Connect with us

HEADLINE

Lampu Hijau Permak Wajah Stadion Kebanggaan Kalsel

Pemprov Siapkan Anggaran Rp 13 Miliar untuk Renovasi

Diterbitkan

pada

Pemprov Kalsel akan segera merenovasi Stadion 17 Mei Foto : net

BANJARMASIN, Upaya Pemprov Kalsel menjawab permintaan masyarakat untuk segera mempermak Stadion 17 Mei, akhirnya menemukan jalan mulus. Hal ini sehubungan diterimanya Surat Pengembalian Aset dari KONI Kalsel  bernomor 439.X/KONI/KS/2018 pertanggal 23 Oktober lalu terkait Pengambalian Aset Tanah dan Bangunan.

Surat yang ditandatangi Ketua KONI Kalsel H Bambang Heri Purnama tersebut telah diterima Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel H Zakly Asswan. Surat yang disampaikan pihak KONI merupakan jawaban dari surat yang disampaikan Dispora bernomor 426/3547-Prs/Dispora tertanggal 16 Oktober lalu.

Dalam surat tersebut, KONI menyampaikan persetujuan untuk dilakukan pembatalan terhadap perjanjian Nomor : 029 Tahun 2012 tanggal 01 Mei 2012, Nomor: 2000/KONI/KS/2012 tanggal 01 Mei 2012. Sehingga dengan dasar itu, Pemprov Kalsel dapat melakukan rehab berat terhadap Stadion 17 Mei agar memenuhi standar nasional maupun Internasional.

SPESIFIKASI STADION 17 MEI BANJARMASIN

Dibuka    : 17 Mei 1974
Renovasi : 1) Tahun 2007
2) Tahun 2010
3) Tahun 2013
Permukaan : Rumput Zoysia MatrellA Linmer
Kapasitas   : 12.000 penonton
Pemakai    : PS Barito Putera
Riwayat    : Stadion 17 Mei sebelumnya berada di bawah Pemprov Kalsel. Lalu pada tahun 2012 diserahkan kepada KONI Kalsel, sekaligus dengan gelanggang renang Hasanuddin HM agar dapat lebih diperhatikan.

Kabarnya, Pemprov pun telah menganggarkan dana sebesar Rp 13 miliar untuk secepatnya dapat merealisasi perbaikan Stadion 17 Mei tersebut. Dengan anggaran tersebut tentunya pemprov mesti menentukan skala prioritas, mana yang akan dirampungkan terlebih dahulu.

Kepala Dispora Kalsel H Zakly Asswan mengatakan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor berharap pengerjaan sudah bisa direalisasi pada 2019 nanti.

“Kita harus maraton, apakah di ABT nanti bisa ditambah akan dibicarakan di DPRD,” katanya.

Namun Zakly yakin DPRD Kalsel akan memberikan dukungannya. Sebab dewan sebelumnya juga menuntut untuk perbaikan. “Saya dipanggil Gubernur agar sesegera mungkin supaya bisa menganggarkan karena ini mendadak juga. Mudah-mudahan bisa kita benahi,” harapnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi III DPRD Kalsel H Supian HK yang membidangi pembangunan, menyambut baik pengembalian aset dari KONI tersebut. Pihaknya juga berjanji secepatnya melakukan rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) bersama pihak terkait.

“Tentunya lebih cepat lebih baik. Sebelumnya kita tak sempat menganggarkan di ABT perubahan karena masih status qou. Tapi karena saat ini sudah jelas, tentu bisa dimasukan di APBD murni yang hanya sisa waktu 3 bulan,” katanya.

Supian mengatakan, beberapa hal yang harus menjadi skala prioritas adalah penambahan tinggi tribun penonton, fasilitas musholla, air bersih, dan tata kekola parkir, serta pintu masuk.

Pertanyaannya, apabila Stadion 17 Mei selesai direhab berat nanti apakah akan diserahkan kembali kepada KONI?

Sebelumnya dalam akun instagram pribadi milik Gubernur Sahbirin, ia menulis akan segera merenovasi stadion yang terletak di Jalan Jafri Zamzam tersebut. Langkah ini dilakukan begitu proses pemindahan pengelolaan dari KONI ke Pemprov Kalsel selesai.

Stadion 17 Mei merupakan stadion yang menjadi markas klub sepak bola PS Barito Putera. Stadion ini telah direnovasi sebanyak tiga kali, yakni pada tahun 2007, 2010, dan terkahir 2013 lalu. Pada tahun 2008, Stadion 17 Mei memiliki kapasitas 12.000 tempat duduk. Stadion ini mengalami perombakan pertama pada tahun 2007, saat Kota Banjarmasin ditunjuk menjadi tuan rumah POMNAS 2007.

Pengelolaan Stadion 17 Mei yang sebelumnya berada di bawah Pemprov Kalsel. Lalu tahun 2012 diserahkan kepada KONI Kalsel, sekaligus dengan gelanggang renang Hasanuddin HM agar dapat lebih diperhatikan. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell

HEADLINE

PDP Covid-19 RS Idaman Banjarbaru Kabur Dibantu Anaknya, Sempat Ancam Petugas Pakai Batu!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Petugas gabungan terus mencari PDP yang kabur dari ruang isolasi RS Idaman Banjararu/ilustrasi. Foto : suara.com

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pencarian terhadap seorang pria berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang melarikan diri dari Rumah Sakit Idaman Banjarbaru empat hari lalu, masih berlanjut. Informasi yang berhasil dikumpulkan, pasien sempat melarikan diri ke kawasan hutan. Namun dugaan kuat, saat ini berada di salah satu rumah kerabatnya. Terkuak, pasien sempat mengancam petugas pakai batu!.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarbaru, Rizana Mirza, menceritakan kaburnya pasien tersebut juga turut melibatkan anak dari pasien. Kala itu, pada 23 Mei 2020 sekitar pukul 13.30 Wita, pasien dengan sengaja melepaskan jarum infus di tangannya.

Selang beberapa jam kemudian, petugas RS telah mendapati ruangan isolasi dalam keadaan kosong. Pihak keamanan yang berjaga saat itu, menyadari bahwa pasien kabur melewati tangga darurat. Upaya pengejaran pun dilakukan.

Namun setelah pasien menginjakan kaki di luar rumah sakit, rupanya ada sang anak yang telah menunggu dengan membawa sepeda motor. Walhasil, aksi kaburnya pasien tersebut berjalan mulus.

Tim Gugus Tugas melalui petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Banjarbaru yang mendapati informasi ini, lantas mendatangi rumah pasien yang berlokasi di Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Sayangnya, yang ditemukan hanyalah keberadaan sang anak.

“Ternyata keduanya pulang ke rumah mereka. Namun, saat kita mendatangi lokasi, ternyata cuma ada anaknya. Informasi yang kita terima dari sang anak dan petugas yang ada di lokasi lebih dulu, bahwa pasien tersebut kabur ke kawasan Hutan. Saat ini masih kita lakukan pencarian,” kata Rizana, saat dihubungi Kanalkalimantan.com, Selasa (26/5/2020) sore.

Baca juga: Satu PDP Kabur dari RS Idaman Banjarbaru Lewat Tangga Darurat

Sementara itu, Kapolsek Banjarbaru Barat AKP Andri Hutagalung  menceritakan, pihaknya yang lebih dulu tiba di kediaman pasien dan sang anak tersebut. Awalnya, pihak kepolisian mencoba untuk melakukan mediasi. Hal ini dilakukan agar pasien mau kembali menjalani perawatan di rumah sakit.

“Tapi pasien ini melakukan perlawanan dengan mengancam melemparkan batu ke arah petugas. Melihat kami mengambil jarak, pasien tersebut lalu kabur ke kawasan hutan,” ujar Kapolsek.

Adapun pencarian terhadap pria berusia 61 tahun tersebut telah berlangsung sejak 3 hari terakhir. Tim Gugus Tugas dalam hal ini masih melakukan komunikasi terhadap pihak keluarga pasien ihwal persoalan ini.

Kapolsek mengungkapkan bahwa saat ini pihak telah memetakan beberapa lokasi yang disinyalir menjadi tempat berdiamannya pasien tersebut. Bahkan, ada kemungkinan pasien tersebut saat ini sedang berada di rumah kerabat.

“Karena yang bersangkutan juga butuh makan. Inikan sudah hampir 4 hari. Jadi ada kemungkinan yang bersangkutan ini mengunjungi rumah kerabatnya,” tutur AKP Andri.

Pasien yang merupakan salah satu pedagang di Pasar Ulin Raya tersebut awalnya mengeluh sesak nafas, demam, dan batuk, hingga akhirnya harus menjalani pemeriksaan rapid test di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa pasien tersebut reaktif. Namun, belum diketahui apakah positif terpapar Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas mengungkapkan bahwa saat ini pencarian terus dilakukan dengan melibatkan seluruh personil gabungan yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas. Dalam hal ini petugas dipaksa keluar masuk hutan untuk menelusuri jejak pasien.

“Sebenarnya kondisi pasien terakhir itu mulai stabil. Seandainya yang bersangkutan tidak kabur, tentu sudah diketahui hasil swabnya apakah terpapar Covid-19 atau tidak. Ya, kita juga akan melakukan dengan pemeriksaan dengan pihak keluarga pasien,” tungkas Rizana. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : cell

 

Lanjutkan membaca

HEADLINE

Tracing dan Tracking Digenjot, Juli Diprediksi Lonjakan Covid-19 di Kalsel

Sekdaprov Kalsel: Silakan New Normal Diikuti Secara Alamiah Saja

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Rapid test terus digalakkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalsel mendeteksi penyebaran virus corona. foto: fikri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Upaya tracing (penelusuran) dan tracking (pelacakan) dalam mendeteksi sebaran kasus Covid-19 di Kalsel terus dimaksimalkan Tim Surveilans Epidemiologi di 13 kabupaten/kota.

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Abdul Haris Makkie mengatakan, pada bulan Juni dan Juli 2020 mendatang upaya tracing dan tracking terus digencarkan. Di samping tracing dan tracking, upaya treatmen (pengobatan) untuk kasus positif Covid-19 juga dilakukan pada bulan yang sama.

Sehingga, Haris Makkie mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan pada bulan Juli 2020 mendatang ditargetkan terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang cukup signifikan.

“Itu merupakan hasil tracing dan tracking. Tetapi kita berharap di bulan Agustus temuan kasus Covid-19 melandai dan akan ada penurunan,” kata Haris Makkie di Banjarmasin, Selasa (26/5/2020) siang.

Menurut Sekdaprov Kalsel, setelah temuan kasus Covid-19 melandai atau flat, tahap selanjutnya adalah pemerintah kabupaten dan kota untuk memberikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Terutama, mereka yang terkena dampak sosial maupun dampak ekonomi.

Sehingga diperlukan kerjasama yang solid baik antara pemprov dengan pemkab maupun pemko. “Jadi bukan hanya tugas Pemprov Kalsel,” tegasnya.

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Abdul Haris Makkie. foto; dew

Disinggung soal apakah new normal juga akan diterapkan di Kalsel, Haris Makkie menegaskan untuk saat ini jajarannya belum fokus untuk itu. Saat ini, ia menegaskan, yang menjadi utama yang akan dilakukan adalah upaya tracing di bulan depan.

“Silakan new normal diikuti secara alamiah saja,” tegasnya.

Apalagi, Haris Makkie menyebut, karakteristik setiap kabupaten dan kota di Kalsel berbeda-beda. Sehingga, sangat tidak mungkin disama ratakan.

“Saya katakan bahwa target kita di bulan Juni kita akan melakukan tracking dan tracing. Nanti ujungnya akan (mengarah) ke new normal itu. (Karena) kita memulainya dari tracing dan tracking itu,” tegas Haris Makkie.

Jika lonjakan kasus positif Covid-19 terjadi di bulan Juli dan mulai melandai di bulan Agustus, Haris Makkie menggarisbawahi, di bulan inilah sudah dapat memasuki fase new normal. “Saya pikir seperti itu konsepnya,” singkatnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

HEADLINE

Satu PDP Kabur dari RS Idaman Banjarbaru Lewat Tangga Darurat

Dandim: Tolong Kembali, Jangan Panik dan Jangan Merugikan Orang Lain

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi ruang isolasi. foto: tempo

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Seorang pria warga Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) melarikan diri saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru.

Hal itu dibenarkan Kabag Tata Usaha RS Idaman Banjarbaru Firman, saat dihubungi Kanalkalimantan.com, Selasa (26/5/2020) siang. Dijelaskannya, pasien tersebut kabur saat petugas melaksanakan pergantiaan jadwal jaga.

“Benar, yang bersangkutan kabur dari ruang isolasi. Kabur melalui tangga darurat. Pasien adalah pria berusia 61 tahun,” katanya.

Meski begitu, pihak keamanan sebenarnya telah mencoba mengejar pasien tersebut. Hanya saja pasien telah melewati area Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, sehingga kewenangan petugas keamanan juga terbatas.

Informasi terkait pasien kabur ini menyebar di sosial media WhatsApp dan membuat heboh masyarakat. Terlebih lagi, informasi tersebut menyebutkan bahwa pasien tersebut telah terapar Covid-19.

Ihwal menyebutkan status pasien telah positif terpapar Covid-19, nyatanya dibantah pihak Rumah Sakit. Firman mengatakan bahwa pasien masih berstatus PDP setelah menjalani pemeriksaan rapid test.

“Yang bersangkutan cuma dinyatakan reaktif dari hasil rapid testnya. Belum dikatakan positif terpapar Covid-19. Masih menunggu hasil tes swab,” lanjut Firman.

Disisi lain, Dandim 1006 Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto, mengimbau kepada seluruh  masyarakat khususnya yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, agar tidak perlu panik. Ia juga mengimbau agar pasien yang kabur bisa secepatnya kembali.

“Rumah Sakit adalah tempat untuk menjadi lebih baik. Anda akan diperhatikan dan diobati. Jangan mengambil langkah-langkah yang merugikan diri sendiri dan masyarakat lain. Bagi pasien yang kabur, saya minta tolong kembali. Kami akan terima dengan tangan terbuka,” pungkas Dandim. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->
Share via
Copy link
Powered by Social Snap