Connect with us

DPRD Barsel

Komisi III DPRD Barsel Tekankan Pentingnya Pendidikan Agama Sejak Dini

Diterbitkan

pada

Ahmat Fauzi Sekretaris Komisi III DPRD Barsel. Foto : digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BUNTOK, Menanamkan pendidikan agama kepada anak sejak usia dini sangat penting untuk pembentukan ahklak dan kepribadian generasi penerus bangsa. Sekretaris Komisi III DPRD Barsel Ahmat Fauzi menjelaskan, penanaman pendidikan agama dari usia dini juga akan membentuk kepribadian seseorang.

“Apapun alasannya, penanaman pendidikan agama sejak dini tidak boleh ditinggalkan. Baik untuk yang beragama muslim maupun yang non muslim,” kata Fauzi kepada Kanalkalimantan.com, Senin (25/3).

Menurut Fauzi,  pembentukan moril generasi bangsa tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Hal tersebut membutuhkan tangan-tangan pendidik agama. Baik di sekolah maupun lingkungannya. Maka itu, para pendidik agama harus lebih meningkatkan kemampuan mengajar anak didiknya.

“Di sinilah peran pendidik agama ini sangat vital serta penuh dengan beban moral yang ditanggung. Pemerintah dan masyarakat harus bisa menghargai jasa para pendidik agama ini,” ucap Fauzi.

Ia juga mengatakan, selain pendidik yang lebih penting lagi peran orang tua untuk mempraktek dan mencontohkan dan ditanamkan kepada anak-anaknya saat dirumah. “Karena biasanya anak itu akan mencontohkan apa yang dilakukan dan dilihatnya dari orang tuanya,” ujar Fauzi.

Ditambahkan olehnya lingkungan sekolah merupakan pendidikan kedua setelah keluarga. Guru menjadi media pendidik dan sumber informasi bagi anak didik dalam memberikan ilmu pengetahuan sesuai keahlian yang dimiliki.

“Pendidik berperan memberikan bantuan, motivasi dan tugas untuk melatih kedisiplinan agar mereka memiliki tanggungjawab untuk menyelesaikannya dan juga lebih menekankan pengajaran,” pungkas Fauzi.(digdo)

Reporter : Digdo
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

DPRD Barsel

Anak Muda Harus Berpacu Melawan Kemajuan Teknologi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua Sementara DPRD Barsel, HM Farid Yusran. Foto : digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BUNTOK, Ketua Sementara DPRD Barito Selatan, HM Farid Yusran ingin anak muda dapat berpacu melawan kemajuan teknologi. Demikian disampaikannya usai rapat paripurna mendengarkan pidato kenegaraan, Jumat (16/8).

“Sesuai dengan pidato kenegaraan Presiden tadi hendaknya kita dapat berpacu melawan kemajuan teknologi yang semakin pesat,” kata Farid Yusran kepada Kanalkalimantan.com, usai acara.

Ia mengatakan, dengan berpikir secara konvesional saat ini maka akan ketinggalan dari kemajuan teknologi, terlebih saat ini kebanyakan yang maju berpikir tentang teknologi adalah anak muda.

“Untuk itu dalam hal melawan kemajuan teknologi ke depan kita banyak menggunakan anak muda, agar bisa mengejar dan melawan teknologi tersebut,” pinta Farid Yusran.

Lebih lanjut sebuatnya, setiap zaman punya tantangan masing-masing, zaman dahulu telah berjuang mempererat persatuan sebagai satu tumpah darah, satu bangsa, satu bahasa semuanya atas nama Indonesia.

Sedangkan zaman sekarang, dituntut menguasai teknologi terus berpacu dengan dirinya sendiri, melahirkan berbagai hal yang tak pernah disangka sebelumnya.

“Maka dari itu untuk para pemuda sangat dibutuhkan untuk dapat membantu pemerintah dalam pembangunan di segala bidang,” tegas Farid Yusran. (digdo)

Reporter : Digdo
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

DPRD Barsel

DPRD Barsel Minta Pemerintah Daerah Lebih Membuka Diri pada Investasi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ideham Anggota DPRD Barsel Foto: digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BUNTOK,  DPRD Barsel meminta pemerintah terus membuka diri dan menerima setiap bentuk investasi.

“Yang pasti dengan masuknya investasi pemerintah harus bisa memperjuangkan agar masyarakat tidak hanya jadi penonton saja,” kata Ideham, anggota DPRD Barsel, kepada Kanalkalimantan.com, di kantornya, Selasa (2/7).

Ia juga mengatakan, kehadiran investor di Barsel diperlukan agar dapat mempercepat proses pembangunan. Oleh sebab itu dengan kehadiran investor dapat dipastikan secara nyata memberikan kesempatan lapangan kerja, serta dapat memberikan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Namun sebelum beroperasinya investor diharuskan dan wajib melakukan sosialisasi di sekitar di wilayah tempat operasional terlebih dahulu,” tegasnya.

Ideham mengatakan, sosialisasi di sekitar wilayah operasional, diharapkan dapat membuat masyarakat mengerti sejauh mana dampak positif yang dirasakan. “Sebelum pihak investor untuk melakukan ke tahapan-tahapan selanjutnya yang lebih jauh,” ujar Ideham.

Menurutnya, dengan melakukan sosialisasi akan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat dan keuntungan investasi. Serta tau apa itu dampak positif atau negatifnya, sehingga masyarakat dapat menilai dan memberikan masukan kepada pihak investor.

“Disamping itu diharapkan pentingnya komunikasi antara pihak Investor, Pemerintah dan masyarakat. Pasalnya apabila hal tersebut terjalin dengan baik, dapat meminimalisir berbagai permasalahan yang akan timbul di kemudian hari,” pungkasnya.(digdo)

Reporter:Digdo
Editor:Cell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

DPRD Barsel

Minta Awasi Jajanan Anak-anak

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Anggota DPRD Barsel Ida Riani. Foto : digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BUNTOK, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) dituntut melakukan pengawasan terhadap jajanan anak-anak di sekolah yang beragam, karena dinilai rawan mengandung zat berbahaya bagi kesehatan.

Kalau dilihat dari jenis jajanan yang dijual di pinggir jalan maupun sekolah terlihat seperti tak higienis, bahkan dari segi kesehatan sangat diragukan, begitu kata Anggota DPRD Barsel Ida Riani.

“Dinas terkait hendaknya juga harus proaktif mengontrol jenis makanan yang dijual pedagang di sekolah, jangan tunggu ada korban baru melakukan pemeriksaan,” kata Ida kepada Kanalkalimantan.com.

Masih kata Ida, penjaja makanan di pinggir jalan kini telah menjangkau hingga ke pelosok desa di Barsel. Bahkan, lanjut dia, apabila diamati secara sekilas selain jumlah penjaja makanan semakin banyak, namun sampai kini belum ada upaya dari pemerintah untuk melakukan pengendalian maupun pengawasan.

“Jajanan dijual itu juga kan belum teruji dari segi kesehatanya, terlebih apakah memakai zat pewarna dan pengawet yang dapat membahayakan kesehatan tubuh manusia, khususnya anak-anak,” ujar Ida.

Ditambahkan olehnya, orang tua bisa saja mengingatkan ataupun melarang anaknya tidak membeli makanan secara sembarangan. Hanya, larangan tersebut bisa saja dilanggar apabila melihat jajanan itu menarik serta terlihat enak.

“Jangan hanya menyerahkan masalah makanan yang dimakan anak-anak menjadi tugas orang tua maupun guru, pemerintah juga berkewajiban untuk mengawasinya,” tandas Ida. (digdo)

Reporter :Digdo
Editor :Bie

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->