Connect with us

Kanal

KPUD HSU Gelar Sosialisasi APK, Ajak Pemilu Damai

Diterbitkan

pada

Pemkab HSU bersama KPU mengajak pemilu damai Foto : dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

AMUNTAI, Pemerintah Kabutapen Hulu Sungai Utara (HSU) bersama KPU setempat menggelar sosialisasi PKPU Nomor 23 tahun 2018 tentang kampanye dan Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilu 2019, Selasa (18/9). Sekaligus juga rapat koordinasi dengan Bupati HSU dan stakeholder lainnya di lingkungan Pemkab HSU.

Sosialisasi yang dilaksanakan di gedung arsip ini dihadiri oleh Wakil Bupati HSU, Ketua DPRD, Bawaslu, perwakilan masing-masing partai, pejabat stakeholder terkait, serta para camat.

Menurut ketua KPU HSU, Rina Mei Saputri, dalam tahapan penyelenggaraan pemilu kita sudah sampai pada tahapan kampanye.

“Jadi didalam pelaksanaan kampanye nanti kita akan di atur oleh peraturan KPU No. 23 Tahun 2018,” ungkapnya.



Pada kesempatan tersebut, sekaligus membuka acara sosialisasi PKPU No. 23 tahun 2018 tentang kampanye dan Alat Peraga Kampanye (APK) Wakil Bupati Hulu Sungai Utara, H. Husairi Abdi, Lc, menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada KPU kabupaten Hulu Sungai Utara atas terlaksananya kegiatan ini.

“Mengingat kegiatan ini sangat penting dalam rangka suksesnya pelaksanaan pemilu 2019 khususnya di kabupaten Hulu Sungai Utara dengan memahami peraturan KPU No. 23 tahun 2018tentang kampanye dan alat peraga kampanye (APK) tahun 2019,” tutur Wabup.

Melalui kegiatan ini dirinya mengajak semua pihak memiliki komitmen sama untuk membangun kesamaan presepsi dalam upaya menyukseskan pelaksanaan Pemilu serentak ini. Husairi juga mengingatkan kembali bahwa upaya mewujudkan pelaksanaan pemilu tahun 2019 yang lebih berkualitas, menjunjung tinggi asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil merupakan tanggung jawab bersama.

“Meskipun teknis pelaksanaan pemilu tahun 2019 merupaka tanggung jawab KPU Pusat, Provinsi dan Kabupaten/kota namun pemerintah daerah juga berkewajiban untuk mendukung penyelenggaraan pemilu tahun 2019 sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Selain itu dirinya juga sangat mengharapkan terjalinnya hubungan harmonis yang saling mendukung antara pemerintah dengan KPU HSU serta dukungan dari semua pemangku kepentingan. Untuk mengawal kualitas pelaksanaan pemilu serentak diperlukan pengawasan yang efektif oleh Bawaslu dan Panwaslu agar setiap tahapan berjalan tertib, aman dan lancar.

“Setiap penyimpangan dalam pelaksaan pemilu harus di atasi secara efektif baik yang berkenaan dengan pelanggaran kode etik penyelenggaraan pemilu, pelanggaran administratif, sengketa antara penyelenggara dan peserta pemilu maupun pelanggaran atau kejahatan pidana pemilu. Dalam hal ini peran bersama antara jajaran bawaslu dalam mengawasi setiap pelanggaran pemilu,” pungkasnya.

Adapun materi yang di sampaikan pada sosialisasi ini antara lain, Desain dan Materi Alat Peraga Kampanye (APK), Lokasi pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) Iklan Kampanye melalui media cetak, elektronik dan Terakhir juga diisi dengan kegiatan deklarasi pemilu damai.(dew)

Reporter : Dew
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kanal

Bupati Batola Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,MARABAHAN – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020 memberi makna tersendiri bagi Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS. Pasalnya di puncak peringatan yang digelar secara virtual, Sabtu (28/11/2020), ia mendapatkan anugerah Dwija Praja Nugraha.

Penghargaan diberikan kepada kepala daerah wanita satu-satunya di Kalsel ini karena dinilai memiliki perhatian dan komitmen sangat tinggi terhadap pembangunan pendidikan, profesionalitas dan kesejahteraan guru serta PGRI.

Anugerah diberikan berdasarkan hasil penilaian dan verifikasi yang dilakukan Pengurus Besar PGRI dan berdasarkan usulan dari Pengurus PGRI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) serta Kabupaten Barito Kuala.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan terutama bagi PGRI Batola dan Provinsi yang telah mengusulkan sehingga tahun 2020 ini kita juga mendapatkan kesempatan,” ucapnya usai mengikuti upacara secara virtual di ruang Monitoring Center Setara Network, Diskominfo Batola.
Noormiliyani mengharapkan, anugerah yang diraih di samping semakin membawa kebaikan terhadap dunia pendidikan serta lebih memotivasi para pengajar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.



“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi tapi juga buat guru-guru pengajar terutama yang berada di daerah terpencil,” paparnya sembari mengharapkan kesadaran para pengajar bahwa guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Batola, Sumarji menyatakan, terlepas adanya usulan PGRI Batola dan Provinsi Kalsel, penghargaan yang diberikan kepada Bupati Hj Noormiliyani AS sangat layak karena memiliki kepedulian terhadap kompentensi dan kesejahteraan guru.
Karena itu, sebutnya, selaku masyarakat Barito Kuala sudah sepatutnya bersyukur dan berterima kasih atas anugerah Dwija Praja Nugraha yang satu-satunya diterima kepala daerah di Kalsel.

Ketua PGRI Batola Rusmin menerangkan, anugerah Dwipa Praja Nugraha diberikan kepada kepala daerah tidak terlepas dari berbagai ketentuan indikator seperti tingginya komitmen dan perhatian yang diberikan terhadap kemajuan dunia pendidikan.
Bentuk perhatian tersebut seperti memberikan semacam layanan, bantuan, serta kebutuhan anggaran yang cukup banyak. Di samping juga peduli terhadap kesejahteraan guru terutama yang non PNS, termasuk fasilitas yang diperlukan.

“Terkait fasilitas ini di Batola kita ada mendapatkan hibah gedung, tanah PGRI, rencana diberikannya mobil operasional PGRI, dan lain-lain,” katanya.
Menyangkut anugerah yang diberikan kepala Bupati Batola, Ketua PGRI Batola itu menerangkan, awalnya PB PGRI Provinsi menawarkan ke setiap daerah setelah itu dilakukan seleksi dan penyaringan untuk diambil yang paling memenuhi standar ketentuan sehingga terpilihlah Kabupaten Batola.

Mengingat, lanjut, setiap provinsi hanya diperbolehnya menyampaikan usulan ke PB PGRI Pusat hanya 1 daerah perwakilan. Sedangkan bagi Provinsi Kalsel diwakili Batola.(kanalkalimantan.com/rdy)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kanal

Bocah Penderita Jantung Bocor Asal Tabunganen Akan di Operasi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,MARABAHAN– Fitria Afizza (5), bocah dari Kecamayan Tabunganen Barito Kuala, akhirnya memiliki kesempatan menjalani operasi jantung bocor.
Puteri kedua dari pasangan Muhammad Nanda (41) dan Martini (36) ini mengalami jantung bocor bawaan. Namun baru diketahui setelah bocah kelahiran 16 Juli 2015 itu berusia 2 tahun.

“Ketahuan terdapat kelainan pasca berperiksa di RS Sari Mulia, dilanjutkan ke RSUD Ulin. Tidak dilakukan perawatan intensif, karena semua dokter menganjurkan operasi,” papar Muhammad, Jumat (27/11/2020).
Setelah dianjurkan menjalani operasi, Fitria tak pernah lagi dibawa ke rumah sakit. Kendala biaya menjadi faktor utama, kendati Muhammad sekeluarga sudah terdaftar sebagai peserta mandiri BPJS Kesehatan.

“Kami sedih melihat Fitria yang kadang-kadang kesulitan bernapas. Kemudian badan dan kuku-kuku membiru, terutama kalau kedinginan,” lirih Muhammad.
Sekarang dalam usia 5 tahun, kondisi Fitria sedikit lebih baik. Setidaknya selama setengah tahun terakhir, sudah bisa bermain-main di rumah dan bahkan bersekolah di TK/Paud.

“Tapi kalau sedang drop, Fitria seperti mau pingsan. Sementara pembengkakan kuku-kuku jari bertambah besar dan membiru,” jelas Muhammad.
Penderitaan Fitria sudah direspon Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani AS, melalui Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola.
Beberapa bantuan pun sudah diberikan, di antaranya pelunasan tunggakan BPJS selama 7 bulan. Selanjutnya status mereka dalam proses migrasi dari peserta mandiri menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI).



“Kami memang menunggak 7 bulan, karena tak lagi mampu membayar iuran BPJS. Penghasilan sebagai petani dan kios kecil-kecilan belum mencukupi,” beber Muhammad.
“Alhamdulillah Bupati berkenan melunasi tunggakan tersebut. Sebelumnya akibat tunggakan iuran, kami tidak bisa lagi membawa Fitria ke rumah sakit,” sambungnya.

Setelah tunggakan dilunasi, Fitria akhirnya kembali diperiksa di RS Ulin. Dijadwalkan dalam beberapa hari kedepan, bocah berambut sebahu ini menjalani echocardiography.
“Seandainya hasil echocardiography mengharuskan Fitria menjalani operasi di Jakarta, kami siap membantu hingga sembuh,” sahut Hery Sasmita, Sekretaris Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola.

Selain dari Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola, kondisi Fitria juga mengundang simpati warga Tabunganen. Atas inisiatif salah seorang warga, mereka mulai menggalang donasi.
Setiap bantuan diarahkan ke nomor rekening BRI 453201014395537 milik Muhammad. Nomor rekening itu lantas disebarkan ke sejumlah WhatsApp Group dan media sosial lain.

Sama seperti kasus Aliqa Azzahra yang mengalami jantung bocor bawaan, Fitria berkemungkinan dirujuk ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta.(kanalkalimantan.com/rdy)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->