Connect with us

Kota Banjarbaru

Langgar Aturan Jam Operasional PSBB, Dua Tempat Usaha Dipanggil Satpol PP

Diterbitkan

pada

Salah satu tempat usaha di kota Banjarbaru yang melanggar jam operasional selama PSBB berlangsung. foto: satpol pp banjarbaru for kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru menggelar giat sosialisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke sejumlah tempat usaha, Kamis (21/5/2020) malam. Petugas di hari keenam pelaksanaan PSBB ini masih mendapati pemilik usaha yang melanggar aturan jam operasional.

Saat petugas gabungan melakukan giat terhadap sejumlah tempat usaha, baik itu toko, warung, cafe dan toko modern. Kepala Satpol PP Banjarbaru Marhain Rahman memberikan arahan terkait infomasi dari Dandim 1006 Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto.

“Jadi pak Dandim memberikan informasi bahwa ada toko baju yang tidak mengindahkan ketentuan aturan PSBB. Untuk itu pada malam ini kita tindak lanjuti,” kata Marhain.

Setelah selesai apel, petugas langsung segera mendatangi toko baju yang dimaksud. Hanya saja, faktanya pada malam itu toko tersebut sudah dalam keadaan tutup.

Satpol PP Banjarbaru memberikan teguran kepada pemilik usaha yang melanggar aturan jam operasional PSBB. foto: satpol pp banjarbaru for kanalkalimantan

Personel Satpol PP dan Dishub Kota Banjarbaru dalam hal ini memberikan imbauan terhadap 14 tempat usaha baik itu toko dan warung makan. Namun, dua diantarnya masih ada yang belum taat aturan jam operasional. Yakni sebuah warung makan dan toko elektronik.

Atas hal ini, kata Marhain, pemilik usaha ke dua tempat usaha tersebut dilakukan pemanggilan pada Jum’at (22/5/2020) pagi, di kantor Satpol PP Kota Banjarbaru.

“Diharapkan para pemilik usaha harap mematuhi ketentuan yang berlaku disaat penerapan PSBB terkait jam operasional dan penerapan protokoler kesehatan ditempat usahanya,” kata Kasatpol PP Banjarbaru. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 

Advertisement
Komentar

Kota Banjarbaru

Satu di Antaranya Kasus Korupsi, 631 Warga Binaan Lapas Banjarbaru Terima Remisi Idul Fitri

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kegiatan di Lapas Klas II B Banjarbaru. Foto: Petugas Lapas

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia memberikan remisi khusus kepada warga binaan atau narapidana (napi) beragama Islam yang berada di Lapas Kelas II B Banjarbaru, Minggu (24/5/2020) pagi.

Adapun penerima remisi Idul Fitri 1441 Hijriah kali ini sebanyak 631 warga binaan.

Jumlah tersebut merupakan warga binaan yang mendapatkan Remisi Khusus (RK) I atau pengurangan masa hukuman. Dalam hal ini, mereka mendapatkan pengurangan masa hukuman 15 hari, satu bulan, bahkan ada juga yang sampai dua bulan.

Mereka yang menerima pengurangan masa hukuman ini telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Salah satunya, telah menjalani setengah dari masa hukumannya di Lapas Banjarbaru.

Lebih rinci lagi, 631 napi yang mendapatkan pengurangan masa hukuman ini tergolong dari berbagai tindak pidana kejahatan. Yakni, 473 napi dari tindak pidana umum (pidum), 157 napi dari kasus Narkotika, dan satu napi kasus korupsi.

Kepala Lapas Banjarbaru, Herliyadi, mengatakan bahwa sebenarnya ada beberapa warga binaan yang juga menerima RK II atau bisa langsung bebas. Hanya, mereka yang menerima RK II tersebut masih harus menjalani hukuman subsider (hukuman kurungan sebagai pengganti hukuman denda).

“Ada tiga napi yang mendapatkan remisi khusus untuk langsung bebas. Tapi ketiganya masih menjalani hukuman subsider. Seorang napi menjalani subsider selama enam bulan dan dua napi lainnya menjalani subsider selama tiga bulan. Intinya, pada hari ini tidak ada napi yang dibebaskan,” katanya, saat dijumpai kanalkalimantan.com.

Sesuai arahan dari Dirjen Kemasyarakatan, kata Herliyadi, pemberian remisi bukan hanya implementasi pemberian hak yang diberikan negara. Tetapi lebih jauh merupakan apresiasi yang diberikan negara terhadap warga binaan yang telah berhasil menunjukkan perubahan perilaku dan meningkatkan kualitas di selama berada di Lapas/Rutan.

“Yang patut digarisbawahi bahwa para napi yang berada di dalam Lapas ini bukanlah untuk menjadi orang jahat. Mereka di sini karena kehendak yang Maha Kuasa. Mereka kami bina agar nantinya saat kembali ke lingkungan masyarakat, mereka bisa diterima kembali,” pungkas Kepala Lapas Banjarbaru.

Tercatat hingga hari ini, jumlah napi yang menghuni di Lapas Banjarbaru ada sebanyak 1.709 orang. Namun, ada 100 napi yang masih tertahan di sel tahanan Polres Banjarbaru dan belum bisa dipindahkan akibat kondisi yang disebabkan pandemi Covid-19. (kanalkalimantan.com/rico)

Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Makin Menjamur, Pemko Banjarbaru Akhirnya Tindak “Manusia Gerobak”

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Penertiban "Manusia Gerobak" di Kota Banjarbaru Foto: Rico

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Fenomena maraknya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang memadati Kota Banjarbaru akhirnya ditindak serius.

Mereka yang kerap disebut “manusia gerobak” memang telah menjamur di Kota Banjarbaru sejak memasuki Ramadan 1441 H tadi.

Dalam hal ini, Satpol PP Banjarbaru bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (Disdalduk KB PMP dan PA) Kota Banjarbaru, melakukan penertiban pada Sabtu (23/5/2020) siang.

Pihak Disdalduk KB PMP dan PA juga turut dilibatkan karena banyak PMKS seperti l yang melibatkan perempuan lansia maupun anak di bawah umur. Tim gabungan ini mendapati beberapa temuan, baik dari pemulung wanita yang berusia renta maupun ada yang melibatkan anak yang masih sangat belia.

Mereka yang didapati tim langsung didata hingga diantar ke kediamannya. Petugas menginginkan mereka untuk tidak beroperasi selama PSBB dan juga menjelang lebaran.

Kasat Pol PP Banjarbaru, Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal, Yanto Hidayat menegaskan bahwa selama PSBB sebetulnya mereka dilarang beraktivitas. Namun, fakta di lapangan katanya mereka selalu saja kembali usai ditegur petugas.

“Alasannya memang selalu karena masalah ekonomi. Jadi tadi bersama Disdalduk KB PMP dan PA selain mendata dan meminta mereka istirahat, kami turut serahkan bantuan paket sembako dari Pemko untuk mereka, harapannya agar tidak harus turun ke jalan lagi,” ujar Yanto.

Memang, lanjut Yanto, beberapa yang kedapatan sudah pernah ditertibkan sebelumnya. Hal itu karena mereka kerap berpindah-pindah tempat.

“Makanya kami harus terus patroli. Apalagi banyak anak kecil,” ujar Yanto.

Sementara itu, Kepala Disdalduk KB PMP dan PA Kota Banjarbaru, Mahrina Noor memastikan bahwa mereka yang terdata akan dikoordinasikan dengan Dinas Sosial serta instansi terkat lainnya. Mengingat terangnya permasalahan ini lintas sektoral.

“Kami fokus pada perempuan dan anak kecil. Tadi masih banyak kami temukan, tapi memang mereka seperti itu karena tidak ada pilihan lain. Jadi tadi kami lakukan pendataan, nantinya kami laporkan ke dinas sosial apakah bisa dimasukkan dalam program bansos,” katanya.

Selain Dinsos, dinas seperti Disdukcapil hingga ke level Kelurahan kata Mahrina juga harus berkoordinasi. Mengingat pihaknya menemukan ada beberapa orang yang tak punya KTP Banjarbaru.

“Ada yang sudah enam tahun tinggal di sini tapi KTP nya masih luar daerah. Nah ini kan kendala kami juga untuk mengusulkan dapat program bantuan. Jadi nanti kami akan koordinasi dengan pihak lainnya,” pungkas dia. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Dhani

 

Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Update Covid-19 di Kalsel, Tambah Satu Meninggal dan 18 Kasus Positif

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Teks: Grafik Update Covid-19 per Sabtu (23/5/2020)

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan kembali menaik. Meski tidak begitu signifikan, data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalsel hingga Sabtu (23/5/2020) sore mencatat 18 kasus baru positif Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat.

Sehingga Kalsel kini mencatat sebanyak 590 kasus positif Covid-19. Dari jumlah tersebut 454 kasus di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit dan menjalani karantina khusus.

“Penambahan kasus positif Covid-19 hari ini sebanyak 18 orang. Berasal dari Kabupaten Tanahlaut sebanyak empat orang, Kabupaten Tapin sebanyak enam orang dan Kabupaten Tanahbumbu sebanyak delapan orang,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim, di Banjarbaru.

Angka kematian akibat Covid-19 di Kalsel juga bertambah. Sehingga kini tercatat ada 59 kasus kematian akibat Covid-19. Atau jika dipersentasikan sebanyak 10 persen.

“Ada satu pasien positif Covid-19 meninggal dunia pada hari ini, berasal dari Kota Banjarmasin,” imbuh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan ini.

Sedangkan jumlah kasus sembuh dari Covid-19 masih bertahan di angka 77 kasus, atau 13 persen dari total kasus keseluruhan. Ini dikarenakan tidak ada laporan kasus positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh pada hari ini.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kalsel kini tercatat sebanyak 890 orang. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 125 orang. (kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Dhani

 

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->
Share via
Copy link
Powered by Social Snap