Connect with us

POLITIK BANJAR

Langkah ‘Catur’ Sulaiman Razak yang Semakin Mengancam di Pilkada Banjar

Diterbitkan

pada

Gusti Sulaiman Razak mendaftar di sejumlah parpol di kabupaten Banjar Foto: net
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARTAPURA, Meski terbilang telat mendeklarasikan pencalonannya dibanding kandidat lain, namun langkah Gusti Sulaiman Razak menapaki Pilkada Banjar 2020 semakin mantab. Ibarat langkah catur, berbagai gebrakan yang dilakukan kini semakin mengancam kandidat lain. Adakah dia sebenarnya ‘Kuda Hitam?’

Setelah membidik PDIP, Golkar, Nasdem, PAN, dan PPP, Sulaiman Razak kini mengarahkan langkahnya ke DPD PKS Banjar. Rabu (6/11) dia datang membawa berkas berisi lamaran sebagai kandidat calon Bupati. Langkah ini, menyusul incumbent Wabup Banjar H Saidi Mansyur yang sebelumnya juga mendaftar ke PKS.

Sulaiman Razak yang juga adik mantan Bupati Banjar Pangeran Khairul Saleh ini mengatakan, pendekatan yang dilakukan ke sejumlah parpol sebagai wujud penghormatan dan bukti keseriusannya. “Langkah ini sebagai wujud keseriusan saya melamar parpol untuk maju di Pilbup Banjar,” tegasnya.

Menanggapi pendaftaran Sulaiman Razak, Ketua DPD PKS Kabupaten Banjar Rudi Firdaus mengatakan menerima semua pelamar bakal calon bupati dan wakil bupati selama masa penjaringan masih buka. “Pendaftaran atau penjaringan bakal calon Bupati-Wakil Bupati Banjar akan kami buka sampai tanggal 15 November nanti,” katanya.

Sebelumnya, Iman -panggilan Sulaiman Razak-, juga mendaftar di Partai Golkar. Dia memang sejatinya sudah dipersiapkan untuk bertarung pada Pilkada. Meneruskan jejak kakaknya yang menjabat Bupati Banjar, dia bahkan rela mengundurkan diri dari karirnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) untuk terjun ke dunia politik.

“Saya siap maju sebagai calon Bupati Banjar. Tidak terjun bebas atau karena nekat, tetapi didasari adanya dukungan masyarakat, teman-teman, dan bahkan keluarga. Selain itu, saya juga harus menyiapkan dana yang cukup untuk biaya politik, artinya semuanya harus siap,” ucap Iman usai mendaftar.

Tak hanya Golkar, Iman juga telah menjajaki sejumlah parpol lain agar bisa diusung sebagai calon pada pendaftaran di KPU Banjar yang mulai dibuka Desember mendatang. Ia mengatakan, sudah cukup mengenal Kabupaten Banjar dengan masyarakatnya yang religius.

Maka itu, selain melakukan pendekatan ke parpol, dirinya juga gencar silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama. “Para guru dan ulama itu mendapat posisi yang khusus di mata saya. Sebab mereka bisa menjadi penasihat dan penyejuk di masyarakat. Sehingga suasana yang aman serta kondusif bisa tetap terjaga di Kabupaten Banjar,” papar pengusaha muda ini.

Terkait pilihannya maju melalui Golkar Banjar, malam sebelumnya dia terlebih dulu menemui Ketua DPD Golkar Banjar H Rusli di rumahnya. “Iya, saya sengaja menemuinya untuk silaturahmi. Alhamdulillah di luar dugaan, saya disambut hangat penuh keakraban dan mengenyampingkan bahwa kami sama-sama akan maju di Pilbup Banjar,” cetusnya.

Kemudian untuk memuluskan niat maju sebagai calon Bupati Banjar, Iman mengaku makin intensif menjalani komunikasi dengan sejumlah pengurus parpol mulai tingkat desa hingga ke pusat atau DPP. “Ini bukan sebuah pekerjaan mudah. Tetapi berkat dukungan masyarakat dan juga para relawan serta teman- teman, maka hasilnya Alhamdulillah tidak mengecewakan. Karena itu, insya Allah dengan dukungan parpol pengusung cukup 20 persen, bahkan lebih,” tandasnya.(rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

POLITIK BANJAR

Ketua Bawaslu RI Tinjau Persiapan Pilkada di Tengah Covid-19 di Kalsel

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kunjungan Ketua Bawaslu RI Abhan di kantor Bawaslu Banjar Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Ketua Bawaslu RI Abhan menyambangi kantor Bawaslu Kabupaten Banjar, Minggu (5/7/2020) malam. Kedatangan pengawas pemilu pusat ini, guna memastikan persiapan Pilkada 2020 di Kalsel, sebagai salah satu provinsi dengan kasus Covid-19 yang cukup tinggi di Indonesia.

Pada kunjungan tersebut, nampak juga mendampingi Ketua Bawaslu Kalsel Erna Kasypiah, yang disambut Ketua Bawaslu Banjar Fajeri Tamjidillah, Kepala Kesbangpol Banjar Aslam, Ketua KPU Banjar Muhaimin, dan Ketua DPRD Muhammad Rofiqi. Dalam penyambutan ini turut juga hadir dari Panwascam dari seluruh kecamatan di Kabupaten Banjar secara virtual melalui zoom meeting.

Abhan mengatakan, tujuannya ke Kalsel yang merupakan salah satu daerah dengan kasus Covid-19 tertinggi, untuk melihat persiapan Pilkada yang digelar 9 Desember 2020 nanti terlaksana dengan standart protokol kesehatan. “Jangan sampai Pilkada 2020 ini melahirkan klaster baru di dalam Bawaslu,” tegasnya.

Ia juga meminta jajaran Bawaslu menjaga sikap indenden dalam proses verivikasi faktual yang saat ini sedang dilaksanakan secara transparan. Termasuk pula untuk menegakkan penindakan pelanggaran Pilkada.

“Karena lemahnya penegakan hukum membuat beberapa daerah terjadi anarkisme dan arogansi. Insaya allah apabila peserta ini mempunyai komitmen seperti itu akan terjaga kelancaran Pilkada di Kalsel,” harapnya.

Sementara Ketua Bawaslu Kalsel Erna mengatakan, kondisi Pilkada di tengah Pandemi Covid-19 ini berbeda dengan event politik sebelumnya. “Sekarang kita diposisi tidak normal berbeda dari Pilkada sebelumnya. Maka justru itu kita harus siap dan tentunya dengan dukungan kawan- kawan,” paparnya. (kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Bie
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

POLITIK BANJAR

KPU Banjar Mulai Sosialisasi PKPU No 5 tentang Tahapan Pilkada ke PPK dan PPS

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sosialisasi PKPU kepada PPK dan PPS di Kabupaten Banjar Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALAKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banjar melaksanakan rapat virtual bersama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), Jumat (19/6/2020) malam. Pertemuan itu guna persiapan jelang pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020.

Rapat terutama membahas sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2020, yang berisi Tahapan Peraturan Komisi Pemilihan Umum terkait Pilkada. Rapat dipimpin Divisi Teknis Penyelanggara KPU Banjar, Muhammad Zain.

Zain mengatakan, Kabupaten Banjar terdiri dari 20 Kecamatan, 270 Desa, dan 30 Kelurahan. Nantinya, di setiap kecamatan ada 5 orang anggota PPK, sehingga nantinya ada sekitar 100 orang PPK yang bertugas di Pilkada. Sedangkan untuk untuk Panitia Pemungutan Suara (PPS), akan ada 3 orang per Desa/Kelurahan, sehingga jumlahnya ada 810 orang se Kabupaten Banjar.

“Saat ini kami dalam tahapan verifikasi faktual untuk calon persorangan. Insya Allah tanggal 24 juni ini akan kami turunkan data calon persorangan ke PPK dan PPS,” kata Zain.

Untuk kelancaran verivikasi faktual nantinya, KPU akan turun langsung ke lapangan. Dari lima Komisioner akan berbagi tugas ke daerah dan kecamatan memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara langsung ke PPK dan PPS agar semua materi tersampaikan.

“Dalam kondisi pandemi covid-19 yang berdampak besar bagi kita diharapkan masyarakat lebih cerdas dan tidak tergiur money politik dalam Pilkada serentak dilaksanakan 9 Desember nanti” katanya.

Rapat virtual ini diikuti 98 orang melalui zoom meeting dan 49 orang yang menggunakan media youtube. “Sosialisasi ini hanya tahap awal. Nantinya kami akan menyampaikan secara langsung kepada masing-masing PPK dan PPS,” ungkapnya.(Kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

POLITIK BANJAR

Pilkada di Tengah Pandemi, TPS di Kabupaten Banjar Membengkak Jadi 1.260 Lokasi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jumlah TPS di Kabupaten Banjar menjadi 1.260 saat Pilkada nanti Foto : putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banjar menambah jumlah Tempat Pemilihan Suara (TPS) dalam pelaksanaan Pilkada Serantak yang di laksanakan 9 Desember 2020.

Divisi Perencanaan dan Data KPU Banjar, Muslihah mengatakan, penambahan TPS ini guna mencegahnya kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19. Awalnya, jumlah TPS di Kabupaten Banjar ditetapkan sebanyak 1.105 TPS.

“Jadi kami tambah menjadi 1.260 TPS. Itu sudah termasuk 3 TPS di Lembaga Permasyarakatan (LP) di Kabupaten Banjar yang kami siapkan,” terang Muslimah.

Sesuai protokol kesehatan, nantinya jumlah pemilih di tiap TPS dibatasi hanya 500 orang. Jumlah ini berkurang 300, dibandingkan jumlah semula yang ditetapkan tiap TPS 800 pemilih. “Tujuannya memang untuk membatasi kerumunan massa. Kami juga bertujuan agar nantinya mudah di jangkau oleh masyarakat saat Pilkada nanti,” kata Muslimah.

Meski menambah jumlah TPS, tapi KPU menegaskan tidak meminta anggaran dari Pemkab Banjar. Tapi mengoptimalisasikan dana Naskah Hibah Daerah (NPHD ) sebesar Rp 40,9 miliar dengan cara mengeser dari anggaran yang tidak bisa dilaksanakan karena Covid-19. “Ini sudah direvisi bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Semoga dengan dana NPHD sebesar Rp 40,9 Miliar cukup untuk melaksanakan Piilkada sesuai protokol kesehatan,” harapnya.

Ia menjelaskan, untuk wilayah Kabupaten Banjar ini sangat luas. Terdiri dari 20 Kecamatan, 270 Desa, dan 30 Kelurahan. Sementara jumlah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) berjumlah 5 orang perkecamatan. Jumlah PPK ada 100 orang sedangkan untuk Panitia Pemungutan Suara (PPS) 3 orang per Desa dan Kelurahan, dan jumlahnya ada 810 orang.(Kanalkalimantan.com/putra)

Reporter : Putra
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->