Connect with us

Kota Banjarbaru

Layanan SIM di Polres Banjarbaru Tolak Pemohon yang Tak Ikuti Protokol Covid-19

Diterbitkan

pada

Layanan SIM Banjarbaru akan memperketat pelayanan sesuai standar protokol kesehatan Covid-19 Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banjarbaru memperketat kunjungan masyarakat yang mengurus permohonan pembuatan SIM di Mapolres Banjarbaru. Apabila ada yang tidak menerapkan protokol kesehatan, maka akan ditolak.

Sejak merebaknya pandemi Covid-19, kunjungan di layanan SIM Mapolres Banjarbaru memang turun. Tidak seperti sebelumnyayang padat oleh masyarakat yang mengurus pembuatan SIM baru ataupun sekedar perpanjangan masa berlaku saja.

Seiring berjalannya waktu, tepatnya saat penerapan Pembatasan Sosial Berskapa Besar (PSBB) di Banjarbaru berakhir, kunjungan masyarakat mulai meningkat. Situasi inilah yang membuat Satlantas Polres Banjarbaru mengambil sikap tegas dalam teknis pelayanan SIM.

Kasatlantas Polres Banjarbaru, AKP Apriansyah melalui Baur SIM, Aiptu I Putu Sudhiwirawan, mengatakan, masyarakat yang ingin mengurus SIM wajib mengikuti protokol Covid-19. Contohnya, penggunaan masker, physical distancing, dan mencuci tangan.

“Suhu badan tidak melebihi batas normal. Kalau ada salah satu prokol kesehatan ini tidak diikuti, maka kita tegas menolak permohonan masyarakat,” katanya.

Ditegaskan Aiptu Putu, meskipun PSBB telah dicabut, protokol kesehatan harus dan wajib diberlakukan. Pasalnya, upaya penanganan baru bertajuk New Normal -normal yang baru- menekamkan pada pendisiplinan perlikau masyarakat. “Kita ingin masyarakat disipilin dan mengikuti prokol kesehatan. Aktivitas dan perilaku masyarakat, mulai hari ini harus diarahkan baik itu di fasilitas pelayanan maupun di tempat-tempat keramaian,” ujarnya.

Teknis pelayanan SIM di Mapolres Banjarbaru sendiri juga telah mengalami berbagai perubahan, sesuai dengan protokol kesehatan. Misalnya, terdapat kaca pembatas antara petugas pelayanan dan pemohon. Termasuk para petugas pelayanan sendiri yang mengenakan sarung tangan dan masker.

Khusus untuk pengambilan foto dan sidik jari, sebagai syarat pembuatan SIM, petugas juga menggunakan face shield (pelindung wajah). Selain itu, jam operasional layanan SIM di Mapolres Banjarbaru hanya buka dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 13.00 Wita. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kota Banjarbaru

Penutupan Layanan di RSD Idaman, Wali Kota Nadjmi: Kebidanan dan Kandungan Tetap Dilayani

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wali Kota Nadjmi menyampaikan layanan kebidanan dan kandungan tetap dilayani di RSD Idaman Banjarbaru Foto: kanal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Ditutupnya layanan Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman untuk pasien non Covid-19, mulai Sabtu (4/7/2020) ini, mengejutkan masyarakat. Namun, Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani menegaskan khusus untuk kebidanan dan kandungan akan tetap dilayani.

“Untuk kasus pasien kebidanan dan kandungan, tetap dilayani seperti biasa di RSD Idaman Banjarbaru. Apalagi, jika situasinya emergency,” tegas Nadjmi. Ia menambahkan, pembatasan layanan pasien umum tersebut dimaksudkan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Hal tersebut juga turut didukung pernyataan Kepala Seksi Pelayanan Medik RSDI Banjarbaru, Dr Siti Ningsih, yang mengatakan ruang penanganan pasien kandungan memang terpisah dari ruang IGD, yang saat ini dipenuhi pasien Covid-19.

Selain layanan kebidanan dan kandungan yang tetap berjalan normal, Siti juga mengatakan bagi pasien yang rutin melakukan terapi Hemodialisis (HD) transfusi, ataupun Hematologi dan Onkologi tetap akan dilayani.

“Untuk kasus seperti pasien rutin HD yang harus transfusi atau pasien hematologi dan onkologi yang rutin masuk juga tetap kami layani,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, RSD Idaman Banjarbaru mengumumkan bahwa untuk sementara waktu tidak bisa menerima pasien non Covid-19. Kebijakan ini ditetapkan hingga waktu yang tidak bisa ditentukan.

Alasan mengapa fasilias kesehatan milik pemerintah ini tak lagi dibuka untuk umum, menyusul banyaknya jumlah pasien positif Covid-19 yang saat ini dilayani, hingga seluruh ruang kamar telah terisi penuh.

Siti menceritakan bahwa kondisi di RSD Idaman Banjarbaru, seperti halnya di ruang IGD saat ini telah banyak terisi pasien Covid-19. Maka dari itu, pihaknya tak lagi bisa menerima pasien umum guna menghindari adanya kontak penularan.

Penumpukan di ruang IGD, lanjut Siti, disebabkan ruang isolasi khusus paisen Covid-19 saat ini telah penuh. Akibatnya, para pasien Covid-19 maupun yang masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dirawat di ruang umum.

“Saat ini kita berusaha mengurai penumpukan di IGD. Kita usahan selambat-lambatnya Minggu (5/72020) besok, aktivitas rumah sakit sudah kembali normal,” pungkas Siti. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

RSD Idaman Banjarbaru Tak Terima Pasien Umum, IGD Dipenuhi Pasien Kasus Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

RSDI Banjarbaru tak menerima pasien umum untuk sementara Foto : dok kanal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sabtu (4/72020) ini, Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman (RSDI) Banjarbaru mengumumkan untuk sementara waktu tidak bisa menerima pasien non Covid-19. Kebijakan ini ditetapkan hingga waktu yang tidak bisa ditentukan.

Fasilitas kesehatan milik pemerintah ini tak lagi dibuka untuk umum menyusul banyaknya jumlah pasien positif Covid-19, hingga seluruh ruang kamar telah terisi penuh.

Kepala Seksi Pelayanan Medik RSDI Banjarbaru, Dr Siti Ningsih, mengatakan jika ada pasien non Covid-19 mengalami kondisi gawat darurat, disarankan mengakses fasilitas kesehatan lain di sekitar wilayah Banjarbaru.

“Kita sudah koordinasikan hal ini kepada beberapa rumah sakit yang ada di Banjarbaru, bahwa kami tidak bisa melayani. Kalau ada masyarakat yang butuh pertolongan darurat, bisa mendatangi ke RS Syifa Medika dan RS Mawar,” katanya, Sabtu (4/7/2020) sore.

Siti menceritakan bahwa kondisi di ruang IGD telah banyak terisi pasien Covid-19. Maka dari itu, pihaknya tak lagi bisa menerima pasien umum guna menghindari kontak penularan.

Penumpukan di ruang IGD, lanjut Siti, disebabkan ruang isolasi khusus pasien Covid-19 telah penuh. Akibatnya, para pasien Covid-19 maupun yang masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dirawat di ruang umum.

“Saat ini kita berusaha mengurai penumpukan di IGD. Kita usahan selambat-lambatnya Minggu (5/72020) besok, aktivitas rumah sakit sudah kembali normal,” pungkas Siti. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Kisah Aan, Pemain ‘Tong Edan’ yang Banting Setir jadi Jukir demi Pengobatan Orangtua

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Aan, mantan pemain Tong Edan yang beralih menjadi juru parkir di kawasan Banjarbaru. Foto: Kanalkalimantan/Wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pukul 10.40 Wita. Tapi panas di Kota Banjarbaru saat itu terasa menyengat. Di bawah pohon ketapang yang tumbuh di depan sebuah pertokoan, seorang pria pria bertopi duduk berjaga mengamati kendaraan dan mobil yang keluar masuk di area halaman toko.

Adalah Muhammad Aan (37), pria yang sudah tiga tahun terakhir jadi juru parkir (jukir) di lokasi tersebut. Sesekali, ia nampak melepas topi hitamnya untuk mengusir keringat. “Saya sudah sejak 2017 menjadi tukang parkir di sini. Menggantikan posisi ayah saya yang tak bisa bekerja lagi karena sakit,” ungkapnya kepada Kanalkalimantan.com.

Ia mengatakan, sakit hernia yang diderita ayahnya, memaksa orangtuanya melepas pekerjaan utamanya sebagai tukang parkir di kawasan tersebut. Padahal ketika itu, Aan sudah memiliki pekerjaan sebagai pemain panggung aktraksi ‘Tong Edan’.

“Itu akhirnya saya tinggalkan. Berganti menjadi jukir, karena memang lokasi parkir ini tidak ada yang menjaga setelah ditinggalkan oleh ayah saya sejak sakit,” katanya.

Sebagai jukir, Aan mengaku mendapatkan penghasilan tak menentu. Jika ramai bisa mendapatkan Rp50 ribu per hari. Tapi jika sepi, kadang ia cuma membawa uang Rp 10 ribu atau Rp 20 ribu saja. Semua tergantung sepi atau ramainya pengunjung toko. Meskipun, dia tak pernah menarif khusus pada kendaraan yang parkir. Pengunjung yang tak membayar parkir pun, tetap ia jaga motornya.

“Ya kita seikhlasnya saja. Kadang ada yang bayar Rp 1000 ya diterima. Tapi sering juga yang membayar lebih,” ungkapnya.

Dibandingkan saat masih menjadi pemain ‘Tong Edan’ penghasilannya sebagai juru parkir memang tak menentu. Ia mengatakan, saat ada evebt besar, sebagai pemain tong edan ia mampu mendapatkan uang Rp 3-4 juta per bulan.

“Waktu saya kerja menjadi pemain tong edan, Alhamdulillah saya kalau ada acara event besar dalam satu bulan saya mendapatkan gaji lumayan besar,” ungkapnya.

permainan tong edan Foto: aktifisika

Tong edan, bukanlah permainan yang gampang! Atraksi yang menjadi ‘bintang’ di antaranya sejumlah wahana di Pasar Malam seperti bianglala, komedi putar, rumah hantu, dan lainnya. Ada sejumlah nama untuk menyebut permainan penuh bahaya ini. Mulai dari roda gila, tong edan, hingga tong setan.

Permainan ini memerlukan wahana silinder kayu berbentuk tabung atau kerucut (disebut sebagai tong), yang biasanya memiliki diameter 20 hingga 36 kaki (6,1 hingga 11,0 m) dan terbuat dari papan-papan kayu. Di bagian dalamnya, para pengemudi sepeda motor menyetir di sepanjang tembok vertikal dan mementaskan pertunjukan.

Sering pula para joki menyentuh bibir tong seakan ingin menyambar para penonton yang memberikan sawer (uang). Ya, bertopang pada gaya gravitasi, gaya gesek lintasan, dan gaya normal berpadu sekaligus sehingga membuat motor yang dikendarai oara joki tong edan, tidak terjatuh.

Meskipun, memacu motor dalam kecepatan tinggi dalam posisi yang tidak biasa berisiko terjadinya kecelakaan. Aan pun mengatakan, pernah terjadi dalam salah satu atraksinya. “Itu memang permainan yang beresiko. Tapi namanya pekerjaan, ya harus dijalani,” katanya.

Kini tak ada lagi motor yang dipacu olehanya dengan lintasan gila. Begitu juga deru yang memekakkan telinga dari knalpot motor, telah digantikan peluit di sakunya. Saat ini, dunia panggung sudah berakhir bagi Aan. Sunyi tanpa suara tepuk tangan penonton yang puas akan aksinya.

“Itu sudah masa lalu. Saya ikhlas menjalani profesinya menjadi juru parkir. Asal halal dan bisa membantu orangtua,” katanya. (Kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->