Connect with us

Kota Banjarbaru

Laksanakan Bimtek, Kepala BPPSDMP Minta Tingkatkan Kapasitas PPS Dan Posluhdes!

Diterbitkan

pada

Bimtek Penumbuhkembangkan Pos Penyuluhan Desa dan Penyuluhan Pertanian Swadaya di Ruang Aula SMK PP Banjarbaru Kota Banjarbaru. Foto : rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Bertepatan dengan perayaan Hari Pangan Sedunia ke-38, Kementrian Pertanian (Kementan) menggelar Bimtek Penumbuhkembangkan Pos Penyuluhan Desa dan Penyuluhan Pertanian Swadaya di Ruang Aula SMK PP Banjarbaru Kota Banjarbaru, Jumat (19/10) pagi.

Dihadiri langsung Kepala Badan Penyuluhan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) dari Kementan, Dr Ir Momon Rusmono.MS, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Dr. Ir Siti Munifah, M.Si serta Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortiklutura (TPH) Provinsi Kalsel, Fathurrahman, peserta kegiatan bimbingan teknis ini diikuti 200 orang yang merupakan pengelola Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes) serta Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS).

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Dr. Ir Siti Munifah menjelaskan Tujuan dilaksanakan bimbingan teknis ini adalah untuk penyamaan persepsi dalam kebijakan penumbuhkembangkan Posluhdes dan PPS.

“Kegiatan ini juga untuk meningkatnya kapasitas pengurusan Posludes dalam mengelola dan melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian di Desa, serta meningkatnya kapasitas dan penyuluh pertanian swadya,” ungkapnya.

Diharapkan para peserta yang berhadir dapat menyampaikan saran dan memberikan infomasi kepada masyarakat ditiap wilayah Kalsel dalam meningkatkan peran dan kapasitas PPS dan Posluhdes.

Peran penting yang dipegang PPS sendiri terbilang sangat banyak membantu pemerintah salah satunya dalam membantu menginventarisir permasalahan petani di lapangan. Kapasitas PPS yang saat ini dijelaskan oleh Kementan, dijelaskan Kepala Badan PPSDMP Momon Rusmono sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006, satu desa minimal ada satu penyuluh yang ditempatkan.

Namun dari data yang tercatat saat ini jumlah penyuluh tersebut tidak mencukupi. Terhitung di Indonesia jumlah penyuluh Pemerintah (PNS) ada 30 ribu sedangkan penyuluh tenaga harian ada sekitar 12 ribu sehingga total sebanyak 42 ribu. Dari jumlah tersebut Penyuluh ditempatkan di kantor Provisi, Dinas Kabupaten/Kota dan di BPPSDMP sebanyak 8 ribu orang sehingga yang mengawal di lapangan hanya sebanyak 34 ribu.

“Nah jika dibandikan dengan Desa pontensi pertanian yang tercatat ada sebayak 72 ribu desa di Indonesia, jumlah penyuluh tersebut tidak cukup yang mana akibatnya 1 orang penyuluh ditempatkan di 2 bahkan sampai 3 desa.” Ucapnya

Untuk mengatasi hal itulah  PPS sangat lah dibutuhkan. Saat ini jumlah PPS tercatat sebanyak 25 ribu di seluruh indonesia. Kriteria untuk seorang PPS sendiri ada 2 yaitu petani yang berhasil yang bertujuan untuk menjadi contoh bagi generasi petani dan petani yang dapat membagikan ilmunya terhadap petani yang lain. Mereka yang terpilih menjadi PPS tidak diberikan gaji oleh pemerintah karena statusnya yang sudah Swadaya.

“Tadi saya sudah bilang sama Ibu Kepala Pusat Pertanian bahwa di setiap desa harus ditempatkan 1 orang PPS, dengan syarat dia adalah petani yang sukses. Nanti pemilihannya kita serahkan ke Kepala Dinas Kab/kota supaya” jelas Momon Rusmono.

Selain meningkatkan kapasitas PPS, Momon juga meningkatkan kapasitas Posluhdes yang merupakan kelembagaan tingkat desa dalam mempercepat peningkatan kemampuan masyarakat perdesaan dan terbilang sangat penting. Terutama keberadaan Posluhdes sebagai fasilitas bagi PPS. Pospluhdes merupakan kelembagaan penyuluhan non formal yang dimiliki dan dikelola oleh petani berbeda dengan tingkat kecamatan yaitu Badan Penyuluhan yang dikelola pemerintah. Momon memerintah agar pembangunan pospluhdes agar segera dilakukan.

“Posluhdes ini dapat digunakan saat pertemuan antara penyuluh PNS, PPS dan petani kalau ada masalah. Jadi secepat mungkin Posluhdes ini agar segera dibangun setiap desa. Kami juga akan membantu untuk meningkatkan anggaran” lanjut Momon.

Di sisi lain saat ini BPSDMP tengah membangun 10 Politeknik Pembangunan Pertanian (PP) di Indonesia yang mana hingga kini suda 6 Politeknik PP yang telah dibangun ada di Medan, Bogor, Jogjakarta, Malang, Goa dan Monokwari. Rencannya 4 lagi akan dibangun di Serpong, SMK PP Banjarbaru, Kupang dan Sumbawa.  (Rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

Kota Banjarbaru

Ini Penjelasan PLN Terkait Lonjakan Tagihan Listrik di Bulan Juni 2020

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kenaikan tagihan listrik bulan Juni merupakan hasil hitung rata-rata tiga bulan sebelumnya. Foto : PLN
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UIW Kalselteng) menepis isu terjadinya lonjakan tagihan listrik di Bulan Juni akibat adanya kenaikan tarif listrik.

Manager Komunikasi PLN UIW Kalselteng, Syamsu Noor mengatakan lonjakan tagihan listrik di Juni disebabkan adanya penyesuaian tagihan rekening listrik akibat perubahan mekanisme pencatatan meter pelanggan pascabayar di awal pandemi Covid-19 yang dilakukan dengan cara menghitung rata-rata penggunaan listrik pelanggan 3 bulan terakhir untuk tagihan April dan Mei.

“Di awal pandemi Covid-19 sudah kami sampaikan bahwa, tagihan listrik di Bulan April dan Mei kami lakukan hitung rata-rata 3 bulan sebelumnya. Itu sebagai upaya PLN untuk memutus penyebarluasan Covid-19 antara petugas PLN dan pelanggan,” jelasnya, Jumat (5/6/2020).

Syamsu menjelaskan mekanisme penghitungan rata-rata tersebut mengakibatkan terjadinya selisih antara jumlah pemakaian listrik yang digunakan oleh Pelanggan dengan jumlah yang ditagihkan oleh PLN.

Sehingga akan ada Pelanggan yang membayar tagihan listrik tidak sesuai dengan jumlah konsumsi listrik yang digunakan, untuk itu PLN akan melakukan penyesuaian jika Petugas PLN sudah melakukan pencatatan meter kembali.

“Jadi karena dihitung rata-rata, maka tagihan April dan Mei ada pelanggan yang membayar lebih banyak dan lebih sedikit dari seharusnya. Jika Pelanggan kelebihan bayar, maka PLN akan mengembalikan dana tersebut dengan cara mengurangi tagihan di bulan berikutnya, jika Pelanggan kurang bayar, maka PLN akan melakukan penyesuaian tagihan ke pelanggan,” jelas Syamsu.

Untuk tagihan rekening listrik Juni, Syamsu mengatakan petugas PLN sudah melakukan pencatatan meter secara langsung ke setiap pelanggan. Sehingga setelah dihitung berdasarkan pencatatan meter langsung, PLN mendapatkan data pasti antara selisih jumlah pemakaian listrik dan tagihan rekening yang dibayarkan oleh pelanggan pada bulan April dan Mei yang lalu.

“Maka dari itu jika pelanggan merasa terjadi lonjakan tagihan listrik di Juni ini, berarti jumlah tagihan rekening di bulan April dan Mei yang telah dibayar oleh pelanggan kurang dari jumlah yang seharusnya. Maka di Juni ini kita tagihkan yang kurang tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut Syamsu mengatakan akibat dari Penetapan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan imbauan pemerintah kepada masyakat untuk tetap di rumah dan mengurangi aktivitas publik, sangat berpengaruh pada perubahan perilaku masyarakat dalam hal durasi penggunaan alat elektronik, dampaknya konsumsi listrik masyarakat pun meningkat.

“Akibat dari aktivitas masyarakat yang lebih banyak di rumah saat pandemic Covid-19 ini, tentu akan berpengaruh juga terhadap konsumsi listrik masyarakat,” katanya.

Sebagai upaya keterbukaan informasi dan transparansi publik terkait tagihan rekening listrik bulan Juni, Pelanggan dapat melakukan klarifikasi tagihan ke Unit Layanan Pelanggan PLN terdekat. Adapun data informasi yang harus disiapkan oleh Pelanggan adalah identitas diri (KTP/KK/SIM/Passport), nomor ID Pelanggan dan struk pembayaran tagihan rekening listrik bulan terakhir.

Tambahan informasi terkait besaran tarif listrik yang berlaku saat ini masih mengacu kepada ketetapan Pemerintah melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik sebagai berikut : (1).Tarif untuk tegangan rendah sebesar Rp 1.467/kWh, (2).Tarif untuk R-1/900 VA RTM sebesar Rp 1.352/kWh, (3).Tarif untuk tegangan menengah sebesar Rp 1.114,74/kWh, (4).Tarif untuk tegangan tinggi sebesar Rp 996,74/kWh.

“Mulai dari tahun 2017 sampai dengan saat ini tarif listrik tidak pernah mengalami kenaikan,” pungkas Syamsu. (Kanalkalimantan.com/rls)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Pohon Mersawa yang Ditanam Jokowi Saat HPN 2020 Itu Akhirnya Mati…

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pohon marsawa yang ditanam Presiden Jokowi di bundaran hutan pers Taman Spesies Endemik Indonesia akhirnya mati. Foto: ist/dok kanal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pohon Mersawa (anisoptera) yang sebelumnya ditanam Presiden Jokowi saat Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di bundaran hutan pers Taman Spesies Endemik Indonesia, kawasan perkantoran Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru, akhirnya mati. Kini pohon tersebut sudah dicabut dan dipotong.

Pohon setinggi lebih 10 meter ini sebelumnya memang kondisinya cukup memprihatinkan. Sekitar dua bulan lalu, pohon ini sudah kondisinya mengering dan meranggas. Peneliti Litbang Kementerian LHK Banjarbaru Rusmana mengatakan ini, pohon tersebut mati karena terjadinya pembusukan batang dan jamur.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Sabtu (8/2/2020) meresmikan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia dan Hutan Pers Taman Spesies Endemik Indonesia, sekaligus peluncuran Kebun Bibit Desa (KBD) di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel.

Peresmian Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia dan Hutan Pers Taman Spesies Endemik Indonesia termasuk dalam rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020. Kegiatan ini dipimpin Presiden Jokowi didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, beberapa jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur Kalimantan Selatan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) seluruh Indonesia.

Turut hadir pula jajaran Pimpinan Tinggi KLHK, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK di Kalimantan Selatan, kelompok tani KBD, tokoh masyarakat, pelajar, serta para pemerhati kehutanan.

Dalam acara peresmian itulah, Jokowi menanam pohon mersawa. Pohon ini merupakan jenis pohon khas Kalimtan yang langka di Indonesia. Pohon Mersawa yang ditanam oleh Presiden RI ini, berumur 20 tahun dengan tingginya yang sudah mencapai 10 meter lebih.

Dikutip dari Wikipedia pohon Mersawa alias Anisoptera Marginata Korth adalah tanaman yang termasuk suku meranti-merantian (Dipterocarpaceae). Dalam perdagangan kayu digolongkan dalam kelompok mersawa. Pohon besar, tidak berbanir, tinggi mencapai 45 meter, dan diameter 135 cm. Pepagan berwarna coklt muda, kuning sampai putih kekuningan.

Pohon ini tumbuh pada hutan primer di rawa-rawa atau tanah berpasir dekat pantai, pada ketinggian kurang dari 100 meter di atas permukaan laut. Dapat pula tumbuh di tanah liat yang terdapat sepanjang sungai. Kayu gubalnya putih sampai kuning coklat dan kayu terasnya berwarna coklat sampai coklat kemerah-merahan.

Kadishut Provinsi Kalsel Hanif Faisol Nurofiq kepada awak media ketika itu mengatakan, pohon tersebut merupakan jenis endemik asli Kalimantan. “Pohon Mersawa ini merupakan pohon dari dataran Kalimantan, dan tumbuh tinggi pohon ini bisa mencapai lima puluh hingga enam puluh meter bahkan lebih jika umurnya sampau 200 tahun,” terang Hanif.

Sementara terkait hal tersebut, Dishut Kalsel belum memberikan keterangan apakah akan dilakukan penggantian tanaman atas pohon mersawa yang mati tersebut. (Kanalkalimantan.com/cel)

 

Reporter : Cel
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

PLN Kalselteng Sambung Baru Listrik 10,3 Juta VA untuk Pertamina EP

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

PLN Kalselteng berhasil melakukan penyambungan listrik untuk mendukung operasional PT Pertamina EP (PEP) Asset 5 Tanjung dengan daya sebesar 10.380 kilo Volt Ampere (kVA) Foto: PLN
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Meskipun tengah di hadapkan pandemi Covid-19, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN Kalselteng) tetap menunjukkan komitmen untuk memberikan pelayanan optimal kepada seluruh Pelanggan dan calon investor yang memerlukan suplai listrik PLN.

Hal tersebut dibuktikan PLN yang berhasil melakukan penyambungan listrik untuk mendukung operasional PT Pertamina EP (PEP) Asset 5 Tanjung dengan daya sebesar 10.380 kilo Volt Ampere (kVA) atau setara 10.380.000 Volt Ampere (VA). Tahap awal implementasi kesepakatan kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut terwujud pada 15 Mei 2020 yang lalu saat proses peresmian sekaligus pengaktifan penyaluran suplai listrik dari PLN ke Pertamina EP.

General Manager PLN UIW Kalsetleng, Sudirman mengungkapkan bahwa Pertamina EP merupakan Pelanggan PLN pertama di luar Jawa-Bali yang menggunakan layanan Super Ultima II milik PLN. Sebelumya Pertamina EP menggunakan captive power berupa Gas Turbine Generator (GTS) sebagai sumber suplai listrik, dengan terjalinnya kerja sama dengan PLN, maka suplai listrik Pertamina EP sudah dipasok penuh oleh PLN.

“Sinergi PLN dengan Pertamina ini merupakan bentuk kerja sama yang sangat baik, kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan Pertamina terhadap Layanan Super Ultima II milik PLN. Ini tentunya mampu memberikan efisiensi bisnis yang baik untuk BUMN,” ungkap Sudirman, Kamis (4/6/2020).

Sudriman mengatakan guna mendukung para pelaku usaha yang membutuhkan suplai listrik dalam jumlah yang sangat besar dengan tingkat keandalan yang terjamin, PLN memiliki produk layanan khusus. Layanan Super Ultima II yang digunakan oleh Pertamina EP adalah produk layanan terbaik PLN yang merupakan gabungan dari layanan Premium dan Super Ultima. Sehingga melalui layanan Super Ultima II, Pertamina EP akan mendapatkan pelayanan dan suplai listrik istimewa.

“Dengan produk layanan Super Ultima II ini, Pertamina EP akan mendapatkan kualitas layanan listrik terbaik. Karena kami akan memasang perangkat khusus yang dinamakan Diesel Rotary Uninteruptible Power Supply (DRUPS) untuk mewujudkan kualitas listrik terbaik untuk Pertamina EP, jaminan pasokan listrik tanpa padam, suplai listrik tanpa gangguan dan tegangan listrik yang selalu stabil,” jelas Sudirman.
Tanjung Field Manager Zulfikar Akbar yang memantau proses peralihan suplai listrik Pertamina dari GTS ke suplai listrik PLN juga mengapresiasi kinerja PLN yang sudah berhasil menyukseskan kerja sama dan sinergi BUMN tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada PLN yang sudah menunjukkan kinerja yang sangat baik. Sinergi BUMN ini merupakan sebuah langkah konkret dalam meningkatkan efisiensi terhadap biaya operasi Pertamina EP Tanjung Field, terutama di tengah pandemi COVID-19 dan penurunan harga minyak dunia,” ujarnya.

Zulfikar mengatakan dengan menggunakan Produk Layanan Super Ultima II PLN, pihaknya dapat melakukan penghematan dari biaya pokok pembangkitan listrik yang mencapai Rp12 miliar per bulan dan dapat meningkat hingga Rp170 miliar per tahun, mengacu kepada proyeksi peningkatan beban di TW III tahun 2020.

“Semoga sinergi BUMN ini dapat dijadikan benchmark untuk lapangan lain di PT Pertamina EP yang mengalami permasalahan tingginya biaya pokok pembangkitan listrik sehingga bisa menurunkan biaya produksi lapangan migas,” harapnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->