Connect with us

Kota Banjarbaru

Kementan: Gubernur Sahbirin Mampu Gerakkan Sektor Pertanian Kalsel!

Diterbitkan

pada

Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Upaya Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyukseskan acara Hari Pangan Sedunia (HPS) di Desa Jejangkit Batola mendapat pujian dari Kementerian Pertanian. Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Pending Dadih Permana bahkan menyatakan Sahbirin berhasil menggerakkan seluruh potensi di Kalsel untuk peduli pada pertanian.

Dilansir Antaranews.com, Pending mengatakan sukses gelar HPS di Kalsel beberapa waktu lalu tak lepas dari totalitas Gubernur Kalsel dalam mewujudkan lahan pertanian. “Beliau selalu ada dan berkoordinasi dengan kementerian pertanian. Waktu saya mau datang ke Kalsel, gubernur selalu ada. Bahkan menunggu kedatangan kami yang terlambat,” ungkapnya.

Ia bahkan melihat langsung bagaimana sosok Sahbirin yang terjun langsung melakukan tanam padi bersama masyarakat hingga menunggui proses pembuatan lahan. “Semangat beliau sungguh luar biasa,” katanya.

Melalui keteladanan itulah, Sahbirin mampu menggerakkan semua komponen masyarakat untuk berpartisipasi dalam menanam padi di lahan HPS di Desa Jejangkit Muara. Sehingga Kalsel akan tercatat dalam sejarah pertanian, sebagai salah satu penyelenggara HPS terbaik dan termewah sepanjang sejarah.

Menurut Pending, Kalsel menjadi salah satu daerah di Indonesia yang akan menjadi lumbung pangan dunia di 2045 mendatang. “Kalau boleh saya katakan satu kata untuk Kalsel, yaitu Kalsel Luar Biasa. Kalau boleh ditambah satu kata, Kalsel sangat luar biasa. Kalau boleh ditambahkan satu kata lagi, maka Kalsel sangat-sangat luar biasa,” jelasnya.

Kemauan kuat Gubernur mengembangkan pertanian di Desa Jejangkit, yang dibuktikan dengan selalu berada di lokasi pelaksanaan HPS, mampu menggerakkan seluruh komponen masyarakat untuk ikut bertani di daerah tersebut.

Bukan hanya sebagian besar bupati dari berbagai kabupaten di Kalsel, yang secara bergiliran ikut menanam padi di sawah, tetapi juga sektor perbankkan, swsata, pelajar, mahasiswa, wartawan, TNI, kepolisian dan lainnya, ikut berpartisipasi menanam padi di lokasi tersebut.

Sebelumnya, Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 2018 yang mulai digelar sejak 18 Oktober lalu, resmi ditutup Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, Minggu (21/10) pagi, di Halaman Kantor Setdaptov Kalsel. Gubernur Kalsel mengaku bangga atas kesuksesan penyelenggaraan HPS yang untuk pertama kalinya di selenggarakan di Provinsi Kalsel. “Terima kasih dan rasa bangga saya sampaikan kepada semua pihak yang telah terlibat bekerja keras siang dan malam mempersiapkan acara ini, hingga berlangsung dengan sukses,” katanya.(rico/ant)

Reporter: Rico/ant
Editor: Chell

Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kota Banjarbaru

PDP Kabur dari RS Idaman Banjarbaru Belum Ditemukan, Istri dan Dua Anaknya Dinyatakan Reaktif

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kepala BPBD Banjarbaru, Zaini Syahrani saat memberikan keterangan. Foto : Rico
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Hampir sepekan pasca kaburnya seorang warga  berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari Rumah Sakit Idaman Banjarbaru. Sampai saat ini , upaya pencarian yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Banjarbaru, belum membuahkan hasil.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, Zaini Syahrani, kepada Kanalkalimantan.com, Jumat (29/5/2020).

“Untuk sementara belum ditemukan. Seluruh aparat masih melakukan pencarian,” ungkapnya.

Meski pasien kabur tersebut belum ditemukan, kata Zaini, akan tetapi pihak keluarga selalu bersikap kooperatif. Bahkan, pihak keluarga juga turut menjalani pemeriksaan rapid test sebagai langkah upaya penanganan Covid-19.

Hasil pemeriksaan dari 4 orang keluarga pasien yang kabur tersebut, 3 orang diantaranya dinyatakan reaktif. Namun ditegaskan Zaini bahwa pemeriksaan ini belum memastikan apakah ke tiga terpapar Covid-19 atau tidak.

“Untuk memastikan lagi, kita tunggu hasil pemeriksaan swab. Tiga orang ini ialah istri dan dua anak dari pasien yang kabur itu,” jelasnya.

Sementara menunggu keluarnya hasil swab, ketiga keluarga pasien yang kabur tersebut saat ini menjalani isolasi di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.

Seperti yang sudah diberitakan, pasien yang merupakan warga Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, itu kabur dari ruang isolasi Rumah Sakit Idaman, pada 23 Mei 2020. Kala itu, pasien dengan sengaja melepaskan jarum infus di tangan dan kabur melalui tangga darurat.

Pengejaran pasien terbilang tak mudah mengingat, sang anak pasien juga membantu aksi melarikan diri ini hingga ke tempat tinggal mereka. Alih-alih niat untuk kembali, petugas kepolisian yang mendatangi rumah pasien tersebut, justru diancam akan dilempar batu. Petugas yang saat itu menjaga jarak, kembali dibuat tercengang, lantaran aksi nekat pasien yang kabur lagi ke semak-semak kawasan hutan. (kanalkalimantan.com/rico)


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

PSBB di Banjarbaru Berakhir, Tujuh Kasus Covid-19 Muncul

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

jelang berakhir PSBB di Banjarbaru kasus positif Covid-19 masih terjadi. Foto: gugus tugas
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dua hari sebelum berakhirnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarbaru, angka sebaran kasus Covid-19 mengalami kenaikan. Hal itu sebagaimana data laporan yang dilampirkan, pada Kamis (28/5/2020) kemarin.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarbaru, mencatat ada 7 kasus baru Covid-19 yang baru saja ditemukan. Sehingga total kasus Covid-19 di Banjarbadu saat ini telah menyentuh angka 43 kasus.

“Terjadi penambahan jumlah kasus dalam dua hari terakhir. Total 43 kasus, yang mana 22 orang di antara masih menjalani perawatan. Lalu, 21 orang dinyatakan sembuh,” kata juri bicara Gugus Tugas, Rizana Mirza.

Hal ini tentunya, menimbulkan pertanyaan. Mengapa masih terjadi lonjakan kasus di Banjarbaru, padahal PSBB telah diterapkan?

Faktanya, lonjakan kasus ini memang telah lama di prediksi oleh tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel. Dalam hal ini lonjakan kasus di sejumlah daerah di Kalsel akan terjadi setelah berakhirnya Lebaran.

Wakil Ketua Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol Nurrofiq, mengatakan bahwa sejak memasuk awal Mei, fasilitas pemeriksaan berupa alat rapid test telah habis tak tersisa. Selain itu, kemampuan alat pemeriksaan swab (PCR) juga tidak cukup menampung sample dari masyarakat.

“Angka kasus Covid-19 di Kalsel belum mengalami peningkatan karena kemampuan testing kita belum mampu mengejar. Alat rapid test kita sudah kosong. Harus antri dulu dengan daerah-daerah lain yang juga memesan alat tersebut,” akunya, pada 11 Mei 2020.

Hanif -sapaan akrabnya- meyakini jika alat rapid test telah datang dan pemeriksaan swab telah selesai, maka akan terjadi ledakan jumlah kasus covid-19 yang signifikan. Ia memperkirakan hal itu akan terjadi pada hari-hari menjelang akhir puasa dan Hari Raya Idul Fitri.

“Kami yakin akan terjadi lonjakan kasus yang signifikan menjelang akhir puasa. Untuk itu masyarakat jangan merasa aman, lalu keluar, berkumpul. Tetap ikuti imbaun pemerintah untuk tetap di rumah,” ujar Hanif. (Kanalkalimantan.com/rico)


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Tercatat 893 Kasus Positif Covid-19 di Kalsel, 76 Persen Tanpa Gejala

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim. Foto: gugus tugas
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan melonjak menjadi 893 kasus. Atau ada temuan kasus baru sebanyak 74 kasus pada Jumat (29/5/2020) sore.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim mengatakan, dari 74 kasus baru ini, 43 kasus diantaranya berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dimana, 26 kasus berasal dari RSUD Ulin Banjarmasin yang semuanya berasal dari Kota Banjarmasin, 9 kasus dari RSUD Moch Ansari Saleh Banjarmasin yang juga berasal dari Kota Banjarmasin.

“Disusul 4 kasus di RS Bhayangkara Banjarmasin, yang mana 3 kasus dari Banjarmasin dan satu kasus dari Kabupaten Banjar. Kemudian 3 kasus dari RSUD Abdul Aziz Marabahan asal Barito Kuala dan satu dari RSUD Ratu Zalecha Martapura asal Kabupaten Banjar,” kata Muslim.

Sisanya yaitu sebanyak 31 kasus merupakan hasil tracing di beberapa kabupaten dan kota. Dengan rincian 15 kasus dari Kabupaten Barito Kuala, 14 kasus dari Kabupaten Banjar, dan dua kasus dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Saat ini, Muslim menerangkan, ada 173 kasus positif Covid-19 di Kalsel yang menjalani perawatan di beberapa rumah sakit yang tersebar di kabupaten dan kota di Kalsel. Sisanya, 564 kasus lainnya menjalani karantina khusus.

“Atau sekitar 76,52 persen dilakukan perawatan dalam karantina secara khusus. Oleh karena itu, (karantina khusus) sebesar 76,52 persen ini tidak memiliki gejala yang berarti atau gejala-gejala yang ringan dan sebagiannya yang tidak memiliki penyakit-penyakit penyerta atau komorbid, tidak berusia di atas 60 tahun dilakukan karantina khusus di Provinsi (Gedung Diklat Ambulung Banjarbaru -red),” jelas Muslim.

Lebih lanjut, ada dua kasus meninggal dunia akibat Covid-19. Di mana, satu pasien positif Covid-19 dilaporkan meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin pada Jumat (29/5/2020) pukul 11:35 Wita. “Yaitu KS Covid #829, laki-laki berusia 67 tahun asal Banjarmasin,” tutur Muslim.

Satu kasus kematian lainnya yaitu PDP yang meninggal dunia pada 23 Mei 2020 lalu dan terkonfirmasi positif yaitu KS Covid #823 atau Ulin-163. “Laki-laki berusia 64 tahun,” singkatnya.

Namun demikian, Muslim memastikan ada satu kasus positif Covid-19 yang dilaporkan telah sembuh. Yaitu KS Covid #105, seorang laki-laki berusia 51 tahun dari Kabupaten Barito Kuala yang sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Abdul Aziz Marabahan. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->