Connect with us

PILKADA KALSEL

LARANGAN MASA KAMPANYE: Konser Musik, Bazzar, Gowes, Panen Raya Hingga Donor Darah

Diterbitkan

pada

Ketua KPU Provinsi Kalimantan Selatan Sarmuji. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Hari pertama masa kampanye Pilkada Serentak 2020, Ketua KPU Provinsi Kalimantan Selatan Sarmuji mengingatkan teknis pelaksanaan kampanye yang berbeda dari penyelanggaran pemilu sebelumnya.

“Kampanye Pilkada saat ini berbeda dengan pilkada sebelumnya, karena kita dihadapkan dengan pandemi Covid-19,” kata Sarmuji, Sabtu (26/9/2020).

Dilihat dari jadwal resmi KPU, masa kampanye dimulai 26 September sampai dengan 5 Desember. Selanjutnya, akan ada masa tenang pada 6 Desember sampai dengan 8 Desember. Kemudian dilanjutkan dengan pencoblosan pada 9 Desember.

“Masa kampanye kali ini harus dijalankan sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) nomor 13 tahun 2020 dimana seluruh paslon wajib jalankan protokol Covid-19 dengan ketat,” tegasnya.



Adapun PKPU Nomor 13 Tahun 2020 ini adalah perubahan kedua atas PKPU Nomor 6 tahun 2020 tentang pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/ atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota serentak lanjutan dalam kondisi bencana non alam Covid-19.

Jelas tertera pelarangan kegiatan selama masa kampanye Pilkada berlangsung, seperti rapat umum, kegiatan kebudayaan seperti pentas seni, panen raya atau konser musik. Kemudian juga kegiatan olahraga seperti gerak jalan santai dan/atau bersepeda santai.

Tidak hanya itu, PKPU 13 ini juga melarang kegiatan perlombaan yang sering dipakai timses dari masing-masing paslon dalam rangka menarik hati masyarakat agar mendapatkan dukungan. Setelah itu juga ada kegiatan sosial berupa bazar dan donor darah.  Terakhir kegiatan yang dilarang PKPU itu adalah acara ulang tahun partai politik.

Kedua paslon yang berlaga dalam Pilkada Kalsel ini telah mendatangani langsung pakta integritas terkait pelaksanaan kampanye dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19. “Itu artinya mereka siap disanksi jika terjadi pelanggaran disiplin protokol Covid-19,” ujarnya.

Untuk sanksinya sendiri, Sarmuji menjelaskan, akan diawasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggunakan Peraturan Daerah (Perda) , Peraturan Wali Kota (Perwali) dan Peraturan Bupati (Perbup). “Bawaslu akan mengawasi bagaimana penerapan protokol Covid-19 ini selama tahapan kampanye berlangsung,” jelasnya.

Sehingga kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa harus ditiadakan, seperti konser dan kegiatan lain yang diselenggarakan dalam balutan kampanye terbuka.

Selain itu, ia menambahkan dalam aturan tersebut, juga sudah mengatur bagaimana mekanisme pertemuan tatap bagi muka para paslon. Ini dirumuskan karena setiap kandidat pasti akan menghadiri dialog, debat publik, atau debat terbuka antar pasangan.

“Ini maksimal 50 orang. Itu pun harus dengan protokol kesehatan Covid-19,” tukasnya.

Oleh karena itu, Sarmuji menyarankan agar format kampanye para pasangan calon lebih difokuskan dengan mekanisme daring atau media sosial saja. Hal itu dikarenakan, peraturan protokol Covid-19 sangat ketat. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

PILKADA KALSEL

Suhu Politik Menghangat, Ini Komentar Intelijen Daerah Kalsel

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kepala BIN Daerah Kalsel Brigjen Pol Winarto. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pilkada serentak digelar di Kalsel, pemilihan Gubernur Kalsel dan Pilkada kabupaten dan kota di Kalsel. Lalu, bagaimana situasi di Kalsel jelang pelaksanaan Pilkada yang nantinya akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang?

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalsel Brigjen Pol Winarto memastikan, situasi di Kalsel tetap kondusif walau akan melaksanakan pesta demokrasi. Apalagi, saat ini masih berlangsung tahapan kampanye.

Winarto menekankan, pentingnya penyelenggara pemilu untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai pentingnya Pilkada. Kendati masih dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum berkesudahan.

“Intinya kedepan, bagaimana caranya pelaksana pemilu memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa pentingnya Pilkada ini. Jangan sampai di tengah pandemi ini ada kegamangan di masyarakat tentang pelaksanaan Pilkada ini,” kata Winarto, Selasa (13/10/2020).



Winarto memastikan, hingga kini BIN belum mendeteksi adanya gejolak politik jelang pilkada serentak. “Masih kondusif,” sebutnya.

Namun demikian, ditanya titik-titik kerawanan pilkada di Kalsel, Winarto menyebut hal ini terjadi di kabupaten atau kota dengan jumlah penduduk cukup tinggi, jika dibandingkan dengan kabupaten atau kota yang berpenduduk sedikit. Sayangnya, Winarto tidak menyebut daerah yang dimaksud.

“Tapi perlu kita dalami juga. Biasa namanya suhu politik seperti itu. Tapi dalam pantauan kita, masih wajar dan masih bisa saling menjaga,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

PILKADA KALSEL

Kaderisasi Ulama dan Beasiswa Calon Ulama Jadi Komitmen Ananda-Mushaffa

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Mushaffa Zakir berkomitmen akan memperjuangkan kaderisasi ulama dan program beasiswa untuk calon ulama di Kota Banjarmasin. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Banjarmasin dikenal sebagai kota yang religius. Bahkan kota dengan sebutan Seribu Sungai ini banyak memiliki ulama yang dikenal tidak hanya di tanah air, namun juga mancanegara.

Melihat kenyataan tersebut, Calon Wakil Wali Kota Banjarmasin Mushaffa Zakir berkomitmen akan memperjuangkan kaderisasi ulama dan program beasiswa untuk calon ulama di Kota Banjarmasin.
Besarnya perhatian pasangan Ananda-Mushaffa dengan tagline berbenah Bersama nomor urut empat itu kepada ulama dan calon ulama bukan tanpa alasan. Karena sosok seorang ulama menjadi panutan dan penuntun umat menjalani kehidupan di dunia ini.

Hal tersebut diungkapkannya ketika berdialog dengan masyarakat, Minggu (4/10/2020) di Gang Sejiran Kelayan A dan Gang Bambu Kuning Kelurahan Teluk Dalam Banjarmasin.

“Bersama Calon Walikota Hj Ananda saya punya visi dan misi pembenahan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan keamanan. Salah satu penjabaran pendidikan yakni kaderisasi ulama dan beasiswa calon ulama,” ucapnya.



Ada pun untuk program kaderisasi ulama yaitu memberikan kesempatan kepada ulama untuk mengembangkan keilmuannya diberbagai bidang, misalnya ekonomi Syariah serta ilmu agama lainnya sesuai kebutuhan.

Selanjutnya untuk program kedua yaitu kesempatan beasiswa kepada calon ulama adalah membuka peluang beasiswa kepada calon ulama di Kota Banjarmasin untuk menambah keilmuan ke berbagai negara sumber ilmu seperti Mesir, Saudi Arabia, Yaman dan lainnya.

“Melalui dua program ini kami berharap kedepannya bisa lahir lebih banyak lagi ulama di Kota Banjarmasin yang mempunyai kompetensi mumpuni dan dikenal baik di tingkat lokal hingga mancanegara,” tukasnya. (Kanalkalimantan.com/ril)

Reporter : Ril
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->