Connect with us

HEADLINE

Latber Komunitas Trail Borneo, Uji Skill di Jalur Cadas Sambil Berdonasi  

Diterbitkan

pada

Galang uang donasi dilakukan para rider saat Latber Komunitas Trail Borneo di desa Kiram, Sabtu (27/6/2020). foto: bie
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Komunitas Trail Borneo menggelar latihan bersama (Latber) yang menginspirasi. Selain menyalurkan hobi adventure menggunakan sepeda motor khusus garuk tanah menyusuri medan berat, para rider kumpulkan uang donasi untuk pembelian sembako kepada warga sekitar.

Peserta Latber Komunitas Trail Borneo yang ikut serta mencapai ratusan orang, datang dari berbagai kota di Kalsel, seperti dari Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Pelaihari hingga Binuang.

Lokasi Latber sengaja memilih kawasan perbukitan di desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar yang sudah dikenal para penyuka extreme trail sebagai salah satu ‘surga’ trek di Kalimantan Selatan. Para rider dilepas sekitar pukul 10.00 Wita, Sabtu (27/6/2020).

Rider Latber Komunitas Trail Borneo sebelum dilepas menjajal jalur. foto: bie

Sebelum para rider menjajal trek berbatu, Komunitas Trail Borneo mengumpulkan uang donasi untuk kemudian dibelikan sembako yang akan disalurkan kepada warga sekitar.



Trek yang dilalui sangat menguras tenaga. Meski trek cukup pendek namun menantang dan menguji adrenaline para pecinta motor trail.

Para rider dilepas untuk melahap jalur trek Latber Komunitas Trail Borneo. foto: bie

Saat start saja, rider trail adventure langsung disuguhi dengan trek tanjakan berbatu cadas yang menantang. Banyak motor kesulitan melintas karena menyangkut atau terkena batuan lepas. Bahkan, tidak sedikit yang harus tumbang berulang kali karena tak mampu mengendalikan ‘kuda besi-nya’.

 

Sugeng, koordinator acara menuturkan dalam Latber ini mengajak para pecinta trail adventure untuk melakukan donasi uang untuk pembelian Sembako.

“Biasanya kan event pakai uang pendaftaran, nah ini tidak ada uang pendaftaran, malah didonasikan untuk pembelian sembako yang nantinya akan dibagikan kepada warga sekitar,” ujar Sugeng.

 

Galang uang donasi dilakukan para rider saat Latber Komunitas Trail Borneo di desa Kiram, Sabtu (27/6/2020). foto: bie

Sementara itu, Waluyo dari Gerombolan Trail mengapreasi aksi galang donasi uang untuk pembelian sembako dilakukan para rider yang kumpul hari ini. Selain menyalurkan hobi motor trail di jalur berbatu dan medan sulit, juga memberikan bantuan bagi warga sekitar. “Bagus, kedepan bisa lebih ditingkatkan lagi,” ucapnya. (kanalkalimantan.com/bie)

Reporter : bie
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

‘Si Melon’ Langka di Tengah Banjir, Stok di Pangkalan Kosong!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pangkalan gas di kota Banjarmasin sudah kehabisan stok LPG 3 Kg dalam sepekan terakhir. Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Banjir datang, kesusahan warga kian bertambah, warga Kota Banjarmasin kini sulit mendapatkan LPG (liquefied petroleum gas) 3 Kg bersubsidi.

Kelangkaan si tabung melon tersebut di antaranya diakui oleh warga sekitar pangkalan LPG di wilayah Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Andri, warga Banjarmasin Tengah kepada Kanalkalimantan.com mengaku mencari hilir mudik untuk dapat membeli LPG 3 Kg di daerah tempat tinggalnya. Ia terpaksa mengaku harus mencari gas untuk konsumsi rumah tangganya itu hingga ke wilayah Banjarmasin Barat.



“Di tempat saya seluruh pangkalan gas yang saya datangi, semua habis kosong, makanya saya cari ke pangkalan ke wilayah Banjarmasin Barat, namun juga kosong,” tuturnya, Rabu (20/1/2021).

Stok LPG 3 Kg di Banjarmasin memang sudah tidak tersedia, seperti di salah satu pangkalan di Kelurahan Sungai Miai, Banjarmasin Utara, milik Suwarno.

“Sudah satu minggu gas ukuran 3 Kg di pangkalan stoknya kosong, dan belum tahu kapan datangnya,” ucap Suwarno kepada Kanalkalimantan.com.

Ia menjelaskan, pengiriman LPG ukuran 3 Kg dari agen ke pangkalan biasanya dikirim dua kali dama sepekan, tetapi terakhir ini agen LPG belum ada mengirim stok ke pangkalan miliknya.

Untuk antisipasi lonjakan permintaan, pangkalan di tempatnya punya stok, kate Suwarno, memberlakukan pembatasan pembelian.
“Setiap pembeli, satu rumah tangga dibatasi hanya satu tabung, sementara untuk usaha kecil maksimal 2 tabung dengan harga yang normal Rp 17.500 pertabungnya,” tuturnya.

Kekosongan si melon juga dialami pangkalan Monte Karlo di jalan AMD Komplek Abdi Persada, Kelurahan Alalak Tengah, Kecamatan Banjarmasin Utara.

“Sudah seminggu tidak datang gasnya, belum tahu kapan datangnya, kita juga masih menunggu,”ucap Monte.
Menurut Monte, keterlambatan pengiriman ini sejatinya sudah ia tanyakan ke pihak agen. Menurut pengakuan pihak agen, keterlambatan disebabkan sulitnya akses jalan akibat banjir sehingga menghambat proses pendistribusian. (kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Bie

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Bencana Ekologis, Sejumlah Media Asing Sorot Banjir Besar Kalsel

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Banjir besar yang terjadi di Kalsel menjadi sorotan media asing Foto: yuda
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Banjir besar yang melanda Kalimantan Selatan (Kalsel) telah memberikan dampak begitu besar pada sisi-sisi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat banua. Peristiwa ini bahkan menjadi sorotan sejumlah media internasional.

Kanalkalimantan.com telah melaporkan beragam dampak yang muncul akibat terjangan banjir. Mulai dari lumpuhnya akses jalan penghubung antar Kabupaten Kota, putusnya sejumlah jembatan, hingga beberapa bangunan rumah warga yang tersapu bersih arus air.

Sedari awal, BMKG mengirim sinyal peringatan ke seluruh wilayah di Kalsel akan adanya potensi bencana banjir. Tujuannya agar pemerintah daerah lebih siap dalam upaya penanganan nantinya. Bahkan setidaknya bisa melakukan upaya-upaya pencegahan, misalnya saja membangun embung atau memastikan drainase berfungsi optimal.



Sejumlah media asing pun ikut menyorot peristiwa banjir besar di Kalsel ini. Sebut saja CNN sebuah media yang dimiliki oleh WarnerMedia News and Sports, Inc dan berpusat di Atlanta, Georgia Amerika ini dalam dalam laporan panjangnya berjudul “Indonesia grapples with earthquake, flooding, landslides and fallout from Sriwijaya Air crash”- Indonesia Bergelut dengan Gempa Bumi, Banjir, Tanah Longsor dan Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air.

Berita yang diterbitkan CNN pada 18 Januari 2021 satu ini bukan hanya mengulas banjir besar di Kalsel, namun juga tentang gempa bumi di Mamuju Sulbar, tanah longsor di Jawa Barat, hingga kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Kepulauan Seribu.

Japan News pada laporannya tanggal 19 Januari memberikan judul “As floods hit Borneo, Indonesia urged to boost climate action under Paris accord” – Saat banjir melanda Kalimantan, Indonesia mendesak untuk meningkatkan aksi iklim di bawah persetujuan Paris.

 

Pada detail laporannya, Japan News juga berbicara dengan Yuyun Harmono, Manajer Kampanye Keadilan Iklim WALHI. Dalam pernyataanya Yuyun mengatakan banjir adalah indikasi bahwa pemerintah harus lebih berambisi dalam kebijakan iklim. Indonesia ini telah menderita dampak kenaikan suhu global, dengan kota-kota dan wilayah pesisirnya dilanda banjir secara teratur dan naiknya permukaan laut.

Sementara itu kekinian menurut data rilis BPBD Kalsel dan Diskominfo Kalsel per Rabu (20/1/2021) total jumlah terdampak adalah 342. 987 ribu jiwa yang tersebar di 11 kabupaten dan kota.

Pada data yang dirilis Kominfo Kalsel di laman facebooknya, Diskominfo Mckalsel, itu tertulis data sampai pukul 09.00 Wita, banjir kali ini mengakibatkan 21 jiwa melayang. Namun tidak dirincikan berasal dari kabupaten mana saja.

Sedangkan jembatan yang terdampak banjir berjumlah 21 buah dan panjang ruas jalan yang terdampak sebanyak 18,2 kilometer.
Jumlah korban yang terdampak di Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar 33.377 KK yang terdiri atas 129.226 jiwa. Sedangkan di Kabupaten HST 29.127 KK yang terdiri atas 57.624 jiwa. Sementara untuk total rumah yang terendam semuanya berjumlah 66.768 buah. (kanalkalimantan.com/andy)

 

Reporter : Andy
Editor : Cell

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->