Connect with us

DISHUT PROV KALSEL

KPH PLS Lakukan Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan

Diterbitkan

pada

KPH Pulau Laut Sebuku melakukan pengecekan ke lokasi karhutla di Desa Terangkeh. Foto : Dishut
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Menindak lanjuti laporan yang diterima terdeteksinya titik panas pada koordinat latitude -3.81056 S, longitude 116.15934 E oleh Brigade Biawak PT. Inhutani II, KPH Pulau Laut Sebuku melakukan pengecekan ke lapangan yang mana koordinat tersebut tepatnya berada di Desa Terangkeh, Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru.

Sumber informasi diperoleh dari menara 109 dan menara 94, lama kebakaran diperkirakan 2 jam 10 menit dikarenakan adanya hambatan, cuaca panas, angin kencang, bahan bakar tebal dan akses ke lokasi yang terputus. tim yang beranggotakan 20 orang menggunakan peralatan HT, JUFA, sepeda motor dan truck tangki langsung melakukan pemadaman di lokasi.

Dari hasil pengecekan di lapangan, luasan lahan yang terbakar seluas kurang lebih 2,9 hektar. Jenis vegetasi yang terbakar adalah ilalang dan semak belukar. Penyebab kebakaran sementara diperkirakan adanya orang mencari kayu ulin dan peencari ikan. Tidak ada ditemukan korban jiwa dan luka dalam kebakaran tersebut, direncakan petugas PT. Inhutani akan di undang ke kantor dan rencananya akan dilakukan Olah TKP seraya memasang police line dan spanduk.



Sebelumnya, Kepala Dinas Kehutanan Kalsel  Dr. Hanif Faisol Nurafiq, S.Hut. MP meminta seluruh jajaran Dishut untuk terus waspada dan dapat bekerjasama dengan instansi lain untuk mencegah terjadinya Karhutla. Mengingat hal tersebut sudah menjadi komitmen, sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor. “Semuanya harus bergerak bersama dalam mengantisipasi Karhutla,” katanya.(rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

DISHUT PROV KALSEL

KPH Tabalong Serahkan Satwa Dilindungi Jenis Kukang ke BKSDA

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

KPH Tabalong menyerahkan kukang ke BKSDA Banjarbaru Foto : antara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Tim Perlindungan Hutan Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Tabalong menyerahkan salah satu jenis primata dilindungi jenis Kukang (nycticebus menagensis) ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banjarbaru untuk direhabilitasi.

Satwa langka ini diperoleh dari warga Kelurahan Belimbing Raya Kecamatan Murung Pudak dan secara sukarela diserahkan ke KPH setempat. “Kita sudah koordinasi dengan BKSDA dan satwa ini akan direhabilitasi serta dilepasliarkan ke habitatnya,” jelas Kepala Seksi Perlindungan Hutan Zainal Abidin di Tanjung, Sabtu (14/3/2020).

Karena semua jenis Kukang telah terancam kepunahan ungkap Zainal satwa berpenampilan lucu ini dilindungi oleh hukum Indonesia sehingga memperdagangkannya tergolong melanggar hukum (ilegal) dan kriminal.

Sebagai informasi dari delapan spesies Kukang yang masih ada, enam diantaranya dapat ditemukan di Sumatra, Jawa dan Kalimantan.(antara)



Reporter : Antara
Editor : Antara


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

DISHUT PROV KALSEL

Dishut Targetkan Ribuan Hektare Perhutanan Sosial Tahun Ini

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kasi Perhutanan Sosial Dishut Kalsel Kinta Ambarwati beserta jajaran mengunjungi KPH Hulu Sungai. Foto : Dishut
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Kepala Seksi Perhutanan Sosial Dishut Kalsel Kinta Ambarwati beserta jajaran mengunjungi KPH Hulu Sungai. Mereka menghelat sosialisasi perhutanan sosial untuk kelompok tani pelaksana kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan kerjasama dengan IPPKH pada pemeliharaan tahun kedua.

“Target luasan perhutanan sosial di KPH Hulu Sungai untuk tahun 2020 ini sebesar 1300 hektare dan terbagi dalam dua RPH,” ucap Kinta membuka pertemuan terbatas tersebut.

Kinta menambahkan saat ini program RHL BPDAS APBN 2019 di KPH Hulu Sungai tercatat seluas 2075 hektare. Sementara  luasan program Rehabdas IPPKH PT. AGM tahap pemeliharaan tahun kedua seluas 190 hektar, serta PT. KPP yang sudah melewati tahap pemeliharaan seluas 86 hektare.

“Dari total luasan program RHL BPDAS HL dan Rehabdas sudah melebihi target. Tinggal para penyuluh turun ke lapangan dan memfasilitasi usulan perhutanan sosial. Kita bantu petani memiliki akses kelola lahan garapannya,” ujar Kinta.



Ia berpesan agar terus berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di tiap kabupaten masing – masing. Termasuk Bumdes dan pihak desa untuk operasionalisasi perhutanan sosial.

Sejalan dengan Kinta, Kepala Seksi Pemanfaatan Hutan KPH Hulu Sungai, Priyadi mengatakan penyuluh sekarang harus lebih gesit karena penyuluh benar – benar diperlukan di garis depan. “Ini menjadi angin segar bagi para kelompok yang mengajukan perhutanan sosial. Maret ini kemungkinan besar terbit lagi SK perhutanan sosial yang baru,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/dishut)

Reporter : Dishut
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->