Connect with us

HEADLINE

Konflik Satwa Liar dan Manusia, Bekantan Masih Menjadi yang Utama

Diterbitkan

pada

Koloni bekantan Tanjung Pedada Tua, suaka margasatwa Kuala Lupak. Foto: BKSDA via bksdakalsel.com
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Konflik antara manusia dan satwa liar menjadi ancaman yang mengakibatkan menurunnya populasi beberapa jenis satwa liar. Konflik melibatkan perebutan sumberdaya yang terbatas antara manusia dan satwa liar pada suatu daerah, menyebabkan kerugian bagi satwa liar atau manusia tersebut.

Konflik tersebut terjadi akibat perubahan hutan menjadi kawasan produktif seperti pemukiman, pertanian, perkebunan, dan industri kehutanan. Hal itu menyebabkan berkurangnya kantong populasi dan mempersempit luasan area jelajah satwa liar. Konflik juga terjadi akibat perburuan berlebihan terhadap satwa liar.

Kalimantan Selatan sendiri mencatat data cukup besar akan konflik satwa liar dan manusia yang terjadi. Bekantan menjadi satwa liar yang paling sering berkonflik dengan manusia di wilayah Kalimantan Selatan.

Bekantan merupakan hewan endemik pulau Kalimantan yang tersebar di hutan bakau, rawa dan hutan pantai. Penyempitan wilayah habitat utama bekantan dan perluasan wilayah permukiman, perkebunan dan tambang menjadi faktor utama penyebabnya.

Berbicara dengan Kanalkalimantan.com kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel Dr Ir Mahrus Aryadi MSc menyampaikan konflik manusia dan bekantan yang terjadi di Kalsel sebagian besar terjadi di lokasi dimana habitat bekantan sebagian besar sudah tidak kompak (terfragmentasi) dan beralihfungsi menjadi berbagai bentuk pemanfaatan lain.

Data sampai bulan Juni 2020 tercatat, ada 6 kasus bekantan yang keluar habitat dan masuk wilayah manusia. Enam kasus terjadi di Balangan, Sengayam (Tanah Bumbu), Banjarmasin (dua kasus), dan Tanah Laut (dua kasus).

“Beragam faktor yang memaksa bekantan keluar habitat.  Faktor-faktor tersebut antara lain perkebunan, tambang, pembangunan (pemukiman, kantor dan lain-lain). BKSDA Kalsel telah mengambil langkah strategis, baik yang bersifat preventif maupun kuratif,” ungkapnya.

Kawasan Hutan Mangrove Suaka Marga Satwa Kuala Lupak. Foto: BKSDA via bksdakalsel.com

Mitigasi Konflik dan Penyadaraan Masyarakat

Menurut Mahrus, persoalan konflik manusia dan satwa liar (bekantan) merupakan persoalan yang multi sektoral dan multilanskap.

BKSDA Kalsel telah mengambil langkah strategis, baik yang bersifat preventif maupun kuratif.

Langkah preventif antara lain:

– Mengintensifkan perlindungan habitat bekantan di Kawasan konservasi melalui patrol kawasan dan monitoring populasi bekantan.

– kerjasama multipihak dengan instansi lain (Dinas Kehutanan, Pemprov/Pemda, swasta) untuk mengalokasikan lahan di luar kawasan konservasi sebagai kawasan ekosistem esensial (KEE) yang salah satu fungsinya untuk habitat bekantan. KEE yang sudah ada: lahan di desa Panjaratan Tanah Laut,  KEE Kuala Lupak, Barito Kuala.

– Sosialisasi melalui berbagai media, Website, Sosmed (FB, IG, Twiter), Poster, spanduk dll, untuk menyadarkan masyarakat agar turut berperan dalam pelestarian bekantan.

Kuratif:

– Melakukan penyelamatan bekantan yang terlibat konflik oleh tim Satgas BKSDA Kalsel

– Penegakan hukum terhadap tindakan ilegal terhadap satwa liar dilindungi bekerjasama dengan aparat penegak hokum Polda dan Polres  (banyak kasus yang sudah berhasil diungkap).

Lebih lanjut Mahrus mengatakan “Persoalan konflik manusia dan satwa liar (bekantan) merupakan persoalan yang multi sektoral dan multilanskap. Artinya pemecahan permasalahan konflik bekantan dan manusia harus melibatkan banyak instansi karena cakupannya tidak mengenal batas administrasi. Konflik satwa bukan hanya urusannya BKSDA Kalsel/KLHK saja tapi perlu dukungan pihak/instansi lain”

Sebagian besar habitat bekantan (60% lebih) berada di luar kawasan konservasi, yang kewenangannya berada di Pemprov/Pemda. Untuk itu peran multipihak sangat diharapkan dalam mencegah dan mengurangi konflik di masa depan.

“Kedepan kami BKSDA Kalsel, sebagai kepanjangan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang ada di daerah berharap pihak-pihak terkait mau untuk memikirkan masa depan bekantan yang ada di luar kawasan konservasi. Peran yang diharapkan adalah dengan melindungi habitat yang saat ini masih ada. Habitat-habitat ini agar ditetapkan dalam RTRW Pemprov/Pemda sebagai areal lindung yang tidak boleh dibuka,” pungkas Mahrus. (kanalkalimantan.com/andy)

 

Reporter : Andy
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

Duet H Rusli-Guru Fadlan Jemput SK Rekomendasi DPP Golkar di Jakarta

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Pasangan H Rusli- KH Fadlan As’ary semakin mantab menuju pencalonan di Pilkada Banjar. SK Rekomendasi DPP Partai Golkar terkait pencalonannya di Pilkada kini sudah digenggaman. Surat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartato di Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Diterimanya SK tersebut setelah sebelumnya DPD Golkar Kalsel mengeluarkan surat pengajuan rekomendasi No A-054/GOLKAR-KS/V1/2020 tentang Laporan Hasil Pelaksanaan Tahapan Seleksi Bakal Calon Kepala Daerah Partai Golkar di Pilkada 2020.

Terkiat dukungan tersebut, Guru Fadlan mengatakan diterimanya SK dari DPP Golkar semakin memantabkan langkah duet H Rusli-Guru Fadlan di Pilkada Banjar. “Ya, alhamdulillah. Insyallah partai-partai lain juga akan menyusul,” katanya.

Saat ini, tarung Pilkada Banjar makin kompetitif pasca mundurnya incumbent Bupati H Khalilurrahman. Sejumlah kandidat semakin mantab menatap kursi Bupati dan Wakil Bupati Banjar, termasuk duet H Rusli- KH Muhammad Fadlan Asy’ari atau Guru Fadlan, yang disokong Golkar dan gabungan partai lain.

 

Bahkan, saat ini paket yang termasuk muncul belakangan ini diklaim memiliki sokongan lebih dari separuh kursi parlemen di DPRD Banjar. Besarnya dukungan ini terungkap dalam surat pengajuan rekomendasi DPD I Golkar Kalsel ke DPP Golkar, No A-054/GOLKAR-KS/V1/2020 tentang Laporan Hasil Pelaksanaan Tahapan Seleksi Bakal Calon Kepala Daerah Partai Golkar di Pilkada 2020.

Dimana dalam surat tersebut disampaikan, untuk Pilkada Banjar, Golkar Kalsel mencalonkan duet H Rusli-Guru Fadlan. Paket ini disokong 6 koalisi parpol terdiri dari Partai Golkar yang memiliki 8 kursi di parlemen, PKS 2 kursi, PPP 5 kursi, PDIP 2 kursi, PAN 3 kursi, dan Demokrat 4 kursi. Sehingga total ada 24 kursi yang menyokong pencalonan di Pilkada.

Jumlah tersebut lebih dari separuh kursi di DPRD Banjar sebanyak 45 kursi. Artinya, dukungan massif ini sudah jauh melampaui dari batas minimum syarat mengusung calon dari jalur partai di KPU Banjar. Guna dapat maju di Pilkada Kabupaten Banjar 2020 melalui jalur partai politik, syaratnya pasangan bakal calon minimal harus mendapat dukungan 20 persen atau 9 kursi di DPRD Banjar.

Pasangan H Rusli-Guru Fadlan memang bisa menjadi poros kekuatan baru di kabupaten berjuluk Serambi Makkah ini. Selain sokongan porpol, kedua tokoh tersebut juga memiliki basis massa yang kuat. H Rusli yang saat ini duduk sebagai Ketua DPD Golkar Banjar sekaligus anggota DPRD Kalsel, tercatat sebagai anggota dewan dengan raihan suara terbanyak pada pemilu 2029 lalu.

Sedangkan Guru Fadlan, selain tokoh Nadhlatul Ulama (NU) juga merupakan mantan Ketua MUI Kabupaten Banjar. Sebelumnya, pasangan in juga telah mendapat surat rekomendasi dari PPP, dan PKS. Bahkan, PPP telah lebih dulu secara terang-terangan menyatakan dukungannya!. “Syukur Alhamdulillah pasangan kami memang mendapat kepercayaan dan menerima SK dari PPP dan PKS. Semoga kepercayaan ini berlanjut dan mendapat kepercayaan masyarakat untuk menjadikan Kabupaten Banjar lebih baik,” kata H Rusli.

Di sisi lain, tampilnya tokoh lain juga tak bisa dianggap enteng. Seperti Wakil Bupati Saidi Mansyur, yang juga memastikan mendapatkan 1 tiket di Pilkada Banjar. Saidi mendapat dukungan dari tiga partai besar yakni, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan terbaru adalah Partai Demokrat.

Penyerahan SK tersebut dilakukan ketika Saidi Mansyur bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono didampingi Ketua DPD Demokrat Kalsel, Rusian. Selasa (30/6/2020).

“Kami kini sudah mengantongi surat dukungan dari tiga partai, dan dukungan dari Partai Demokrat baru tadi kami terima, dan diserahkan langsung oleh ketua umumnya Agus Harimurti Yudhoyono,” ujar Saidi Mansyur, Selasa (30/6/2020).

Menurut dia, AHY mendoakan Saidi terpilih sebagai bupati dan bisa mensejahterakan masyarakat Kabupaten Banjar. Dengan bergabungnya dua partai itu bersama Partai Nasdem, artinya Saidi mengantongi 16 kursi. Yakni, Partai Nasdem memiliki tujuh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjar, PKB lima kursi, dan Partai Demokrat sebanyak empat kursi.

Dengan total 16 kursi dari tiga partai tersebut, maka dipastikan Saidi Mansyur telah memenuhi syarat mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati Banjar. Syarat di KPU minimal sembilan kursi untuk dapat maju dipilkada nanti. (Kanalkalimantan.com/tim)

 

Reporter : Tim
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Covid-19 Kalsel di Angka 4.146, Kasus Baru 78 Orang, Sembuh 112 Orang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi Covid-19. foto: Pexels
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel ) masih terus menanjak, meski secara perlahan tapi pasti angka kesembuhan penderita juga meningkat.

Ada tambahan 78 kasus baru ini, secara kumulatif jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kalsel sudah di angka 4.146 per Minggu (12/7/2020). Kabar duka juga kembali disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, dimana dilaporkan ada lima kasus kematian pasien Covid-19 di Kalsel.

Yaitu dua orang asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang meninggal dunia pada 3 dan 9 Juli 2020 kemarin, dua orang asal Kota Banjarmasin yang meninggal dunia pada 11 dan 23 Juni 2020 serta satu orang asal Kota Banjarbaru yang meninggal dunia pada 12 Juli 2020.

Sehingga, total angka kematian pasien Covid-19 di Kalsel berjumlah 216 kasus atau 5,2 persen dari seluruh kasus Covid-19 di Kalsel.

 

Data Covid-19 Kalsel per Minggu 12 Juli 2020. grafis: yuda/kanalkalimantan

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Muhammad Muslim, ada tambahan 112 orang yang sembuh kali ini, persentase kesembuhan pasien Covid-19 di Kalsel kembali meningkat menjadi 33,6 persen.

“Persentase ini meningkat cukup tajam jika dibandingkan persentase kesembuhan pada awal bulan Juni 2020 lalu yang masih berada di angka 11 persen,” ujarnya.

Mereka merupakan para pasien yang dirawat di beberapa Rumah Sakit (RS), fasilitas karantina di Kalsel maupun yang menjalani isolasi mandiri.

Diantaranya 49 orang di karantina balai Diklat Ambulung Banjarbaru, 22 orang di fasilitas karantina Bapelkes Banjarbaru, 22 orang di fasilitas karantina Kabupaten Balangan, 6 orang di fasilitas karantina di Kabupaten Banjar dan dua orang di fasilitas karantina Kabupaten Batola.

Satu orang di fasilitas karantina di Kabupaten Hulu Sungau Tengah, tujuh orang di fasilitas karantina Kabupaten Tanahlaut, empat orang di RS Bhayangkara, lima orang di RSUD dr H Moch Ansari Saleh dan dua orang di RSUD Ulin Banjarmasin.

Sedangkan tambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang terkonfirmasi kali ini sebanyak 78 orang yang berasal dari sembilan kabupaten/kota.

Paling banyak di Kota Banjarmasin sebanyak 33 kasus, lalu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan 18 kasus, Kabupaten Tanah Laut 10 kasus, Kabupaten Tanah Bumbu 6 kasus, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Balangan masing-masing 4 kasus.

Lalu di Kabupaten Batola, Kabupaten Tapin dan Kota Banjarbaru masing-masing satu kasus. Kali ini, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 398 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 733 orang. (kanalkalimantan.com/bie)

Reporter : bie
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Lelap Dini Hari Warga Buyar, Api Lumat 24 Kios di Plaza Beringin Buntok

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kebakaran yang menghabiskan 24 kios di Plaza Beringin Buntok terjadi pada Minggu (12/7/2020) dini hari. foto: digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BUNTOK – Sedikitnya 24 kios di Plaza Beringin Buntok habis terbakar dilalap api. Tak hanya itu, sejumlah rumah warga ikut terimbas akibat kobaran api yang kurang lebih berlangsung hampir dua jam tersebut.

Kebakaran yang terjadi pada Minggu (12/7/2020) dini hari sekitar pukul 03:15 WIB, meratakan sebanyak 24 bangunan kios di Plaza Beringin Buntok dan beberapa rumah warga yang ikut terimbas.

Api membakar 24 kios itu berlangsung kurang lebih satu jam. Berselang satu jam proses pemadaman api baru bisa dikuasai Satuan Damkar Barsel, Damkar Plaza Beringin dan warga sekitar, sehingga pada pukul 05:15 WIB, api sudah berhasil dipadamkan.

Saksi mata dari warga setempat H Hasan mengatakan, dirinya tidak mengetahui begitu pasti asal api, yang ia ketahui api sudah membesar saat ia menyadari sudah adanya kebakaran.

“Saya dan warga lainnya sudah sadar ada kebakaran begitu ke luar rumah, api sudah terlihat membesar dan dibantu dengan warga lainnya bekerja sama ikut memadamkan api,” ucapnya singkat.

Puing sisa kebakaran yang menghabiskan 24 kios di Plaza Beringin Buntok, Minggu (12/7/2020) dini hari. foto: digdo

Sementara itu dari keterangan pihak kepolisian, api yang membakar Plaza Buntok itu menghabiskan sedikitnya 24 buah kios serta beberapa rumah warga sekitar.

“Kebakaran di Plaza Beringin Buntok habiskan 24 kios, kini sedang dalam pemeriksaan kita lebih lanjut,” kata Kapolsek Dusun Selatan Iptu Suranto.

Terkait asal usul api, polisi masih dalam tahap penyelidikan karena dari keterangan warga setempat, api sudah besar saat warga mengetahui.

“Dari keterangan yang kita dapat, warga sudah mengetahui api saat itu sudah membesar dari arah kios sekitar pukul tiga lewat dan langsung berusaha mulai memadamkan,” beber Suranto.

Puing sisa kebakaran yang menghabiskan 24 kios di Plaza Beringin Buntok, Minggu (12/7/2020) dini hari. foto: digdo

 “Jadi durasi kebakaran kita perkirakan berlangsung kurang lebih satu jam, kobaran api berhasil dipadamkan satu jam berselang,” jelas Suranto.

Kerugian sementara ditaksir kurang lebih ratusan juta dari jumlah 24 kios yang terbakar dan asal api masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

“Kerugian kita taksir dari jumlah bangunan yang terbakar diperkirakan ratusan juta dan asal mula api masih dalam penyelidikan,” pungkas Suranto. (kanalkalimantan.com/digdo)

Reporter : digdo
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->