilmu agama,” pungkas Syarief. (fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kota Banjarmasin

ORARI Daerah Kalsel Gelar Rakerda Virtual, Pengguna Frekuensi Radio Tak Berizin Perlu Pendekatan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Rekerda ODKS dilangsungkan secara online di tengah pandemi. Foto: ODKS for kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pengurus ORARI Daerah Kalsel (ODKS) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Sabtu (11/7/2020).

Rakerda dilakukan secara daring dan diikuti oleh ORARI Lokal di Kalimantan Selatan.

Menurut Ketua ODKS H Akhmad Yani SPd MPd-YB7KY, kegiatan ini merupakan upaya mengidentifikasi permasalahan dan dinamika di dalam kepengurusan ODKS maupun ORARI Lokal.

“Rakerda yang kita laksanakan kali ini mungkin berbeda dengan kegiatan di masa lalu, sehingga cara yang memungkinkan adalah dilaksanakan secara virtual ini. Semoga kita dapat merumuskan masalah dan menyusun rencana strategi sebagai tolak ukur,” ungkapnya.

 

Agenda Rakerda membahas beberpa hal terkait dengan dinamika organisasi yang diantaranya, musyawarah lokal di beberapa kepengurusan ORARI Lokal yang masa baktinya habis di tahun 2020. Rencana kegiatan prioritas, seperti pembangunan sekretariat ODKS, award sebagai perwujudan perkembangan kualitas anggota amatir radio. Permasalahan perizinan, banyaknya masyarakat, lembaga usaha, transportasi yang menggunakan band amatir radio yang tidak menggunakan izin. Ujian Negara Amatir Radio (UNAR), saat pandemi Covid-19.

“UNAR tidak bisa dilaksanakan dalam waktu dekat, disebabkan jumlah calon peserta yang banyak berbanding dengan protokol kesehatan yang menghimpun orang banyak.

“Kami telah mencapai kesepakatan bahwa untuk ORARI Lokal yang masa bakti akan habis di tahun 2020 dan akan melaksanakan musyawarah lokal, untuk dapat menunda sampai waktu yang memungkinkan,” ungkap Akhmad Yani.

Sementara itu menyikapi masyarakat yang menggunakan kanal frekuensi amatir radio tanpa perizinan, dapat dilakukan pendekatan dan pembinaan, sehingga mereka dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan perizinan.
“Dan untuk UNAR kita akan komunikasikan kembali dengan Balai Loka Monitor Banjarmasin,” paparnya.

Sebelumnya, pengurus ODKS juga merayakan HUT ORARI yang diperingati setiap 9 Juli. Perayaan yang sederhana ini juga dilakukan secara daring yang disaksikan oleh pengurus ORARI Lokal se Kalsel.

Dipimpin oleh DPP ORARI Daerah Kalsel, HM Yamin HR – YC7HMY, mengajak anggota amatir radio kalsel untuk terus terlibat dalam mendukung program pemerintah, terutama dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

“Saya ucapkan selamat ulang tahun ORARI ke 52, semoga kita sebagai anggota ORARI Bangga Melayani Indonesia. Semoga Rakerda yang akan dilaksanakan ini dapat merumuskan keputusan keputusan yang membawa kemajuan untuk oraganisasi kita ini,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/bie)

 

Reporter : Bie
Editor : KK


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Bikin Gaduh di Kandang, Sanca Batik Pemangsa 8 Ekor Ayam Akhirnya Ditangkap

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Animal Rescue BPBD Kota Banjarmasin mengevakuasi seekor ular sanca yang memangsa ayam peliharaan warga. Foto: BPBD Kota Banjarmasin
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dengan memakai peralatan khusus, Petugas Animal Rescue dari BPBD Kota Banjarmasin berhasil mengevakuasi seekor ular jenis sanca batik atau biasa di sebut  ular sawa dari salah satu kandang ayam milik warga, pada Kamis (9/7/2020) malam.

Reptil dengan nama latin Reticulatus Python itu tertangkap ketika tengah menikmati santapannya, yaitu ayam peliharaan milik warga di Jalan Sultan Adam, Gang Family, nomor 99, RT 20, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, ular tersebut ternyata sudah beberapa kali memangsa ayam milik warga, dan baru kali ini dapat ditangkap.  “Ayam saya sudah 8 ekor yang dimakannya,” ujar Akmal sang pemilik kandang ayam.

Ia menceritakan, awalnya terdengar suara gaduh yang berasal dari luar rumah sekitar pukul 21.00 Wita. Merasa curiga, Akmal langsung melakukan pengecekkan terhadap sumber suara.

 

Setelah ditelisik, ternyata ia mendapati seekor ular sanca dengan panjang sekitar tiga meter lebih berada dalam kandang dan tengah menyantap ayam miliknya.

Melihat kejadian itu, Akmal langsung bergegas menghubungi petugas Animal Rescue dari BPBD Kota Banjarmasin untuk segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Tak lama berselang, petugas yang membawa peralatan lengkap datang ke TKP dan langsung berusaha mengamankan reptil melata tersebut sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Ular sanca batik yang masih berada di dalam kandang ayam sebelum dievakuasi. foto: BPBD Banjarmasin

Staf Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin Hanafi mengatakan, proses evakuasi yang dilakukan petugas dibantu dengan masyarakat sekitar, sehingga bisa berjalan lancar.  Ia mengatakan, ular pemangsa 8 ekor ayam warga itu akan diserahkan ke Taman Satwa Jahri Saleh untuk dijadikan satwa koleksi.

“Di sana (Taman Satwa Jahri Saleh) ular ini akan dirawat dengan baik, sehingga tidak mengganggu keamanan warga lagi,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada setiap masyarakat, apabila terjadi kejadian yang disebabkan oleh ancaman binatang buas, untuk segera menghubungi petugas animal rescue BPBD Kota Banjarmasin. Sehingga pihaknya bisa melakukan proses pengevakuasian binatang tersebut ke tempat yang lebih aman.

“Kalau ada ancaman dari ular, lebah, biawak dan lainnya yang mengganggu kenyamanan warga, bisa langsung dilaporkan ke petugas. Petugas Animal Rescue siap untuk membantu mengamankan hewan yang mengganggu itu ke tempat yang lebih layak bagi mereka,” pungkas Hanafi. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Mulai Sabtu Ini, Kawasan Siring Tendean Ditutup Selama Tiga Bulan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin Ehsan Al Haque Foto : fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin akhirnya mengambil langkah, menyusul membludaknya pengunjung Siring Tendean dan Siring Bekantan dalam beberapa pekan terakhir di tengah merebaknya Covid-19. Terhitung mulai Sabtu (11/7/2020) mendatang, kedua kawasan wisata itu akan ditutup untuk pengunjung selama tiga bulan ke depan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin Ehsan Al Haque menjelaskan, keputusan untuk menutup kawasan siring ini adalah meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 di tempat umum. Alasan penutupan ini adalah, masih banyaknya pengunjung siring yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Ternyata dalam beberapa pekan terakhir ini siring ramai, namun tidak memperhatikan protokol kesehatan,” ungkap Ehsan usai mengikuti rapat bersama instansi terkait di ruang kerja Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin pada Kamis (9/7/2020) sore.

Anjuran pemerintah seperti pemakaian masker dan menjaga jarak, banyak yang tidak dijalankan pengunjung siring. Bahkan pada pekan lalu, ada pengunjung siring yang termasuk kategori rentan tertular Covid-19, seperti orang tua, bayi dan ibu hamil. Sehingga gugus tugas harus turun tangan memberikan teguran.

“Banyak pengunjung yang tidak memakai masker, bergerombol hingga membawa balita,” tutur Ehsan.
Nantinya, kawasan siring Tendean dan Bekantan akan diberi pagar pembatas, dan juga akan ditempatkan petugas yang mengawasi aktivitas pengunjung. Selain personel Satpol PP, penutupan siring juga akan dijaga aparat TNI-Polri, Dinas Perhubungan dan petugas dari kelurahan setempat.
“Kami tidak menghalangi orang yang mau berolahraga, namun hanya melarang aktivitas di kawasan siring,” ucap Ehsan.

Selain menutup kawasan siring, pemerintah kota juga akan melarang PKL berjualan dan menutup kantong-kantong parkir yang ada di sekitar siring. Hal ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat. “Kita hanya melarang aktivitas warga di fasilitas milik pemerintah kota,” pungkas Ehsan. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->