Connect with us

HEADLINE

Kiram Park Siap Sajikan Suguhan Hard Enduro Kelas Dunia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Uncle Hard Enduro 2019 South Borneo Diikuti Graham Jarvis


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Graham Jarvis, The King of Hard Enduro. foto : net
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Kali pertama di Indonesia, gelaran internasional Hard Enduro Race akan digelar di Kiram Park, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan bertitle event Uncle Hard Enduro 2019. The King of Hard Enduro dunia pemegang gelar lima kali Erzberg Enduro yaitu Graham Jarvis asal Britania Raya, bakal menjajal trek yang sudah dipersiapkan.

Race akan digelar di area Kiram Park dan Meratus Geopark dengan konsep tiga race.

Tepatnya pada Sabtu 22 November 2019 pagi race 1 prolog, sore harinya untuk race 2 signature track, dan Minggu 23 November 2019 race 3 jungle race.



Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir Hard Enduro semakin berkembang di Indonesia.

Sekadar diketahui, Enduro merupakan salah satu bentuk dari olah raga sepeda motor yang melaju lebih dominan di jalan off-road. Enduro terdiri dari banyak rintangan yang berbeda dan penuh dengan tantangan.

Banyaknya event ini yang digelar hampir setiap minggu, mendorong tumbuhnya klub-klub atau komunitas di seluruh daerah.

Perkembangan ini secara langsung juga ikut mendorong olahraga hobi ini bergeser ke olahraga prestasi.

Di beberapa negara di dunia, Hard Enduro Race menjadi salah salah satu icon untuk promosi negara dan daerah dengan konsep olahraga dan wisata (Sport Tourism).

Contohnya, seperti Red Bull Romaniacs (Romania), Erzberg Rodeo (Austria), Hixpania Hard Enduro (Spanyol), Extreme Lagares (Portugal), Roof of Africa (Afrika Selatan), dan Sea to Sky (Turki).
Indonesia khususnya Kalsel dengan modal potensial komunitas yang besar dan alam, sangat mendukung untuk trail hard enduro.

Hermansyah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Kalimantan Selatan mengatakan, kawasan Kiram siap menggelar pentas otomotif bertajuk “Uncle Hard Enduro South Borneo 2019”  pada pamungkas bulan ini 22-24 November 2019.

Ditambahkannya pula bahwa rider-rider hard enduro dari sepuluh negara akan ikut menjajal trek spesial di kawasan Kiram Park.

Sebagai catatan, event berkelas dunia di alam Kiram atau objek wisata Kiram Park dan Gunung Mawar ini digelar kali perdana di Provinsi Kalimantan Selatan.

Menurut dia, dibalik keindahan alam Kiram Park yang masih alami, terdapat berbagai spot terjal, cocok jadi lintasan para penyuka olahraga otomotif ekstrem.

“Hampir tidak pernah sepi di sana. Para pesepeda dan off-road datang ke sana,” tukas Hermansyah.

“Karena itu kami lakukan persiapan sebaik mungkin agar gelarannya berjalan sukses, karena ada sepuluh negara yang memastikan ikut,” ujarnya. “Jadi kalau soal lintasan ajang ini, sudah banyak diakui sangat baik, berkelas dunialah,” ungkapya.

Hermansyah mengatakan gelaran ajang ini akan mengundang Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Menteri Pariwisata, dan para duta besar negara sahabat.

“Selain ajang pembinaan bagi olah raga otomotif trail adventure, juga bertujuan mempromosikan pariwisata daerah,” kata Hermansyah. (bie)

Reporter : bie
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Ada Paslon ‘Nyuri’ Sosialisasi di Spanduk dan Baliho, Bawaslu Minta Segera Dilepas

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Dua pasangan calon kepala daerah yang berlaga di Pilkada Kalsel. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Temuan spanduk maupun baliho pasangan calon (paslon) kontestan Pilkada Kalsel menjadi sorotan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel.

Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Hubal Bawaslu Provinsi Kalsel, Nur Kholis Majid mengatakan, spanduk maupun baliho hal tersebut bukan termasuk dalam kategori alat peraga kampanye (APK) yang dimaksud dalam Peraturan KPU.

Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan tindakan konkrit bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel menginventarisir alat sosialisasi paslon tersebut.

“Nanti kita koordinasikan dengan KPU untuk menghitung seluruh alat sosialisasi paslon itu,” kata Majid, Senin (28/9/2020) siang.



Ia menegaskan bahwa keberadaan alat sosialisasi paslon itu seharusnya sudah tidak boleh ada lagi. Hal ini dikarenakan, saat ini sudah memasuki tahapan kampanye.

“Ini sudah masuk rezim kampanye, jadi alat sosialisasi paslon harus dibersihkan,” tambah Majid.

Salah satu spanduk calon kepala daerah yang disebut Bawaslu Kalsel bukan alat peraga kampanye (APK) yang harus diturunkan segera. foto: fikri

Mantan Komisioner KPU Provinsi Kalsel ini menjelaskan, pihaknya akan merekomendasikan KPU Provinsi yang akan ditindaklanjuti dengan mengintruksikan hal tersebut kepada masing-masing tim pemenangan paslon.

Selain itu, Bawaslu juga sudah membuat surat himbauan kepada masing-masing pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota terkait keberadaan alat sosialisasi paslon maupun spanduk atau atau baliho yang masih menampilkan calon petahana.

“Pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk menurunkan atau membersihkan atribut tersebut. Seharusnya tim maupun pemerintah daerah bisa memperhatikan tahapan Pilkada yang sudah ditetapkan oleh KPU,” jelasnya.

Ia menekankan, atribut yang boleh beredar adalah APK yang dikeluarkan resmi oleh KPU dan APK milik paslon sebanyak 200% dari jumlah yang sudah ditentukan KPU Provinsi Kalsel.

“Jika masih melanggar maka terpaksa akan dikenakan sanksi administratif tentang mekanisme pemasangan alat peraga kampanye,” tandasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Kampanye Paslon Gencar Via Medsos, Bawaslu Kalsel Belum Punya Rincian Aturan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Anggota Bawaslu Kalsel Nur Kholis Majid. Foto : Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Masa kampanye Pilkada di Kalsel sudah berjalan, selama 71 hari sejak Sabtu (26/9/2020) kemarin. Salah satu cara yang digunakan oleh pasangan calon (paslon) baik di Pilgub Kalsel maupun Pilbup dan Pilwali adalah kampanye melalui media sosial (medsos).

Lantas, bagaimana mekanisme pengawasan kampanye melalui medsos?

Ditemui pada Senin (28/9/2020) siang, Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Hubal Bawaslu Provinsi Kalsel Nur Kholis Majid mengatakan, jika ingin berkampanye di medsos, maka harus mendaftarkan akun dan jadwal kampanye kepada KPU Provinsi Kalsel. Sehingga, memudahkan Bawaslu Provinsi Kalsel melakukan pengawasan kampanye melalui media sosial.

“Kita akan lakukan kajian lebih mendalam bagaimana proses itu sendiri. Karena memang dari Peraturan Bawaslu sendiri terhadap kampanye di medsos belum dirincikan. Sehingga, langkah strategisnya yaitu melakukan pemetaan terlebih dahulu apabila ini terjadi (pelanggaran kampanye di medsos),” kata Majid, Senin (28/9/2020).



Jika akun yang digunakan untuk kampanye di medsos terdaftar dan bersifat publik (tidak dalam keadaan privat), maka Bawaslu akan mudah masuk untuk melakukan tracking. Ini berbeda jika akun yang digunakan adalah akun pribadi, maka Bawaslu akan mengkaji apakah termasuk unsur pelanggaran atau tidak. Jika memang didapati ada dugaan pelanggaran kampanye di medsos.

“Jika konten kampanye mengandung unsur yang melanggar seperti merendahkan calon (kepala daerah) yang lain, akan kita telaah,” imbuhnya.

Diakuinya, untuk menghimpun bukti dugaan pelanggaran kampanye di medsos, akan lebih mudah jika ada tangkapan layar (screenshot) namun berbentuk video dengan menggunakan screen recorder.

Namun, akan menjadi tantangan jika akun pribadi di media sosial merupakan akun yang dikelola pribadi, seperti aparatur sipil negara (ASN). “Harus ada proses screening,” singkatnya.

Medsos sendiri, secara praktis akan digunakan oleh paslon sebagai sarana untuk berkampanye dengan efektif. “Kalau medsos Instagram lebih mudah, karena kita bisa lakukan tracking. Jika terbuka untuk umum,” tandas Majid. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter: Fikri
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->