Connect with us

HEADLINE

Komisi V DPR Tinjau Progres Proyek Pembangunan Bandara Syamsudin Noor

Diterbitkan

pada

Komisi V DPR saat meninjau progres pembangunan bandara Syamsudin Noor Foto: rico
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Banjarmasin dengan agenda peninjauan infrastruktur dan transportasi, Jumat (26/10). Tibanya di Banjarmasin pukul 08.30 Wita, rombongan langsung bergerak menuju Direksi Keet Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin (PPBDJ) yang menjadi agenda awal kunjungan kerja mereka.

Setibanya di Direksi Keet rombongan disambut oleh Direktur Operasi PT Angkasa Pura I, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa, BMKG, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan dilanjutkan dengan rapat mengenai progres Proyek Penembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Ketua Komisi V Drs. H. Ibnu Munzir membuka rapat dengan memperkenalkan masing-masing anggota Komisi V yang hadir dalam kunjungannya kali ini. “Maksud dan tujuan kami datang ke sini adalah melihat secara langsung progres pembangunan infrastruktur dan transportasi di Banjarmasin khususnya progres pembangunan Bandara, serta melihat apa saja yang dapat menghambat dalam progres tersebut. Tentunya kita semua berharap percepatan pembangunan infrastuktur dan transportasi ini dapat menunjang pertumbuhan ekonomi yang cepat dan sehat di Banjarmasin,” kata Munzir.

Pada kesempatan kali ini Direktur Operasi PT Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose menyampaikan paparan terkait progres Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin beserta potensi hambatan dalam progres tersebut. (Lihat Pada Tabel, Red).

Dari data progres tersebut Wendo optimis realisasi pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dapat beroperasi pada Oktober 2019 mendatang.

Selanjutnya Wendo memaparkan poin pembahasan strategis mengenai infrastruktur jalan akses menuju bandara sepanjang 21 km yang menjadi kewenangan Pemprov Kalsel yang belum sepenuhnya siap (lebar dan pengerasan jalan masih bervariasi), sehingga berpotensi menggangu Bandara baru pada saat beroperasi nanti.

“Kondisi yang terjadi saat ini terdapat 10 km Jalan Lingkar Utara yang belum terselesaikan dari total panjang 21 km. Dinas PUPR Provinsi Kalsel menyampaikan bahwa dibutuhkan anggaran sekitar kurang lebih 200 miliar. Dinas PUPR Provinsi Kalsel hanya dapat menganggarkan Rp 45 miliar pada tahun 2019 guna penyelesaian jalan tersebut dengan catatan lebar jalan tidak seluruhnya 20 m (minimal 6 m) dan terhubung dengan jalan akses masuk Bandara,” ungkapnya.

Wendo menambahkan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan sinergitas dengan Pemprov Kalsel dalam hal ini Dinas PUPR untuk mencari jalan keluar kekurangan anggaran sejumlah 155 miliyar melalui APBN. “Kami telah berkoordinasi dengan pihak Dinas PUPR, mengenai permasalahan ini. Pihak Badan Perencanaan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Kalsel juga telah mengajukan permohonan ke Menteri PUPR guna mendapatkan persetujuan anggaran,” tambahnya.

Setelah mendengar paparan dari Direktur Operasi, rombongan langsung melakukan peninjauan ke lokasi proyek. Ibnu Munzir mewakili rombongan komisi V DPR RI berharap jalan akses bandara dapat segera diselesaikan. Dia mengatakan bahwa proyek Bandara Syamsudin Noor ini adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat, khususnya masyarakat Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kalsel Edy Suryadi mengaku pesimis realisasi pengembangan Bandara Syamsudin Noor bisa selesai tepat waktu. Dilihatnya hingga saat ini, progres pengembangan bandara baru mencapai sekitar 50 persen saja. Padahal ditargetkan pengembangannya selesai pada Tahun 2019 mendatang untuk bisa dipakai oleh masyarakat luas.

“Waktunya kurang lebih 1 tahun lagi, namun progresnya baru mencapai 50 persen. Padahal idealnya kalau waktunya sudah tinggal 1 tahun lagi, pengerjaan harusnya sudah dalam tahap finishing,” ungkap pengusaha di bidang konstruksi tersebut, Senin (22/10).

Finishing sendiri biasanya menurut Edy, adalah pengerjaan yang paling sulit dan memakan waktu lama dalam sebuah proyek. Karena itulah menurutnya untuk kasus pengerjaan bandara Bandara Syamsudin Noor yang progresnya baru sekitar 50 persen, sangat kecil kemungkinan selesai tepat waktu.

“Makanya saya berani mengatakan pesimis untuk selesai tepat waktu. Karena dalam kenyataannya progresnya untuk fisik saja belum 100 persen, belum lagi mengerjakan finishing yang biasanya memakan waktu lama,” tambahnya.

Bagi Edy, keberadaan bandara yang representatif dan berkelas internasional sudah sangatlah mendesak dan diperlukan. Hal mengingat keberadaan bandara kini dipandang sebagai salah satu gerbang ekonomi bagi sebuah daerah. “Kita kadang malu sendiri saat kolega kita di dunia usaha bertandang ke Kalsel untuk melakukan aktivitas bisnis. Padahal sudah berapa Triliun yang kita sumbangkan bagi negara melalui tambang batu bara dari Kalsel,” tegasnya.(Rico)

PROGRES PPBDJ BANDARA SEJAK 21 OKTOBER 2018:

Paket 1 Gedung Terminal

Realisasi :   3,748%

Rencana :   1,253%

Deviasi   :   2,495%

 

Paket 2 bangunan penunjang & apron

Realisasi :  41,360%

Rencana :  39,353%

Deviasi   :   2,007%

 

Total Progres

Realisasi :  18,976%

Rencana :  16,679%

Deviasi   :   2,298%

Reporter: Rico
Editor: Chell

Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

Kilas Balik Penanganan Covid-19 di Indonesia: Pemerintah Serba Terlambat dan Arogan!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pasien PDP dimakamkan dengan prokol Covid-19 di Banjarbaru, beberapa waktu lalu Foto : rico
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA– Sebaran covid-19 di Indonesia belum menunjukkan gejala menurun. Hingga Sabtu (30/5/2020), data Gugus Tugas Nasional Covid-19 mencatat angka pasien positif Covid-19 mencapai 25.773 kasus.

Sebelumnya, sebagai negara kepulauan pemerintah berharap laju perkembangan pandemi Covid-19 di tanah air tak selaju saat ini. Banyaknya kepulauan dan jumlah populasi anak muda yang mendominasi, diharapkan mampu memperlambat penyebaran virus.

“Tetapi dengan peningkatan beban kasus yang tajam di daerah-daerah yang jauh seperti Maluku dan wabah besar di pulau-pulau yang lebih padat seperti Jawa, keberuntungan Indonesia mungkin hampir habis,” tulis Hannah Beech dan Muktita Suhartono pada New York Times dilansir suara.com, mitra media Kanalkalimantan.com.

Kedua penulis tersebut adalah jurnalis New York Times yang khusus melaporkan kasus-kasus di Asia Tenggara. Ya, Per Jumat (29/5/2020), kasus di Indonesia telah mencapai 25.773 dengan 7.015 orang sembuh dan 1.573 kasus meninggal.

“Infeksi masif telah terjadi,” kata Dono Widiatmoko, dosen senior di bidang kesehatan dan perawatan sosial di Universitas Derby dan anggota Asosiasi Kesehatan Masyarakat Indonesia seperti yang dikutip dari New York Times. “Ini berarti sudah terlambat,” katanya saat menanggapi tes acak yang dilakukan di berbagai daerah.

Namun, bahkan ketika beban kasus meningkat pemerintah mengatakan bahwa pembatasan nasional akan segera dilonggarkan untuk menyelamatkan ekonomi.

Padahal ada kekhawatiran yang meluas di antara para pakar kesehatan masyarakat, bahwa sistem perawatan kesehatan Indonesia akan rusak jika virus corona menyebar sama kuatnya seperti di Amerika Serikat atau Eropa.

Dilansir dari New York Times, lebih dari setengah kematian Covid-19 di Indonesia adalah dari orang-orang di bawah usia 60 tahun. Di Amerika, sebagian besar kematian terjadi di kalangan orang tua.

Sementara itu, para ahli epidemiologi khawatir akan terjadi peningkatan kasus yang lebih besar bulan depan (Juni). Pemodelan oleh ahli epidemiologi di Universitas Indonesia memperkirakan bahwa hingga 200.000 orang Indonesia mungkin memerlukan rawat inap akibat virus corona karena aktivitas lebaran.

Sayangnya, tingkat pengujian Indonesia adalah yang terburuk di antara 40 negara yang paling terpengaruh oleh virus. Perbandingan tes adalah 967 banding 1 juta orang. “Bencana masih akan datang,” kata Dr. Pandu Riono, seorang ahli epidemiologi yang memimpin upaya pemodelan Universitas Indonesia.

“Bahkan setelah berbulan-bulan, kita masih memiliki pemimpin yang percaya pada keajaiban daripada sains. Kami masih memiliki kebijakan yang mengerikan,” tambahnya.

Pada awal wabah, bahkan ketika negara-negara terdekat mencatat peningkatan infeksi lokal, para pemimpin Indonesia bertindak seolah-olah kebal terhadap virus corona. “Mereka menyangkal,” kata Dr. Erlina Burhan, seorang ahli paru-paru senior di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta.

Indonesia baru mengkonfirmasi kasus virus corona pertama di awal Maret. Sementara, negara tetangga Malaysia dan Singapura mencatat kasus pertama mereka pada akhir Januari. Padahal beberapa rumah sakit, terutama di Jawa yang padat mencatatkan kasus pneumonia dengan gejala yang mirip dengan Covid-19. Tetapi mayat dikuburkan sebelum tes virus corona diberikan.

Penyangkalan berlanjut di antara para pejabat pusat. Bahkan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto menyarankan doa sebagai penangkal virus.

Presiden Jokowi akhirnya mengakui bahwa situasi sebenarnya tidak dibagikan kepada publik untuk menghindari kepanikan yang menyebar di seluruh negeri. Tetapi pembatasan nasional tidak diberlakukan selama berminggu-minggu, sehingga beberapa pejabat provinsi melakukan larangan perjalanan secara mandiri.

(lebih…)


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

KABAR BAIK. 15 Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Sembuh, Tak Ada Temuan Kasus Baru

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Data Covid-19 di Kalsel per Sabtu 30 Mei 2020. foto: gugus tugas covid-19 kalsel
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kabar gembira datang dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Selatan. Data terbaru yang dirilis pada Sabtu (30/5/2020) sore, menunjukkan peningkatan kasus sembuh dari Covid-19, sementara itu tidak ada temuan kasus baru positif Covid-19.

“Penambahan pasien positif Covid-19 yang sembuh pada hari ini sebanyak 15 pasien,” tutur Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Muhammad Muslim, Sabtu (30/5/2020) sore.

Sebanyak 15 pasien yang dinyatakan sembuh didominasi dari Kabupaten Tanahlaut. Dimana, pasien yang sembuh di Bumi Tuntung Pandang tercatat ada 8 pasien.

Disusul Kabupaten Tapin dan Tanah Bumbu yang masing-masing sebanyak 3 pasien, dan Kabupaten Barito Kuala sebanyak satu pasien. Sehingga kini, jumlah kasus yang dinyatakan sembuh naik signifikan menjadi 97 kasus.

Namun demikian, Muslim mengakui ada tiga kasus positif Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia. Sehingga angka kematian akibat Covid-19 di Kalsel menjadi 77 kasus.

“Tiga pasien positif Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia pada hari ini berasal dari kota Banjarmasin,” ungkap Muslim.

Kendati begitu, hingga Sabtu (30/5/2020) jumlah kasus positif Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat masih berada di angka 893 kasus. Dari jumlah itu, 719 kasus diantaranya menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun menjalani karantina khusus.

Disusul jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 834 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 185 pasien. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Mundur, PSBB di Kabupaten Kapuas Dimulai 4 Hingga 19 Juni

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kapuas Dr H Junaidi
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas mengumumkan secara resmi jadwal pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Melalui juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kapuas Dr H Junaidi, PSBB di Kabupaten Kapuas akan dimulai pada tanggal 4  Juni hingga 19 Juni 2020.

Sebelumnya PSBB di Kabupaten Kapuas akan dimulai pada 1-15 Juni 2020, tetapi mundur menjadi 4-19 Juni 2020.  Disebabkan penerapan PSBB harus melewati tahap-tahap pertimbangan dari beberapa instansi terkait, agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan sukses dan lancar.

“Penundaan ini sesuai arahan Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat, karena melihat kondisi di lapangan terutama kesiapan mental masyarakat Kabupaten Kapuas dalam mendukung pelaksanaan PSBB ini, ditambah lagi produk hukum yang menaungi PSBB ini juga harus dirampungkan, serta kesiapan petugas dalam menjalankan PSBB di Kabupaten Kapuas,” jelas juru bicara.

Sebelum pemberlakukan PSBB, pemerintah daerah harus terlebih dahulu menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai panduan atau aturan selama PSBB berlangsung. Termasuk proses penyusunan Perbup dari instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, RSUD, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Disperindagkop, dan TNI/Polri.

“Diperlukan pula uji coba pemberlakuannya, agar penerapannya bisa berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Dr H Junaidi.

“Kita tentunya harus mempersiapkan tolak ukur untuk monitoring dan evaluasi secara berkala serta memberi ruang kepada instansi terkait, termasuk TNI/Polri dalam penyusunan program kerja terkait dengan PSBB ini,” sambung Kadis Kominfo Kapuas ini.

Pemkab Kapuas dan TNI/POLRI berharap kepada semua lapisan masyarakat membantu pemerintah dalam pelaksanaan PSBB.  “Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat dan Wakil Bupati Kapuas HM Nafiah Ibnor berharap masyarakat mendukung pelaksanaan PSBB,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/ags)

Reporter : ags
Editor : bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->