Connect with us

Kota Banjarbaru

Ketika Urusan Puasa Jadi ‘Wewenang’ Satpol PP, Empat Pedagang Disuruh Bikin Surat Pernyataan

Diterbitkan

pada

Satpol PP Kota Banjarbaru menggelar penegakan Perda. Foto : Satpol PP Banjarbaru.
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Perda khusus di bulan Ramadhan Kota Banjarbaru rupanya masih saja ada yang melanggar. Ada saja warung makan yang nekat berjualan siang bolong.

Kala tim penegak Perda khusus bulan Ramadhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru melaksanakan patroli rutin, Rabu (15/5) pukul 11.00 Wita, mendapati warung makan bertransaksi.

Kepala Satpol PP Banjarbaru, Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal, Yanto Hidayat mengatakan saat dilakukan penyisiran dan pemantauan warung-warung terindikasi melayani pembeli sebelum waktu operasional yang sudah ditentukan.

“Pada saat di lapangan, ditemukan beberapa warung makan yang kedapatan melanggar Perda kota Banjarbaru No 4 Tahun 2005 tentang ketentuan khusus kegiatan usaha rumah makan, restoran atau sejenisnya, serta makan minum atau merokok di tempat umum selama bulan suci Ramadhan,” katanya.

Dijelaskan Yanto, bahwa ada empat pemilik warung kemudian dibawa ke kantor Satpol PP Banjarbaru untuk diberikan teguran dan diminta membuat surat pernyataan. “Surat pernyataan berisi bahwa tidak akan mengulangi perbuatan, tidak melayani pembeli atau makan di tempat sebelum jam yang sudah ditentukan,” lanjutnya

Selain itu juga Satpol PP Banjarbaru juga memastikan informasi tentang adanya laporan dari masyarakat terkait adanya beberapa remaja yang sedang makan di dalam musala yang berada di kawasan Hutan Pinus Mentaos Kota Banjarbaru.

“Saat kita pantau di lokasi, ditemukan nasi bungkus yang berada di samping musala” katanya.

Pihaknya akan terus melakukan penegakan Perda Ramadhan di wilayah Banjarbaru untuk menciptakan suasana aman dan tertib di bulan suci.

Sebelumnya, pemberitauan ketentuan jam operasional dan larangan aktivitas selama bulan Ramadhan di wilayah Kota Banjarbaru sudah diedarkan oleh Satpol PP Kota Banjarbaru.

Edaran pemberitahuan jam operasional dan larangan aktivitas selama bulan Ramadhan untuk mendukung pelaksanaan ibadah puasa yang kondusif.

Seluruh pemilik dan pengelola usaha untuk mentaati ketentuan Peraturan Daerah Kota Banjarbaru Nomor 04 tahun 2005 tentang ketentuan khusus kegiatan usaha rumah makan restoran, tempat hiburan dan sejenisnya serta makam dan minum atau merokok ditempat umum pada bulan Ramadhan.

Serta Peraturan Walikota Banjarbaru nomor 80 tahun 2016 tentang pengaturan izin usaha hiburan umum, rekreasi dan olahraga serta surat keputusan Wali Kota Nomor 188.4.45/303/KUM/2013 tentang ketentuan operasional.

Perlu diketahui, Untuk rumah makan, restoran siap saji dan sejenisnya jam operasional mulai dari pukul 17.00 Wita hingga imsak.

Demikian juga untuk warung, depot, rombong dan sejenisnya, operasional mulai dari pukul 17.00 Wita hingga Imsak.

Sesuai dengan ketentuan sanksi pidana pasal lima, disebutkannya barang siapa melanggar ketentuan pasal 2 ayat (1), (5) Peraturan Daerah ini diancam pidana kurungan lama tiga bulan dan atau denda paling banyak Rp.50.000.000.

Barang siapa melanggar ketentuan pasal 2 ayat (2), dan (3) Peraturan Daerah ini diancam pidana kurungan paling lama 15 (hari) dan atau denda paling banyak Rp.100.000. Tindak pidana sebagaimana dimaksud ayat (1) dan (2) adalah pelanggaran.

Hasil denda berdasarkan Putusan Pengadilan dimasukan ke Kas Daerah melalui kasir penerima pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Banjarbaru dalam waktu satu kali 24 jam. (rico)

Reporter:Rico
Editor:Bie

Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kota Banjarbaru

PDP Kabur dari RS Idaman Banjarbaru Belum Ditemukan, Istri dan Dua Anaknya Dinyatakan Reaktif

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kepala BPBD Banjarbaru, Zaini Syahrani saat memberikan keterangan. Foto : Rico
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Hampir sepekan pasca kaburnya seorang warga  berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari Rumah Sakit Idaman Banjarbaru. Sampai saat ini , upaya pencarian yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Banjarbaru, belum membuahkan hasil.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, Zaini Syahrani, kepada Kanalkalimantan.com, Jumat (29/5/2020).

“Untuk sementara belum ditemukan. Seluruh aparat masih melakukan pencarian,” ungkapnya.

Meski pasien kabur tersebut belum ditemukan, kata Zaini, akan tetapi pihak keluarga selalu bersikap kooperatif. Bahkan, pihak keluarga juga turut menjalani pemeriksaan rapid test sebagai langkah upaya penanganan Covid-19.

Hasil pemeriksaan dari 4 orang keluarga pasien yang kabur tersebut, 3 orang diantaranya dinyatakan reaktif. Namun ditegaskan Zaini bahwa pemeriksaan ini belum memastikan apakah ke tiga terpapar Covid-19 atau tidak.

“Untuk memastikan lagi, kita tunggu hasil pemeriksaan swab. Tiga orang ini ialah istri dan dua anak dari pasien yang kabur itu,” jelasnya.

Sementara menunggu keluarnya hasil swab, ketiga keluarga pasien yang kabur tersebut saat ini menjalani isolasi di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.

Seperti yang sudah diberitakan, pasien yang merupakan warga Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, itu kabur dari ruang isolasi Rumah Sakit Idaman, pada 23 Mei 2020. Kala itu, pasien dengan sengaja melepaskan jarum infus di tangan dan kabur melalui tangga darurat.

Pengejaran pasien terbilang tak mudah mengingat, sang anak pasien juga membantu aksi melarikan diri ini hingga ke tempat tinggal mereka. Alih-alih niat untuk kembali, petugas kepolisian yang mendatangi rumah pasien tersebut, justru diancam akan dilempar batu. Petugas yang saat itu menjaga jarak, kembali dibuat tercengang, lantaran aksi nekat pasien yang kabur lagi ke semak-semak kawasan hutan. (kanalkalimantan.com/rico)


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

PSBB di Banjarbaru Berakhir, Tujuh Kasus Covid-19 Muncul

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

jelang berakhir PSBB di Banjarbaru kasus positif Covid-19 masih terjadi. Foto: gugus tugas
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dua hari sebelum berakhirnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarbaru, angka sebaran kasus Covid-19 mengalami kenaikan. Hal itu sebagaimana data laporan yang dilampirkan, pada Kamis (28/5/2020) kemarin.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarbaru, mencatat ada 7 kasus baru Covid-19 yang baru saja ditemukan. Sehingga total kasus Covid-19 di Banjarbadu saat ini telah menyentuh angka 43 kasus.

“Terjadi penambahan jumlah kasus dalam dua hari terakhir. Total 43 kasus, yang mana 22 orang di antara masih menjalani perawatan. Lalu, 21 orang dinyatakan sembuh,” kata juri bicara Gugus Tugas, Rizana Mirza.

Hal ini tentunya, menimbulkan pertanyaan. Mengapa masih terjadi lonjakan kasus di Banjarbaru, padahal PSBB telah diterapkan?

Faktanya, lonjakan kasus ini memang telah lama di prediksi oleh tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel. Dalam hal ini lonjakan kasus di sejumlah daerah di Kalsel akan terjadi setelah berakhirnya Lebaran.

Wakil Ketua Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol Nurrofiq, mengatakan bahwa sejak memasuk awal Mei, fasilitas pemeriksaan berupa alat rapid test telah habis tak tersisa. Selain itu, kemampuan alat pemeriksaan swab (PCR) juga tidak cukup menampung sample dari masyarakat.

“Angka kasus Covid-19 di Kalsel belum mengalami peningkatan karena kemampuan testing kita belum mampu mengejar. Alat rapid test kita sudah kosong. Harus antri dulu dengan daerah-daerah lain yang juga memesan alat tersebut,” akunya, pada 11 Mei 2020.

Hanif -sapaan akrabnya- meyakini jika alat rapid test telah datang dan pemeriksaan swab telah selesai, maka akan terjadi ledakan jumlah kasus covid-19 yang signifikan. Ia memperkirakan hal itu akan terjadi pada hari-hari menjelang akhir puasa dan Hari Raya Idul Fitri.

“Kami yakin akan terjadi lonjakan kasus yang signifikan menjelang akhir puasa. Untuk itu masyarakat jangan merasa aman, lalu keluar, berkumpul. Tetap ikuti imbaun pemerintah untuk tetap di rumah,” ujar Hanif. (Kanalkalimantan.com/rico)


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Tercatat 893 Kasus Positif Covid-19 di Kalsel, 76 Persen Tanpa Gejala

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim. Foto: gugus tugas
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan melonjak menjadi 893 kasus. Atau ada temuan kasus baru sebanyak 74 kasus pada Jumat (29/5/2020) sore.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim mengatakan, dari 74 kasus baru ini, 43 kasus diantaranya berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dimana, 26 kasus berasal dari RSUD Ulin Banjarmasin yang semuanya berasal dari Kota Banjarmasin, 9 kasus dari RSUD Moch Ansari Saleh Banjarmasin yang juga berasal dari Kota Banjarmasin.

“Disusul 4 kasus di RS Bhayangkara Banjarmasin, yang mana 3 kasus dari Banjarmasin dan satu kasus dari Kabupaten Banjar. Kemudian 3 kasus dari RSUD Abdul Aziz Marabahan asal Barito Kuala dan satu dari RSUD Ratu Zalecha Martapura asal Kabupaten Banjar,” kata Muslim.

Sisanya yaitu sebanyak 31 kasus merupakan hasil tracing di beberapa kabupaten dan kota. Dengan rincian 15 kasus dari Kabupaten Barito Kuala, 14 kasus dari Kabupaten Banjar, dan dua kasus dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Saat ini, Muslim menerangkan, ada 173 kasus positif Covid-19 di Kalsel yang menjalani perawatan di beberapa rumah sakit yang tersebar di kabupaten dan kota di Kalsel. Sisanya, 564 kasus lainnya menjalani karantina khusus.

“Atau sekitar 76,52 persen dilakukan perawatan dalam karantina secara khusus. Oleh karena itu, (karantina khusus) sebesar 76,52 persen ini tidak memiliki gejala yang berarti atau gejala-gejala yang ringan dan sebagiannya yang tidak memiliki penyakit-penyakit penyerta atau komorbid, tidak berusia di atas 60 tahun dilakukan karantina khusus di Provinsi (Gedung Diklat Ambulung Banjarbaru -red),” jelas Muslim.

Lebih lanjut, ada dua kasus meninggal dunia akibat Covid-19. Di mana, satu pasien positif Covid-19 dilaporkan meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin pada Jumat (29/5/2020) pukul 11:35 Wita. “Yaitu KS Covid #829, laki-laki berusia 67 tahun asal Banjarmasin,” tutur Muslim.

Satu kasus kematian lainnya yaitu PDP yang meninggal dunia pada 23 Mei 2020 lalu dan terkonfirmasi positif yaitu KS Covid #823 atau Ulin-163. “Laki-laki berusia 64 tahun,” singkatnya.

Namun demikian, Muslim memastikan ada satu kasus positif Covid-19 yang dilaporkan telah sembuh. Yaitu KS Covid #105, seorang laki-laki berusia 51 tahun dari Kabupaten Barito Kuala yang sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Abdul Aziz Marabahan. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->