Connect with us

HEADLINE

Koalisi #BersihkanIndonesia Desak Pemerintah Buka PKP2B dan Evaluasi Tambang Raksasa!

Diterbitkan

pada

Koalisi #BersihkanIndonesia yang terdiri atas JATAM, WALHI Kalsel, JATAM Kaltim, dan Trend Asia, mendesak pemerintah buka dokumen PKP2B milik sejumlah perusahaan. Foto: walhi for kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sehari menjelang Hari Hak untuk Tahu sedunia pada 28 September 2020 (The International Right To Know Day), Koalisi #BersihkanIndonesia yang terdiri atas JATAM, WALHI Kalsel, JATAM Kaltim, dan Trend Asia, mendesak pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) untuk membuka dokumen Kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) milik sejumlah perusahaan.

Di antara perusahaan yang PKP2B-nya diminta dibuka adalah PT Arutmin, PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Berau Coal (BC), PT Kideco Jaya Agung (KJA), dan PT Multi Harapan Utama (MHU). Tak hanya itu, Koalisi #BersihkanIndonesia juga minta agar daftar nama tim yang melakukan evaluasi, perkembangan evaluasi hingga instrumen evaluasi yang digunakan untuk dibuka.

Seperti diketahui, direktur direktorat pembinaan pengusahaan batubara di Kementerian ESDM mengaku sedang dalam proses evaluasi kontrak dan sudah menerima permohonan perpanjangan operasi sejumlah perusahaan, seperti PT Arutmin pada Maret 2019 dan PT KPC pada Maret 2020 lalu.

Adapun JATAM Kalimantan Timur juga telah melayangkan surat permohonan informasi sesuai ketentuan undang-undang Keterbukaan Informasi Publik No 14 Tahun 2008 pada 2 September 2020 lalu, dan telah menerima bukti tanda terima surat pada 8 September 2020 dari Kementerian ESDM.



“Karena itulah kami merasa penting untuk mendesak pemerintah transparan, terbuka pada publik, terutama bagi masyarakat yang mengalami dampak buruk akibat operasi perusahaan-perusahaan pertambangan tersebut,” ujar Dinamisator JATAM Kaltim, Pradarma Rupang, seperti rilis yang diterima Kanalkalimantan.com, Minggu (27/9/2020)

Sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik, data-data tersebut termasuk dalam kategori data publik yang dapat kapan saja diakses dan dibuka pada masyarakat luas.

“Agar memudahkan kontrol, apakah kontrak-kontrak dan evaluasi yang pemerintah lakukan sudah sesuai dengan kaidah dan aturan perundang-undangan. Karena masyarakat sekitar terdampak tambang dan masyarakat sipil telah memiliki sejumlah catatan panjang mengenai rekam jejak sejumlah perusahaan itu di lapangan,” lanjut Rupang.

Senada dengan Rupang, WALHI Kalsel meminta pemerintah untuk evaluasi terhadap sejumlah perusahaan pemegang PKP2B tak hanya berbasiskan pada hal-hal yang sifatnya administratif.
“Data-data ini harusnya menjadi instrumen penting dalam melakukan evaluasi, jika tidak maka dikhawatirkan evaluasi yang diselenggarakan hanya formalitas, apalagi tertutup malah berpotensi menjadi ruang baru transaksi yang koruptif,” kata Kisworo.

Sementara itu, #BersihkanIndonesia menilai, permohonan informasi ini menjadi penting sebagai bagian dari upaya mendorong kebijakan energi Indonesia yang berorientasi bersih, pro lingkungan hidup serta menjamin keselamatan rakyat.

“Selama ini publik tidak pernah mengetahui apa saja hak dan kewajiban ke – 5 perusahaan tersebut dan sudah sejauh apa kewajiban mereka sebagai pemegang kontrak dipatuhi dan dilaksanakan, termasuk perkembangan evaluasinya, jangan sampai ujuk-ujuk diberi status perpanjangan tanpa keterbukaan informasi, pemerintah harus membukanya ke publik,” ujar Direktur Program Trend Asia, Ahmad Ashov Birry yang mewakili #BersihkanIndonesia.(Kanalkalimantan.com/cel)

Reporter : Cel
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Dua Kecamatan Banjir, 958 Rumah Terendam di Kabupaten Balangan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

BPBD Balangan turun lapangan di lokasi banjir. Foto : BPBD Balangan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Hujan deras yang mengguyur di daerah pegunungan dalam beberapa hari terakhir, membuat Sungai Pitap di Kabupaten Balangan, meluap.

Akibatnya 622 rumah di tujuh desa di Kecamatan Tebing Tinggi dan 336 rumah di empat desa di Kecamatan Awayan terendam air setinggi satu meter, Sabtu (31/10/2020).

Selain merendam rumah warga, luapan air sungai itu juga menyebabkan jalan, bangunan permukiman, dan tempat ibadah ikut terendam.

Aktifitas warga pun menjadi lumpuh. Warga desa di dua kecamatan itu pun mengalami kerugian karena tak dapat beraktifitas.



Kasi Kedaruratan BPBD Balangan, Syuhada menerangkan, setelah hujan deras selama beberapa hari sungai pun meluap. Selanjutnya, sekitar pukul 06.45 Wita, rumah warga, sawah, jalan, dan tempat ibadah yang berada di pinggiran sungai secara perlahan mulai terendam.

Adapun tujuh desa yang terdampak banjir di Kecamatan Tebing Tinggi, kata Syuhada, adalah Desa Mayanau dengan 125 rumah, Gunung Batu 75 rumah, Sungsum 105 rumah, Ju’uh 50 rumah, Simpang Bumbuan 35 rumah, Simpang Nadung 50 rumah, dan Desa Tebing Tinggi merendam 182 rumah warga.

“Untuk ketinggian air sebenarnya bervariasi, dari 50 Cm hingga 1 meter. Namun, banjir tidak menelan korban jiwa karena sebelumnya warga sudah diberikam peringatan terkait adanya banjir karena hujan yang cukup lebat,” ujar Syuhada.

Untuk Kecamatan Awayan, sebut Syuhada, desa yang terdampak adalah Desa Putat Basiun. Di desa itu, 27 buah rumah yang berada di RT 02, 15 rumah dengan 15 KK atau 50 jiwa, di RT 03, 12 rumah dengan 12 KK atau 40 jiwa terendam air.

Di Desa Pasar Awayan 23 rumah, yaitu di RT 01 dengan 15 rumah, 15 KK dengan 55 jiwa, di RT 03, 8 rumah, 8 KK dengan 30 jiwa. Untuk Desa Badalungga 138 rumah, 146 KK dengan 660 jiwa, dan Desa Badalungga Hilir sebanyak 148 buah rumah, 163 KK dengan 639 jiwa.

Kepala BPBD Balangan, Alive Yoesfah Love menambahkan, setelah merendam rumah, sawah, jalan, dan tempat ibadah dalam beberapa jam, debit air sudah mengalami penurunan. Namun, ia tetap berharap tidak ada lagi hujan susulan, sehingga banjir cepat berlalu dari Kabupaten Balangan.

Diimbau Alive, sapaan Alive Yoesfah Love, walau hujan mereda dan debit air telah menurun, warga tetap diminta harus waspada. Kewaspadaan dilakukan demi mengurangi dampak kerugian akibat banjir.

Tim BPBD Balangan pun sudah melakukan persiapan dan antisipasi apabila terjadi banjir susulan dengan menurunkan personel dan peralatan. BPBD Balangan dan tim relawan juga siap turun tangan untuk membantu warga yang terdampak akibat banjir.(kanalkalimantan.com/pr)

Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Libur Panjang, Bandara Syamsudin Noor Layani 17.714 Penumpang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

lonjakan penumpang terjadi di Bandara Syamsudin Noor selama libur panjang Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Trafik jumlah penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor mengalami kenaikan selama masa libur panjang Maulid Nabi.

Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Syamsuddin Noor, Aditya Putra, mengungkapkan bahwa tren kenaikan jumlah penumpang itu mulai terlihat sejak 27 Oktober 2020.

“Kalau dibandingkan dengan hari biasa, ada terjadi kenaikan trafik jumlah penumpang selama libur panjang sekitar 10 persen sampai 15 persen,” ujarnya kepada Kanalkalimantan.com.

Adapun selama masa libur panjang dari 27 – 30 Oktober, bandara berjuluk Jewel Of Borneo tersebut telah melayani sebanyak 17.174 penumpang. Jika dikalkulasikan dalam rata-rata satu harinya, maka setidaknya ada 4.000 – 5.000 penumpang yang dilayani di Bandara Syamsudin Noor perhari.



 

Jumlah tersebut tentu meningkat, yang mana pada situasi pandemi Covid-19 saat ini, normalnya Bandara Syamsudin Noor hanya melayani sekitar 2.000 – 3.000 penumpang saja.

Adit -akrab disapa, menerangkan bahwa tren kenaikan jumlah penumpang tertinggi terjadi pada 28 Oktober. Hal itu juga bersamaan dengan meningkatnya pergerakan pesawat yang mendarat dan lepas landas dari bandara.

“Trafik tertinggi terjadi pada tanggal 28 Oktober. Kami mencatat jumlahnya saat itu mencapai 5.364 penumpang. Sementara, untuk pergerakan pesawat ada sebanyak 85 pesawat,” paparnya.

Berdasar data trafik tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa meskipun dalam situasi pandemi Covid-19, tak menyurutkan masyarakat memanfaatkan waktu libur panjang untuk berlibur ke luar daerah.

Hal itu turut dibenarkan Adit yang menyebutkan bahwa penerbangan yang terbanyak dari Bandara Syamsudin Noor ialah menuju Ibukota dan daerah-daerah di pulau Jawa.

“Rute yang paling banyak diterbangi Jakarta dan Surabaya,” lugasnya.

Sepanjang Oktober 2020, Bandara Internasion Syamsudin Noor hanya beroperasional dari pukul 07.30-18.00 Wita. Hal itu sebagai upaya dalam menyingkapi situasi pandemi. Kendati demikian, untuk layanan pemeriksaan berkas, check in, dan lain sebagainya sudah bisa sejak pukul 06.00 Wita. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->